
*****
Sambil menunggu raiden yang masih di kamar mandi, Andara mempersiapkan dua sajadah untuknya juga suaminya.
Setah selesai sholat andara hendak menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan buat mereka berdua, Namun langkahnya terhenti saat tangan kekar milik suaminya memeluknya dari belakang.
" Kamu bersiaplah dulu sayang, aku yang akan masak buat sarapan kita, bukankah kamu bilang hari ini juga sudah mulai kerja kembali?" tanyanya sambil memeluk pinggang andara
Seketika membuat mata andara membola, hatinya mulai berdisko, entahlah, apa andara sudah mulai mencintai raiden.? tapi yang pasti posisi seperti ini tidak baik untuk kesehatan jantung andara yang berdetak lebih cepat dari biasanya.
" Gak papa kak, biar aku saja yang menyiapkan sarapan kita"
" Nurut ya sayang, Aku gak suka di bantah, kamu bersiap biar aku yang akan memasak buat kita berdua," titah raiden sambil mencium lembut pipi andara.
lagi dan lagi,! suami andara selalu mampu membuat yang empunya bersemu malu. tak lagi berkutik wanita itu hanya menuruti permintaan suami tampannya.
Raiden melangkahkan kakinya ke dapur meninggalkan andara yang masih terasa sulit untuk memindahkan kakinya,
Beberapa saat kemudian, sarapan sudah siap tersaji di meja makan, andara keluar dengan pakaian lengkap kantor yang audah rapi. kali ini dia menggunakan setelan berwarna jingga dengan warna hijab yang senada. membawa kesan sempel nan elegan.
" Kak udah selesai bikin sarapannya?" tanya andara lembut
" Su.." Ucapannya tergantung saat raiden melihat andara yang pagi ini begitu cantik, anggun dan em, sempurna. ya satu kata yang pas buat andara pagi ini " SEMPURNA" batin raiden
" Kak" panggilnya lagi
" em iya.. sudah sayang, Sini kita sarapan sekarang ya" jawabnya terbata
Setelah selesai sarapan andara pamit sama raiden untuk berangkat lebih awal pada sang suami. sebab hari ini jam 8 pagi wanita itu di minta untuk menemani atasannya bertemu dengan klien dari luar negri.
Yang di maksud atasan andara adalah raiden, Andara bekerja sebagai sekertaris CEO yang belum pernah tau wajah atasannya karena izin cuti menikah,
Begitu juga dengan raiden yang belum tau wajah sekretarisnya, yang iya tau hanyalah namanya Andara.
Setengah jam kemudian, Andara yang masih fokus dengan berkas- berkas yang akan di gunakan untuk meeting pagi ini di kaget kan dengan suara bela yang terdengar nyaring pada indra pendengarannya..
" Cie yang sudah menikah, uhuyy, cerita boleh dong" godanya sambil mendekat ke arah andara
__ADS_1
" apaan sih bel, kebiasaan kepo deh" jawabnya dan masih tetap fokus pada berkas yang di tangannya.
" Btw habis nikah kok makin cantik begitu neng, tapi sumpah ya dar lho jadi makan cantik dengan berhijab"
" Boong banget lho."
" Iya beneran dar, suwer deh.Eh iya gue sampek lupa, gue kesini karena tadi bos minta gue buat panggil lho, udah sana cepat ke ruangannya, asal lho tau ya dar, Ceo kita itu ganteeeng banget, tapi sayang orangnya cuek, dingin lagi, dan yang paling penting dia sudah menikah sih"
" Udah ngomongnya kan bel, soalnya gue mau langsung ke ruangan pak bos"
" Iya sono cepat pergi, ntar lama-lama lho di makan mentah-mentah lagi"
Glek..!!!!
Andara menelan ludahnya susah payah, bagaimana ini, apa bosnya sebegitu menakutkan sampai mau makan orang,
Perlahan andara menaiki lift untuk segera tiba di ruangan ceo yang terletak di lantai 125.
ting...
suara lift berbunyi dan pintu lift pun terbuka, saat ini posisi andara ada tepat di depan ruangan yang dia tuju, namun wanita itu tak kunjung masuk masih mondar-mandir di luar, karena membayangkan wajah bosnya yang membuatnya sedikit takut.
Suara ketukan pintu menghentikan aktifitas raiden yang saat ini tengah melihat foto cantik istrinya yang dia ambil saat andara sedang tertidur. di foto itu terlihat jelas jika wanitanya sangat tenang dalam tidur. dengan rambut yang sedikit menutupi area wajahnya. " Gemes sekali kamu sayang" ucapnya pelan
" Iya masuk" ucap seseorang dari dalam ruangan dengan nada dingin dan tegas, membuat andara semakin tidak berani untuk masuk, tapi kenapa suaranya begitu familiar. batinnya
" Selamat pagi pak, apa bapak memanggil saya" lirihnya dengan nada yang sangat lembut
Suara itu, kenapa begitu mirip dengan suara andara, ah tapi tidak mungkin dia ada di sini, kan dara juga lagi kerja, apa karena terlalu kangen sampai aku berhalusinasi mendengar suaranya. batinnya
" Iya, persiapkan semua berkasnya, 10 menit lagi kita berangkat" katanya tegas sambil membalik kan kursi kebesarannya.
" Semua berkas sudah saya siapkan pak. kita tinggal berangkat saja" ucap mala pelan dan menundukkan wajahnya, tak berani melihat wajah atasannya yang kabarnya seorang laki-laki yang dingin dan angkuh
apa aku tidak salah liat, ternyata dia beneran dara istriku. batinnya lagi.
" Kalau begitu saya permisi dulu pak" titah dara dan membalikkan badannya dengan wajah yang masih menunduk, namun langkah kakinya terhenti saat suara berat sang bos menggema di indra pendengarannya.
__ADS_1
" Siapa yang memperbolehkan kamu pergi, tetap berdiri di situ" ucapnya dengan berjalan mendekati andara dan tiba-tiba memeluknya dari belakang.
Karena terkejut andara langsung berbalik badan dan menampar pipi kiri raiden, membuat pria itu meringis kesakitan
" Jagan kurang ajar ya pak,! saya sudah punya sua....mi"
Andara membulatkan matanya, saat melihat ternyata sang bos adalah suaminya sendiri..
" Sayang kenapa kamu menamparku" Rengekannya sambil mengusap pipi kanan bekas tamparan sang istri
" Kak raiden"
" Iya ini aku sayang, suami kamu"
" Astagfirullah, maaf maaf ya kak. aku gak sengaja, aku gak tau kalo ternya bos aku adalah kak raiden"
" Sakit sayang. tamparan kamu keras juga, tapi aku suka sama sikap kamu"
Perkataan raiden membuat andara sedikit mengerutkan keningnya.
" Di tampar kok suka, kak raiden yakin?" tanya andara pelan
Karena tak ingin semakin memperpanjang akhirnya raiden mengiyakan pertanyaan sang istri, agar bisa segera berangkat ketempat meeting.
Namun sebelum itu raiden memberikan syarat pada andara untuk mau memaafkannya..
" Sayang?"
" hmm, iya kenapa kak"
" boleh cium gak, untuk menghilangkan rasa sakit bekas tamparan kamu" ucapnya dengan sedikit memohon
" Tapi ini di kantor kak, kalau ada yang liat bagaimana"
Tak menunggu lama raiden pun menarik tangan andara untuk masuk dalam kamar rahasia yang ada di ruangannya.
Kamar yang tidak terlalu luas, hanya ada ranjang dan kamar mandi saja, juga beberapa keperluan raiden lainnya.
__ADS_1
pria itu segera mengunci pintu kamar dan langsung mencium lembut bibir andara yang sudah menjadi candu baginya, setelah puas mencium bibir manis sang istri raiden pun melepaskan ciumannya..
" Terimakasih tambahan energinya sayang, kita berangkat sekarang" ucapnya pada andara yang masih mematung karena penyerangan tiba-tiba raiden.