Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Jangan buat penasaran


__ADS_3

"Sayangnya ini bukan mimpi. Ini adalah sebuah kenyataan. Kamu adalah saudara kembar Andara, Adikku" Ucap Adrian pada Hana.


Adrian masih terus berusaha untuk meyakinkan Hana tentang apa yang baru saja dia katakan terhadap Hana juga Andara. Pria itu sudah tidak bisa lagi menyembunyikan semua ini, Karna mau bagaimana pun, Andara juga Hana sudah berhak tau tentang kebenaran ini.


Bukan hanya Hana yang terlihat begitu shock. Andara juga yang baru mengetahui fakta ini hanya bisa terdiam. Wanita itu masih mencoba mencerna apa yang baru saja Adrian katakan. Karna selama hidup, Andara tidak pernah mendengar soal ini.


"Kakak bercanda kan kak. Biarpun wajah kita mirip, Tapi itu bukan berarti kita saudara kembar kan?" Tanya Andara setelah cukup lama terdiam


Mendengar pertanyaan Andara membuat Adrian menatap wanita itu. Adrian tidak tau lagi mesti mengatakan apa, Karna memang ini kenyataan yang Adrian tau.


"Dar, Liat mata kakak. Apa kamu melihat ada kebohongan di sana. Kakak sudah mengatakan hal yang sebenarnya Dar. Hana adalah saudara kembar kamu. Waktu kalian masih bayi. mama dan papa membuang Hana karna dia bisu" Ucap Adrian yang terdengar sendu


"Apa! jadi maksudnya aku anak yang terbuang." Ucap Hana lirih


Adrian yang mendengar perkataan Hana langsung mendekat dan memeluknya erat" Mungkin mereka memang tidak menginginkan kamu Han. Tapi tidak dengan kakak. Semala ini, Kakak selalu mencari keberadaan kamu, Tapi kakak selalu gagal"


"Lalu kenapa waktu itu kamu membiarkan mereka membuang ku?"


"Aku bisa apa Hana. Aku tidak bisa apa-apa. Karna saat ini aku hanyalah anak kecil yang tidak pernah di dengarkan apapun yang aku katakan"


"Sudahlah. Intinya aku tidak di harapkan di keluarga kalian" Ucap Hana dan langsung berlalu dari hadapan Adrian dan juga Andara


Andara dan Adrian yang mendengar perkataan Hana dan langsung pergi dari sana bisa mengerti apa yang saat ini Hana rasakan.


"Tunggu Hana. Perlu kamu kamu tau, Bukan hanya kamu yang tidak di inginkan. Tapi aku juga merasakan hal yang sama" Ucap Andara sambil mengangkat wajahnya

__ADS_1


Mendengar kata itu membuat Hana menghentikan langkahnya. Wanita itu menoleh ke arah Andara yang saat ini sudah menatapnya dengan tatapan sendu.


"Apa maksud kamu Andara. Bukan kah mereka merawat mu, adan tidak membuang mu seperti mereka membuang ku"


Perkataan Hana membuat Andara mengangkat kedua sudut bibirnya"Haha. Memangnya kamu pikir dengan mereka merawat ku, Mereka memberikan aku kasih sayang yang cukup? Tidak Hana. Mama dan papa tidak pernah memberikan aku kasih sayang seperti apa yang kamu dapatkan dari kedua orang tua angkat mu" Ucap Andara yang terdengar begitu pilu


"Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan Andara"


Andara tak langsung menjawab. Wanita itu masih mengambil nafas panjang sambil menahan kedua matanya yang sudah berkaca-kaca. "Apa kamu tau. Selama ini mama dan papa tidak pernah memperlakukan aku dengan baik. Memang mereka selalu memberikan aku kemewahan. Tapi tidak dengan kasih sayang, Karna mereka berdua hanya sibuk dengan urusan mereka sendiri"


"Perlu kamu tau Hana. Sejak kecil aku sudah di rawat oleh pembantu di rumah. Aku banyak mendapat kasih sayang darinya. Mungkin disini nasib kamu lebih beruntung Hana"


"Kenapa kamu mengatakan jika nasib aku lebih beruntung Dara, Padahal kamu tau jika aku hanyalah anak terbuang yang tak di inginkan"


"Hidup kamu lebih beruntung Hana. Apakah kamu tau bagaimana aku dan kak Adrian melewati hari-hari. Melewati masa kecil yang seharusnya bahagia"


"Sejak kecil, Aku sudah di tuntut untuk dewasa oleh kedua orang tua ku. Mereka yang selalu sibuk dengan urusannya sendiri tanpa mau memperdulikan kami berdua. Aku dah kak Adrian begitu kekurangan kasih sayang dari orang tua Hana"


Hana hanya terdiam sambil menatap Andara yang sudah menjatuhkan air matanya. Salah satu kenyataan yang tak pernah Hana duga sebelumnya.


"Andara, Kakak" Ucap Hana dan langsung memeluk tubuh Andara juga Hana


Biarpun awalnya Hana ada keinginan untuk marah, Namun wanita itu urungkan setelah mendengar perkataan Andara. Mungkin memang benar apa yang sudah di katakan oleh Andara. Hidup Hana jauh lebih beruntung.


Di tempat Lain

__ADS_1


"Aku harus segera pergi dari sini. Aku tidak mau polisi datang dan membawaku" Ucap Mayang sambil mengemasi barang-barangnya Karna perbuatannya sendiri, Mayang harus kehilangan semuanya.


"Aku harus segera ke surabaya dan menemui Tisha juga ayahnya. Sepertinya mereka berdua memang orang yang tepat untuk membantuku bersembunyi" Ucap Mayang lagi


Setelah sambungan telpon dari Firman terputus. Mayang seketika langsung merasa panik saat Firman mengatakan jika dia juga akan membawa namanya dalam hal ini. Karna memang Firman melalukan semua itu karna perintah dari Mayang.


Setelah barang-barangnya sudah di masukkan ke dalam tas. Mayang langsung keluar dari rumah kontrakannya. Wanita paruh baya itu mengemudikan mobilnya menuju sorum mobil. Mayang memang sudah memutuskan untuk menjual mobil miliknya, Karna dengan begitu tidak akan ada yang bisa melacak kemana Mayang pergi.


Bukan hanya mobil. Tapi Mayang juga akan mengganti nomor ponselnya dengan nomor yang baru. Mayang ingin menghilang tanpa jejak.


1 Jam kemudian. Mobil Mayang sudah tiba di sebuah sorum mobil bekas. Dia langsung menjual mobilnya sesuai dengan harga yang sudah di berikan oleh pihak Sorum.


Mayang sudah tidak perduli sekalipun mobilnya di ambil dengan harga yang sangat murah. Yang terpenting dia bisa mendapatkan uang dari hasil menjual mobilnya.


"Mobil sudah terjual. Sekarang aku tinggal pesan taksi dan langsung ke tempat yang sudah di tempati Tisha" Ucapnya sambil mencoba mencari taksi yang mau mengambil orderannya.


Di Tempat Lain


Diana yang sejak tadi memperhatikan raut wajah Wildan yang selalu senyum-senyum sendiri membuat wanita itu mengerutkan keningnya. Ada apa dengan anak ini. Pikirnya


"Wil Kamu baik-baik saja kan? Mama perhatikan sejak keluar dari rumah sakit kamu senyum-senyum terus. Memangnya lagi bahagia? Cerita dong sama mama, Mama kan juga ingin merasakan kebahagiaan yang sedang kamu rasakan" Ucap Diana pada Wildan


Mendengar perkataan sang mama membuat Wildan menoleh ke arahnya" Nanti kalau sudah waktunya Wildan akan cerita sama mama. Tapi nggak sekarang, Karna waktunya belum tepat. Soalnya belum pasti juga" Ucap Wildan sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Kamu mah gitu Wil. Jangan buat mama penasaran dong"Ucap Diana sambil menatap Wildan

__ADS_1


__ADS_2