
Mendengar nama Bara Entah kenapa Andara merasa kepalanya begitu pusing. Semakin mencoba mengingat rasanya semakin sakit.
Wildan yang melihat itu langsung mendekat ke menahan tubuh Andara yang hampir saja terjatuh.
"Kalau tidak bisa mengingat jangan di paksakan. Pelan-pelan saja. suatu hari nanti kamu pasti bisa mengingat semuanya" Ucap Wildan
"Apa aku pernah menikah?" Tanya Andara
"Iya. Tapi kamu sudah berpisah dengannya. Bara adalah anak angkat yang kalian temui di taman pusat kota di jakarta"
Mendengar itu membuat Andara mengerutkan keningnya. Andara jadi semakin bingung dengan hidup masa lalunya.
"Memangnya dulu aku tinggal di jakarta tah kak?"
"Oke, aku akan menceritakan semua yang aku tau tentang kamu ya. Tapi sebelum itu, Lebih baik kita cari tempat yang lebih nyaman untuk berbicara"
Andara tak menjawab. Wanita itu hanya mengangguk dengan apa yang Wildan katakan. Mereka berdua berlalu dari makam Bara dan langsung berlalu dari area pemakaman.
Setelah tiba di dalam mobil. Wildan melihat Andara yang masih berusaha mengingat sesuatu. "Kapan aku bisa mengingat semuanya" Ucap Andara yang terdengar begitu lirih
Wildan melihat iba pada Andara. Semenjak lupa ingatan, Pria itu tidak pernah melihat senyum manis Andara seperti dulu lagi.
Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan di antara mereka berdua. Wildan tidak membuka suara saat melihat Andara menatap ke arah luar jendela
"Kenapa aku juga merasa sakit melihatmu seperti ini Andara" Wildan bermonolog dalam batinnya
1 jam kemudian. Mobil mereka sudah tiba di alun-alun Surabaya. Wildan memarkirkan mobilnya dan langsung membawa Andara keluar dari dalam mobilnya.
Pria itu sengaja membawa Andara duduk di sebuah kursi kosong yang sangat dekat dengan penjual Eskrim juga permen kapas.
"Sebelum bercerita. Kamu mau eskrim apa permen kapas"
"Apa saja kak"
Mendengar jawaban Andara membuat Wildan membeli dua-duanya. Siapa tau jika Andara makan eskrim bisa menghilangkan rasa sedihnya.
"Terimakasih kak" Ucap Andara sambil mengambil 1 eskrim rasa coklat.
"Aku hanya bisa bercerita apa yang aku ketahui ya Dar"
__ADS_1
"Iya kak"
Wildan memulai menceritakan apa saja yang dia ketahui tentang masa lalu Andara. Terutama setelah adanya Bara dalam hidupnya. Kejadian dimana dirinya memulai hidup baru bersama Bara di kota Surabaya
"Kamu memang pernah menikah. pernikahan kalian terjalin selama 3 tahun lamanya. Tapi kamu belum juga hamil dan punya anak. Dan sejak saat itulah, Mama mertua kamu sering mengatakan hal bisa menyakiti hati kamu"
"Apa! Lalu kak"
"Suatu ketika. Kamu pulang bersama Suamimu dengan membawa Bara pulang bersama kalian. Tapi lagi-lagi mama mertua kamu mengatakan hal yang sama"
"Mengatakan hal yang sama! apa memangnya kam?"
"Dasar wanita tidak berguna. Itu sih yang sering aku dengar"
"Kenapa kakak bisa tau tentang hidupku?"
Mendengar pertanyaan Andara membuat Wildan bungkam. Pria itu bingung harus mengatakan apa. Tidak mungkin jika dia mengatakan bahwa selama ini sering memperhatikan Andara dari balik tembok kediaman Mahendra. Dan bisa mendengar semua yang pernah Mayang katakan.
"Kak kok diam"
"Aku tau karna kamu sendiri yang pernah mengatakan semuanya" Bohong Wildan
"Yang aku tau. Suamimu salah paham sama kita berdua. Waktu itu kita pernah tidak sengaja bertemu di sebuah restoran. Aku menangkap tubuhmu saat kamu hampir terjatuh. tapi ada seseorang yang sengaja mengambil gambar kita dan di perlihatkan pada suamimu"
"Hah! terus kak"
"Saat melihat foto kita yang seperti sedang berpelukan membuat suami kamu mengira jika kamu selingkuh dengan ku. Dia menjatuhkan talak tanpa mau mendengar apapun yang kamu katakan"
"Astagfirullah" Ucap Andara yang terlihat sudah berkaca-kaca
"Apa hidupku begitu menyedihkan. Aku saja yang mendengar cerita tentang masa laluku sudah merasa begitu sakit. Bagaimana denganku dulu" pekik Andara sambil menahan air matanya yang sudah hampir terjatuh.
Namun dengan cepat Andara mengusap air matanya sebelum Wildan menyadari. tidak boleh ada yang melihat jika dirinya hampir menangis.
"Dara. Kami baik-baik saja?"
"Iya kak. Aku baik kok. Terimakasih sudah mau bercerita kak. Kak ku ingin tau seperti apa wajah suamiku. Maksudnya mantan suamiku"
Wildan mengambil ponselnya dan langsung mencari sebuah akun yang bernama 'Raiden Mahendra'. Tak butuh waktu lama langsung keluar akun dengan bernama Raiden Mahendra. Wildan langsung menunjukkan sebuah foto bersama dengan Andara yang kemungkinan besar itu mereka ambil saat masih di turki.
__ADS_1
"Ini foto kalian" Ucapnya sambil menunjukkan sebuah foto dari akun sosial media Raiden Mahendra
Melihat foto itu membuat kepala Andara kembali merasa begitu sakit. "Kamu kenapa Dara" Ucap Wildan saat melihat Andara memegang kepalanya
"Kak. Aku ingin kembali ke Restoran" Ucap Andara tiba-tiba
"Baiklah"
Mereka berdua kembali masuk kedalam mobilnya. Andara tak lagi terlihat sedih. Wanita itu akan berusaha untuk menjadi sosok wanita yang lebih kuat lagi.
Tidak akan ada lagi butiran air mata yang akan membasahi kedua pipinya. Mulai hari ini, Andara akan merubah dirinya menjadi sosok yang tegas dan tidak lemah.
1 jam kemudian. Mobil William sudah tiba di depan Restoran milik nya. Kali ini Andara akan benar-benar mengelola restoran untuk jadi lebih terkenal lagi. Andara akan menambah makanan dan jajanan yang lagi viral di kalangan anak muda jaman sekarang.
"Terimakasih ya kak" Ucap Andara sebelum keluar dari dalam mobilnya
"Sama-sama Dara. aku langsung pergi ya"
Setelah kepergian Wildan. Andara masuk ke dalam pentry. Wanita itu akan mencoba membuat seblak juga resol mayo yang akan menjadi menu tambahan di restorannya.
"Siang bu Dara"
"Siang" Balas Andara sambil tersenyum
Ini pertama kalinya Andara masuk ke dalam dapur. Wanita itu akan menjadi chef di Restorannya sendiri.
Tak lama kemudian. Ada seseorang yang ingin bertemu dengan pemilik Restoran La tahzan. Mendengar itu membuat Andara langsung keluar dengan menggunakan perlengkapan memasak. mungkin dengan memasak Andara bisa melupakan apa yang sudah dia dengar dari Wildan.
"Mbk. Apa saya boleh bertemu dengan Owner Restoran ini?" Tanya seorang pria pada salah satu karyawan Andara
"Bisa pak. Sebentar ya. Kebetulan owner kita sedang ada di dapur"
"Baiklah"
Pria itu sebenarnya sudah sejak tadi ada di Restoran La tahzan. Karna dia begitu penasaran dengan makanan yang di sediakan di sana. Apa lagi setelah mendengar penuturan dari sang papa pagi tadi.
Hal itu membuat Raiden yang baru saja tiba langsung berhenti di sebuah Restoran La tahzan untuk makan siang
"Assalamualaikum, selamat siang pak. Ada yang bisa saya bantu?" Ucap Andara pada Raiden
__ADS_1
Mendengar suara itu membuat Raiden langsung mengangkat wajahnya"Andara" Ucapnya terkejut