
"Papa dan mama janji tidak akan pernah meninggalkan Aisyah lagi" Ucap Hana pada Aisyah.
Sedangkan di dalam rumah. Kedua orang paruh baya keluar dari dalam rumahnya karna mendengar suara bising dari taman. Mereka penasaran apa yang sudah membuat bising taman rumahnya.
"Suara bising apa itu pa?" Tanya wanita paruh baya pada suaminya
"Papa juga tidak tau ma. Lebih baik sekarang kita liat saja keluar"
Setelah itu. Mereka keluar dari dalam rumahnya dan langsung menuju ke arah taman yang ada di samping rumahnya. Matanya memicing saat melihat Aisyah sedang memeluk seseorang.
"Siapa mereka pa?" Tanya wanita paruh baya itu lagi
"Entah ma. Tapi kok kayaknya Aisyah seperti sangat dekat dengan merek berdua."
Karna begitu penasaran. Kedua paruh baya itu kembali melangkah kan kakinya untuk mengetahui siapa yang saat ini sedang bersama dengan cucunya, Aisyah.
"Siapa kalian?"
Mendengar suara itu membuat Hana dan Chandra menoleh ke arah mama angkat Hana yang saat ini sedang ada di belakang tubuhnya. Tubuh Hana bergetar saat mendengar suara wanita paruh baya yang begitu dia rindukan.
Hana memejamkan kedua matanya yang terasa begitu panas, Kemudian wanita itu berdiri dan mendekat ke arah kedua orang paruh baya yang begitu Hana rindukan.
"Mama, Papa" Ucapnya yang terdengar begitu lirih
Hana berjalan sambil membuka kedua tangannya untuk memeluk kedu paruh baya yang ada di hadapannya. "Kamu siapa?"Tanya Murni mama angkat Hana
"Ini Hana ma, Hana masih hidup ma. Hana di sini" Ucap Hana sambil memeluk erat Murni
Mama Murni masih terdiam membeku saat mendengar nama Hana. apakah ini hanyalah sebuah mimpi? Seperti yang sudah sering Murni rasakan. Bermimpi bertemu dengan Hana.
"Tidak ma. Ini memang benar-benar Hana. Ini kenyataan ma, Mama tidak sedang bermimpi ma" Ucap Hana sambil terus mengeratkan pelukan nya
Mama Murni yang sejak tadi hanya diam membeku langsung membalas pelukan sosok putri yang sangat di cintanya. Biarpun hana anak Angkat, Namun Murni serta suaminya begitu mencintai Hana seperti anak sendiri.
"Hana, Anaknya mama" Ucapnya sambil memeluk erat Hana
__ADS_1
Bukan hanya mama Murni. Papa angkatnya juga langsung memeluk erat putri yang amat di cintanya. Seperti mimpi indah yang singgah dalam tidur mereka berdua.
"Ma, Ini beneran Hana kan ma. Papa tidak sedang bermimpi kan ma?" Ucapnya begitu pilu
"Tidak pah. Ini memang benar-benar Hana anak kita"
Setelah itu, Murni dan Suryo semakin memeluk erat Hana seperti mereka memeluk Hana kecil. Setelah satu tahun lebih, Akhirnya Hana kembali dalam pelukan mereka.
Mereka berdua belum menyadari keberadaan Chandra yang saat ini sudah berdiri tepat di belakang tubuh Hana. Pria itu memperhatikan momen haru yang saat ini sedang ada di hadapannya.
Tiba-tiba, Suara mungil Aisyah terdengar dan membuat Murni serta Suryo melupakan pelukan rindu itu terhadap Hana dan menoleh ke arah Aisyah yang saat ini sedang ada di dalam gendongan Chandra.
"Assalamualaikum papa, Mama" Ucap Chandra sambil mencium punggung tangan Murni serta Suryo secara bersamaan.
"Walaikum salam. Chandra, Kamu datang bersama dengan Hana?" Tanya Murni pada Chandra yang saat ini sedang ada di hadapannya
"Iya ma, Hana datang bersama dengan saya. Bagaimana kabar mama dan papa?"
"Sebaiknya kita mengobrol di dalam" Timpal Suryo
Sedangkan di dalam mobil. Raiden dan Andara masih saling tatap ingin sekali mengatakan kata rindu. Tapi Raiden sadar jika saat ini Andara sedang lupa ingatan dan tidak bisa mengingat tentang mereka berdua.
Pria itu baru mengingat satu hal. Jika hari ini adalah hari ulang tahun Andara yang ke 28. Raiden masih mengingat jelas tanggal ini. Pria itu tiba-tiba saja terbesit dalam benaknya untuk mengajak Andara ke salah satu restoran yang dulu menjadi tempat makan favoritnya mereka berdua.
"Andara. Apa kamu mau ikut aku ke suatu tempat?" Tanya Raiden pada Andara dan membuat wanita itu memutuskan sambungannya. Andara bisa mendengar jelas suara detak jantungnya sendiri juga detak jantung Raiden.
"Kenapa malah jadi canggung begini" Ucap Andara dalam batinnya. Wanita itu belum menyadari perkataan Raiden. Andra masih terlalu fokus dengan pikirannya sendiri.
"Andara" Panggil Raiden lagi
Mendengar panggilan Raiden, Membuat Andara seketika menoleh ke arah Raiden yang masih menatapnya begitu dalam. dari kedua sorot matanya, Andara bisa membaca jika Raiden menyimpan kerinduan yang begitu mendalam.
"Ada apa?" Tanya Andara pelan
"Kamu mau kan ikut aku ke suatu tempat?" Tanya Raiden lagi
__ADS_1
Di Tempat Lain
"Bagaimanapun caranya. Aku harus bisa menguasai salah satu perusahaan Mahendra. Kalau aku tidak bisa lagi menjadi istrinya, Setidaknya aku harus bisa memiliki salah satu perusahaan nya" Ucap Mayang sambil berusaha mencari cara agar bisa mendapatkan hati Mahendra lagi atau perusahaannya.
Di saat Mayang sedang memikirkan caranya, Tiba-tiba saja ada panggilan masuk yang ternyata dari Firman. Melihat nama kontak Firman membuat Mayang mengangkat kedua sudut bibirnya. Wanita paruh baya itu belum mengetahui jika saat ini rencananya sudah di ketahui oleh Raiden.
Melihat nama Firman membuat Mayang dengan cepat mengusap tombol hijau di layar ponselnya. Namun senyumnya seketika luntur saat mendengar sura Firman yang begitu gemetar.
📞:Ada apa?
📞:Tolong saya bu. Saya sudah ketahuan oleh pak Raiden bu. Dan saat ini saya sedang di tahan di kantor polisi. Saya mohon bantu saya keluar dari sini bu
📞:Jangan pernah bawa-bawa nama saya jika kamu masih ingin anak dan istrimu baik-baik saja
Setelah mengatakan hal itu. Mayang langsung memutuskan sambungan telponnya. Wanita paruh baya itu menjadi takut sekaligus panik saat mendengar kata polisi. Karna mau bagaimana pun, Mayang tidak mau jika harus berurusan dengan polisi.
"Aku gak mau kalau sampai harus berurusan dengan polisi" Ucapnya sambil meletakkan ponselnya di dalam tasnya.
Di surabaya
Saat ini Tisha sedang di sembunyikan oleh seorang pria yang Tisha panggil dengan sebutan Ayah. Apakah laki-laki itu adalah selingkuhan Mayang selama ini.
"Ayah, Tisha bosan kalau harus lama-lama di tempat ini yah. Tisha ingin jalan-jalan" Rengek Tisha pada seorang pria paruh baya yang dia panggil ayah
"Sabar sayang. Sebentar lagi kamu bisa keluar dari sini. Tapi tunggu sampai suasana aman dulu ya" Jawabnya pelan sambil menatap Tisha
"Iya tapi kapan ayah?"
"Tunggu samapi polisi dan mereka tidak mencari keberadaan mu" Jawabnya
Mendengar kata polisi membuat Tisha. terdiam dan tidak lagi merengek untuk bisa keluar dari tempat persembunyiannya. Sudah beberapa hari di tempat ini benar-benar membuat Tisha merasa sangat bosan.
"Baiklah"
Meninggalkan Tisha. Saat ini kita kembali lagi pada Andara dan Raiden. Mereka berdua sudah ada di salah satu restoran yang dulu selalu menjadi tempat favorit Andara juga Raiden kalau lagi makan di luar.
__ADS_1
"Tempat ini, Aku begitu merindukan tempat ini. Di sini aku sudah menghabiskan begitu banyak kenangan manis saat sedang bersama dengan kak Raiden. Masih tidak menyangka jika hari ini kak Raiden membawaku ke tempat ini lagi" Ucap Andara dalam batinnya sambil Andara menatap dalam kedua mata milik Raiden.