Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 155


__ADS_3

Pada saat ini She Hou sedang menyelinap ke dalam Istana Kerajaan Gelap ,


Dengan menggunakan energi Gen Mutasi , She Hou menyamar sebagai prajurit Kerajaan Gelap ,


" Hem ... lumayan aku bisa masuk ke dalam Istana Kerajaan Gelap dengan menggunakan energi Gen Mutasi ini " Kata She Hou yang langsung menuju Ruangan Panglima pertama Kerajaan Gelap ,


Sambil menyelinap masuk , Dengan langkah berhati-hati She Hou terus masuk kedalam Istana Kerajaan Gelap ,


Pada akhirnya She Hou melihat sebuah pintu yang dijaga oleh seorang prajurit kerajaan ,


She Hou merasa ragu akan tindakannya itu , namun She Hou memberanikan diri untuk berjalan maju kearah prajurit tersebut ,


" Maaf , apakah ini Ruangan Panglima pertama .... " She Hou bertanya kepada prajurit penjaga ,


sang prajurit menjawab pertanyaan dari She Hou ,


" Iyah , kamu benar " katanya yang menjawab pertanyaan She Hou ,


" Bisakah saya bertemu dengannya " kata She Hou yang mengajukan permintaan ,


" tidak bisa , tapi jika kamu ada kepentingan atau perintah , mungkin bisa " kata prajurit itu lagi ,


" saya utusan dari sang kaisar " kata She Hou yang akhirnya berbohong kepada prajurit tersebut ,


Akhirnya prajurit itu masuk kedalam ruangan ,


Sesampainya prajurit itu didalam ruangan tersebut ia langsung bertemu dengan sang panglima yang saat ini bersama saudaranya , termasuk Ibunya She Hou ,


" Salam hormat Panglima " kata prajurit yang baru memasuki ruangan tersebut ,


" Iyah , ada apa " panglima langsung bertanya kepada prajurit tersebut ,


" diluar ruangan ada orang utusan dari kaisar " kata prajurit itu kepada panglima pertama Kerajaan Gelap ,


" apa , utusan Kaisar ... suruh dia masuk " kata panglima yang langsung memerintahkan kepada prajurit itu ,


" Baik , panglima " jawab prajurit itu yang langsung pergi kearah luar ruangan ,


Setelah prajurit itu bertemu dengan She Hou , segera memerintahkan She Hou untuk masuk kedalam ruangan ,


" Panglima memerintahkanmu masuk ke dalam " kata prajurit itu kepada She Hou ,


She Hou pun akhirnya masuk kedalam ruangan , dan langsung menghampiri Panglima Pertama Kerajaan Gelap ,


" Salam Panglima , She Hou menghadap " kata She Hou yang menyebutkan namanya ,


Panglima yang mengetahui bahwa dihadapannya itu adalah keponakannya , ia segera berdiri menghampiri She Hou ,


" kau ... kau sudah datang " kata Panglima yang langsung memeluk keponakannya ,


" iya , Panglima ... saya sudah kembali dan misi kedua " kata She Hou yang langsung keluar dari dalam ruangan ,

__ADS_1


Sang Ibu yang masih ragu bahwa itu adalah putranya hanya duduk dan berdiam diri ,


Akhirnya She Hou memutuskan untuk kembali ke desa sebab pasti Shanghu sudah menunggu kedatangannya ,


" Sebaiknya aku segera kembali , sebab saat ini aku belum bisa membawa Ibuku , " kata She Hou yang masih berjalan kearah luar Istana ,


She Hou memutuskan untuk kembali dan mencari sesuatu untuk ditumpangi , namun hari sudah larut malam , ia memutuskan untuk mencari tempat penginapan ,


⏭️⏩


Pada saat ini Panglima Jien ma dan Santos sedang dalam perjalanan menuju negeri angin ,


mereka akan mencari batu hitam ,


Batu hitam itu adalah kristal kultivasi hitam yang membuka segel Gelap pada tubuh manusia atau makhluk lainnya ,


Batu kristal hitam itu dapat menyembuhkan Guru Besar Akuma ,


" kita sudah sampai di desa karang putih " kata Santos yang melihat hamparan rumah penduduk yang di Pagari oleh ribuan karang putih yang entah dari mana asalnya ,


" Santos apakah kita berhenti di desa ini " Panglima yang saat ini berada di depan Santos memberikan pertanyaan ,


" Sebaiknya begitu , aku ingin mengisi perut , aku rasa Ranghao juga " kata Santos yang setuju dengan pendapat Panglima Jien ma ,


Ranghao yang mendengar pendapat dari kedua orang itu segera mencari tempat mendarat yang strategis ,


Setelah mendapatkannya , segera Ranghao turun diatas Tanah dan langsung berubah menjadi bocah kecil ,


Ternyata desa tersebut cukup ramai sekali , banyak sekali penduduk yang berlalu-lalang di sekitarnya ,


" Ramai sekali kota ini " kata Ranghao yang terus menggandeng tangan Panglima Jien ma ,


" sebaiknya kita cari tempat makan " kata Panglima Jien ma yang mempercepat langkahnya , sebab ia sendiri tidak ingin membuang waktu , banyak hal yang akan diurus ,


Setelah ketiga orang itu mendapatkan tempat yang diinginkannya , segera mereka mencari tempat yang nyaman untuk mereka bertiga ,


Sampai pramusaji menawarkan beberapa hidangan yang akan dipesan oleh mereka berdua ,


Tidak membutuhkan waktu lama hidanganpun akhirnya datang dan merekapun menikmati hidangan tersebut ,


⏩⏩


Pada saat ini Danu dan Reinki berhenti bermain catur , kedua bocah itu melihat Tubuh Guru Besar Akuma yang berbaring diatas tempat ranjang tidurnya ,


" Guru , aku berharap kamu dapat terjaga disaat semua masalah genting akan terjadi , bila perlu saat ini aku ingin melihatmu dalam keadaan sehat " kata Danu yang seakan berbicara pada dirinya sendiri ,


Sedangkan Reinki yang mendengar perkataan Danu ia hanya mendesah ,


" haihs ...hahhh .." Akhirnya Reinki duduk bersila di atas lantai dan Mulai berkonsentrasi ,


Danu yang masih memandang lekat Gurunya , kembali melihat kearah Reinki yang mulai berlatih dan berkonsentrasi ,

__ADS_1


Danu menghampiri Saudaranya itu ia akhirnya mengikuti jejak Reinki ,


Kembali Danu duduk bersila diatas lantai ,


Kedua bocah itu terus duduk bersila dan mulai mengatur seluruh energi kultivasi ,


Keduanya berkonsentrasi pada titik akupuntur didalam Dentian mereka ,


🔹


Saat ini shue dan Grei sedang mengemas semua barang dan seluruh ruangan ,


" Grei , aku sangat ingin bertemu dengan putra angkatku itu " kata Shue yang seperti punuk merindukan bulan ,


" haaaa...kamu Persis seperti anak kecil " kata Grei yang masih memegang peralatan kebersihan ,


Dari arah luar , Bhicong dan Chin Hong datang menghampiri ,


" Grei , mana Hausan ... semua halaman sudah aku rapikan " katanya yang ingin meletakkan peralatan yang ia bawah ,


" yah sudah , kamu istirahat saja dulu " kata Grei kepada Chin Hong dan Bhicong ,


" oh .. yah kalau begitu aku taruh dulu peralatanku ini " kata Chin Hong dan Bhicong yang akhirnya keluar dari dalam ruangan ,


Shue yang Grei kembali bekerja setelah Chin Hong dan Bhicong keluar dari dalam ruangan ,


" haish ... Grei bisakah kamu perlihatkan Ranghao " kata Shue yang merengek agar Grei mau menggunakan energinya untuk memperlihatkan Ranghao yang saat ini sedang melakukan perjalanannya ,


" ah ... baiklah " Kata Grei yang langsung mengeluarkan energi yang mirip cermin dan didalam cermin tersebut terlihat Ranghao dan yang lainnya sedang menikmati hidangan makanan ,


" wah. .. itu Ranghao " kata Bibi Shue yang sangat Senang sekali melihat Ranghao yang kondisinya baik-baik saja ,


" nah .... sudahkah , kamu sudah melihatnya , ayo kita melanjutkan pekerjaannya " kata Grei yang langsung memutus energi cermin tadi ,


" iyah ... terimakasih Grei , kamu baik sekali " kata Shue yang kembali melakukan aktivitasnya ,


🔹


Pada saat ini Shanghu sedang menyusun semua peralatannya ,


dan memindai semua barang yang akan dipergunakan untuk menghidupkan Kaisar Terdahulu ,


Ada beberapa Ramuan yang dapat mempermudah energi Kultivator seseorang ,


Batu Kristal Kehidupan juga tak luput dari pemeriksaan ,


Shanghu masih memilah dan memisahkan semua bahan , ada yang butuh percampuran , ada juga butuh pemisahan ,


Semua bahan harus Shanghu teliti dengan seksama ,


Sambil menunggu kedatangan She Hou , Sanghu masih terus Melanjutkan pekerjaannya ,

__ADS_1


__ADS_2