
"Kak, Hari ini ada jadwal Bara imunisasi"Ucap Andara pada Raiden
"Iya sayang, Jam berapa?":
"Jam 09:00 pagi kak. Kak Rai bisa antar kan Dara sama Bara kan?"
"Ya bisa lah sayang, Apa yang nggak buat istri dan anakku"Ucap Raiden lembut sambil tersenyum hangat pada Andara.
Senyuman serta suara lembut itu selalu mampu membuat hati Andara terasa begitu tenang.
"Terimakasih ya kak" Andara memeluk Raiden sambil menahan air mata yang dari tadi sudah hampir terjatuh.
"Bagaimana jika sampai waktu 3 bulan aku belum juga hamil kak, apa aku akan benar-benar kehilangan kamu" Andra bermonolog dalam batin.
Ingin rasanya Andara menangis saat ini juga, Tapi wanita itu tidak mau membuat Raiden curiga. Dengan sangat berat Andara tetep berusaha menahan agar butiran bening itu tidak membasahi kedua sudut matanya.
"Aku siap-siap dulu ya kak"
"Kita makan dulu sayang"
Karna terlalu memikirkan surat perjanjian yang baru saja Andara tandatangani. Wanita itu sampai lupa untuk sarapan.
"Sayang, kok malah bengong"
Suara Raiden mengejutkan Andara yang sempat terdiam dan terpaku di tempat. "Iya kak, Dara terlalu semangat buat bawa Bara imunisasi sampai lupa kalau belum sarapan"
Andara juga Raiden sudah duduk di meja makan. tak lama kemudian, Mayang dan Mahendra datang lalu bergabung dengan mereka berdua.
Mereka semua hanya melalui sarapan dengan diam. Tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Hanya terdengar suara bising dari alat makan saja.
"Kamu mau kemana Rei?" Tanya Mayang yang melihat Raiden sudah bersiap bersama dengan Andara juga Bara.
"Mau ke rumah sakit ma, Hari ini Bara ada jadwal imunisasi"
"Buat apa sih kalian sibuk-sibuk urusin anak orang, Makanya hamil agar bisa mengurus anak sendiri. Jadi wanita kok gak ada baik-baiknya. Udah gak bisa ngasih keturunan. suka selingkuh lagi" Ucap Mayang dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
Mendengar itu membuat Raiden mengangkat sebelah alisnya. "Suka selingkuh! Apa maksud mama?"
"Iya Rei, Istri kamu ini tidak tau diri, Sudah gak bisa ngasih keturunan, suka selingkuh lagi"
"Bicara yang jelas dong ma, Raiden gak paham"
Mayang tak lagi menjawab. Wanita paruh baya itu mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah gambar. dan ternyata itu adalah gambar Andara bersama dengan Wildan.
"Lihat ini Rei, Kan gak tau diri itu istri kamu"
Melihat itu membuat Raiden mengepal keras kedua tangannya. "Apa maksud dari foto ini Andara?" Tanya Raiden dengan nada kasar.
Deg! Mendengar nada keras yang keluar dari mulut Raiden membuat Andara sempat tidak percaya. Kali ini pertama kalinya Raiden mengucapkan dengan nada kasar seperti itu.
"Jawab Dara!"
"Itu foto-" Ucapan Andara terpotong saat Mayang dengan cepat menimpali omongan Andara.
"Aduh Rai, Mana ada maling ngaku. itu sudah bukti yang nyata Rei, jangan jadi bodoh hanya karena cinta"
"Itu kan Rei, Perempuan gak tau diri ini tidak bisa jawab. pasti apa yang mama katakan memang benar"
"Benar begitu Dar?"
Saat Andara mau berbicara. Tiba-tiba satu tamparan keras mendarat pada pipi kiri Andara.
Plak...
Tamparan pertama yang Raiden berikan untuk Andara. Dan hal itu terjadi hanya karna sebuah kesalahpahaman.
Mendapat tamparan seperti itu membuat Andara memejamkan kedua matanya. Rasanya begitu sakit saat suami sendiri tidak mendengar penjelasan terlebih dahulu. Dia malah lebih percaya dengan apa yang dia lihat.
"Kamu tampar aku kak" Lirih Andara yang terdengar begitu pilu
"Iya, aku tampar kamu Dara! Apa kurangnya aku sama kamu? kenapa kamu selingkuh Dar, Kenapa?"
__ADS_1
"Si.."
"Sudahlah Andara, kamu tidak perlu ngelak lagi. Sudah ada bukti nyata seperti ini"
Lagi-lagi perkataan Andara terpotong oleh Mayang. Mayang memang tidak akan memberikan Andara kesempatan untuk sekedar menjelaskan. ini adalah saat yang tepat untuk memisahkan Raiden dari Andara.
"Sudahlah Rei, buat apa mempertahankan wanita seperti dia. Ceraikan saja dia, Sudah tidak bisa memberikan kamu keturunan, tukang selingkuh lagi"
Mayang mencoba menyiram bensin pada api yang sedang berkobar. Wanita paruh baya itu akan membuat Raiden meninggalkan Andara saat ini juga.
"Mungkin benar apa yang mama katakan. untuk apa aku mempertahankan wanita suka selingkuh seperti kamu Dara"
Ucapan Raiden membuat Andara mengangkat wajahnya"Apa maksud kamu kak?"
"Aku talak kamu Andara"
Sepeti di tengah terik matahari lalu hujan turun begitu saja. Kata-kata Raiden membuat Andara terpaku untuk beberapa saat. Masih tidak percaya jika Raiden mengatakan hal itu.
"Kak Raiden menalak aku? apa kak Raiden tidak mau mendengarkan penjelasan ku dulu" Ucap Andara sambil menahan air mata yang sudah menumpuk di kedua pelupuk matanya.
"Untuk apa? Bahkan semuanya sudah jelas bukan. Tidak ada yang perlu di jelaskan. Aku kecewa sama kamu Dara"
"Baiklah kak, jika memang kak Raiden tidak mau mendengarkan penjelasan aku terlebih dahulu. Tapi aku berharap, Semoga kak Raiden tidak pernah menyesal dengan apa yang kali ini sudah menjadi pilihanmu"
"Tidak akan pernah ada kata penyesalan" Ucap Raiden yang terdengar begitu dingin.
Mendengar suara dingin itu membuat Andara semakin terluka. wanita itu keluar dari kediaman Mahendra dengan membawa Bara yang masih dalam gendongannya.
Mayang yang melihat semua kejadian itu langsung merasa puas."Akhirnya wanita itu pergi. aku tidak perlu repot-repot menunggu selama 3 bulan" Mayang bermonolog dalam batinnya.
Raiden menalak Andara hanya karna sebuah foto yang di tunjukkan oleh Mamanya sendiri. Dalam foto itu terlihat jika Wildan seperti memeluk Andara, Andara juga terlihat membalas pelukan Wildan. Padahal bukan itu yang terjadi sebenarnya. Raiden sudah salah paham.
Andara keluar dari pekarangan rumah Mahendra dengan membawa sejuta luka yang dia rasakan dalam hatinya. Bukan karna tamparan yang membuat Andara sakit. Tapi karna Raiden yang tidak mau mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.
"Kenapa kamu ingkar janji kak" Lirih Andara di sela isak tangisnya.
__ADS_1
TERIMAKASIH YANG SUDAH SETIA HADIR. JANGAN LUPA LIKE SAMA RATING YA🙏🏻