
Di saat Wildan sudah mulai meneteskan air matanya. Tiba-tiba jari-jari sang mama bergerak. Dan hal itu berhasil membuat Wildan merasa begitu terkejut.
"Tangan mama bergerak"Ucapnya sambil berjalan keluar untuk memanggil dokter
"Dokter tolong dokter. Dokter tolong tangan mama saya bergerak" Ucap Wildan pada dokter Nadia yang selama ini menjadi dokter yang menangani Diana
"Baik pak. Mari"
Dokter Nadia berjalan cepat ke arah ruangan mamanya Wildan. Dan setelah tiba di dalam ruangan. Ternyata Bu Diana sudah membuka kedua matanya. Wanita paruh baya itu sudah sadar dari tidur panjang yang dia alami selama 1 tahun lamanya.
"Mama. Mama sudah sadar" Ucap Wildan sambil menghampiri sang mama dan langsung memeluknya.
Wildan memeluk tubuh sang mama dengan begitu erat. Akhirnya setelah 1 tahun koma hari ini Wildan bisa kembali merasakan pelukan hangat seorang ibu yang selama ini Wildan rindukan.
"Wildan bahagia banget akhirnya mama sadar" Ucap Wildan pelan
"Mama juga bahagia bisa melihat kamu lagi nak" Ujar Diana sambil membelai punggung Wildan.
Sebuah belaian yang selama ini Wildan rindukan Akhirnya bisa dia rasakan kembali.
"Alhamdulilah. Ibu Diana sudah sadar. Ini benar-benar mukjizat dari Allah" Ucap dokter Nadia
"Iya dokter. Terimakasih karna atas bantuan dokter mama saya bisa sadar lagi" Pekik Wildan
"Tidak perlu berterimakasih pak Wildan. Sudah menjadi tugas sebagai seorang dokter. Saya ikut bahagia akhirnya ibu Diana sudah sadar juga"
"Iya dokter. Terimakasih ya"
"Sama-sama"
Setelah itu dokter Nadia keluar dari dalam ruangannya. Wanita itu mengambil nafas lalu membuangnya. Entah kenapa setiap ada di dekat Wildan jantungnya selalu berdegup begitu kencang. Nadia juga tidak mengerti dengan perasaan yang mulai tumbuh entah sejak kapan. Tapi yang pasti Nadia sudah menaruh hati pada seorang pria yang selama 1 tahun ini sering berinteraksi dengannya.
"Berada di dekatnya memang benar-benar tidak bagus untuk kesehatan jantungku" Ucap dokter Nadia setelah keluar dari ruangan mamanya Wildan.
Tak lama kemudian. Suara berat laki-laki yang begitu familiar kembali terdengar di indra pendengaran Nadia. Mendengar itu membuat jantung Nadia kembali berdetak cepat.
"Iya ada yang bisa saya bantu pak Wildan?"
__ADS_1
"Apa saya boleh konsultasi tentang sesuatu sama dokter?"
"Boleh. Memangnya pak Wildan sakit?"
"Boleh sambil duduk gak dokter. Soalnya ini sangat penting"
Mendengar ucapan Wildan membuat Nadia duduk di tempat yang tidak terlalu jauh dari posisi mereka saat ini.
"Ada apa pak Wildan?"Tanya dokter Nadia setelah sampai di tempat duduk.
Wanita itu mencoba untuk tidak gugup. Walaupun sebenarnya jantungnya sudah berdisko.
'Jangan gugup Nadia. Jangan sampai pak Wildan merasa jika jantungku berdetak secepat ini. Ya ampun sudah kayak lagi lomba lari' Nadia bermonolog dalam batinnya
"Bagaimana caranya mendapatkan hati seseorang yang kita sukai? Dokter kan seorang perempuan, Pasti dokter tau dong bagaimana caranya mendapatkannya?"
Pertanyaan Wildan membuat Nadia terdiam karna tidak tau harus menjawab apa. Karna dia saja tidak tau bagaimana caranya mendapatkan hati Wildan.
"Kok dokter diam"
"Maaf pak Wildan. jujur saya juga tidak tau bagaimana caranya. Karna saya sendiri pun belum bisa mengambil hati seseorang yang sudah berhasil menempati hati saya yang selama ini kosong" Ucap Nadia tanpa sadar
"Memangnya siapa yang dokter sukai. Apa orangnya ada di sini?'
Orangnya itu kamu Wildan Pikirnya
"Dokter kok diam?"
"Em nggak kok pak Wildan. Dia tidak ada disini" Bohong Nadia
"Kalau boleh tau pak Wildan kenapa tanya seperti itu. apa pak Wildan sedang menyukai seseorang?"
Wildan mengambil nafas berat. Selama 8 tahun lamanya Wildan menyimpan rasa pada seorang wanita yang sudah dia sukai sejak masih jaman SMA
"Iya. Bahkan aku bukan hanya menyukainya. Aku sudah menyayanginya selama 8 tahun. Rasa ini sudah ada sejak masih jaman SMA"
"Selama itu pak? Apa pak Wildan sudah mengatakan jika pak Wildan menyukainya?'
__ADS_1
"Tidak. Karna aku tau jika dia hanya bisa menganggap ku sebagai seorang kakak. Tidak lebih dari itu. Lagian dia sangat mencintai mantan suaminya" Ucap Wildan sendu
"Dia sudah menikah pak?"
"Sudah bercerai. Tapi perceraian itu bukan atas dasar kemauan mereka sendiri. Entahlah. Mungkin selamanya memang aku hanya bisa melihatnya sebagai seorang adik. tidak lebih"
Mendengar ucapan Wildan membuat Nadia menundukkan wajahnya. Entah kenapa wanita itu merasa hatinya begitu sakit saat mendengar pria yang di cintai nya mencintai wanita lain
"Tidak boleh nangis Nadia. Ingat dia bukan siapa-siapa kamu" Batinnya
Di Tempat Lain
Setelah menutup restorannya. Andara pulang dengan menggunakan taksi online. Karna jarak antara Restoran dengan rumahnya cukup jauh. Dan malam ini suasananya begitu dingin. Sehingga membuat Andara pulang dengan taksi online
Tanpa Andara sadari. Ternyata dari tadi ada Raiden yang selalu memperhatikan dirinya dari dalam mobilnya. Setelah mendengar jika Andara lupa ingatan dan Bara meninggal, Membuat Raiden semakin merasa bersalah. pria itu sudah memutuskan untuk berjuang demi bisa mendapatkan cinta Andara kembali.
"Maaf kan aku Dara. Gara-gara aku hidup kamu jadi seperti ini"Lirihnya sendu
Di dalam taksi Andara menatap kosong ke arah jendela. Ternyata di luar sedang gerimis yanga datang secara tiba-tiba. Wanita itu kembali mengingat wajah Raiden saat tadi sedang datang ke restoran miliknya.
"Apa dulu aku mencintainya? Kenapa tadi saat dia menatapku, Aku seperti sudah biasa dengan tatapan dalam itu. Aku merasa ada sebuah getaran yang aku sendiri tidak tau apa artinya" Ucap Andara pelan
"Apa dia masih mencintaiku?" Ucapnya lagi
1 Jam kemudian mobil taksi itu sudah tiba di depan rumah Andara. Sebuah rumah kontrakan minimalis yang sudah Andara tempati hampir 2 bulan.
Andara keluar dari mobil taksi. Wanita itu masih tidak menyadari jika ada sebuah mobil hitam yang berhenti tak jauh dari tempat tinggalnya. Siapa lagi kalau bukan Raiden orangnya.
Pria itu masih mengikuti Andara hingga tiba ke tempat tinggalnya. Raiden ingin memastikan bahwa wanita yang masih di cintanya selamat dan baik-baik saja.
"Apa aku masih bisa menjadi bagian terpenting dalam hidupmu Andara. Aku sungguh sangat menyesal. Maafkan aku yang sudah melupakan janjiku. Maafkan aku yang kala itu terlalu egois hingga tanpa sengaja mengucapkan kata talak"Ucap Raiden yang terdengar begitu lirih
Setelah melihat Andara sudah masuk ke dalam rumahnya. Raiden pergi dari tempat itu. Namun Raiden tidak langsung pulang ke rumahnya. Pria itu masih ingin menemui seseorang yang sudah dia suruh untuk mencari tau keberadaan mama kandungnya.
"Bagaimana tentang pencarian kalian?" Tanya Raiden setelah tiba di tempat pertemuan mereka
"Mama kandung tuan ada di....."
__ADS_1
TERIMAKASIH YANG SELALU SETIA HADIR. JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, SAMA RATING KAK..
BACA JUGA KARYA AUTHOR YANG LAIN YA KAK🙏🏻