Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Pulang


__ADS_3

*****


Pagi ini nasi goreng udang menjadi pilihan andara. Entah kenapa mereka memiliki makanan kesukaan yang sama, Setelah selesai menyiapkan masakannya, Andara pun memanggil raiden yang sudah selesai mencuci seprei juga mandi. Aroma maskulin segar yang digunakan raiden membuat andara menyukai bau sang suami.


" Masak apa sayang? Baunya kok enak banget" Ucap raiden sambil berjalan mendekati andara, Andara sendiri pun masih terlalu fokus ke arah raiden hingga tak menghiraukan pertanyaan raiden.


" Sayang" panggil raiden lagi


" e...h iya, Kak raiden tanya apa tadi" jawabnya dengan sedikit terbata


" Kok liatin akunya sampai kayak gitu, Baru sadar ya kalo suami kamu ini tampan, Apa mau mengulangi yang semalam" Raiden sengaja ingin menggoda andara yang matanya sedikit membulat karna pertanyaan raiden membuat wanita itu sedikit merasa malu, Bahkan wajahnya pun sudah seperti tomat


" Iiiiihh, apaan sih kak Rai, Jangan mulai deh. ini masih pagi tau, Ayo sini sarapan dulu, aku sudah masak nasi goreng udang kesukaan kita"


" Oh jadi maunya sarapan dulu buat nambah tenaga sebelum kita memulainya lagi, begitu kan sayang" Kata raiden dengan senyum-senyum dan mendekat pada istrinya.


" Kak ini aja masih sakit, masak kak raiden tega sama aku" Ucapnya dengan sedikit memelas dan membuat raiden merasa kasian dan tidak tega


" Iya iya sayang, Aku cuma bercanda kok, yasudah ayo makan sekarang, tidak usah sedih seperti itu, nanti aku belikan obat pereda nyeri di apotik, Belanja oleh-olehnya besok saja ya sayang, gak mungkin kan kamu keluar dengan berjalan sedikit aneh begitu"


Tak banyak bicara andara hanya mengangguk patuh.. setelah selesai sarapan akhirnya raiden pun pergi untuk membeli obat pereda nyeri buat andara. Sedangkan andara sehabis membersihkan ruang makan wanita itu memutuskan untuk menunggu raiden sambil menonton tv..


******


Hari pun berlalu.. Hari ini sepasang suami istri ini memutuskan untuk belanja oleh-oleh. Karena penerbangan mereka pun di majukan jadi nanti malam, dan semua barang-barang mereka juga sudah di packing malam tadi.


" Kak setelah belanja oleh-oleh kita mampir ke rumah kak adrian ya, Aku mau pamit sama dia"


" Iya sayang, Ayo kita berangkat sekarang"


Mereka pun keluar dari kamar hotel dengan bergandengan tangan hingga sampai di basement hotel.. Sesampainya di basement tiba-tiba mereka di kejutkan dengan panggilan seseorang yang memanggil Raiden, Hingga membuat yang punya nama pun mencari sumber suara yang memanggilnya. Seketika membuat andara mematung untuk beberapa saat.

__ADS_1


Deg!!!


" Dimas!, Apa benar itu dimas, tapi tidak mungkin, dimas kan sudah meninggal, Tapi kenapa dia begitu mirip dengan Dimas" Air matanya mulai merembes dari sudut matanya, kakinya pun serasa begitu lemas saat melihat laki-laki yang begitu mirip dengan mendiang Dimas. Raiden yang menyadari andara sudah mulai lemas pun langsung memeluk dan membawa dalam dekapannya.. Laki-laki yang tadi memanggil raiden pun mendekat,


" Kak, Aku kangen sekali sama kakak, Sudah 10 tahun kita tidak bertemu, Bagaimana keadaan kakak"


Ya, laki-laki itu adalah Dika saudara kembar dimas, Yang tinggal bersama dengan adik dari ayahnya, yang tidak bisa memiliki anak karena rahim istrinya harus di angkat karena kecelakaan..


" Kak dia siapa?"


Raiden pun melepas pelukannya pada andara, Dan memeluk dika erat. Karena sudah 10 tahun lebih tidak pernah berkomunikasi dengan adiknya yang satu ini.


" Dika, Adikku" Mereka berdua pun saling berpelukan dan membuat andara sedikit mengerutkan keningnya karna penasaran.


" kenapa kak raiden memanggilnya adik. apa dia saudara kembar dimas, tapi selama ini dimas tidak pernah cerita kalo mempunyai saudara kembar" Lirihnya dalam batin..


Beberapa saat kemudian mereka pun melepas pelukannya, dan raiden memperkenalkan andara pada dika. Seketika dika tersenyum manis pada andara, wajah andara mengingatkan dika pada teman masa kecilnya dulu. saat usianya masih 7tahun.


" Dika" namun dika belum menjawab


" Dika" panggilnya lagi


" E...eh iya kak, maaf maaf," Bayangan dika mulai kembali pada saat usianya 7thun.


" Kenalin ini istri kakak, Namanya andara"


" kenapa bukan hanya wajahnya yang mengingatkanku pada dia, kenapa namanya juga sama, apa dia andaraku, teman kecilku sekaligus cinta pertamaku" gumamnya dalam hati.


Dika pun mengulurkan tangannya pada andara, begitupun andara yang juga menjabat uluran tangan dika


" Dika"

__ADS_1


" Andara"


" Oia dika, maaf ya kita harus pergi, kapan-kapan kamu datanglah ke rumah, mama papa juga pasti sangat merindukanmu" sambung raiden


" Yah kak, baru juga ketemu, memangnya kakak mau kemana"


" Kita mau belanja oleh-oleh buat keluargaku juga keluarga andara, karna nanti malam kita sudah harus kembali ke indonesia, jam penerbangan kita juga di majukan, jadi kita harus cepat-cepat mencari barangnya, waktunya juga sudah mepet, Datanglah ke indonesia"


" Yasudah kak, sampaikan salam ku sama mama papa dan juga dimas ya"


Deg!!!


Mendengar nama dimas, andara kembali menundukkan kepalanya, dadanya terlalu sesak, namun dia tahan sebisa mungkin agar tidak menangis,


" Maaf dika, kamu pasti belum tau, jika dimas sudah meninggal 3bulan yang lalu, Maaf kami tidak memberitahumu"


" A....apa, Dimas meninggal?? kenapa kakak tidak memberitahuku kak, Dia meninggal kenapa kak?"


" Ceritanya panjang dika, nanti kalau kamu ke indonesia akan kakak ceritakan semuanya, sekarang kakak harus pergi" Raiden pun pergi dengan menggandeng andara yang masih sedikit terpaku, mengingat akan mendiang dimas, Dan sebelum pergi dia memberikan kartu nama pada sang adik..


Siang berlalu, malam ini andara dan raiden akan kembali ke indonesia dengan di antar adrian juga istrinya sampai ke bandara, sesuai permintaan sang kakak tadi siang,


" Terimakasih kak adrian kak dania sudah mengantarkan kita" Ucap andara sambil memeluk sang kakak


" Iya dara, kamu baik-baik di sana ya, sampaikan salam kakak sama papa mama, maaf kakak belum bisa kembali"


" Iya kak, nanti aku sampaikan,"


" Aku titip dara ya Rai, jagain dia, aku percayakan dara sama kamu" Pinta adrian pelan


" Kamu tenang aja yan, Sejak aku minikahinya, aku sudah berjanji untuk selalu menjaga andara dalam keadaan apapun, Terimakasih sudah mengantar kita"

__ADS_1


Karna raiden dan adrian seumuran, jadi raiden memanggil adrian hanya nama, tanpa embel-embel kakak, Dan akhirnya raiden dan andara pun menaiki pesawat yang akan terbang setengah jam lagi,


__ADS_2