
"Selamat ya, ibu Andara positif hamil" Ucap dokter yang menangani Andara
Mendengar itu membuat semua orang yang ada di sana tersenyum bahagia. terutama Raiden dan Mayang. karna selama ini Mayang begitu menginginkan kehadiran seorang cucu.
"Tuh kan Rei, apa mama bilang. Istri kamu pasti hamil" Ucap Mayang dengan nada yang terdengar begitu bahagia.
"Terimakasih sayang. Sebentar lagi kita bakal jadi orang tua" Ucap Raiden sambil mencium tangan Andara
"Aku hamil kak, alhamdulilah"
"Selamat ya sayang, akhirnya kamu hamil. mama seneng banget, hari ini adalah hari paling bahagia buat mama"
Mayang mendekat lalu memeluk Andara, wanita paruh baya itu begitu menyayangi Andara. apalagi setelah berita kehamilan ini. Mayang tidak pernah membiarkan Andara kecapean. Dan sejak saat itu, Andara diminta untuk berhenti bekerja oleh Mayang. namun Andara kekeh tetap mau bekerja dengan Alasan bosan di rumah.
Hari dan minggu berlalu. pagi ini Andara sudah siap untuk berangkat ke kantor, saat di meja makan, Mayang kembali meminta pada Andara untuk berhenti bekerja, lebih baik fokus pada kehamilannya. namun lagi-lagi Andara menolak permintaan Mayang dengan alasan yang sama.
"Dara, mama mohon nak, berhenti kerja ya. Mama gak mau kamu kecapean dan berakibat sama janin yang ada dalam kandungan kamu. kamu kamu tidak mau berhenti, untuk hari ini saja jangan ke kantor, perasaan mama gak enak sayang, mama takut terjadi sesuatu sama kamu"
"Maaf ya ma. bukannya Dara menolak, tapi hari ini Dara ada meeting penting ma. Dara pergi dulu ya ma" Andara pamit sambil mencium punggung tangan Mayang
"Tapi Dara"
Andara tak menghiraukan ucapan Mayang, wanita itu masih terus berangkat meskipun Mayang sudah mengingatkannya.
1 jam kemudian, telpon rumah di kediaman Mahendra berdering. ada panggilan masuk dari pihak rumah sakit.
📞: Halo selamat pagi. apa benar ini dengan kediaman tuan Mahendra?
📞 : Selamat pagi. iya benar sekali, ada apa ya?
📞: Saya dari rumah sakit KASIH BUNDA ingin mengabarkan, jika nona Andara mengalami kecelakaan
Mendengar itu membuat Mayang menjatuhkan telpon rumahnya, "Astaga Dara" Gumamnya dan langsung memanggil suaminya
"Papa, papa"
"Ada apa ma? kenapa mama teriak-teriak seperti itu?"
"Andara pa, Andara"
"Iya Andara kenapa ma? Bicara yang benar!"
Mayang mengambil nafas panjang"Andara kecelakaan pa" Ucap Mayang dengan nada panik dan khawatir
"Apa! Andara kecelakaan? mama gak lagi bercanda kan?
__ADS_1
"Buat apa mama bercanda pa, ayo cepat kita ke sana, Telpon Raiden"
Mayang masih naik ke atas untuk bersiap, sedangkan Mahendra menghubungi Raiden yang memang sudah berangkat sejak tadi pukul 05:00 pagi. karna Raiden harus menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertinggal.
1 jam kemudian. Mayang dan Mahendra sudah tiba di rumah sakit KASIH BUNDA. wanita itu berjalan setengah berlari agar bisa segera tiba di depan resepsionis.
"Selamat pagi sus, saya mau tanya soal korban kecelakaan"
"Korban kecelakaan masih di ruang IGD bu"
Mayang tak menjawab ucapan Resepsionis itu, Wanita paruh baya itu kembali berjalan setengah berlari agar segera tiba di depan ruangan IGD. ternyata di sana sudah ada Raiden yang menunggu di depan IGD dengan raut wajah khawatir.
"Bagaimana keadaan Andara Rei?"
"Belum tau ma. dari tadi dokter belum keluar juga"
Tak lama kemudian, pintu ruangan IGD terbuka, dan keluar seorang dokter yang membawa berita buruk untuk mereka yang ada di depan ruangan IGD.
Saat melihat dokter yang keluar dari sana, membuat Raiden,Mayang dan Mahendra lebih mendekat ke arahnya.
"Bagaimana keadaan menantu saya dokter?" Tanya Mayang panik
dokter itu tak langsung menjawab, masih mengambil nafas berat sebelum mengatakan kabar buruk yang sedang terjadi.
"Nona Andara mengalami keguguran Bu, pak"
"Bukan hanya itu bu, kecelakaan yang di alami nona Andra membuat Nona Andara harus kehilangan 1 ovarium nya"
"Apa!!"
Lagi-lagi perkataan sang dokter berhasil membuat Mayang seperti terpaku di tempat. Baru beberapa minggu merasakan bahagia. sekarang kebahagiaan itu harus sirna, Mayang benar-benar kehilangan calon cucunya.
"Semua ini gara-gara Andara, dia terlalu keras kepala dan susah di bilangin" Ujar Mayang di sela isak tangisnya
"Sudah ma, tidak boleh menyalahkan Dara. dia juga pasti merasakan hal yang sama dengan mama" ucap Mahendra yang mencoba menenangkan istrinya.
"Tapi semua ini tidak akan terjadi jika Andara mau mendengarkan perkataan mama pa, semua ini terjadi karma Andara."
Sejak kejadian itu. Mayang membenci Andara, karna Andara yang keras kepala membuatnya kehilangan calon cucu yang selama ini begitu Mayang nantikan.
Hingga 3 tahun lamanya pernikahan Raiden bersama Andara. Namun Andara belum juga hamil lagi.
Semenjak itu, Andara tidak pernah mendapatkan perlakuan baik dari Mayang, perlakuan yang dulu selalu Andara dapatkan.
Flashback off
__ADS_1
"Sayang" Panggil Raiden lembut
Suara Raiden menyadarkan Andara dari kejadian 3 tahun yang lalu"Sayang" panggil Raiden lagi.
"Eh iya, kak Raiden manggil Dara?"
"Iya sayang, kamu lagi melamun?"
"Oh enggak kok kak, ini Dara lagi ingat kalau hari ini tuh ada jadwal imunisasi buat Bara"
"Imunisasi, oh iya. sekarang tanggal 8 ya?"
"Iya kak, aku titip Bara sebentar ya kak. aku mau masak dulu"
"Iya sayang"
Setelah memberikan Bara pada Raiden, Andara keluar dari dalam kamarnya. wanita itu langsung menuju ke arah dapur, dan ternyata di sana ada Mayang yang sedang menyiapkan sarapan pagi ini. karna asisten rumah itu sedang pulang kampung.
"Biar Dara bantu ya ma" ucap Andara sopan
"Tidak perlu, mama bisa melakukan sendiri"
"Lebih baik kamu periksa ke dokter, jangan hanya mengurus anak yang tidak tau asal usulnya"
"Iya ma"
"Dasar istri tidak berguna" Ucap Mayang dengan penuh penekanan
"Astagfirullah. sabar Andara, sabar. kamu pasti bisa melewati semua ini, kamu pasti bisa membuat mama sayang seperti dulu lagi" Andara bermonolog dalam batin
"Andara" panggil Mayang
"Iya ma, ada apa?"
"Mama mau kamu mendatangani surat perjanjian"
Mendengar itu membuat Andara mengerutkan keningnya"Surat perjanjian, maksudnya ma?" Tanya Andara penasaran.
Mayang tak lagi menjawab, wanita paruh baya itu hanya memberikan sebuah berkas yang isinya dua lembar kertas. atau lebih tepatnya surat perjanjian yang sudah Mayang siapkan.
"Baca"
Andra mengambil berkas itu, lalu mulai membaca isi dari surat perjanjian yang Mayang berikan. Mata Andara membelalak saat membaca poin demi poin dari isi surat perjanjian.
SURAT PERJANJIAN
__ADS_1
Saya ANDRA PUTRI MAHESA menyatakan bahwa, dalam 3 bulan belum bisa memberikan keturunan untuk keluarga MAHENDRA, maka. saya siap untuk gugat cerai suami saya yang bernama RAIDEN MAHENDR