Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Bara meninggal?


__ADS_3

"Apa!" Raiden terkejut saat mendengar apa yang tidak pernah dia ketahui tentang hubungan Andara dengan kedua orangtuanya.


Memang selama ini Andara tidak pernah bercerita tentang apa yang dia rasakan pada Raiden. Sebuah tekanan batin yang selalu mampu membuatnya menangis dalam diam. tekanan dari kedua orang tuanya juga mama mertuanya.


Setelah itu, Raiden pergi dari kediaman Mahesa. Pria itu benar-benat merasa menyesal dengan apa yang terjadi pada istrinya. "Maafkan aku sayang" Ucapnya sendu


Raiden mengemudikan mobilnya menuju ke arah pemakaman Dimas yang ada tak jauh dari rumahnya sendiri. Entah apa yang akan Dimas lakukan seandainya dia masih hidup.


"Maafkan aku Dimas. aku benar-benar minta maaf" Ucapnya begitu lirih


45 Menit kemudian. Mobil Raiden sudah tiba di area pemakaman jakarta selatan. Pria itu turun lalu berjalan ke arah Makam adiknya.


"Dimas. Maafkan kakak yang tidak bisa menjaga amanah kamu dengan baik. Kakak terlalu bodoh hingga mengatakan hal itu pada Andara. Kakak benar-benar minta maaf"


Hanya kata maaf yang mampu Raiden ucapkan untuk saat ini. Pria itu menunduk dan tak sengaja melihat sebuah cincin yang sudah bertumpu tanah. Mata Raiden memicing saat melihat cincin itu.


"Ini kan cincin pernikahan ku. Itu artinya Andara pernah datang kesini sebelumnya" Ucap Raiden sambil mengambil cincin itu


Flashback off


"Kenapa aku begitu bodoh" Pekiknya pada dirinya sendiri


Untuk saat ini hanya penyesalan yang Raiden rasakan. sebuah penyesalan yang amat dalam.


Tok..tok..tok..


"Rai, ayo turun. kita makan dulu" Ucap Mayang sambil mengetok pintu kamar Raiden


"Pergi ma, Rai benci sama mama. Rai masih gak percaya mama tega melakukan hal ini pada Raiden" Teriak Raiden dari dalam kamarnya.


Baru kali ini Mayang mendengar kata benci keluar dari mulut Raiden. Dan itu semua karna Andara. Selama puluhan tahun, Raiden selalu menuruti apapun yang Mayang inginkan. tapi kenapa akhir-akhir ini pria itu sedikit membangkang.


"Awas kamu Andara. gara-gara kamu Raiden jadi seperti itu" Ucap Mayang dalam hatinya


Di Turki


"Kamu kenapa mas. kenapa seperti gelisah begitu?" Tanya Dania pada Adrian.


Karna sejak tadi Adrian terlihat begitu gelisah. Entah apa yang sudah membuat pria itu seperti itu. "Mas?" Panggil Dania lagi


"Hah, apa kamu bilang sayang?"


Karna tidak fokus membuat Adrian tidak menanggapi pertanyaan Dania. hanya kali ini Adrian terlihat cemas seperti itu.


"Kamu kenapa mas? Kok sepertinya sedang gelisah begitu?"

__ADS_1


"Aku lagi menghawatirkan Andara sayang. sudah hampir 2 bulan dia tidak mengabari aku. Di telpon juga nomornya tidak aktif sayang"


"Apa kamu tidak memiliki nomor ponsel suaminya mas?"


"Seharusnya sih ada sayang. Aku sampai lupa"


Adrian mencoba mencari nomor ponsel Raiden di kontaknya. Untung waktu Andara liburan ke turki Adrian sempat meminta nomor ponsel Raiden.


Tut...tut...tu...


📞: Halo, siapa?


📞: Aku Adrian Rai.


📞: A..adrian?


📞: Kakaknya Andara. Aku mau menanyakan apa Andara baik-baik saja. soalnya sudah hampir 2 bulan dia tidak memberiku kabar


Deg! Mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Adrian membuat Raiden terpaku. Lidahnya seakan begitu kelu untuk sekedar menjawab pertanyaan itu. Entah apa yang akan Raiden katakan pada Adrian


📞: Rai. Kamu masih di sana kan?


📞: I..iya Dri aku masih disini


📞: Kamu belum menjawab. Bagaimana keadaan Andara. dia baik-baik saja kan?


📞: Apa!!!


Setelah mendengar itu, Adrian langsung memutuskan sambungan telponnya. Pria itu langsung mengajak Dania untuk segera terbang ke indonesia.


"Ada apa mas?" Tanya Dania di saat melihat wajah suaminya


"Kita harus segera ke indonesia. aku ingin mencari keberadaan Andara"


"Apa maksud kamu mas. Andara hilang apa gimana?"


"Sepertinya seperti itu.kita harus segera ke jakarta. Aku akan membawa Andara ke sini kalau dia sudah ketemu"


"Baiklah mas. aku ikut apa kata kamu saja"


Di saat mendengar kabar tentang Andara. Entah kenapa Adrian kembali marah kepada kedua orang tuanya. Ternyata mereka berdua masih belum bisa menyayangi Andara seperti yang Adrian inginkan.


"Dika. Apa kamu mau ikut ke jakarta?"


"Tentu mi. Dika sudah begitu merindukan Indonesia" Ucap Dika pada maminya

__ADS_1


"Baiklah sayang. kamu segera bersiap ya. Kita berangkat besok pagi"


"Baik mi"


Mendengar akan pulang ke indonesia entah kenapa membuat Dika merasa begitu senang. Pria itu senang bukan karna akan bertemu dengan keluarga yang ada di indonesia. tapi karna akan bertemu dengan Andara.


Selama ini ternyata Dika memendam rasa pada wanita yang menjadi kakak iparnya. Karna Andara adalah sahabat kecil Dika yang dulu sering bermain bersama sebelum Dika pindah ke Turki.


"Aku datang Andaraku" Ucapnya sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.


Di Surabaya


Wildan masih mendekat Andara begitu erat. Melihat Andara seperti itu, Entah kenapa membuat Wildan ikut merasakan sakit, sakit yang amat dalam.


"Ijinkan aku membahagiakanmu Daraku" Ucapnya dalam batin


"Kenapa dokter lama sekali. Hikss....hiks.."


"Sabar Dara. kamu berdoa supaya Bara baik-baik saja"


Tak lama kemudian. Seorang dokter keluar dari dari ruangan IGD. dan melihat itu membuat Andara mendekat untuk menanyakan kabar tentang Bara.


"Bagaimana anak saya dokter?" Tanya Andara di sela isak tangisnya


Dokter itu menatap Andara sambil mengambil nafas berat. "Maafkan kami bu"


Mendengar kata maaf membuat Andara lebih mendekat"Maaf. saya tanya bagaimana keadaan anak saya dokter?"


"Anak anda tidak bisa di selamatkan bu. Panasnya terlalu tinggi hingga membuat anak ibu kejang dan dehidrasi. anak ibu kekurangan banyak cairan. Ibu terlambat membawanya kesini. Saya minta maaf" ucapnya sambil menundukkan wajahnya


"Dokter pasti bohong kan dok! Anak saya pasti masih hidup kan dok?"


Andara masuk dan melihat tubuh mungil Bara yang sudah di tutup oleh kain kafan.


Melihat itu membuat dada Andara terasa begitu sesak. lututnya terasa begitu lemas. dan kakinya seakan begitu sulit untuk sekedar melangkah ke arah Bara.


"Tidak. ini pasti mimpi. Bara gak mungkin ninggalin mama" Ucapnya yang terdengar begitu lirih


"Bara sayang. Bangun nak, Jangan tinggalkan mama. Bara, ayo buka matanya nak. jangan tinggalkan mama sendiri, Mama mohon Bara"


"Bara anak kuat. Bara pasti bisa bertahan buat mama. Ayo Bara bangun, hiks...hiks"


Andara membawa Bara dalam dekapannya. Kini bayi mungil itu benar-benar akan pergi meninggalkan Andara sendiri untuk selamanya.


"Bara bangun nak. Bara jangan seperti ini, ayo bangun Bara, Hiks...hiks .."

__ADS_1


Biarpun buka anak kandungnya. Namun Andara sudah sangat menyayangi Bara. Bayi laki-laki yang dia temukan di taman kota kala itu. Bagi Andara Bara adalah segalanya. Bagaimana Andara akan menjalani hidup tanpa Bara di sisinya?


__ADS_2