Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
DIA SUAMIKU,!!!!


__ADS_3

Entah kenapa untuk kali ini Andara merasa benar-benar takut jika harus kehilangan lelakinya untuk yang kedua kali. Mungkin karena selama 2 Minggu ini Raiden sudah mengisi hari-hari Andara, Pria itu selalu berusaha memperlakukan Andara dengan sebaik mungkin.


" Terimakasih kak Rai" Ucap Andara dengan nada parau, Air mata Andara sudah membasahi dada bidang suaminya.


" Sayang, Gak perlu berterimakasih, Sudah menjadi kewajiban aku sebagai suami kamu, Aku akan selalu memperlakukan kamu layaknya Ratu dalam rumah tangga kita."


Di tengah tangis yang sedang terurai, Handphone Raiden berdering, ada panggilan masuk dari mamanya mayang.


" Assalamualaikum ma,"


" Waalaikum salam Rai, Bagaimana keadaan Andara nak, Dia baik-baik saja kan rai?"


" Oh iya ma, Alhamdulillah keadaan Andara semakin membaik ma, Biarpun terkadang Andara masih sering nyebut-nyebut nama Dimas waktu lagi tidur, Tapi dara udah gak pernah histeris lagi ma,"


" Alhamdulillah kalo gitu Rai, Mama senang dengernya, Apa mama boleh ngomong sama dara?"


" Iya ma Alhamdulillah, Raiden bersyukur ma, Akhirnya dara sudah mulai mau menerima Raiden, Iya ma boleh"


Raiden pun memberikan benda pipih itu pada istrinya,


" Sayang, Mama mau ngomong" Ucap Raiden pelan Seraya memberikan handphone nya..


" Assalamualaikum ma"


" Waalaikum sayang, bagaimana kabar kamu nak?"


" Alhamdulillah dara baik ma, Mama sendiri bagaimana kabarnya, Mama sehat kan?"


" Syukurlah kalo begitu nak, Kabar mama juga Alhamdulillah baik nak, Jangan lupa pesan mama ya dar"


" Alhamdulillah kalo mama juga baik, Pesan yang mana ya ma,? Dara lupa soalnya"

__ADS_1


" Buatkan mama cucu" Ucap Mayang dengan sedikit menggoda anak menantu nya.


" Mama," Mendengar perkataan mama mertuanya, seketika wajah Andara memerah, Sehingga membuat Raiden penasaran, Sebenarnya apa yang sudah membuat wajah istrinya memerah seperti kepiting rebus. Andara pun memberikan handphone nya pada Raiden.


" Ma, Apa yang mama katakan pada Dara"


" Kenapa memangnya Rai,?"


" Itu ma wajah Andara tiba-tiba memerah" ucap Raiden pelan.


" Itu Rai, Mama cuma ingetin dara untuk buatkan mama cucu"


" Pantes aja wajah Andara memerah, Udah dulu ya ma, Soalnya sore ini Raiden sama dara mau ketemuan sama kak Adrian, Kakaknya Andara"


Raiden pun segera mengakhiri Panggilan telfonnya dengan sang mama, Raiden pun menyuruh Andara untuk segera bersiap-siap.. 15 menit kemudian, Pria itu sedikit tercengang dengan penampilan istrinya. Kali ini Andara menggunakan gamis syar'i warna dusty pink, Membuat kecantikan yang dimilikinya semakin terpancar,


" Kak, Aku sudah siap, Apa kita mau langsung berangkat?" Lirih Andara pelan.


" Kak, Kita jadi pergi sekarang?" Panggil Andara lagi,


" Oh iya maaf maaf sayang, Iya ayo kita pergi sekarang, Takut jalanan macet, Jadi lebih baik kita datang lebih awal dari pada telat,"


Akhirnya Andara juga Raiden berjalan menuju parkiran hotel yang letaknya cukup jauh dari kamar mereka, setelah sampai di parkiran, sepasang suami istri ini di kagetnya oleh suara wanita yang memanggil nama Raiden..


" Raiden!!" Panggil Nayla keras, Membuat orang yang ada di sana mencari sumber suara tersebut.


" Nayla!!! Buat apa dia disini" Lirih Raiden dalam batin.


Raiden mengeratkan genggaman tangannya pada Andara,


" Kak Rai bukannya itu wanita yang kita temui tempo hari?" Tanya Andara pelan.

__ADS_1


" Iya sayang, Dia Nayla, Tapi gak usah di hiraukan" Ucap Raiden yang berusaha menjauh dari Nayla, Namun Nayla masih terus mengejar mereka berdua, Membuat Raideh risih dan terpaksa meladeni Nayla.


" Ada apa lagi Nayla, Bukankah kita sudah tidak ada urusan apa-apa?"


" Iya memang kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, Tapi aku mau kamu kembali padaku lagi Rai" Ucapan Nayla membuat Andara sedikit mengerutkan keningnya, telinganya memanas,


" Dengar baik-baik ya Nayla, Sampai kapanpun aku tidak Sudi untuk balik sama kamu lagi, Lagian aku sudah punya istri Solehah seperti Andara" Ucap Raiden seraya merangkul istrinya.


" Oiya, Tapi aku masih belum yakin jika kamu sudah sepenuhnya melupakan aku Rai, Aku tau bagaimana terlukanya kamu waktu aku pergi, Aku yakin, Di lubuk hati yang paling dalam, Sebenarnya kamu masih mencintai aku kan?"


Mungkin dari awal Andara masih bisa diam, Tapi tidak untuk kali ini, Perkataan Nayla yang semakin Keterlaluan membuat Andara membuka suara. Karena jujur wanita itu sudah mau menerima Raiden sebagai suaminya.


" Cukup ya mbk, Sekarang kak Raiden sudah menjadi suami saya, Jadi tolong hargai saya, Jangan pernah ganggu hubungan saya sama kak Raiden" Lirih Andara dengan nada meninggi..


Suara Andara membuat semua orang yang ada di sana membicarakan Nayla, Oleh sebab itu Nayla terpaksa pergi karena malu sudah di bicarakan orang banyak,


" Baiklah, mungkin untuk saat ini aku akan biarkan Raiden bersama kamu, tapi kamu jangan senang dulu, kita lihat aja nanti" Ancam Nayla serta Langsung meninggalkan raiden juga Andara, Terlihat dari raut wajahnya jika dirinya benar-benar sudah di buat malu oleh Andara.


Akhirnya Raiden membawa Andara untuk memasuki mobilnya dan pria itu segera melajukan mobilnya menuju restoran tempat janjian dengan sang kakak, Tepat seperti dugaan Raiden, Sore ini jalanan cukup macet, Membuat pasangan suami istri ini hampir terlambat sampai di restoran.


Di tempat lain Nayla masih tidak terima dengan apa yang sudah di katakan oleh Andara, Karena Andara wanita itu harus pergi dengan rasa malu.


" Kurang ajar si Andara, berani- beraninya dia memperlakukan aku seperti itu, Awas aja nanti, Aku akan benar-benar mengambil raiden kembali" Lirihnya dalam batin, Seperti yang sudah di ketahui, Jika seorang Nayla akan melakukan apa saja demi sesuatu yang iya inginkan, Bahkan wanita itu akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Apa yang dia mau, Apa yang akan Nayla lakukan terhadap Andara?


Sedangkan Andara masih terlihat memendam emosi, sehingga sepanjang perjalanan wanita itu tak bersuara sedikit pun. Membuat Raiden sedikit khawatir pada istrinya.


" Sayang, Kamu baik-baik saja kan?" Ucap Raiden dan menggenggam tangan Andara..


" Iya kak aku baik kok, Tapi aku masih takut dengan ancaman Nayla kak, Bagaimana jika dia benar-benar mau mengambil kak Raiden dari aku" Lirih Andara dengan nada parau.. Mendengar perkataan istrinya, Raiden seketika menghentikan mobilnya.


" Andara, Sayang! Liat aku, Percayalah saat ini hanya kamu satu-satunya wanita yang menjadi ratu dalam hatiku"

__ADS_1


" Iya memang saat ini aku yang mengisi hati kak Raiden, Tapi aku takut jika nanti Nayla benar-benar mengambil kak Raiden,"


__ADS_2