Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
End


__ADS_3

Raiden tak menjawab. Pria itu hanya mengambil sebuah kotak dari saku jasnya. "Apakah kamu mau rujuk kembali dengan aku Dar?" Ucap nya sambil memperhatikan Andara dalam sambil menunjukkan sebuah cincin berlian yang sejak dulu sangat ingin Andara miliki


Melihat cincin itu membuat Andara menutup mulutnya. Cincin yang selama ini dia inginkan saat ini sudah bisa dia miliki"Kak. Ini kakak masih ingat sama cincin yang dulu aku impikan?" Tanya Raiden pada Andara


"Masih Dara, Aku masih begitu ingat dengan apa yang kamu inginkan. Apa kamu mau menikah denganku?" Tanya Raiden lagi


Andara mengangguk. Karna jujur hingga detik ini Andara juga masih begitu mencintai Raiden. Dan Andara tidak bisa membohongi hal itu"Mau kak" Ucapnya sambil mengangkat kedua susut bibirnya


Setelah mendengar jawaban Andara membuat Raiden langsung memeluknya erat. Akhirnya Raiden masih di beri kesempatan untuk bisa memiliki Andara kembali.


"Terimakasih sayang sudah mau memberikan aku kesempatan kedua" Ujarnya sambil memeluk Andara erat


"Sama sama kak"Jawab Andara sambil membalas pelukan Raiden


Adrian yang melihat itu ikut mengangkat kedua sudut bibirnya. Dia ikut bahagia melihat adiknya mengukir senyum merekah seperti itu.


"Kakak ikut bahagia atas kebahagian kamu hari ini Dara" Ucap Raiden sambil menatap Andara


"Terimakasih kak. Kakak yang terbaik"Ucap Andara sambil melihat ke arah Adrian


"Aku kau kita menikah secepatnya menikah Dar. Apa kamu siap?"


Mendengar perkataan Raiden membuat Andara menatap pria itu, Lalu menoleh ke arah Adrian. Adrian yang memahami maksud Andara langsung mengangguk tanda menyetujui perkataan Raiden.


"Tapi bagaimana dengan mama kak?"


Mama. Andara memang masih takut jika mama mertuanya akan melakukan hal yang sama seperti dulu. Menyakiti perasaan Andara seperti yang sudah pernah terjadi.


"Kamu tidak perlu khawatir tentang mama Dar. Kamu udah tau sendiri kan kalau mama Mayang bukan mama kandungku" Ucap Raiden pada Andara


"Iya kak. Aku ikut apa kata kak Raiden saja, Tapi sebelum itu aku mau kak Raiden meminta restu dulu sama tante diana"


"Pasti Dar, Aku pasti akan meminta restu pada mama Diana" Ucap Raiden dan langsung memeluk Andara kembali


Di tempat lain. Saat ini Mayang sudah tiba di tempat Tisha. Wanita paruh baya itu turun dari taksi dan langsung mengetuk pintu rumah selingkuhannya.


Tok...tok...tok.

__ADS_1


"Tisha. Buka pintunya. Ini mama" Panggil Mayang pada Tisha


Tak berselang lama, Pintu rumah itu terbuka dan langsung keluar Tisha bersama dengan ayahnya. Laki-laki yang selama ini sudah menjadi selingkuhan Mayang.


"Akhirnya kamu datang juga May" Ucap Pria itu sambil memeluk Mayang


"Iya mas, Aku benar benar takut. Karna si Firman malah membawa-bawa namaku di depan polisi. Aku takut jika sampai harus ketahuan"


"Tenangkan dirimu. Tidak akan ada siapapun yang bisa menangkap kalian berdua selama ada aku di sini"


"Terimakasih mas, Kamu memang yang terbaik" Seru Mayang sambil memeluk Yudi


"Aku memang tidak akan membiarkan kalian di tangkap polisi, Karna aku akan membuat kalian berdua menjadi atm berjalan untukku. Kalian akan membuatku menjadi kaya" Ucap Yudi dalam batinnya


Saat ini mereka bertiga sedang ada di sebuah desa yang sangat terpencil. Bahkan di sana hanya ada beberapa rumah yang menjadi tetangga mereka.


Tanpa terasa hari sudah semakin malam. Mayang dan Tisha sudah memejamkan kedua katanya. Namun tidak dengan Yudi, Karna pria itu keluar dari dalam rumahnya dan menemui seseorang yang sudah menunggunya di sebuah gubuk yang cukup jauh dari tempatnya.


"Maaf bos, Saya terlambat" Ucap Yudi pada pria itu


"Apa kamu sudah menemukan wanita yang akan menjadi tambang uang buat kita?"


"Besok malam. Kamu pastikan jika mereka tidak curiga dengan apa yang akan kamu lakukan"


"Bos tenang saja. Selama ada Yudi, Semuanya akan baik-baik saja" Seru Yudi sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Bagus. Jalankan apa yang sudah kita rencanakan" Jawab pria itu sambil menatap Yudi


Di jakarta


Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 01:00 dini hari. Namun Raiden masih terjaga. Entah kenapa semua perkataan Nayla berhasil mengganggu pikirannya.


Masih tidak menyangka jika yang sudah menabrak mama kandungnya adalah saudara tirinya. Tapi apakah Wildan sudah tau akan hal ini. Pikirnya


"Ternyata yang sudah mencelakai mama adalah Tisha. Aku harus bagaimana" Ucapnya sambil menatap langit-langit di kamarnya.


Sungguh Raiden merasa sangat bingung dengan situasi saat ini. Apalagi dengan permasalahan yang ada di kantornya. Saat mendengar jika Firman di suruh oleh Mayang, Seketika membuat Raiden sangat bingung.

__ADS_1


Di satu sisi Mayang memang sangat bersalah dalam hal ini. Tapi di sisi lain Raiden masih sangat mengingat jika selama ini Mayang sudah memperlakukannya dengan baik.





1 bulan kemudian. Raiden sudah bersiap untuk menikah lagi dengan Andara. Saat ini pria itu sudah menggunakan setelan jas berwarna putih. Menggunakan pakaian seperti itu membuat Raiden semakin terlihat tampan.


Sedangkan Andara sudah menggunakan kebaya dengan adat sunda. Kali ini tidak ada air mata yang membasahi kedua pipi putihnya. Karna saat ini Andara menikah dengan Raiden bukan karna atas dasar keterpaksaan seperti pernikahan sebelumnya.


"Kamu sudah siap kan Dara?" Tanya Dania pada Andara sambil mengusap punggung adik iparnya


"Sudah kak. Aku sudah siap. Doakan semoga acara kali ini berjalan dengan lancar ya kak"


"Iya Dara, Kamu terlihat begitu cantik dengan kebaya ini"


"Kakak terlalu berlebihan" Jawab Andara sambil menoleh pada Dania


Semua tamu undangan sudah siap untuk menyaksikan acara sakral hari ini. Bukan hanya Mahendra yang datang untuk menjadi saksi pernikahan Raiden dan Andara.


"Diana, Ternyata kamu masih cantik seperti dulu" Ucap Mahendra pada Diana


Mendengar perkataan Mahendra membuat Diana menunduk malu."Kamu bisa saja mas" Ucap Diana sambil sedikit melirik pada Mahendra


Tak berselang lama, Andara sudah turun bersama dengan Dania dan Hana. Semenjak kebenaran terungkap, Hana dan Andara memang sering menghabiskan waktu bersama.


Andara turun menyusuri setiap anak-anak tangga dengan jantung yang berdegup kencang. Apalagi saat melihat keberadaan Raiden di tempat ijab qobul.


Raiden yang melihat ke datangan Andara langsung menatapnya tanpa mau berkedip. Pasalnya hari ini Andara benar-benar terlihat sangat cantik. Seperti bidadari tak bersayap yang akan menemani hari-harinya serta menghabiskan waktu hingga menua bersama.


"Apa acaranya sudah bisa di mulai?" Tanya pak penghulu saat Andara sudah duduk di tempatnya


Mendengar itu membuat Andara dan Raiden saling tatap"Bisa pak" Ucap mereka secara bersamaan


Hari ini. Detik ini. Status mereka sudah kembali berubah menjadi pasangan suami istri yang akan saling melengkapi. "I Love you istriku" Ucap Raiden setelah mencium kening Andara

__ADS_1


"I love you more suamiku" Balas Andara sambil menatap kedua manik mata Raiden


__ADS_2