
pagi ini Danu sudah mulai dengan pelatihan nya ,,, cahaya di dalam tubuhnya semakin bersinar terang sekali ,,, siapapun tidak dapat melihat nya dengan keadaan mata telanjang ,,, itu akan membuat orang merasa kesakitan , karena warna terang dan hawa yang keluar dari tubuh Danu Rei ,, kali ini sang naga tidak memerintahkan Danu untuk mengambil pedang didalam tubuhnya ,,, namun ia memerintahkan untuk melatih sifat-sifat dan unsur-unsur sejati dari dalam tubuh Danu Rei ,,,
makanya tubuh Danu Rei saat ini mengeluarkan cahaya terang yang hampir sama dengan cahaya sinar matahari , Danu masih terdiam di tempatnya ,,
ia tetap dalam mode hening , Danu fokus sekali dengan hawa murni yang berada di dalam tubuhnya ,, dengan cara itu ia dapat mengatur persendian dan saluran hawa murni yang diciptakan oleh Jirah dan tato yang berada di tubuhnya , Jirah dan tato itu terus menerus berputar mengelilingi keseluruhan tubuh nya , sampai Titik fatal dan titik persendian semua ia lewati , caranya seperti jalan nya seekor cacing yang sedang merayap di sekujur tubuh Danu Rei , terlihat dari sinar pekat yang sangat terang dari sinar Jirah dan tato , sinar itu seperti menginginkan Titik temu pada setiap jalur akupuntur yang membuka pintu jalan kultivasi pada gerakan yin dan yang , namun setelah titik -titik temu sudah berkumpul , dan hinggap di setiap persendian dan dentian Danu ,,, tiba-tiba sinar keemasan tadi masuk diantara celah-celah Titik-titik perendian dan dentian Danu , Danu Langsung bangkit dari tempat nya ia berdiri di tegap menghadap depan , tangan kanan Danu dinaikkan ke atas lurus arah jarum jam ,, setelah itu tubuh Danu mengeluarkan cahaya kuning keemasan , namun cahaya itu seketika tersalurkan diatas telapak tangannya dan kini cahaya itu sudah berada di dalam genggaman tangan Danu sebelah kanan , sekali hentakan ,,, teriakan Danu melengking seperti suara raja rajawali raksasa , cahaya yang berada didalam genggaman tangan Danu memanjang berbentuk sebilah pedang emas berukir naga , namun semua pertahanan dari pedang naga emas tersebut berangsur memudar dan ia kembali mewujudkan cahaya keemasan lagi dan kembali kedalam tubuh Danu ,, nafas Danu tersengal-sengal , seperti sehabis lari maraton , mungkin karena membutuhkan energi yang cukup besar , agar dapat mengambil pedang yang tersimpan didalam tubuh Danu Rei ,, kakek mendekati tubuh Danu ,,,
" Danu beristirahat lah ,,, masih ada waktu lain hari ,,, kamu butuh istirahat fisik dan pikiran ,,, agar dapat berkonsentrasi pada pelatihan mu " kakek sangmi menasehati Danu Rei ,, Danu hanya menjawab dengan anggukan kepala saja , setelah itu ia duduk di atas rumput liar di sekitar area ia berlatih , kakek segera mengambil bakul yang berisi rumput untuk makanan kuda dan ternaknya , melihat kakek sangmi yang berjalan sudah mulai menjauh , Danu segera bangkit dari posisi duduknya dan ia pun mengikuti jejak kakek sangmi , kakek yang berjalan terlebih dulu dari Danu terus menyusuri jalanan setapak , yang berada di tepi lembah ,, sedang kan Danu , sudah dapat menyusul sang kakek dari arah belakang , kakek terus menuju rumah nya , ia melihat Santos sudah duduk di teras depan rumah kakek sangmi ,,, ternyata setelah kejadian kerusuhan itu , kota raja seperti sebuah neraka bagi penduduk yang berada di sekitarnya , sebagian penduduk ada yang sudah pindah pergi ke negara kerajaan lain , mereka akan mengarungi samudera untuk menempuh kerajaan itu ,,, termasuk kakek sanghu dan seorang wanita paruh baya , wanita itu sangat cantik sekali ,, mungkin jalan kultivasi nya yang membuat ia terlihat sangat muda ,
kakek yang tidak tahu keberadaan sanghu yang datang kerumahnya ia langsung meningkatkan kekuatan kultivasi , seluruh kemampuannya ia kerahkan , pada waktu kakek sanghu tidak menyadari kehadiran kakek sangmi , seketika kakek mengeluarkan jurus andalannya , kakek sanghu yang terkejut seketika menghindari serangan dari kakek sangmi ,, perkelahian tak terelakkan ,,, namun disaat kedua belah pihak mau mengeluarkan pukulan terhebat mereka , ayah Danu Santos berteriak ,,
" hentikaaaaannnnnn " teriakan suara ayah Danu ,, mereka berdua pun , akhirnya menghentikan serangannya , namun yang membuat mereka kaget adalah ,,, keduanya sama-sama terkejut ,
__ADS_1
" kau ,,, sangmi ,,, "
kakek sangmi juga menyebut nama kakek sanghu ,
" sanghu ,,, apa yang kau lakukan disini ,,, bukan kah kau harus berkerja di dalam kerajaan " kata kakek sangmi bertanya kepada kakek sanghu ,
" yang harus kutanyakan ,, kenapa kamu menyerang ku " kakek langsung tak kalah sengit dengan tingkah laku kakek sangmi ,
" ohh ,,, begitu ,,, kalau begitu terima ini " mereka berdua akan saling serang lagi , namun Danu sudah berada di tengah-tengah mereka berdua ,,
" kakek ,,, sudahlah jangan seperti anak kecil " Danu menengahi kedua kakeknya , kedua kakek itu pun menghentikan tindakan nya dan kembali duduk di dekat ayah Danu yaitu Santos , sedang kakek sangmi akan mengurusi ternaknya , setelah itu ia akan membantu Danu menyiapkan hidangan makanan untuk di santap , setelah kedua orang itu menyiapkan segala sesuatunya , mereka pun sudah menghidangkan makanan yang sudah di masaknya , saat ini keempat orang tersebut sudah dapat menikmati masakan Danu , di tengah acara mereka sedang menikmati makan , Suara orang sedang menguap dari dalam ruang kamar Danu ,, Danu yang mendengar suara orang yang sedang menguap pun terkejut ,,
__ADS_1
" kek siapa yang berada di dalam ruang kamar Danu " Danu bertanya kepada kakek sanghu ,
" itu teman ayahmu dulu , maiylang ,, " kakek menjawab pertanyaan Danu sambil menyuapi mulutnya dengan nasi dan lauk yang Danu masak ,
" oh ,,, jadi Danu harus memanggilnya bibi maiylang ,,, " Danu bertanya kepada kakek sanghu lagi ,
" Iyah ,,, panggil apa saja , nenek juga bisa ,, karena dulu kakekmu pernah pacaran dengan nya ,, haaaa " suara tawa kakek sanghu membuat maiylang terbangun , sedangkan kakek sanghu sendiri mulutnya sudah di sumpal dengan ubi goreng sisa semalam , alhasil kakek sanghu terbatuk - batuk dari ulah kakek sangmi , Danu yang berada di depan kakek sanghu segera menolong kakek sanghu ,, ia pun dapat lega setelah sebagian ubi keluar dan sebagian tertelan oleh nya ,,
" sangmi ,,, kau ,,, " ia melotot dan hampir menerjang kakek sangmi ,,, namun lagi-lagi Danu melerai kedua kakek itu ,
" sudahlah kek kita lanjutkan makannya , entar tidak enak lagi " kakek sanghu selalu menuruti ucapan Danu ,, entah rasa sayang ataukah rasa hormat yang dimiliki oleh nya terhadap kaisar naga emas yang terdahulu , membuat kakek sanghu selalu melunak dengan ucapan Danu , ia merasa Danu adalah cucu kandungnya sendiri , bibi maiylang yang sudah bangun sudah duduk di antara kami , berbagai kata dan candaan tercipta dengan Hadirnya bibi maiylang , Danu yang melihat tingkah laku kedua kakek nya hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya saja , acara makan pun telah selesai , sisahnya Danu yang akan mengemasi sisa makanan ,, setelah cukup lama mereka berbincang-bincang , akhirnya ,, kakek sanghu menceritakan perihal kota raja dan keinginan kakek sanghu
__ADS_1