
Raiden yang merasakan tatapan dalam Andara juga ikut membalas tatapan itu. Hingga tanpa mereka sadari, Saat ini keduanya berada di posisi yang begitu dekat. Bahkan Raiden bisa merasakan hangat nya nafas Andara.
Mereka berdua tersadar saat ada seseorang yang mengejutkan dan membuat Raiden serta Andara melepaskan pandanganya. "Raiden, Andara" Panggil orang itu saat melihat keberadaan Raiden dan Andara di sana.
Mendengar namanya di sebut. Mereka berdua langsung melihat ke arah kedua paruh baya yang saat ini sudah tersenyum hangat ke arah Andara dan Raiden.
"Pak Hendi, Bu Yayuk. Silahkan duduk, Lama tidak pernah berjumpa ya pak, Bu" Ucap Raiden sambil membalas senyuman mereka berdua
Pak Hendi dan bu Yayuk mengangguk dan duduk di meja yang sama dengan Andara dan Raiden. Ternyata kedua paruh baya yang duduk di depan Raiden dan Andara saat ini adalah orang yang pernah memberikan jamu kepada Andara 3 tahun yang lalu. Lebih tepatnya mereka adalah tetangga apartemen.
"Bagaimana. Apa kalian sudah memiliki anak?" Tanya bu Yayuk sambil menatap Andara dan Raiden
Mendengar itu membuat Raiden melirik ke arah Andara, Pertanyaan yang di berikan bu Yayuk langsung membuat Andara menundukkan wajahnya sedih. Perkataan itu langsung mengingatkan Andara pada saat dia kehilangan calon bayinya dan juga kasih sayang mama mertuanya.
Raiden yang menyadari raut wajah sedih Andara langsung menggenggam tangannya. Pria itu juga bisa merasakan apa yang saat ini Andara rasakan.
Raiden menatap wajah sendu Andara sambil terus menggenggam tangan wanita yang hingga saat ini masih begitu Raiden cintai."2tahun yang lalu, Istri saya keguguran bu. Dan hingga saat ini, Kami masih berusaha" Ucapnya
"Tenang. Nanti saya akan mengirimkan jamu yang dulu pernah saya berikan pada kalian. Apartemen kalian masih di sana kan?"
Mendengar kata jamu membuat Andara teringat akan kejadian 3 tahun lalu. Kejadian di mana bu Yayuk memaksa Andara dan Raiden untuk meminum segelas jamu yang sudah dia buatkan khusus untuk mereka berdua.
"Tidak perlu bu, Lagian saat ini kami berdua sudah ber-" Perkataan Andara terpotong saat Raiden langsung menimpali omongan Andara cepat.
"Berperiksa pada dokter kandungan bu" Ucap Raiden cepat.
Entah kenapa Raiden tidak ingin ada orang lain yang tau tentang perceraian mereka yang hingga saat ini masih resmi di mata hukum.
"Tapi kan kalau pakai jamu lebih cepat Rai" Ucap bu Yayuk lagi
Belum sempat Raiden menjawab, pak Hendi mengajak istrinya untuk segera pulang. Karna masih ada urusan penting yang mau pak Hendi lakukan setelah ini.
"Maaf ya Rai, Kami masih ada urusan penting. Kalau gitu kami permisi dulu ya" Ucap pak Hendi dan langsung bangun dari duduknya
__ADS_1
"Nanti saya antar kan jamunya ya Dara, Raiden" Ucap bu Yayuk pada Andara
Setelah kepergian bu Yayuk dan pak Hendi. Raiden kembali menatap Andara. Pria itu mengajak Andara ke ruangan VIP yang sudah dis pesan beberapa saat yang lalu.
Hari ini, Tepat di ulang tahun Andara, Raiden memutuskan untuk mengajak Andara untuk rujuk kembali. Pria itu tidak perduli walau pun seandainya nanti Andara akan menolak. Tapi yang pasti, Setidaknya Raiden mencoba.
"Kita mau kemana?" Tanya Andara saat Raiden menarik tangannya.
"Tidak usah banyak tanya, Nanti kamu juga akan tau kemana aku akan membawa mu" Jawab nya dingin namun terdengar begitu hangat pada pada indra pendengaran Andara
Setelah tiba di ruangan VIP, Betapa terkejutnya Andara saat melihat adanya Adrian juga anak istrinya di sana. Wanita itu tidak pernah menyangka jika Raiden sudah menyiapkan kue ulang tahun serta meminta kakak yang paling Andara sayangi untuk hadir di tempat ini.
"Surprise" Ucap Adrian sambil mendekat ke arah Andara
Melihat itu membuat Andara menutup mulutnya, Wanita itu begitu terharu dengan apa yang saat ini Raiden lakukan. Biar pun Andara masih pura-pura lupa ingatan, Namun wanita itu langsung berlari dan memeluk Adrian penuh kerinduan.
Rasanya sudah sangat lama tidak melihat sosok yang selama ini Andara rindukan. Sosok kakak yang sudah seperti orang tuanya.
"Dara, Kakak sangat merindukan kamu. Apa kamu baik-baik saja? Kenapa waktu itu kamu pura-pura tidak mengenal kakak mu sendiri Dar?" Tanya Adrian sambil memeluk tubuh Andara
Saat Andara mau menjawab. Tiba-tiba suara Raiden menjawab perkataan Adrian. Dan hal itu langsung membuat Adrian semakin mengeratkan pelukannya.
"Dara lepa ingatan Dri" Ucap Raiden sendu
"Apa! Jadi benar Dara lupa ingatan. lalu apa sekarang kamu sudah bisa mengingat siapa kakak Rai?" Tanya Adrian lagi pada Andara
Andara yang sejak tadi hanya diam, Tiba-tiba saja memeluk erat kakak laki-lakinya. Dadanya sudah terasa begitu sesak. Hingga tak lama tangis Andara pecah dalam pelukan Adrian.
"Kakak. Hiks...hiks..." Ucap Andara sambil memeluk erat Adrian
Melihat Andara seperti itu membuat Adrian juga Raiden menjadi penasaran, Apa yang sudah membuat Andara seperti itu?
"Kamu kenapa Dara? Apa yang sudah membuat mu menangis seperti ini?" Tanya Adrian sambil membelai lembut kepala adiknya.
__ADS_1
"Aku lelah kak. Aku capek" Ucap Andara
Lelah? Capek? perkataan Andara lagi-lagi membuat Raiden mengerutkan keningnya. Kira-kira apa yang membuat Andara seperti itu?
"Iya, Kamu lelah kenapa Dar? Apa yang sudah membuat kamu seperti ini?" Tanya Adrian lagi
"Mama dan papa kak. Mereka mengatakan jika Andara tidak lagi menjadi anak mereka. Hiks...hiks..."
"Apa maksud kamu Dar? Kakak tidak paham?"
"Kemarin, Mama telpon dari kak, Dan mama langsung mengatakan jika menyesal telah melahirkan Andara, Kata mama, Dara hanya bisa membuat malu keluarga" Ucap Andara lagi
"Benarkah. Sudahlah, Kamu tidak usah mendengarkan apapun kata mama. Biarkan mama dan papa mengatakan apapun yang mereka inginkan"
"Selamat ulang tahun dek. Akhirnya, Setelah bertahun-tahun lamanya, Kakak bisa ikut merayakan hari ulang tahun kamu lagi Dar. Selamat ulang tahun Dek, Semoga apa yang kamu inginkan cepat tercapai" Ucapnya sambil mencium kening Andara
"Terimakasih kak. Terimakasih karna kak Adrian sudah ingat sama ulang tahun Dara" Jawab Andara sambil melihat ke arah Raiden
"Sebenarnya kakak tidak ingat Dar. Ini semua rencananya Raiden. Raiden yang mengingatkan kakak jika hari ini adalah hari ulang tahun kamu. Dia yang sudah merencanakan semua ini Dar"
Perkataan Adrian membuat Andara melepas pelukannya dan langsung menatap Raiden yang saat ini sedang berdiri tepat di sampingnya.
DI Tempat Lain
Hari ini adalah hari di mana Diana sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Akhirnya setelah satu tahun, Wildan bisa membawa sang mama pulang ke rumah mereka.
"Ma, mama yakin sudah baik-baik saja kan?" Tanya Wildan lembut pada mamanya
"Iya Wil, Mama yakin. Mama sudah kangen rumah Wil, Apa kamu sudah mengurus administrasinya?"
"Sudah ma. Sekarang kita bisa langsung pulang. Sebentar ya ma, Wildan ambil kan kursi roda dulu" Ucap Wildan dan langsung melangkah kan kakinya keluar dari ruangan Diana.
Namun langkahnya terhenti saat Nadia tiba-tiba saja datang dengan membawa kursi roda.
__ADS_1
Deg! Melihat Nadia masuk ke dalam ruangan itu, Entah kenapa Wildan merasa jantungnya berdetak cepat, Lebih cepat dari pada biasanya.
"Ada apa ini, Kenapa jantungku berdetak cepat" Ucap Wildan sambil menatap Nadia