Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Saudara kembar


__ADS_3

"Aku harus bisa keluar dari sini" Ucap Hana sambil terus melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit itu.


Dari sini Hana dpt melihat beberapa orang yang di duga menjadi orang suruhan Felix untuk menghabisinya dalam kebakaran kali ini.


"Itu pasti orang suruhan kak Felix" Ucap Hana dan terus mencoba agar bisa keluar dari sana dengan selamat


10 Menit kemudian. Hana sudah berhasil keluar dari rumah sakit itu dengan selamat. Walaupun ada begitu banyak luka bakar karna sempat terlena api saat berusaha keluar dari sana.


Dan untungnya. Saat Haha sudah tiba di lur rumah sakit. Wanita itu pingsan lalu ad seseorang yang sudah menolongnya dan membawanya pergi dari sana.


Hana membuka kedua matanya. Wanita itu mengerjab saat menatap tempat sekeliling yang ada di sana.


"Aku dimana?" Ucap Hana dengan suara seraknya


"Kamu ada di rumah ku. Aku yang sudah membawamu keluar dari rumah sakit itu. Kamu sudah selamat" Ucap seorang pria pada Hana


Hingga 3 bulan berlalu. Hana baru Mendengar kabar jika suster Hana meninggal dalam kejadian kebakaran. Sejak saat itu Hana memutuskan untuk tetap tinggal bersama dengan Rama di rumahnya. Laki-laki yang sudah menolongnya dan memberikannya tempat tinggal hingga saat ini.


Namun saat Hana sudah mencoba memulai hidup baru, Tiba- tiba saja Felix menemukan keberadaannya dan mencoba melakukan pembunuhan atas Hana lagi.


Akhirnya Hana memutuskan untuk pergi dari tempat Rama untuk menyelamatkan hidupnya yang sudah tidak aman.


"Aku harus kemana" Ucap Hana bingung


Selama 1 tahun Hana hidup dengan ketakutan. Gangguan dari Felix terus saja datang fan membuat Hana harus rela menjadi seorang gelandangan. Hingga pada suatu hari dia bertemu dengan Raiden dan meminta bantuan darinya.


Flashback off


"Begitulah pah. Selama satu tahun Hana harus hidup menjadi gelandangan. demi menyelamatkan nyawa Hana" Ucap Hanna yang terdengar begitu pilu..


Chandra yang mendengar itu langsung mengepalkan kedua tangannya karna begitu marah dan tidak menyangka dengan apa yang sudah di lakukan oleh kakaknya sendiri.


Sangat sulit di percaya jika Felix bisa melakukan hal keji seperti itu hanya karna tidak ingin Chandra tau apa yang sudah dia lakukan.


"Awas saja Felix. Aku akan membalaskan apa yang sudah kamu lakukan terhadap wanitaku" Ucap Chandra dalam batinnya


"Bunda. Jangan pernah pergi lagi ya Bunda. Bunda harus janji sama Aisyah jika bunda akan terus ada untuk Aisyah" Ucap Aisyah tiba-tiba


Semua orang yang mendengar itu langsung menatap Aisyah yang saat ini sedang memeluk Hana begitu Erat. "Iya sayang. Mama janji tidak akan pernah meninggalkan Hana. Mama akan tetap disini sama Aisyah" Balas Hana lembut


"Bagaimana kalau kamu tinggal di sini Han?"


Mendengar perkataan mama nya membuat Hana menoleh ke arah Chandra yang saat ini juga sedang menoleh ke arahnya. Wanita itu tidak tau harus menjawab apa. Karna ini pertanyaan yang cukup sulit untuk Hana menemukan jawabannya.


"Benar itu Han. Bagaimana kalau kalian tinggal di sini saja. Bukan hanya kamu dan Aisyah. Tapi juga Chandra. Mama dan papa sangat kesepian nak"


"Mau ya Chandra?"


Kali ini Chandra yang di buat bingung. Di sini lain Chandra masih begitu banyak urusan di Surabaya. Tapi di sisi lain Chandra juga ingin lebih dekat dengan keluarga Hana

__ADS_1


"Chandra sih mau ma, Pa. Tapi masih begitu banyak proyek yang harus Chandra urus di surabaya. Chandra tidak bisa mempercayakan proyek itu pada orang lain" Ucap Chandra sopan


Mendengar itu membuat kedua orang tua Hana langsung menunduk sedih. Karna memang mereka merasa benar-benar kesepian.


"Mama sama papa tenang saja. Aku akan sering-sering membawa Hana dan Aisyah ke sini. Kalau perlu setiap hari weekend"


"Benar ya Chandra. Jangan memberi mama dan papa harapan palsu. Mama hanya ingin rumah mama rame dengan kehadiran kalian"


"Iya ma. Mama tenang saja. Chandra akan menepati apa yang sudah Chandra katakan ma"


Tak lama kemudian. Ponsel Chandra berdering. Ada sebuah panggilan masuk yang ternyata dari Raiden. Melihat nama Raiden yang tertera di sana membuat Chandra langsung paham apa maksud pria itu menelponnya.


Dengan cepat Chandra mengusap tombol hijau di layar ponselnya. Pria itu bisa langsung mendengar suara khas Raiden.


📞:Halo Rai. Bagaimana?


📞:Langsung datang ke alamat yang sudah aku kirim. Di sini Adrian sudah menunggu


📞:Baiklah


Setelah itu, Chandra langsung memutuskan sambungan telponnya. Pria itu langsung mengajak Hana dan Aisyah untuk segera pamit. Namun Chandra mengatakan jika akan menginap di rumah itu malam ini.


Chandra meminta Hana untuk segera naik ke dalam mobilnya. Kemudian Chandra membawa mobil dengan sangat cepat. Chandra juga sudah tidak sabar dengan apa yang akan terjadi saat nanti Hana bertemu dengan kakaknya. Kakak yang selama ini tidak pernah Hana ketahui.


Hana yang merasakan ada yang berbeda dengan raut wajah Chandra tentu saja menaruh rasa curiga. Wanita itu begitu penasaran kemana suaminya akan membawanya pergi.


Karna sejak tadi Chandra hanya diam saja tanpa memberi tahu kemana tujuannya. "Kita mau kemana mas?" Tanya Hana yang sudah begitu penasaran


Chandra benar-benar mengemudi dengan sangat cepat. Hingga mobilnya tiba di depan sebuah restoran yang cukup ramai. Jika di lihat dari tempatnya. Restoran ini hanya di datangi oleh orang-orang berkelas.


"Ayo turun sayang. Mereka sudah menunggu" Ucap Chandra sambil melihat ke arah Hana dan langsung turun dari dalam mobilnya


"Mereka siapa mas?"


"Nanti kamu juga akan tau"


Akhirnya Hana keluar dari dalam mobilnya. Wanita itu berjalan sambil memikirkan siapa yang di maksud oleh suaminya. Mereka siapa? Itu yang saat ini menjadi pertanyaan Hana.


Hana mengekor di belakang Chandra yang menuju ke arah ruangan VIP. Hana ikut masuk ke dalam ruangan itu. Awalnya Hana hanya bersikap siapa saja saat melihat keberadaan Andara dan Raiden di sana. Namun sedetik kemudian dia terdiam saat melihat ada orang lain di sana.


"Ada apa ini mas. Kenapa aku kamu bawa kesini?" Tanya Hana pada Chandra


"Duduk dulu sayang. Biarkan Adrian yang mengatakan semuanya"


"Maksudnya bagaimana mas. Aku tidak paham?"


Chandra tak lagi menjawab. Pria itu hanya melirik ke rah Adrian yang sudah berjalan ke arah Hana yang saat ini sedang duduk berdampingan dengan Andra.


Adrian menatap Andara dan Hana secara bergantian. Pria itu masih cukup bingung dengan apa yang harus dia katakan. Karna bukan hanya Hana yang tidak tau soal ini. Andara juga belum mengetahui.

__ADS_1


"Ada apa kak. Kenapa kakak terlihat begitu bingung" Tanya Andara saat melihat raut wajah bingung Adrian


"Maafkan kakak Dar. Maafkan kakak yang selama ini tidak pernah mengatakan hal ini sebelum nya. Kakak benar-benar minta maaf" Ucap Adrian yang terdengar begitu pilu


Mendengar perkataan sang kakak membuat Andara menjadi bingung. Apa yang dimaksud Adrian, Andara benar-benar tidak paham akan semua yang dia ucapkan. Maaf? Maaf untuk hal apa?.


"Maaf untuk apa kak. Kenapa kak Adrian minta maaf. Memangnya apa yang sudah kak Adrian lakukan" Tanya Andara yang begitu penasaran


"Maafkan kakak yang tidak pernah mengatakan hal ini sebelumnya Dar. Kakak benar-benar bingung mau memulai dari mana"


"Kak, Bicara yang jelas. Dara tidak paham dengan apa yang kal Adrian katakan"


"Ada satu hal besar yang selama ini tidak pernah kakak beritahu sama kamu Dar. Kakak minta maaf sudah menutupi hal ini"


"Ayolah kak. Jangan berbelit-belit. Dara semakin penasaran dengan maksud kak Adrian"


Adrian tak langsung menjawab perkataan Andara. Pria itu masih mengambil nafas panjang sambil menatap Andara dan Hana secara bergantian.


"Maafkan kakak yang baru bisa mengatakan hal ini. Kakak minta maaf sama kalian berdua"


Mendengar kata kalian berdua membuat Hana juga ikut bingung. Apa yang saat ini di maksud oleh pria yang tak pernah di kenalnya. Kenapa dirinya harus di bawa-bawa.


"Sebentar-sebentar. Maksudnya kalian berdua itu bagaimana ya. Saya tidak paham" Ucap Hana setelah mendengar perkataan Adrian


"Kalian adalah saudara kembar yang terpisah" Ucap Adrian sambil menatap Adrian dan Hana secara bergantian


Hana yang mendengar itu awalnya tertawa. Lelucon apa ini. Masa iya hanya karna memiliki wajah yang sama dia dibilang saudara kembar Andara!


"Hahhaha. Kalau bercanda jangan kek gitu lah kak. Gak lucu tau. Aku tai wajah ku dengan Andara memang mirip. Bahkan bukan hanya mirip, Kita sangat lah sama. seperti pinang di belah dua. tapi itu bukan berati Andar ini saudara kembar saya kak" Ucap Hana di sela tawanya.


Wanita itu masih mengira jika apa yang di katakan Adrian saat ini hanyalah sebuah candaan. Tapi ini bukan lelucon. Ini adalah kenyataan yang sebenarnya. Jika Andara dan Hana adalah saudara yang terpisahkan karna ulah kedua orang tua mereka sendiri.


"Tau nih kak Adrian. Kalau bercanda jangan soal beginian lah kah kak. Gak lucu. Bercanda yang lain saja lah ya" Timpal Andra sambil melirik ke arah Adrian


"Siapa yang mengatakan jika ini hanya sebuah lelucon? Aku serius Dara. Hana ini adalah saudara kembar kamu. Saudara kembar yang sudah di buang oleh mama dan papa karna pada saat itu Hana tidak dapat berbicara" Ucap Adrian


Hana dan Andara yang mendengar itu langsung saling pandang. Masih sangat sulit untuk di percaya jika Andara ternyata memiliki saudara kembar.


"Memang dulu mama dan papa pernah mengatakan jika waktu kecil aku tidak dapat berbicara. Tapi mereka tidak pernah mengatakan jika aku memiliki saudara kembar" Ucap Hana yang terdengar begitu lirih


"Karna memang mereka tidak pernah tau jika kamu memiliki saudara kembar Hana. Karna mereka berdua bukan orang tua kandung kamu. Mereka adalah orang tua angkat kamu"


"Tidak mungkin. Jangan mengada-ngada. Jika memang aku hanyalah anak angkat. Lalu kenapa mereka begitu mencintaiku. Mereka selalu memberikan aku kasih sayang serta perhatian yang begitu besar. Kamu sedang bercanda kan?" Ucap Hana sambil menatap tajam Adrian


"Sayangnya aku tidak sedang bercanda Han. Kamu adalah saudara kembar Andar dan kamu adalah adikku"


"Tapi itu tidak mungkin. Mama dan papa tidak pernah memperlakukan aku seperti anak pungut. Mereka berdua begitu menyayangiku" Ucap Hana yang masih tidak percaya.


"Iya, Itu karna mereka berdua tidak memiliki keturunan. papa dan mama mu merasa sangat bersyukur bisa menemukan kamu Hana"

__ADS_1


"Jika ini mimpi. Tolong segera bangunkan aku" Ucap Hana sambil menatap Chandra dan Aisyah


"Sayang nya ini bukan mimpi. Ini adalah kenyataan yang sebenarnya. Kamu adalah saudara kembar Dara. Adikku" Ucap Adrian yang masih berusaha meyakinkan Hana


__ADS_2