
" Masyaallah sempurna sekali ciptaanmu ya Allah" lirihku dalam batin, Jujur kali ini aku memang benar-benar pangling akan penampilan baru Andara, dia terlihat begitu cantik mangenakan gamis warna maron yang aku belikan tadi, apalagi senyuman yang terukir di wajah mungilnya, dengan hijab berwarna merah maron membalut sempurna di kelapanya, membuat ku seakan terhipnotis untuk beberapa saat, apalagi saat dia bertanya bagaimana penampilan nya yang baru..
" kak bagaimana, cocok nggk aku pakai hijab begini?" katanya pelan.. aku melihat sedikit ada rasa bahagia di wajahnya saat aku tanpa sadar memuji wanita yang baru 10 hari ini aku nikahi.
" sempurna Andara" jawabku lembut seraya menggenggam tangannya yang mulai basah oleh keringat dingin.. wajahnya memerah, mungkin istri mungilku ini lagi salah tingkah oleh perkataan yang baru saja aku lontarkan. terdengar detakan jantung nya yang lumayan lebih cepat dari biasanya, begitu juga dengan ku.. memang akhir-akhir ini setiap dekat dengan Andara jantung ku serasa mau lepas, mungkin karena memang sudah terlalu lama jantung ini dingin bahkan kaku,
padahal dulu aku adalah orang yang sangat tidak menyukai Andara pacar adikku sendiri, hanya karena masa laluku sampai-sampai wanita ini jadi korban kedinginan ku, semenjak nayla meninggalkan ku 3tahun yang lalu, luka tak berdarah itu sudah mengubah sikapku. membuat aku sedikit trauma akan kehadiran wanita, hatiku yang keras seperti es batu kepada andara entah kenapa mencair setelah aku mendengar kisah hidupnya yang menurutku lumayan menyedihkan, tanpa aku sadari ternyata selama ini aku salah menilai dara. benar kata Dimas, bahwa dara bukan wanita manja dan matre seperti yang selalu aku tuduhkan dulu, semua yang Dimas ceritakan tentang Andara tidak ada yang salah, wanitaku ini adalah seorang wanita kuat dan mandiri, akhirnya Andara mengagetkan aku yang cukup mematung dari tadi. ku dengar suaranya lembut memanggilku..
" kak Raiden, terimakasih sudah mau mengajarkan aku menjadi wanita yang jauh lebih baik lagi" katanya pelan.. aku yang reflek menarik tangannya membuat dia kehilangan keseimbangan hingga kita berdua terjatuh , aku menindih tubuh Andara, akhirnya pandangan kami pun kembali bertemu, jantungku semakin tak bisa di kendalikan..
__ADS_1
" maaf dara, kakak tidak sengaja," kataku pelan
" iya kak gak papa" jawabannya lembut seperti biasa, entah kenapa Andara juga berjanji akan mencoba mencintai ku dan menjadi istri yang baik untuk ku.. mendengar perkataan nya akhirnya aku memberanikan diri untuk mengatakan pada Andara, namun sebelum aku mengatakan terdengar suara Andara yang mengajakku tidur karena hari sudah larut malam..
" kak ayo tidur, sepertinya hari sudah larut" terdengar dengan suara yang begitu lembut.setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang cukup menaikkan gairahku. dan sepertinya suasananya juga sedang ada di pihakku saat ini, hujan lebat di sertai angin juga petir, membuat mati lampu seketika..
" takut kak!" katanya pelan dan memeluk tubuhku.. aku pun membalas pelukan Andara, tubuhnya begitu hangat.
" maksud kak Raiden siap apanya" jawabnya dengan sedikit menundukkan wajahnya..
__ADS_1
" apa kamu sudah siap melayani aku malam ini,? seperti semestinya pasangan yang baru saja selesai menikah. bukankah mama juga ingin kita segera memberinya seorang cucu?" ucapku seraya mengambil tangannya, ku lihat wajahnya kembali memerah, namun belum sempat dia menjawab aku sudah mencium lembut bibirnya, entah kenapa kali ini hasratku begitu besar saat melihat istriku menggunakan ingrie warna merah maron pemberian dari mamaku..
baru kali ini dara berpenampilan sexy di depan mataku, apa mungkin dia juga sudah siap melayani ku.. entahlah..! akhirnya aku menghujani wajah Andara dengan kecupan lembut, kelihatan nya istri mungilku ini juga menikmati setiap sentuhan yang aku berikan, hingga dia mendesah dan memejamkan matanya..
setelah beberapa saat akhirnya aku memutuskan untuk mencoba menerobos benteng milik Andara.. ku awali dengan bismillah dan mengecup lembut kening Andara, kulihat dia mulai meremas seprei hotel berwarna putih itu. nafasnya mulai naik turun, setelah beberapa kali aku coba namun aku belum berhasil melewati nya, benteng milik istriku terlalu kuat, terlihat Andara yang menahan rasa sakit dan meneteskan air mata. membuat aku seketika menghentikan nya, aku tidak tega melihat dia dengan ekspresi seperti itu. aku gagal menjadi pemenang malam ini, sedikit ada rasa kecewa dalam hati, tapi aku sadar, aku gak boleh egois, jangan sampai karena hasrat ku yang tinggi aku jadi kehilangan kendali, mungkin istriku ini menyadari jika sedikit ada rasa kecewa dari raut wajahku.. hingga Andara membuka suara setelah beberapa saat hanya terdiam..
" gak papa kak, nanti dicoba lagi ya" lirihnya pelan, aku tersenyum serta menidurkan kepala Andara di atas lengan kananku, dan memeluknya dari belakang.. setelah kita sama-sama tertidur lelap akhirnya aku terbangun setelah jam 4 subuh.. aku langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diriku, setelah selesai aku membangunkan Andara untuk membersihkan dirinya dan segera sholat subuh... ku lihat wanitaku itu sedikit kesulitan untuk berjalan, mungkin efek dari tadi malam. dia sedikit menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit yang di sebabkan oleh diriku. berjalan menjinjit ke kamar mandi membuat aku semakin yakin jika dia memang sedang menahan rasa sakit, namun saat aku bertanya dia selalu bilang tidak apa-apa kak, mungkin istri mungilku ini tidak ingin membuat aku merasa bersalah..
setelah selesai sholat subuh akhirnya aku memutuskan untuk mencari sarapan serta obat penghilang rasa sakit. karena tidak mungkin juga Andara bertemu dengan kakaknya dengan berjalan berjinjit seperti itu,
__ADS_1
dengan kejadian ini aku semakin sadar jika Andara adalah wanita yang sangat sempurna, aku bersyukur sudah menjadi suaminya. gak akan pernah aku sia-siakan kesempatan ini, memang di awal pernikahan aku menerima Andara hanya karena almarhum Dimas adikku, karena permintaan dia yang memintaku agar selalu menjaga dan menyayangi Andara, namun setelah aku tau tentang sifat Andara.perlahan benih cinta itu tumbuh dalam hatiku, apalagi setelah aku mendengar Andara meminta izin untuk menggunakan hijab, aku semakin yakin jika dia bisa menjadi istri juga ibu yang sangat baik buat anak-anak ku nanti..