
Saat mendengar kata surat perjanjian membuat perasaan Andara tidak enak. apa yang sedang Mayang rencanakan kali ini.
"Baca"Ucap Mayang sambil menyerahkan berkas yang berisi surat perjanjian pad Andara.
Mata Andara membelalak saat melihat isi dari surat perjanjian itu, bagaimana bisa dirinya menyanggupi semua yang ad dalam surat perjanjian. tapi mau tidak mau. Andara harus mendatangani surat perjanjian itu.
SURAT PERJANJIAN
Saya ANDARA PUTRI MAHESA dengan ini menyatakan bahwa. Jika dalam waktu 3 bulan saya tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga MAHENDRA. Maka, Saya bersedia untuk menggugat cerai suami saya yang bernama RAIDEN MAHENDRA.
TTD
ANDARA
"Tapi ma, Andara gak mau pisah sama Kak Raiden, Andara cinta sama kak Raiden ma"
"Sudahlah Andara. kamu hanya tinggal tandatangan saja. kamu bisa berusaha selama 3 bulan"
"Tapi ma"
"Cepat Andara, dan jangan sampai ada yang tau tentang hal ini" Ujar Mayang dengan tatapan tajamnya.
Dengan berat hati Andara menandatangani surat perjanjian itu. Walaupun Andara merasa hatinya begitu sakit saat membaca isi dari surat itu, Namun Andara tidak bisa berbuat apa-apa.
"Makanya jadi istri itu harus berguna"Ucap Mayang dan langsung berlalu dari hadapan Andara dengan membawa surat perjanjian di tangannya.
Apa yang Andara takutkan akhirnya terjadi. Bagaimana jika dalam waktu 3 bulan dirinya belum juga hamil, apa Andara akan benar-benar meninggalkan Raiden!
Setelah kepergian Mayang, Andara mengedipkan kedua matanya, Wanita itu berusaha untuk tidak menjatuhkan air matanya, sebisa mungkin Andara harus terlihat seperti wanita kuat dan tegar, walau pun sebenarnya Andara ingin menangis saat itu juga.
"Sabar Andara, kamu pasti bisa, Hujan tidak akan datang selamanya, percayalah. akan ada pelangi setelah hujan itu reda, biarpun tidak datang tepat di setelah hujannya reda"
__ADS_1
"Sayang, kamu dimana?" panggil Raiden yang terdengar begitu lembut.
Mendengar itu membuat Andara dengan cepat mengusap air mata yang sudah mau jatuh.
"Eh kak Raiden, kok kesini kak. Bara mana?"
"Kamu kenapa sayang, kok kayak habis nangis?"
"Aku gak papa kok kak, Bara mana kak?"
"Bara tidur sayang, kamu belum jawab pertanyaan ku. kamu habis nangis kan sayang?"
"Nggak kok kak, tadi emang aku habis nguras bawang, makanya kayak orang nangis begini"
"Jangan bohong sayang, kita menikah sudah 3 tahun, jadi aku tau kalau kamu lagi bohong"
Andara tak lagi menjawab, Wanita itu hanya menatap Raiden dengan tatapan dalam dan begitu sendu. ingin rasanya mengatakan hal yang sebenarnya, jika sang mama sudah menyuruhnya untuk menandatangani surat perjanjian yang sudah menyesak kan hatinya.
POV ANDARA
Padahal, di dalam hatiku ingin rasanya aku mengatakan jika diriku tidak sekuat itu, aku mudah rapuh, aku mudah menangis, Tapi aku tidak mau terlihat lemah di depan semua orang, aku kuat dan aku pasti bisa.
" Dasar wanita tidak berguna" kata-kata itu selalu terngiang jelas pada indra pendengaran ku. biarpun hanya seuntai kata, Namun hal itu sudah mampu menusuk relung hati dan terasa begitu sakit.
sebagai seorang wanita, tentu aku juga ingin memberikan Suamiku seorang anak, namun. Semua usaha yang selama ini aku lakukan tidak ada hasilnya. semua sia-sia.
Aku sadar, semua ini memang berawal dari salah ku sendiri, jika saja waktu itu aku menurut dengan apa yang mama mertuaku katakan, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. mungkin saat ini mama masih begitu menyayangiku seperti dulu.
Karna keegoisan ku sendiri, aku kehilangan calon anak sekaligus kasih sayang mama mertuaku secara bersamaan.
Di saat aku sudah menganggap biasa semua ucapan pedas mama, ada satu hal yang lebih membuat aku sakit.
__ADS_1
Mama meminta aku untuk menandatangani sebuah surat perjanjian konyol itu, bagaimana bisa aku pergi dari kehidupan laki-laki yang begitu aku cintai. apa semua ini memang sudah takdir, apa memang aku tidak berjodoh dengannya? tapi apakah aku salah jika ingin selamanya bersama dengan suamiku?
Seperti yang sudah aku katakan.aku hanya wanita biasa, wanita yang menginginkan hal yang serupa dengan wanita lain, punya anak dan hidup bahagia bersama suamiku.
Memang aku akui, saat Dimas meminta aku untuk menikah dengan kakaknya yang dingin dan cuek, itu terdengar seperti di sambar petir di siang hari, bagaimana bisa calon suamiku sendiri meminta aku untuk menikah dengan kakaknya modelnya seperti itu, dingin, cuek, nyebelin. pokoknya kalau aku kasih nilai sih negatif banget.
Hingga hijab qobul itu terjadi, Aku benar-benar menikah dengan pria dingin yang bernama RAIDEN MAHENDRA. memang wajahnya begitu mirip dengan Dimas, bak pinang di belah dua, tapi awalnya aku menganggap pernikahan ini seperti mimpi buruk yang singgah dalam tidurku.
Tapi ternyata aku salah, setelah kepergian Dimas, dia malah menjadi sosok paling hangat yang pernah aku temui, bahkan sosok dingin itu lebih hangat dari pada Dimas.
Hari, minggu, bulan dan tahun pun berlalu. ternyata tanpa aku sadari rasa cintaku padanya sudah sedalam ini, aku benar-benar mencintai suamiku Raiden.
Mungkin kebanyakan orang taunya jika kak Raiden adalah sosok dingin dan arogan, mungkin memang itu benar. tapi semua itu tidak pernah berlaku untukku, tangan kekar yang sering suamiku gunakan untuk memukul orang yang salah, itu malah menjadi tangan yang selalu setia memberi pelukan hangat untukku.
Aku begitu mencintainya, jika boleh memilih, aku ingin selamanya ada di sisinya. bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.
Tapi apa semua yang aku inginkan masih bisa terjadi, sedangkan ada mama Mayang yang tidak pernah menyukaiku, bagaimana jika aku tidak hamil dalam waktu 3 bulan, apa aku dan kak Raiden kan benar-benar berpisah?
Sungguh, aku tidak sanggup untuk itu. kak Raiden sudah menjadi separuh dari jiwaku.
"Sayang"
Suara itu seketika menyadarkan aku yang hampir saja menangis di dapur setelah kepergian mama.
Apa aku bisa jauh dari dirinya? apa aku bisa hidup tanpa dia di sisiku? apa aku bisa kuat tanpanya?
Tanpa ku sadari, ternyata kak Raiden sangat berpengaruh dalam hidupku. dia adalah segalanya.
Aku tatap wajahnya yang memperlihatkan senyuman manis yang selama ini selalu dia berikan untukku. Dia lelaki terhebat ku, dia tidak pernah sekalipun marah apalagi membentak ku. biarpun memang dia terlihat dingin, tapi dia selalu bersikap hangat saat bersamaku.
Oleh karena itu, aku sangat mencintainya Kak Raiden.
__ADS_1
TERIMAKASIH YANGG SELALU SETIA SUPPORT AKU, JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTE YA.🙏🏻
BACA JUGA NOVEL TERBARU AUTHOR. JUDULNYA "SINGLE MAMY"