Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Mayang terciduk


__ADS_3

Andara keluar dari dapur saat mendapat kabar dari karyawannya jika ada pelanggan yang ingin bertemu dengannya.


"Assalamualaikum selamat siang pak. Ada yang bisa saya bantu?" Ucap Andara pelan


Mendengar suara itu membuat Raiden mengangkat wajahnya. "Andara" Ucap Raiden dan begitu terkejut


"Andara sayang. Kamu disini" Ucap Raiden lagi sambil berdiri dan memeluk tubuh Andara


"Maaf jangan mendekat. Anda siapa?" Ujar Andara dingin


Mendengar ucapan Andara membuat Raiden mengerutkan keningnya. "Jangan bercanda sayang. Aku Raiden mantan suami kamu"


"Maaf saya tidak mengenal anda. Apalagi menjadi mantan istri anda" Ujar Andara yang terdengar begitu dingin


Mendengar ucapan Andara membuat Raiden mengambil nafas berat. Begitu sakit saat tidak dikenali oleh wanita yang masih sangat di cintanya.


Setelah kepergian Andara. Ada seorang karyawan datang dan menghampiri Raiden yang masih menundukkan wajahnya. "Maaf pak. Jadi mau pesan apa?" Tanya karyawan itu


"Apa saya boleh tanya sesuatu?"


"Boleh pak. Mau tanya apa?"


"Apa dia benar Andara?"


"Iya pak. Dia memang ibu Andara. Tapi beliau mengalami kecelakaan 1 minggu yang lalu dan mengalami lupa ingatan. Ada apa ya pak?" Tanya Karyawan itu


"Apa!!" Raiden sangat terkejut saat mendengar kabar tentang Andara yang amnesia membuat Raiden terlihat begitu shock.


Raiden memandang Andara yang sudah hampir menghilang di balik pintu dapur restoran. Pria itu masih sangat penasaran apa penyebab Andara sampai lupa ingatan.


"Lalu Bara dimana?"


"Maaf pak. Bayi Bara sudah meninggal sebelum ibu Andara kecelakaan"


"Apa!" Lagi-lagi Raiden mendengar kabar yang mampu membuatnya terdiam


"Dimana tempat pemakaman Bara?"


"Kalau tidak salah ada di pemakaman umum kota ini pak"


"Terimakasih"

__ADS_1


Setelah mendapat alamat tempat Bara di makamkan. Raiden langsung pergi dari restoran Andara. Pria itu akan berziarah ke makam bayi yang sudah dia adopsi bersama Andara 2 bulan yang lalu.


Masih sangat sulit di percaya jika Andara lupa ingatan dan Bara meninggal. Semua terjadi bagaikan mimpi terburuk yang pernah Raiden alami.


Masih sangat sulit untuk di percaya jika wanita yang masih sangat di cintanya saat ini sudah tidak bisa mengenalnya lagi.


"Bagaimana caranya agar aku bisa bersama kamu lagi Andara. Sedangkan kamu sudah melupakanku" Ucapnya pilu


Tak lama kemudian. Mobil Raiden sudah tiba di pemakaman tempat Bara di makamkan. Pria itu menepikan mobilnya dan menghampiri penjaga kuburan untuk bertanya letak makam Bara. Bayi mungil yang meninggal 1 minggu yang lalu.


"Assalamualaikum pak. Maaf mau tanya, Dimana kuburan bayi bernama Albara yang meninggal kira-kira 1 minggu yang lalu?" Tanya Raiden pada penjaga makam


"Ooh maksud masnya anak dari seseorang yang waktu itu tertabrak mobil"


Mendengar itu membuat Raiden mengangkat sebelah alisnya. "Maksudnya pak. Tertabrak mobil?" Tanya Raiden lagi


"Iya mas. 1 minggu yang lalu ada seorang wanita yang menjadi korban tabrak lari. Dia adalah orang tua dari Albara. Seorang bayi yang dimakamkan di sebelah sana. mungkin yang mas tanya"


"Bapak liat kejadiannya waktu kecelakaan?"


"Saya liat mas. Kasian mbk itu terpental sampai membuat kepalanya terbentur tembok pembatas di sana"Jelas penjaga kubur itu sambil menunjuk ke arah tembok pembatas


"Bisa di ceritakan gak pak bagaimana kejadiannya?"


"Jadi begini mas"


Flashback on


1 minggu yang lalu saat pak mamat sedang buru-buru mau pulang karna hujan tiba-tiba datang dan langsung begitu deras. Saat itu pak mamat sedang menyiapkan payung untuk dia gunakan pulang.


Namun saat pak mamat mau pergi dari tempat itu. Tiba-tiba ada teriakan seorang wanita serta bunyi keras yang membuatnya mengurungkan niatnya untuk pulang.


"Aaaaaaaaaaaaaaa" Suara teriakan begitu terdengar keras dari arah yang tidak jauh


Brakkkkk


Mendengar suara itu membuat membuat pak mamat menghampiri tempat kejadian. Betapa terkejutnya pak mamat saat melihat sebuah kecelakaan tunggal yang membuat seorang wanita terluka parah. Terutama di bagian kepalanya yang mengeluarkan banyak darah


"Astagfirullah kecelakaan" ucap pak Mamat dan langsung berjalan ke arah kejadian.


Namun, saat pak Mamat menghampiri tempat kejadian. Tiba-tiba mobil yang sudah menabrak Andara pergi begitu saja tanpa mau bertanggung jawab. Beruntung pak Mamat sempat mengambil gambar nomor polisi mobil itu.

__ADS_1


"Tolong tolong. Ada tabrak lari. Tolong" Teriak pak Mamat


Tak lama kemudian ada sebuah mobil yang berhenti tepat di samping tubuh Andara. Pria itu keluar dan langsung membawa tubuh Andara yang sudah penuh dengan darah ke dalam mobilnya.


"Kamu harus bertahan. Aku akan memberi pelajaran kepada siapapun yang sudah menabrak mu dan lari begitu saja" Ucap pria itu dan langsung mengendari mobilnya dengan sangat cepat.


Kira-kira siapa ya pria yang sudah menolong Andara dan membawanya ke rumah sakit?


Flashback of


"Begitu ceritanya mas"


"Ada seorang pria tampan yang menolongnya. Apa bapak tau siapa namanya?"


"Maaf mas. kalau soal itu saya tidak tau. Kalau mas mau ke makamnya Bara, Ada di sebelah sana ya"


"Baik pak terimakasih"


Tanpa terasa hari sudah mulai gelap. jam di tangan Mahendra sudah menunjukkan pukul 19:00. Pria itu benar-benar mengikuti Mayang yang ternyata benar-benar pergi setelah kepergiannya.


"Buat apa dia kesini. Rumah siapa ini" Ucap Mahendra pada dirinya sendiri


Tak lama kemudian Mayang turun dari mobilnya. Bersamaan dengan itu ada kedua orang tua serta seorang gadis menyambut kedatangan Mayang.


"Mama. Akhirnya mama datang juga" Ucap Tisha serta langsung memeluk Mayang


"Mama! Siapa anak itu? dan siapa kedua orang tua itu?"


Melihat mereka bertiga membuat Mahendra semakin penasaran. Entah apa yang sebenarnya Mayang sembunyikan dari dirinya.


Setelah memastikan mereka masuk kedalam rumahnya. Mahendra keluar dari dalam mobilnya. Pria paruh baya itu mencoba mendengarkan apa yang Mayang bicarakan di dalam rumah itu.


Betapa terkejutnya Mahendra saat mendengar jika anak itu adalah anaknya yang selama ini dia sembunyikan di rumah kedua orang tuanya. Bukan hanya itu. Mahendra juga sangat terkejut saat mendengar jika kedua orang tua Mayang masih hidup.


"Jadi selama ini kamu sudah membohongiku Mayang. Kamu juga sudah berani selingkuh dari ku hingga menghasilkan seorang anak yang kamu titipkan pada orang tuamu" Ucap Mahendra sambil mengepalkan kuat tangannya


Tak pernah menyangka jika selama ini Mayang sudah membodohi nya.


"Awas kamu Mayang. Kamu akan membalas semua yang sudah kamu perbuat. kamu akan tau apa akibatnya"


Setelah itu Mahendra pergi dari kediaman keluarga kandung Mayang. Pria itu benar-benar menahan amarah saat mengetahui bagaimana kelakuan Mayang selama ini.

__ADS_1


Ditempat Lain


"Ma. Mama bertahan demi Wildan ya ma. Hanya mama satu-satunya orang yang Wildan miliki. Hanya mama harta terbesar yang Wildan punya. Wildan mohon segera sadar ya ma. Wildan sangat merindukan mama" Ucap Wildan sambil menggenggam tangan mamanya


__ADS_2