
Mendengar perkataan Chandra membuat Andara terdiam. Wanita itu tidak tau harus menjawab apa atas perkataan yang sudah Chandra katakan padanya.
"Aku mohon Andara. Kamu mau kan bantu saya untuk mendapatkan anak saya lagi. Aku mohon" Ucap Chandra dengan sangat memohon
"S....saya"
"Saya mohon Andara"
Karna melihat Chandra yang begitu memelas membuat Andara akhirnya mengiyakan permintaan Chandra. sebuah permintaan yang terdengar konyol. Chandra meminta Andara untuk berpura-pura menjadi mantan istrinya yang sudah meninggal untuk bisa mendapatkan anaknya kembali yang saat ini sedang di asuh oleh keluarga mendiang istrinya.
"Baiklah pak. Tapi apa yang harus saya lakukan?"
"Kamu hanya harus bersikap seperti istri saya. dia orangnya tidak menggunakan hijab. Tapi saya tidak akan meminta kamu untuk menggunakan pakaian yang sering Hana gunakan. Kamu tetap menggunakan hijab seperti ini, Anggap saja Hana istri saya sudah merubah penampilannya. Kamu harus merubah sifat seperti istri saya" Ucap Chandra lagi
"Memangnya bagaimana sifat istri bapak?"
"Dia memiliki kepribadian yang diam. tak banyak bicara. istri saya itu selalu bersikap dingin kepada orang lain. Kecuali kepada saya dan anak kami, Aisyah"
"Baiklah pak saya mengerti. Lalu selain itu?"
"Istri saya bernama Hana. Dan anak saya bernama Aisyah. Besok kalau kita sudah sampai di kediaman keluarga istri saya, Kita harus kelihatan seperti Chandra dan Hana. Kamu harus bisa meyakinkan mereka agar mereka mau mengembalikan Hana"
"Bukankah yang mereka tau mbk Hana sudah meninggal? Lalu bagaimana jika sampai mereka curiga terhadap saya pak?" Tanya Andara lagi
"Kamu tidak perlu khawatir. Istri saya memang sudah di nyatakan meninggal oleh pihak dokter. Tapi jenazah yang sudah di makamkan itu sudah tidak bisa di kenali wajahnya. Hanya saja dia memiliki postur tubuh serta ciri-ciri yang sama dengan istri saya. Ada beberapa anggota yang tidak mempercayai jika itu adalah jenazahnya Hana" Terang Chandra lagi
"Kalau boleh tau istri bapak meninggal karna apa?"
"Karna sebuah kebakaran 1 tahun yang lalu" Ucap Chandra sendu
"Saya ikut berduka cita pak. Semoga istri bapak tenang di alam sana"
"Amin. Makanya saat pertama kali melihat kamu, saya sempat terkejut. saya mengira kamu adalah mendiang istri saya Hana. Tapi setelah sayapastikan, Ternyata kamu hanya memiliki wajah yang mirip dengannya"
"Besok kita akan berangkat jam berapa pak?"
__ADS_1
"Jam 6 pagi. Karna rumah mertua saya ada di jakarta dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk di tempuh. Kamu jangan khawatir, Saya akan membayar 2 kali lipat dengan pendapatan kamu"
"Tidak perlu seperti itu pak. Saya ikhlas membantu bapak. Semoga besok kita bisa mendapatkan anak bapak kembali"
"Saya juga ikhlas memberikannya untukmu. Wajah kalian memang sangatlah sama. Hanya kelakuan kalian yang sangat berbeda"
"Saya akan berusaha merubah kepribadian saya seperti istri bapak"
"Baiklah. Mari saya antar kan pulang" Pekik Chandra dan langsung bangun dari duduknya
"Eh tidak perlu pak. Saya bisa menggunakan taksi online"
"Sudah. Saya tidak suka penolakan"
"Baiklah"
Karna tepaksa, Akhirnya Andara menerima tawaran Chandra untuk pulang bersamanya. Tanpa Andara sadari, Ternyata sejak tadi Raiden selalu memperhatikannya dari sebrang jalan.
Andara masuk ke dalam mobil Chandra. Ini pertama kalinya Andara pulang di antar oleh Chandra. Di sepanjang perjalanan, Tidak ada yang berbicara. Baik Andara atau pun Chandra. Andara memilih fokus pada jendela, Sedangkan Chandra memilih fokus pada jalan.
"Ternyata dia benar-benar mirip seperti Hana. Hanya saja dia lebih baik dan lebih dari segalanya" Batin Chandra lagi.
Sedangkan Andara. Wanita itu menatap ke luar jendela. Tiba-tiba saja apa yang sudah dia lakukan bersama Raiden terbayang begitu jelas pada ingatannya.
"Astaga! Kenapa aku malah memikirkan hal bodoh yang aku lakukan di dalam mobil pria itu, Bisa-bisanya aku mau membalas ciumannya. Benar-benar memalukan" Andara bermonolog dalam batinnya
"Kenapa aku harus ingat sama pria mesum itu sih, Kamu gak boleh mengingat itu Dara. Ingat, Dia itu hanya benalu dalam masa lalu kamu" Batinnya lagi
Sedangkan Raiden yang melihat Andara di antar oleh seorang pria yang tak di kenalnya, Langsung mengumpat pada dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia diam saja saat melihat mantan istrinya bersama dengan pria lain. Terlebih lagi pria itu bukanlah adiknya Wildan.
"Dasar bodoh kamu Rai. Kenapa tadi diam saja saat melihat Andara di antar oleh pria lain" Ucapnya sambil memukul setir mobilnya
Tak lama kemudian, Raiden mendengar suara aneh dari dalam bagasi mobilnya. Karna merasa terganggu, Akhirnya Raiden memutuskan untuk menepikan mobilnya dan melihat sebenarnya ada apa di dalam bagasi.
Pria itu turun dari dalam mobilnya dan berjalan ke arah bagasi. Betapa terkejutnya Raiden saat menemukan sosok wanita yang wajahnya begitu mirip dengan Andara.
__ADS_1
"K...kamu siapa?" Tanya Raiden sambil mengerutkan keningnya
"A...aku Hana. Tolong bantu aku, Ada seseorang yang mau membunuhku. Aku mohon, Tolong lindungi aku" Ucap wanita yang mengaku Hana
"Kenapa wajahnya begitu mirip dengan Dara, Tapi Dara lebih dari segalanya" Ucap Raiden dalam batinnya sambil melirik tajam Hana
"Aku mohon" Ucap Hana lagi
Melihat raut wajah sendunya membuat Raiden merasa tidak tega. Pria itu meminta Hana untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Aku masih tidak paham dengan apa yang kamu katakan?" Tanya Raiden sambil melajukan mobilnya.
"Ceritanya sangat panjang. Tapi intinya ada seseorang yang mau membunuhku. Orang itu juga sengaja menyebarkan berita kematian ku kepada suami serta keluarga besar ku"
"Aku tidak paham dengan apa yang kamu katakan"
"Intinya. Nyawaku dalam bahaya. Ada seseorang yang selalu berusaha membunuhku" Ucap Hana lagi
"Siapa maksud kamu yang mau membunuhmu"
"Dia kakak ipar ku sendiri. Kakak ipar ku mau menyingkirkan aku karna aku mengetahui semua rahasia besar yang dia miliki"
"Rahasia besar. Rahasia besar seperti apa yang membuat dia mau melenyapkan mu?"
"Aku tau kalau selama ini dia menyalah gunakan uang perusahaan suamiku. Aku mohon bantu aku untuk bertemu dengan suamiku"
"Aku benar-benar tidak paham dengan masalah yang sedang kau hadapi" Ucap Raiden yang memang begitu bingung
"1 tahun yang lalu. kakak ipar ku sengaja membakar rumah sakit tempatku bekerja dengan tujuan agar aku tewas dalam kebakaran itu"
"Lalu kenapa kamu masih disini?" Ucap Raiden tanpa sadar
"Apa maksudmu! Jadi kau mau nya aku di mana? Di kuburan!"
"Ya bukan seperti itu. Maksudku kenapa kamu bisa selamat dari kebakaran itu?"
__ADS_1
"Ceritanya panjang"