
Satu jam kemudian Andara dan Wildan sudah tiba di rumah sakit BUDI UTOMO. Wanita itu berjalan beriringan dengan Wildan. Hingga tanpa dia sadari ternyata ada seseorang yang berjalan ke arahnya dan menabrak tubuh Andara hingga membuat Wanita itu sedikit oleng dan hampir terjatuh. Namun, dengan cepat pria itu menangkap tubuh Andara hingga membuat kedua manik mata mereka bertemu.
"Kamu!!" Ucap Andara pada pria itu
Sedangkan dia terdiam membisu saat melihat wajah wanita yang amat dicintainya saat ini sedang ada tepat di hadapannya.
"Andara, sayang" Ucap Raiden sambil memandang wajah Andara begitu dalam. Ada kerinduan yang mendalam dari kedua sorot matanya.
Raiden benar-benar merindukan mantan istrinya. Cinta yang dia miliki masih sebesar itu
"Lepaskan aku" Ucap Andara dingin dan langsung menjauh dari Raiden
Hal itu tentunya sudah sangat mampu membuat hati Raiden terasa begitu sakit. Seperti inikah rasanya di cuekin oleh wanita yang di cintanya
"Ayo kak" Ajak Andara pada Wildan
Wildan mengekor di belakang tubuh Andara sambil melirik ke arah Raiden terlebih dahulu. Dengan seperti itu membuat Wildan mengetahui sedalam apa rasa cinta Raiden untuk Andara
Di sepanjang koridor rumah sakit. Andara hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Melihat Andara seperti itu membuat Wildan juga ikut terdiam.
Setelah tiba di depan ruangan dokter Nadia. Andara membuka pintu, Karna sudah membuat janji sebelumnya. Oleh karena itu Andara tidak perlu lagi mengantri atau menunggu di depan.
"Selamat pagi dokter Nadia" Ucap Andara setelah masuk ke dalam ruangan dokter Nadia
"Pagi" Ucap Nadia dan mengangkat wajahnya.
Deg. Dokter Nadia yang beru menyadari keberadaan Wildan di sana langsung merasa begitu salah tingkah. Biar bagaimanapun Nadia mencintai Wildan. Sangat.
"Pak Wildan" Ucap Nadia pelan
Wildan tak menjawab. Pria itu hanya tersenyum pelan ke arah Nadia. Melihat senyuman Wildan seperti itu membuat jantung Nadia semakin berdebar
"Tahan Nadia tahan. Jangan sampai mereka berdua mendengar debaran jantung kamu" Nadia bermonolog dalam batinnya
__ADS_1
"Baik ibu Andara. Apakah sejauh ini ibu bisa mengingat sesuatu di masa lalu ibu?" Tanya Nadia pada Andara
Andara masih berusaha mengingat apa saja yang bis di ingatnya dalam 1 minggu ini.
"Saya bisa mengingat samar-samar kejadian dimana saya sedang menemani seorang laki-laki di sebuah rumah sakit dok. Dalam ingatan saya terlihat jika saya menangis sambil menggenggam tangan laki-laki itu" Ucap Andara yang memang hanya itu yang bisa dia lihat
"Lalu buk. Apa bu Andara bisa mengingat siapa laki-laki itu?" Tanya dokter Nadia lagi
Andara hanya menggeleng. Karna Andara sendiri tidak mengerti bayangan siapa yang tiba-tiba melintas dalam pikirannya beberapa hari yang lalu.
"Baiklah. Saya akan terus memantau perkembangan ibu ya. Jangan lupa selalu minum obat yang sudah saya resep kan. Jangan terlalu banyak memaksa untuk mengingat. Karna jika sudah tiba saatnya ibu akan mengingat semuanya sendiri. Pela-pelan saja ya bu" Ucap Dokter Nadia sambil sesekali mencuri pandang pada Wildan
Setelah pertemuan dengan dokter Nadia selesai. Andara di ajak oleh Wildan untuk menemui sang mama yang memang sedang di rawat di rumah sakit yang sama.
"Assalamualaikum tante" Ucap Andara lembut setelah tiba di ruangan Diana
Mendengar suara lembut seorang wanita membuat Diana langsung menoleh ke arah Andara yang sedang berjalan beriringan dengan Wildan
"Waalaikum salam" Ujar Diana sambil melihat ke arah Andara dan Wildan
"Aku Andara tante. temannya kak Wildan" Ucap Andara sopan sambil mencium punggung tangan Diana
"Oooh jadi ini yang namanya Andara. Cantik sekali ya. Mana soleha lagi" Ucap Diana sambil memperhatikan Andara yang saat ini masih berdiri di sampingnya
Di saat Diana masih memperhatikan Andara. Tiba-tiba ada suara langkah kaki yang berjalan ke arah ruang rawat inapnya.
Ceklek...
Pintu ruangan Diana terbuka dan langsung menampakkan sosok seorang pria tampan yang tak lain adalah Raiden. Tadi setelah tabrakan dengan Andara Raiden memang langsung keluar dari rumah sakit untuk menebus obat buat sang mama yang tidak ada di apotek rumah sakit ini.
"Ini obatnya ma. Sekarang mama makan dulu lalu obatnya diminum ya. Biar mama bisa cepat di perbolehkan untuk pulang" Ucap Raiden lembut pada mamanya
Diana yang mendengar itu langsung mengangkat kedua sudut bibirnya. Ternyata Raiden seperhatian ini padanya. Tidak pernah di sangka jika anak laki-laki yang dulu dia tinggalkan sudah tumbuh menjadi seorang pria dewasa dan penyayang
__ADS_1
Raiden mengambil makanan Diana lalu menyuapkan nasi itu pada sang mama. sejak tadi Andara dan Wildan hanya bisa menyaksikan pemandangan di depan mata mereka.
Tiba-tiba saat Andara melihat Raiden menyuapkan nasi pada Diana. Wanita itu memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing. Andara mengingat seperti pernah di perlakukan seperti itu. Tapi kapan dan siapa laki-laki itu!
"Kamu kenapa Andara?" Tanya Wilda. sambil mendekat ke arah Andara
"Kepalaku sangat sakit kak. Aku seperti mengingat sesuatu" Ucap Andara sambil terus memegang kepalanya yang terasa sakit. semakin Andara berusaha mengingat, Maka dia akan semakin merasakan sakit
"Apa yang kamu ingat Andara. Katakan" Ucap Wilda. sambil membawa tubuh Andara untuk duduk di sofa
"Aku seperti pernah merasakan apa yang mama kak Wildan rasakan saat ini. Di suapi oleh seorang laki-laki di sebuah kamar. Tapi aku masih tidak bisa mengingat jelas siapa laki-laki itu" Ucap Andara
Raiden yang mendengar itu langsung mengangkat wajahnya. Laki-laki yang dimaksud Andra pasti adalah dirinya.
Hal itu membuat Raiden kembali mengingat saat Andara sedang sakit waktu lagi honeymoon di turki 3 tahun yang lalu.
Flashback Honeymoon
Saat Raiden baru membuka kedua matanya. Dia langsung memeluk tubuh Andara seperti biasa. Namun betapa terkejutnya Raiden saat menegang tangan Andara yang terasa begitu hangat. Bahkan panas. Waktu itu suhu tubuh Andara melebihi batas normal.
Raiden menempelkan alat termometer pada ketiak Andara. Dan ternyata memang benar, Suhu tubuh Andara hampir mencapai 40°. Melihat itu membuat Raiden begitu panik.
Pria itu langsung mengambil handuk jug air hangat untuk mengompres tubuh istrinya.
"Ya ampun sayang. Badan kamu panas sekali" Ucap Raiden sambil meletakkan handuk yang sudah dia rendam dengan air hangat pada kening Andara
Melihat wanita yang mulai di cintanya sakit dan terbaring lemah seperti itu membuat Raiden memandang Andara begitu dalam.
Saat Raiden mau keluar untuk membelikan Andara makan. Tiba-tiba Andara menarik tangannya
"Jangan pergi kak, Jangan tinggalkan aku kak. Aku mohon tetap bersamaku disini kak" Ucap Andra sambil menggenggam erat tangannya.
Flashback off
__ADS_1
Raiden yang mengingat akan hal itu langsung menundukkan kembali wajahnya. Cukup sakit saat mengingat momen dimana dia masih bersama dengan Andara