Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
POV RAIDEN


__ADS_3

"Sayang, kamu dimana?" panggilku.


Karna terlalu lama di di dapur. akhirnya aku memutuskan keluar setelah menidurkan Bara. Aku mencari Andara di meja makan. namun aku tidak menemukan keberadaannya.


"Sayang" Panggilku lagi.


Aku melihat nya di dapur dengan kedua mata yang sudah mulai basah. Aku tau kenapa istriku seperti itu, " Ini pasti karna mama" Gumam ku dalam hati.


Aku lebih mendekat ke arah istriku yang sudah mengusap kedua matanya yang mungkin habis menangis karna ulahnya mama.


"Kamu kenapa sayang, kamu nangis?" tanyaku pada Andara.


Namun, lagi-lagi dia menggeleng dan menyembunyikan rasa sakitnya di balik senyum palsunya. padahal aku tau dan aku sangat yakin, jika sebelum kedatanganku mungkin mama sudah mengatakan hal yang membuatnya menjatuhkan air matanya yang sudah tak terhitung untuk kesekian kalinya.


"Kamu habis nangis ya sayang. jujur" Tanya ku lagi.


"Tidak kak, aku hanya kelilipan, tadi habis ngupas bawang rasanya pedih banget, sampek keluar air mata seperti ini" ucapnya berbohong.


Selama ini Andara memang selalu memendam semuanya sendiri. dia tidak pernah menunjukkan rasa sakitnya terhadapku, tapi aku tau dan aku mengerti dengan apa yang Andara rasakan.


"Jangan bohong sayang, kita sudah 3 tahun menikah. dan aku sudah tau bagaimana kamu. sudah jujur saja, kamu habis menangis kan?" tanyaku lagi.


Namun, lagi-lagi Andara hanya menggeleng dan tidak mau jujur terhadapku tentang apa yang baru saja terjadi. melihat tatapan sendunya membuat ku juga merasakan sakit, sakit yang teramat dalam.


Di satu sisi, mama adalah wanita yang sudah melahirkan ku. tapi di sisi lain Andara adalah tanggung jawabku, aku bingung, benar-benar bingung. situasi ini hampir membuatku menyerah, menyerah untuk tidak mempertahankan Andara.


Terlalu sakit saat mendengar mamaku sendiri mengatakan istriku wanita yang tidak berguna, terlalu sakit saay mendengar semua hinaan yang mama ucapkan kepada Andara.


Jika aku saja sakit, bagaimana dengan istriku yang merasakan, Pasti hatinya sangatlah terluka. bagaimana istriku bisa hamil lagi, jika setiap hari yang dia rasakan adalah tekanan batin.


Aku tau, dalam hal ini aku salah, aku tidak bisa tegas pada mamaku sendiri, aku sudah membiarkan wanitaku merasakan sakit. orang tuaku sendiri yang melukai perasaannya.

__ADS_1


Memang dulu saat adikku meminta aku untuk menggantikan nya menikah dengan tunangannya. rasanya begitu berat untuk sekedar mengucapkan kata iya.


"Menikahlah dengan Andara kak, sayangi dia seperti kamu menyayangiku" ucap dimas kala itu.


Menikah! satu kata yang tak pernah terlintas dalam benak ku sedikitpun. apalagi menikah dengan wanita yang tak pernah aku respek. menurutku, dia terlalu manja dan tidak pantas untuk menjadi istri adikku. malah aku yang diminta untuk menikahinya.


Setelah mendengar perkataan Dimas, aku menatap Andara yang terlihat begitu sedih dan terpukul dengan perkataan calon suaminya.


Tapi karna Dimas selalu memaksa, akhirnya kita berdua mengiyakan permintaan Dimas yang terdengar tidak masuk akal.


Hingga ijab Qobul itu benar-benar terjadi. Andara benar-benar resmi menjadi istriku.


Seorang wanita yang tidak pernah aku suka menjadi bagian dalam hidupku? bagaimana bisa aku menjalani pernikahan yang di awali tanpa adanya cinta.


Awalnya aku mengira bahwa, Andara hanyalah wanita manja dan selalu bergantung pada orang tuanya. Tapi ternyata aku salah, dia adalah wanita kuat, mandiri dan wanita terhebat yang pernah aku miliki.


"Jangan pernah tinggalkan aku, seperti dimas meninggalkan ku ya kak" Suara pilu itu berhasil membuatku merasa begitu iba.


Hingga minggu-minggu berlalu. Aku sudah benar-benar jatuh hati padanya, pada wanita yang sudah sah menjadi istriku.


Melihatnya tersenyum sudah menjadi candu baru untukku. senyumannya terlihat begitu manis dan langsung membekas jelas dalam ingatanku. aku sangat dan sangat menyukai senyumannya.


Malam itu, menjadi malam yang paling terindah untukku. malam dimana dia resmi menjadi istriku seutuhnya.


Aku sempat berfikir, jika Andara dan Dimas sudah pernah melakukannya, karna mereka begitu ingin segera menikah. tapi aku salah, Istriku ternyata masih perawan. aku kesulitan untuk menerobos benteng miliknya.


Satu bulan berlalu. Istriku di nyatakan hamil oleh dokter. Mama yang mendengar itu terlihat begitu bahagia dengan berita yang di sampaikan oleh dokter itu.


Sejak mendengar kabar itu, mama terlihat semakin menyayangi Andara, Mama tidak mengijinkan Andara untuk melakukan hal-hal yang membuatnya capek, mama takut terjadi apa-apa pada calon cucunya.


Namun, karna Andara terlalu keras kepala, dia tidak mendengarkan apa yang mama minta. berhenti bekerja dan fokus pada kandungannya. hal itu yang selalu mama minta pada Andara. Namun, Andara selalu memberi alasan bosan jika harus terus-terusan berada di rumah.

__ADS_1


Hingga pada suatu hari, saat aku berangkat kerja pagi-pagi. tiba-tiba aku mendapat kan kabar jika istriku kecelakaan. dengan cepat aku pergi ke rumah sakit itu.


Namun, setelah dokter keluar dari ruangan IGD dan membawa kabar buruk, hal itu membuat mama berubah pada Andara.


Keguguran serta kehilangan kasih sayang dari mama secara bersamaan. itulah yang Andara rasakan saat itu hingga saat ini.


"Dasar wanita tidak berguna" Kata itu yang sering mama ucapkan pada Andara.


Aku pandang wajahnya dan juga kedua matanya yang terlihat sayu. Aku tau, dia sering menangis dalam diam, menangis di kamar mandi salah satunya.


Apalagi saat kami mengangkat Bara sebagai anak, Aku melihat ada rasa takut dari raut wajah Istriku. Disini aku merasa begitu tidak berguna. bagaimana bisa aku membiarkan wanita yang aku cintai merasakan sakit karna ulah mamaku sendiri.


"Sampai kapan aku harus bertahan dengan situasi seperti ini" Perkataan itu pernah aku dengar dari mulut istriku.


Mungkin, istriku sudah merasa tidak sanggup dengan situasi seperti ini, situasi dimana selalu melukai batinnya.


Bukan hanya Andara, aku juga pernah mengatakan hal yang sama, Sampai kapan aku akan membiarkan wanita yang aku cintai terluka karna orang tuaku?


Hingga tak jarang terbesit dalam batin untuk meninggalkan nya, tapi hatiku terlalu mencintainya. aku begitu mencintai istriku. dia sudah menjadi separuh dari duniaku.


"Sudah kak, lebih baik kak Rai menikah lagi, aku gak papa. aku ikhlas"


Mendengar itu membuat aku memeluk istriku begitu erat. tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benakku untuk menikah lagi, aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup.


Tatapan sendunya selalu mampu membuatku merasa bersalah dengan semua ini. mau melepas pun aku tidak sanggup, dia terlalu berarti dalam hidupku.


Ingin rasanya aku menghapus rasa benci yang mama ku miliki untuk istriku. tapi aku bingung harus melakukan apa!


"Kak, hari ini Bara ada jadwal imunisasi" Suara lembut itu berhasil membuatku kembali pada kesadaran ku.


TERIMAKASIH YANG SELALU SETIA SINGGAH. JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE YA🙏🏻

__ADS_1


BACA JUGA NOVEL BARU AUTHOR YANG JUDULNYA "SINGLE MAMY"


__ADS_2