
"Aku juga masih sangat mencintaimu kak" Ucap Andara sambil membalikkan tubuhnya dan langsung memeluk tubuh Raiden dari belakang.
Memang tidak bisa di pungkiri jika Andara juga masih begitu mencintai Raiden. Bahkan rasa cinta yang Andara miliki lebih besar dari pada rasa cintanya terhadap Dimas.
Buat Andara, Raiden adalah laki-laki yang sangat berbeda dengan yang lain. Andara merasakan hal yang berbeda saat bersama dengan Raiden.
Selama 3 tahun bersama. Raiden selalu memperlakukan Andara seperti tuan putri yang sangat dia cintai. Seorang tuan putri yang sangat Raiden sayang.
Mendengar perkataan Andara membuat Raiden membalikkan tubuhnya. Pria itu menatap kedua bola mata Andara dengan sangat dalam.
"Apa aku tidak sedang berbohong kan Dar? Aku juga tidak sedang bermimpi kan?" Ucap Raiden lembut
"Tidak kak. Aku memang benar-benar masih sangat mencintai kak Raiden. Tidak bisa aku pungkiri. Hingga saat ini perasaan itu masih tetap sama" Ucap Andara sambil terus memeluk tubuh Raiden
"Aku juga masih begitu mencintaimu Dara. Maafkan aku yang sudah mengatakan kata talak pada mu. Kala itu, Aku benar-benar cemburu. Cemburu yang sangat berlebihan" Ucap Raiden sambil membalas pelukan Andara
"Iya kak. Aku sudah memaafkan hal itu. Aku juga minta maaf kak"Ucap Andara sambil menatap Raiden
Adrian yang melihat itu juga ikut merasa bahagia atas apa yang saat ini di rasakan oleh Andara. Buat Adrian, Kebahagiaan Andara adalah salah satu hal penting.
"Kamu mau kan rujuk lagi sama aku"Ucap Raiden sambil menatap Andara sangat dalam
Andara tak langsung menjawab. Wanita itu masih menoleh ke arah Adrian yang saat ini sedang menatapnya. Melihat Andara seperti itu membuat Adrian paham apa maksud dari pandangan adiknya. Adrian mengangguk sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
Setelah itu, Andara kembali menoleh ke arah Raiden yang masih tetap setia menatap nya dengan wajah yang penuh dengan harapan.
"Bagaimana Dar. Apa kamu mau rujuk lagi dengan ku?" Tanya Raiden lagi
Andara mengangguk"Iya kak. Aku mau kembali rujuk sama kak Raiden" Jawabnya sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
Mendengar itu membuat Raiden langsung mengangkat tubuh Andara. Akhirnya Raiden bisa kembali bersama dengan wanita yang amat di cintanya. Wanita yang sudah di siapkan oleh mendiang adiknya untuk menjadi bidadari dunia dan akhirat.
__ADS_1
"Kak. Turunin aku kak. Tidak perlu seperti ini kak. Turunin aku" Ucap Andara saat Raiden mengangkat tubuhnya karna terlalu bahagia setelah mendengar jawaban Andara
"Aku terlalu bahagia Dar. Aku benar-benar bahagia mendengar jawaban kamu. Ini yang selalu aku bayangkan selama ini. Kebersamaan kita" Ucap Raiden sambil menatap Andara
"Aku juga bahagia kak. Aku benar-benar bahagia" Ucapnya
Setelah itu. Raiden menurunkan Andra dan mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya. Sesuatu yang selama ini selalu Raiden bawa kemanapun dia pergi.
"Sayang. Aku mau kamu menggunakan cincin nikah kita lagi" Ucap Raiden sambil mengambil tangan Andara dan memasangkan cincin itu di jari manisnya
Andara yang melihat cincin yang sudah terpasang sempurna pada jari manisnya mengerutkan kecil keningnya. "Ini kan cincin pernikahan kita kak" Ucap Andara pada Raiden
"Iya sayang. Ini memang cincin pernikahan kita. Aku menemukan ini di atas makam nya Dimas. Kamu meninggalkan cincin ini di sana kan?" Tanya Raiden sambil menatap Andara
"Kak Raiden menemukan di sana? Pantas aku cari di mana-mana tidak ketemu. Jadi ini tertinggal di makamnya Dimas" Ucap Dara sambil menatap cincin itu
Raiden yang mendengar perkataan Andara langsung mengerutkan keningnya. Apa yang di maksud Andara, Apakah wanita itu selama ini mencari cincin nikah yang Raiden temukan di makamnya Dimas saat itu.
"Kamu mencari cincin ini sayang?"
"Sudah sayang. Bara sudah bahagia di alam sana" Ucap Raiden sambil membelai Andara
"Iya kak. Aku merindukan Bara. Aku sangat merindukan Bara kak"
"Nanti kita ke makamnya Bara ya. Tapi setelah kita sah lagi"
"Iya kak"
Di Tempat Lain
"Bagaimana ceritanya kamu bisa ada di sini Hana. Lalu jasad siapa yang waktu itu kita kubur?" Tanya mamanya pada Hana
__ADS_1
Hana tak langsung menjawab. Wanita itu masih mengambil nafas panjang sambil melirik ke arah Aisyah juga Chandra. Karna Alasan Hana bertahan adalah mereka.
"Hana berusaha keluar dari kebakaran itu ma. Tapi saat Hana keluar dari sana. Hana sengaja menukar baju Hana dengan baju seorang wanita yang ternyata nadinya sudah berhenti"
"Untuk apa kamu lakukan itu Han?"
"Karna ada seseorang yang menginginkan kepergian Hana ma. Hana hanya ingin orang itu mengira jika Hana sudah tiada. Hana tewas dalam kebakaran itu"
"Bagaimana caranya kamu keluar dari api yang sudah menjalar kemana-mana Hana?" Tanya sang papa
Mendengar pertanyaan dari sang papa, Membuat Ingatan Hana kembali pada kejadian kebakaran 1 tahun yang lalu.
Flashback 1 tahun Yang lalu
Hana yang baru saja keluar dari ruangan laboratorium, Wanita itu tidak sengaja melihat seseorang yang sangat mencurigakan. Betapa terkejutnya Hana saat mendengar perkataan orang itu. Sempat tidak percaya jika kakak iparnya sendiri menginginkan Hana lenyap.
Semua itu terjadi hanya karna satu alasan. Hana tau jika Felix lah yang sudah menyalah gunakan uang perusahaan.
"Ya ampun. Gak nyangka. Kak Felix punya niatan seperti itu terhadapku" Ucap Hana sambil menutup mulutnya
Sulit di percaya jika kakak iparnya sendiri benar-benar melakukan apa yang sudah pernah dia katakan sebelumnya. Hana kira Felix hanya bercanda dengan apa yang sudah dia katakan pada Hana. Tapi ternyata pria itu tidak pernah main-main dengan apa yang sudah Felix katakan.
Bakar tempat ini. Dan pastikan jika Hana tewas dalam kebakaran
Kata-kata itu selalu terngiang dalam indra pendengaran Hana. Hal itu sudah sangat mengganggu di kepalanya.
"Aku harus bagaimana" Ucap Hana sambil terus mencari cara bagaimana agar bisa selamat.
Tak berselang lama. Hana melihat ada api yang sudah mulai membesar. Wanita itu sangat terkejut karna dengan sangat cepat api itu menjalar dan membuatnya terkepung di dalam.
Hingga Hana melihat sosok seorang wanita yang sudah terbaring di atas lantai. Hana melihat apakah Nadinya masih berdetak. Tapi ternyata nadinya sudah berhenti. Dengan cepat Hana mengganti bajunya dengan baju wanita itu.
__ADS_1
Kemudian Hana keluar dari dalam rumah sakit sambil menutup wajahnya agar tidak di ketahui oleh orang suruhan Felix.
"Aku harus bisa keluar dari sini" Ucapnya