Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Flashback beberapa tahun lalu


__ADS_3

Raiden terus menatap Andara yang seperti sedang mengingat sesuatu. "A...aku" Ucap Andara sambil terus memegang kepalanya.


"Aku tidak bisa mengingat apa-apa" Ucap Andara yang langsung berhasil membuat aku terdiam.


Ternyata memang benar apa yang di katakan pepatah. Jika sebuah penyesalan akan datang di saat kita sudah benar-benar kehilangan.


Itulah yang aku rasakan saat ini. Sebuah penyesalan yang sangat mendalam. Aku baru tersadar jika Andara sangatlah berharga setelah aku kehilangannya.


"Apa kamu yakin tidak bisa mengingat apa-apa tentang tempat ini Dara?" Tanyaku lagi yang masih sangat berharap jika Andara bisa sedikit mengingat tentang ku.


"Aku sangat yakin" Balasnya tanpa melihat ke arah ku


Lagi-lagi perkataan Andara membuatku merasa sakit. Rasa sakit yang sebenarnya aku buat sendiri. Jika seandainya pagi itu aku langsung mengantar Andara untuk imunisasi Bara ke rumah sakit, Mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi.


Betapa bodoh nya aku yang langsung percaya begitu saja terhadap gambar yang sudah di tunjukkan mama Mayang, Orang yang paling menginginkan aku dan Dara berpisah.


Kenapa aku tidak berpikir terlebih dahulu sebelum menjatuhkan kata talak itu. Entah kenapa saat melihat gambar itu hatiku terasa begitu panas, Apa karna aku sudah begitu mencintainya! Sehingga berkata tanpa berpikir.


Ketika melihat gambar Andara bersama dengan seorang laki-laki. Yang ada dalam pikiran ku hanya satu, Yaitu Andara sudah mengkhianati ku.


Kenapa waktu itu aku tidak mencaritahu terlebih dahulu sebelum mengatakan apa yang seharusnya tidak aku katakan. Padahal aku tau seperti apa istriku. Waktu 3 tahun sudah cukup untuk aku mengenalnya, Mengenal kepribadiannya, Mengenal semua tentangnya.


Bagaimana bisa saat itu aku melupakan satu hal. Aku sangat lupa jika sosok yang selama ini aku panggil mama begitu menginginkan Andara pergi dari hidupku. Entah apa yang menjadi alasan utamanya. Tapi yang pasti, Mungkin ada satu hal yang tidak pernah aku ketahui.


"Dara" Panggilku lagi. Namun Andara tidak menjawab. Dia hanya melirik sekilas ke arah ku.


Melihat wanita yang aku cintai tidak bisa mengingatku, Rasanya begitu sakit. Sakit yang selama ini tidak pernah aku bayangkan. Menjadi orang asing di mata wanita yang aku cintai.


Kemudian, Aku menoleh ke arah Hana dan Chandra. Tidak pernah menyangka, Jika sosok wanita yang sudah aku bantu adalah istri dari pria yang bersama dengan Andara.


"Apa kamu yakin jika pelakunya adalah kak Felix Hana?" Tanya ulang Chandra pada Hana


"Harus berapa kali aku mengatakan mas, Jika orang itu adalah kak Felix. Jika memang kamu tidak mau percaya, Tidak masalah. Setidaknya aku sudah pernah mengatakan hal ini padamu" Ucap Hana lagi yang masih terus berusaha meyakinkan Chandra.


Namun, Sekuat apapun Hana berusaha meyakin kan Chandra, Pria itu selalu merasa ragu atas apa yang sudah di katakan oleh istrinya sendiri.


"Kamu kenapa ada di sini mas?" Tanya Hana pada Chandra


"Aku datang ke jakarta untuk menjemput anak kita, Aisyah. Aku sengaja membawa Andara yang memiliki wajah sama persis seperti mu untuk mengambil anak kita kembali"


"Apa maksud kamu mas. Memangnya Aisyah ada di mana?"


"Di rumah keluarga mu. Semenjak berita kematian itu, Mereka mengambil paksa Aisyah dari tangan ku" Ucap Chandra lagi


Mendengar perkataan Chandra membuat Hana semakin penasaran dengan apa yang terjadi selama 1 tahun ini. Hana tidak pernah menyangka jika keluarganya sudah memisahkan anak dari ayahnya.


"Biarkan aku ikut menjemput Aisyah."


"Baiklah, Kita akan berangkat besok pagi" Jawab Chandra pelan


"Lebih baik sekarang kita istirahat. Ini sudah malam" Ucapnya lagi

__ADS_1


Hana dan Andara yang sejak tadi hanya terdiam, Lalu saling lirik satu sama lain.


"Kenapa wajah kita sama" Gumamnya secara bersamaan


Karna saat ini Hana juga Andara sama-sama menggunakan hijab. Maka tidak ada yang bisa membedakan keduanya, Bagaimana bisa mereka berdua memiliki wajah serta bentuk tubuh yang sama, Apa jangan-jangan mereka adalah saudara kembar yang terpisah kan. Pikir Raiden


"Apa jangan-jangan kalian adalah saudara kembar?" Ucap Chandra tiba-tiba.


Apakah itu mungkin jika Andara dan Hana adalah saudara kembar yang terpisah? Tapi selama ini baik Andara maupun Hana tidak pernah mendengar jika mereka memiliki saudara yang serupa.


"Tapi selama ini mama dan papa tidak pernah mengatakan jika aku punya saudara kembar"Ujar Hana


"Aku tidak tau, Aku tidak bisa mengingat apa-apa tentang keluargaku" Ucap Andara


"Adrian" Gumam Raiden tiba-tiba


Ya, Kunci satu-satu nya adalah Adrian. Kemungkinan besar Adrian tau jika Andara memiliki saudara kembar atau tidak.


Setelah mengucapkan hal itu, Raiden mengambil ponselnya dari dalam saku celananya. Pria itu mencari nomor kontak Adrian untuk menanyakan perihal Andara.


Setelah menemukan nomor Adrian, Raiden dengan cepat menekan tombol panggil dan ternyata langsung di jawab oleh Adrian.


📞:Halo Rai, Ada apa? Tumben meneleponku?


📞:Aku ingin menanyakan perihal Andara


📞:Apa kamu sudah tau jika Andara lupa ingatan?


📞:Lalu


📞:Apakah Andara memiliki saudara kembar?


Saat mendengar pertanyaan Raiden membuat Adrian terdiam untuk beberapa saat. Pria itu mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, Tepatnya di mana kedua orang tuanya sudah membuang salah satu adiknya yang baru keluar dari rumah sakit. Hanya karna dia memiliki kelainan pita suara, Bayi itu bisu


Flashback beberapa tahun lalu


Adrian mengekor di belakang kedua orang tuanya saat sang mama di bawa ke rumah sakit. Bulan ini usia kandungan Rara sudah masuk di minggu yang ke 38, Dan memang sudah waktunya untuk segera melahirkan.


1 Jam kemudian, Adrian bisa mendengar jelas suara tangisan kedua bayi dari dalam ruangan persalinan. Biarpun saat ini usia Adrian baru 8 tahun, Tapi dia sudah tau pasti jika sang mama melahirkan bayi kembar perempuan.


Namun, Saat Adrian ikut masuk bersama dengan Mahesa sang papa, Bocah kecil itu mendengar jika salah satu bayi itu memiliki kelainan pada suaranya, Dia bisu.


"Pa, Mama gak mau bayi itu menjadi benalu buat keluarga kita, Bagaimana jika orang-orang tau kalau salah satu anak kita bisu pa! Apa yang akan mereka katakan" Ucap Rara pada Mahesa setelah kepergian dokter


"Lalu mama maunya bagaimana?"


"Kita buang dia. Papa bilang saja jika mama hanya melahirkan satu bayi"


"Papa setuju apa kata mama. Kalau sampai orang-orang tau mengenai hal ini, Pasti mereka akan mencemooh kita"


"Itu papa tau"

__ADS_1


Andrian yang mendengar itu hanya bisa memandang wajah kedua adiknya, Adrian kecil tidak tau harus berbuat apa. Ingin rasanya Adrian mengatakan jangan, Tapi apakah kedua orang tuanya mau mendengar kan perkataan Adrian.


Hingga 2 hari berlalu. Rara sudah di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, Namun sebelum pulang ke rumahnya, Rara dan Mahesa masih menepikan mobilnya saat ada sebuah pohon besar dan membuang bayi tak berdosa itu di sana.


Setelah semua barang-barangnya sudah siap di bawa pulang, Rara dan Mahesa membawa kedua bayi itu untuk pulang. Begitu juga dengan Adrian yang masih setia mengekor di belakangnya.


Adrian memilih diam dan tidak banyak bicara, Setelah mendengar akan hal itu membuat Adrian merasa begitu kecewa kepada kedua orang tuanya yang sudah tega mau membuang anaknya sendiri. Hanya karna alasan malu.


Memangnya bayi itu juga ingin bisu! Tidak, Tidak ada satu orang pun yang ingin dilahirkan dengan keadaan seperti itu. Tapi apa kita bisa memilih bagaimana garis takdir hidup untuk diri kita.


Semua orang tentu ingin selalu jalan hidupnya mulus serta tidak ada kekurangan. Bagaimana bisa kedua orang tuanya memberikan sebuah hukuman pada bayi malang itu.


"Kenapa dari tadi kamu hanya dian saja Dri?" Tanya Mahesa setelah tiba di dalam mobilnya


Adrian masih memilih diam dan tidak mau menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh ayahnya. Yang ada dalam pikiran Adrian saat ini hanyalah satu. Kenapa kedua orang tuanya begitu tega mau membuang bayi tak berdosa darah dagingnya sendiri.


Bahkan Adrian tidak habis pikir dengan jalan pikiran kedua orang tuanya. Apakah mereka berdua memang lebih mementingkan nama baik dari pada anaknya.


"Egois"Ucap Adrian dalam batinnya sambil menatap penuh kebencian pada kedua orang tuanya.


"Biarkan saja pa. Mungkin Adrian lagi sakit gigi" Ucap Rara


Setelah itu, Mahendra menyalakan mesin mobilnya dan menjauh dari gedung rumah sakit itu, Saat di tengah perjalanan, Mahesa benar-benar menepikan mobilnya di sebuah pohon besar yang ada di tempat sepi.


Pria itu turun serta membawa salah satu anaknya dan dia letakkan di bawah pohon itu. Namun sebelumnya Mahesa memastikan jika tidak ada siapapun yang melihat apa yang sedang dia lakukan.


"Aman" Ucapnya dan langsung kembali masuk ke dalam mobilnya setelah meletakkan bayi tak berdosa itu.


Beruntung, Saat mobil Mahesa sudah menjauh. ada sebuah mobil mobil mewah yang berhenti saat melihat ada seorang bayi di pinggir jalan.


"Ayah, Anak siapa dia?" Tanya wanita itu


"Tidak tau bunda. Lebih baik kita bawa dia pulang. Kita rawat dia, Kita kan tidak punya anak" Balas suaminya sambil mengambil bayi malang itu.


Mereka membawa bayi itu dan mengangkatnya sebagai anak. Saat mereka tau jika bayi itu bisu, Mereka berdua konsultasi kepada dokter spesialis apakan masih ada kemungkinan dia bisa berbicara.


Alhamdulillah. Dokter mengatakan jika bayi itu masih ada kemungkinan untuk berbicara dengan cara operasi pita suara, Tapi biayanya memang sangat besar, Bahkan ratusan juta.


Karna orang yang menemukan bayi itu adalah orang yang cukup kaya, Maka dengan mudah mereka mengatakan iya.


Bulan-bulan berlalu. Pengobatan yang selama ini di jalani Hana akhirnya berbuah manis. Hana sudah bisa mengeluarkan suara saat sedang tertawa.


Ya, Bayi yang mereka temui beberapa bulan yang lalu si berikan nama Hana saraswati.


Flashback off


"Adrian, Kenapa kamu diam saja?" Tanya Raiden saat Adrian tidak menjawab pertanyaannya.


"A...aku"


Entah kenapa Adrian merasa lidahnya begitu kelu untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada Raiden.

__ADS_1


__ADS_2