Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Perbedaan Andara dengan Hana


__ADS_3

"Aku sangat merindukan mu Andara"Ucap Raiden dalam batinnya.


Entah kenapa Hana mengingatkan Raiden pada Andara. Selera makanan Hana dan Andara ternyata sama. Mereka berdua sama-sama menyukai ayam rica-rica.


"Rai, Kok gak di makan-makanannya?" Tanya Hana lagi saat melihat makanan Raiden masih utuh.


"Melihat mu makan saja aku sudah tidak selera lagi Hana" Ucap Raiden sambil terus memperhatikan Hana yang saat ini terlihat seperti Andara.


"Ya sudah sini aku saja yang makan" Ujar Hana sambil menarik makanan Raiden.


"Astaga. Itu perut apa karet Han, Semua kok bisa masuk"


"Berisik banget sih kamu Rai" Ucap Hana yang tidak memperdulikan apa yang Raiden katakan.


Wanita itu masih melanjutkan makannya tanpa memperdulikan apa kata Raiden. Hana sama sekali tidak merasa terganggu dengan semua perkataan yang Raiden ucapkan.


30 Menit kemudian. Hana baru saja selesai memakan semua makanan yang ada di meja itu. Raiden menatap heran saat melihat semua makanan di sana sudah habis tak tersisa.


"Ternyata hanya wajah mu saja yang mirip seperti Andara, Kelakuannya bertolak belakang"Ucap Raiden sambil memperhatikan Hana.


"Biarin saja" Ucapnya.


"Sudah kan? Apa masih mau nambah makanan?" Tanya Raiden pada Hana


"Emang boleh Rai. kalau boleh aku mau Kebab dong, Mayan kan buat aku makan di perjalanan"


Mendengar perkataan Hana membuat Raiden menatap ngeri. Ini perempuan kok tidak ada kenyang-kenyang nya. Pikirnya


"Baiklah" Pekik Raiden sambil memanggil pelayan di sana.


"Jadi berapa mbk. Sama nambah kebab 3 porsi ya. Di take away" Ucap Raiden


"Totalnya jadi 450 ribu ya pak. Untuk kebabnya mohon menunggu sebentar"


Raiden tak menjawab. Pria itu hanya mengeluarkan uang lembar berwarna merah"Sisanya buat mbk saja ya"


"Terimakasih pak. Mohon menunggu sebentar ya"


Setelah kepergian pelayan itu, Hana menatap Raiden"Kenapa pesan ya 3 porsi Rai? Memangnya kamu juga mau?" Tanya Hana pelan


"Biar kamu puas makannya. Buat stok sampek jakarta" Ucap Raiden dingin tanpa menoleh ke arah Hana


"Baik banget sih Rai. Aki janji deh nanti kalau ketemu sam suamiku,. Aku bakal ganti semua uang yang sudah kamu keluarkan buat aku"


"Tidak perlu. Kalau hanya membelikan mu makan tidak akan membuatku langsung jatuh miskin. Harta kekayaan keluargaku tidak akan habis walaupun sampai 7 turunan"

__ADS_1


"Sombong amat Rei"


"Bukan sombong, Memang kenyataannya seperti itu" Ucap Raiden lagi


Setelah itu, Suasana menjadi senyap. Tidak ada lagi pembicaraan antara Raiden dan Hana.


15 Menit kemudian. karyawan itu sudah kembali dengan membawa kebab pesanan Raiden.


"Ini pak pesanan nya"


"Terimakasih ya" Ucap Raiden dan langsung mengajak Hana untuk segera naik ke dalam mobil.


Perjalanan hari ini masih memerlukan sisa waktu sekitar 4 jam lagi. Raiden mengemudikan mobilnya dengan laju yang cukup cepat. Perkataan Mahendra tiba-tiba saja terngiang pada indra pendengarannya.


"Pegangan. Kita tidak punya banyak waktu lagi. Aku harus segera tiba jakarta. Ada urusan yang sangat Urgen" Ucap Raiden pada Hana


"Aduh Rai. Jangan terlalu ngebut gini juga Rai. Aku ngeri, Nanti bisa-bisa aku muntah" Ucap Hana sambil memasang safety belt.


"Jangan berisik. Makan saja tu kebab" Ucap Raiden yang tidak memperdulikan ucapan Hana.


"Aaaaaaaaa. Rai jangan ngebut-ngebut. Aku takut Rai"


"Mau diam atau aku turunin di jalan"


Setelah mendengar itu membuat Hana langsung diam tanpa menjawab. Perkataan Raiden langsung mampu membuatnya bungkam.


"Dara. Ini kan pasti kita bakal sampai hampir malam. Jadi kita ke tempat orang tuanya Hana besok pagi saja. Malam ini kita menginap di Apartemen milik ku" Ucap Chandra sambil melirik ke arah Andara


"Baiklah Pak. Aku ikut bagaimana baiknya saja" Jawab Andara pelan


"Oh iya pak. Nanti apa yang harus saya lakukan saat sudah di tempat kediaman mertua pak Chandra?"


"Kamu hanya perlu melakukan apa yang sudah aku katakan malam tadi. Kamu harus bisa meyakin kan mereka"


"Baiklah pak. Saya akan berusaha untuk itu ya" Ucap Andara pelan


"Kamu tidur saja Dara. Perjalanan kita masih sangat lama"


"Iya pak, Oh iya pak. Bagaimana mengenai pencarian orang yang sudah menabrak saya, Apa dia sudah di temukan?" Tanya Andara pada Chandra


"Masih di usahakan ya, Nanti kalau sudah ada kabar lebih lanjut akan saya kasih tau sama kamu"


Entah kenapa Chandra saat mendengar suara Andara seperti merasakan ketenangan tersendiri. Andara benar-benar berbeda dengan Hana.


Di saat suasana sudah kembali hening. Tiba-tiba ada sebuah panggilan masuk dari orang suruhannya. Dengan cepat Chandra mengusap tombol hijau di layar ponselnya.

__ADS_1


📞:Halo, Ada apa?


📞:Halo tuan. Saya sudah hampir berhasil menangkap wanita itu, Tapi dia berhasil kabur karna bantuan seseorang.


📞:Bantuan seseorang, Siapa?


📞:Kemungkinan besar orang itu adalah ayah dari Tisha


📞:Teruskan pencarian kalian. Pastikan jika Tisha mendapatkan balasan yang setimpal.


Setelah itu, Chandra langsung memutuskan sambungan telponnya. Saat mendengar nama Tisha, Entah kenapa Andara merasa nama itu tidak asing baginya. Andara mencoba mengingat siapa Tisha, Tapi yang ada wanita itu malah merasa sakit pada kepalanya.


"Kamu kenapa Dara?" Tanya Chandra saat melihat Andra memegang kepalanya.


"Entahlah pak. Kepala saya sakit saat mencoba mengingat nama Tisha. Saya merasa tidak asing dengan nama itu, Tapi saya sama sekali tidak bisa ingat apa-apa" Jelas Andara pada Chandra


"Sudah, Jangan terlalu memaksakan, Jika sudah waktunya. Kamu pasti akan bisa mengingat dengan sendirinya" Ucap Chandra yang terdengar begitu hangat.


Di saat seperti itu membuat Andara entah kenapa tiba-tiba saja mengingat sosok Raiden. Laki-laki yang sudah berani menciumnya tanpa izin terlebih dahulu. Dan anehnya Andara malah menikmati ciuman yang Raiden berikan untuk nya.


"Dasar pria menyebalkan!" Ucap Andar tanpa sadar


Chandra yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya. Siapa yang di maksud Andara?


Sedetik kemudian, Andara menutup mulutnya saat baru menyadari apa yang baru saja dia ucapkan.


"Siapa yang menyebalkan Dara? Tanya Chandra sambil mengerutkan keningnya.


"Bukan siapa-siapa kok pak. Ada lah laki-laki menyebalkan yang sering bikin saya kesal"


"Oohh"


Di Rumah Sakit


Saat ini sudah waktunya makan siang. Nadia yang baru saja keluar dari ruang rawat pasien. Nadia masuk ke dalam ruangannya. Wanita itu memperbaiki riasannya karna mau bertemu dengan Wildan


"Apa ya yang mau Wildan bicarakan" Ucap Nadia sambil menatap wajahnya.


"Kali ini aku harus bisa terlihat cantik. Syukur-syukur Wildan mu melirikku" Ucap Nadia lagi.


Di saat Nadia masih memperbaiki riasannya, Tiba-tiba ada panggilan masuk dari Wildan. Melihat nama itu membuat Nadia langsung menjawab cepat.


📞:Halo pak Wildan


📞:Saya sudah di kantin. Jangan lama-lama ya, Saya masih ada banyak urusan

__ADS_1


📞:Baiklah pak. Saya akan segera kesana.


__ADS_2