
Pada saat ini She Hou sedang menyelinap ke dalam Istana Kerajaan Gelap ,
Dengan menggunakan energi Gen Mutasi , She Hou menyamar sebagai prajurit Kerajaan Gelap ,
" Hem ... lumayan aku bisa masuk ke dalam Istana Kerajaan Gelap dengan menggunakan energi Gen Mutasi ini " Kata She Hou yang langsung menuju Ruangan Panglima pertama Kerajaan Gelap ,
Sambil menyelinap masuk , Dengan langkah berhati-hati She Hou terus masuk kedalam Istana Kerajaan Gelap ,
Pada akhirnya She Hou melihat sebuah pintu yang dijaga oleh seorang prajurit kerajaan ,
She Hou merasa ragu akan tindakannya itu , namun She Hou memberanikan diri untuk berjalan maju kearah prajurit tersebut ,
" Maaf , apakah ini Ruangan Panglima pertama .... " She Hou bertanya kepada prajurit penjaga ,
sang prajurit menjawab pertanyaan dari She Hou ,
" Iyah , kamu benar " katanya yang menjawab pertanyaan She Hou ,
" Bisakah saya bertemu dengannya " kata She Hou yang mengajukan permintaan ,
" tidak bisa , tapi jika kamu ada kepentingan atau perintah , mungkin bisa " kata prajurit itu lagi ,
" saya utusan dari sang kaisar " kata She Hou yang akhirnya berbohong kepada prajurit tersebut ,
Akhirnya prajurit itu masuk kedalam ruangan ,
Sesampainya prajurit itu didalam ruangan tersebut ia langsung bertemu dengan sang panglima yang saat ini bersama saudaranya , termasuk Ibunya She Hou ,
" Salam hormat Panglima " kata prajurit yang baru memasuki ruangan tersebut ,
" Iyah , ada apa " panglima langsung bertanya kepada prajurit tersebut ,
" diluar ruangan ada orang utusan dari kaisar " kata prajurit itu kepada panglima pertama Kerajaan Gelap ,
" apa , utusan Kaisar ... suruh dia masuk " kata panglima yang langsung memerintahkan kepada prajurit itu ,
" Baik , panglima " jawab prajurit itu yang langsung pergi kearah luar ruangan ,
Setelah prajurit itu bertemu dengan She Hou , segera memerintahkan She Hou untuk masuk kedalam ruangan ,
" Panglima memerintahkanmu masuk ke dalam " kata prajurit itu kepada She Hou ,
She Hou pun akhirnya masuk kedalam ruangan , dan langsung menghampiri Panglima Pertama Kerajaan Gelap ,
" Salam Panglima , She Hou menghadap " kata She Hou yang menyebutkan namanya ,
Panglima yang mengetahui bahwa dihadapannya itu adalah keponakannya , ia segera berdiri menghampiri She Hou ,
" kau ... kau sudah datang " kata Panglima yang langsung memeluk keponakannya ,
" iya , Panglima ... saya sudah kembali dan misi kedua " kata She Hou yang langsung keluar dari dalam ruangan ,
__ADS_1
Sang Ibu yang masih ragu bahwa itu adalah putranya hanya duduk dan berdiam diri ,
Akhirnya She Hou memutuskan untuk kembali ke desa sebab pasti Shanghu sudah menunggu kedatangannya ,
" Sebaiknya aku segera kembali , sebab saat ini aku belum bisa membawa Ibuku , " kata She Hou yang masih berjalan kearah luar Istana ,
She Hou memutuskan untuk kembali dan mencari sesuatu untuk ditumpangi , namun hari sudah larut malam , ia memutuskan untuk mencari tempat penginapan ,
⏭️⏩
Pada saat ini Panglima Jien ma dan Santos sedang dalam perjalanan menuju negeri angin ,
mereka akan mencari batu hitam ,
Batu hitam itu adalah kristal kultivasi hitam yang membuka segel Gelap pada tubuh manusia atau makhluk lainnya ,
Batu kristal hitam itu dapat menyembuhkan Guru Besar Akuma ,
" kita sudah sampai di desa karang putih " kata Santos yang melihat hamparan rumah penduduk yang di Pagari oleh ribuan karang putih yang entah dari mana asalnya ,
" Santos apakah kita berhenti di desa ini " Panglima yang saat ini berada di depan Santos memberikan pertanyaan ,
" Sebaiknya begitu , aku ingin mengisi perut , aku rasa Ranghao juga " kata Santos yang setuju dengan pendapat Panglima Jien ma ,
Ranghao yang mendengar pendapat dari kedua orang itu segera mencari tempat mendarat yang strategis ,
Setelah mendapatkannya , segera Ranghao turun diatas Tanah dan langsung berubah menjadi bocah kecil ,
Ternyata desa tersebut cukup ramai sekali , banyak sekali penduduk yang berlalu-lalang di sekitarnya ,
" Ramai sekali kota ini " kata Ranghao yang terus menggandeng tangan Panglima Jien ma ,
" sebaiknya kita cari tempat makan " kata Panglima Jien ma yang mempercepat langkahnya , sebab ia sendiri tidak ingin membuang waktu , banyak hal yang akan diurus ,
Setelah ketiga orang itu mendapatkan tempat yang diinginkannya , segera mereka mencari tempat yang nyaman untuk mereka bertiga ,
Sampai pramusaji menawarkan beberapa hidangan yang akan dipesan oleh mereka berdua ,
Tidak membutuhkan waktu lama hidanganpun akhirnya datang dan merekapun menikmati hidangan tersebut ,
⏩⏩
Pada saat ini Danu dan Reinki berhenti bermain catur , kedua bocah itu melihat Tubuh Guru Besar Akuma yang berbaring diatas tempat ranjang tidurnya ,
" Guru , aku berharap kamu dapat terjaga disaat semua masalah genting akan terjadi , bila perlu saat ini aku ingin melihatmu dalam keadaan sehat " kata Danu yang seakan berbicara pada dirinya sendiri ,
Sedangkan Reinki yang mendengar perkataan Danu ia hanya mendesah ,
" haihs ...hahhh .." Akhirnya Reinki duduk bersila di atas lantai dan Mulai berkonsentrasi ,
Danu yang masih memandang lekat Gurunya , kembali melihat kearah Reinki yang mulai berlatih dan berkonsentrasi ,
__ADS_1
Danu menghampiri Saudaranya itu ia akhirnya mengikuti jejak Reinki ,
Kembali Danu duduk bersila diatas lantai ,
Kedua bocah itu terus duduk bersila dan mulai mengatur seluruh energi kultivasi ,
Keduanya berkonsentrasi pada titik akupuntur didalam Dentian mereka ,
🔹
Saat ini shue dan Grei sedang mengemas semua barang dan seluruh ruangan ,
" Grei , aku sangat ingin bertemu dengan putra angkatku itu " kata Shue yang seperti punuk merindukan bulan ,
" haaaa...kamu Persis seperti anak kecil " kata Grei yang masih memegang peralatan kebersihan ,
Dari arah luar , Bhicong dan Chin Hong datang menghampiri ,
" Grei , mana Hausan ... semua halaman sudah aku rapikan " katanya yang ingin meletakkan peralatan yang ia bawah ,
" yah sudah , kamu istirahat saja dulu " kata Grei kepada Chin Hong dan Bhicong ,
" oh .. yah kalau begitu aku taruh dulu peralatanku ini " kata Chin Hong dan Bhicong yang akhirnya keluar dari dalam ruangan ,
Shue yang Grei kembali bekerja setelah Chin Hong dan Bhicong keluar dari dalam ruangan ,
" haish ... Grei bisakah kamu perlihatkan Ranghao " kata Shue yang merengek agar Grei mau menggunakan energinya untuk memperlihatkan Ranghao yang saat ini sedang melakukan perjalanannya ,
" ah ... baiklah " Kata Grei yang langsung mengeluarkan energi yang mirip cermin dan didalam cermin tersebut terlihat Ranghao dan yang lainnya sedang menikmati hidangan makanan ,
" wah. .. itu Ranghao " kata Bibi Shue yang sangat Senang sekali melihat Ranghao yang kondisinya baik-baik saja ,
" nah .... sudahkah , kamu sudah melihatnya , ayo kita melanjutkan pekerjaannya " kata Grei yang langsung memutus energi cermin tadi ,
" iyah ... terimakasih Grei , kamu baik sekali " kata Shue yang kembali melakukan aktivitasnya ,
🔹
Pada saat ini Shanghu sedang menyusun semua peralatannya ,
dan memindai semua barang yang akan dipergunakan untuk menghidupkan Kaisar Terdahulu ,
Ada beberapa Ramuan yang dapat mempermudah energi Kultivator seseorang ,
Batu Kristal Kehidupan juga tak luput dari pemeriksaan ,
Shanghu masih memilah dan memisahkan semua bahan , ada yang butuh percampuran , ada juga butuh pemisahan ,
Semua bahan harus Shanghu teliti dengan seksama ,
Sambil menunggu kedatangan She Hou , Sanghu masih terus Melanjutkan pekerjaannya ,
__ADS_1