Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 136


__ADS_3

Gerbang kelima memiliki tempat tak jauh berbeda dari gerbang satu , penuh dengan api yang setiap saat muncul dari bawah tanah ,


ketiga orang tersebut terus berjalan


" Danu , reinki , kita turun dari atas tubuh Siemens , kalian terus waspada yah " kata guru besar akuma yang langsung turun dari punggung Siemens


" baik guru " kata Danu dan reinki yang akhirnya ikut turun dari punggung Siemens ,


ketiga orang tersebut mendarat di atas tanah ,


mereka bertiga meneruskan perjalanannya


sampai pada akhir mereka tiba disebuah hutan yang penuh dengan pohon-pohon yang sangat besar ,


diantara dahan pohon terdapat rumah para penduduk desa ,


dunia ini memang mengherankan ,


dibagian lainnya terdapat Gayser yang menyemburkan api panas ,


dibagian yang saat ini mereka jumpai terdapat sebuah hutan pohon yang cukup besar sekali , satu dahan pohon saja berdiri satu buah rumah pohon ,


dari masing-masing pohon terdiri dari banyaknya cabang yang tersebar .


" guru apakah itu rumah penduduk desa ? ,,, " Danu bertanya kepada gurunya ,


" Iyah , kamu benar , itu rumah penduduk desa " kata Guru Besar Akuma menjawab pertanyaan dari Danu ,


" Guru apakah kita akan terus berjalan kedalam Hutan ini ? ,,,,, " kali ini Reinki bertanya kepada Guru Besar Akuma ,


" Iyah , sebaiknya kita meneruskan perjalanannya " kata Guru Besar Akuma kepada kedua muridnya ,


akhirnya ketiga orang tersebut masuk di kedalaman hutan ,


semakin dalam mereka memasuki hutan belantara semakin takjub akan suasana hutan yang begitu hijau dan subur ,


namun dari arah depan mereka melintas seorang pemuda berambut putih panjang , terikat ekor kuda


pemuda itu terus melewati Danu dan Reinki ,


Danu merasa heran dengan pemuda tersebut ,,


pemuda itu begitu tampan sekali ,,


namun yang anehnya , aura yang tercipta dari tubuhnya mengatakan bahwa pemuda itu bukan pemuda biasa saja ,


" Guru pemuda itu ! ,,,, " Danu tidak melanjutkan ucapannya ,


sebab pemuda tadi berbalik arah dan memanggil ketiga orang yang barusan Lewat didepannya ,,


" hai , kalian ,,, kesini " kata pemuda itu memerintahkan ketiga orang asing datang mendekati dirinya ,


" oh ,,,, kami , baiklah " Danu yang menjawab perkataan dari pemuda itu menghampiri dirinya ,


dari arah belakang , Guru Besar Akuma dan Reinki mengikuti Danu ,

__ADS_1


" ayoh ,, mampir ke pondokku , kita minum air teh hijau buatanku " kata pemuda itu menawarkan minuman pada orang yang baru ia lihat pertama kali ,,


" Anda mengundang saya ? ,,,, " Danu bertanya kepada pemuda itu ,,,


" Iyah ,,, kalian bertiga " kata pemuda itu menjawab pertanyaan Danu ,


" Baiklah , terimakasih banyak " kata Danu , Reinki dan Guru Besar Akuma ,


Ketiga orang itu mengikuti langkah pemuda tersebut ,


sesampainya mereka disebuah pohon yang penuh dengan bermacam-macam bunga , hal itu sangat mengherankan


" ayo masuk !! ,,, " kata pemuda itu yang langsung memegang sebuah rotan yang selanjutnya dapat mengangkat tubuhnya naik keatas dahan pohon ,,


begitu juga Guru Besar Akuma dan kedua muridnya ,


mereka bertiga mengikuti gerakan yang dilakukan oleh pemuda tadi , begitu juga dengan Guru Besar Akuma dan kedua muridnya ,


" yah ,,, kita sampai , silahkan duduk dulu " kata pemuda itu yang langsung masuk kedalam pondoknya ,,


tidak berapa lama kemudian ia membawa empat Cangkir teh hijau dan beberapa kue ,,


setelah itu ia meletakkan hidangan yang sudah dijanjikan kepada ketiga tamunya ,,


" silakan dinikmati , " kata pemuda tersebut yang langsung memberikan kepada tamunya ,,


" terimakasih kasih banyak " kata Danu yang sudah mengambil satu cawan teh hijau yang diberikan oleh pemuda tersebut ,,


" wahh ,,,, teh ini sangat enak sekali " kata Danu yang sudah menyeruput teh hijau tersebut ,,


Begitu juga dengan Reinki dan Guru Besar Akuma , ia juga mencicipi teh hijau tersebut ,,


" haaaa ,,,,, syukurlah kalian menyukai teh buatanku ini " katanya yang langsung meminum teh miliknya ,,


" oh ,, iya ada hal apa kalian datang ketempat yang sangat berbahaya ini " kata pemuda itu mencoba mencari bahan untuk dibicarakan ,,


" ada hal yang harus segera diatasi , sebab dunia ini semakin kacau jika tidak segera diatasi " kata Guru Besar Akuma menjelaskan kepada pemuda tersebut dan langsung bercerita tentang kekacauan yang terjadi di bumi ,,


" wah ,,, itu adalah hal yang sangat gawat sekali ! ,,, " katanya yang langsung memberikan satu helai rambutnya kepada Danu ,,


Rambut tersebut berubah menjadi emas dan memanjang ,


" letakkan pada bagian tengah pedang naga , ini akan bermanfaat untuk membantu menambah kekuatan pedangmu " katanya yang sudah menyerahkan satu helai rambutnya dan kembali menyeruput teh hijau miliknya ,,


Danu segera menerima rambut yang sudah berwarna emas itu , ia juga mengingat perkataan dari pemuda itu ,,


" terimakasih kakak " kata Danu yang mengucapkan kata terima kasih kepada pemuda tersebut ,


pemuda itu menjawab dengan senyuman


kembali Ketiga orang tersebut berbincang-bincang dengan pemuda pemilik pondok ,,


sampai akhirnya mereka bertiga berpamitan dan meneruskan perjalanannya ,


" Guru ,, kita akan kemana lagi " Reinki bertanya kepada Gurunya

__ADS_1


" kita kearah depan ,,, " kata Guru Besar Akuma yang masih terus berjalan


mereka bertiga meneruskan perjalanannya


sampai mereka tiba di pinggir hutan , lagi-lagi mereka melihat gayser yang keluar dari dalam tanah ,


gayser itu terus menjulang keatas langit , hawa panas yang diciptakannya makin terasa oleh tubuh Ketiga orang tersebut ,


" Danu ,,, Reinki ,,, kerahkan energi kalian berdua , hantam bagian tengah gayser tersebut " perintah dari Guru Besar Akuma kepada kedua muridnya ,,


" Baik Guru ,,, " kata kedua bocah itu secara bersamaan ,


Keduanya seketika mengeluarkan energi yang dimilikinya ,,


pukulan pamungkas Danu adalah pukulan raja iblis sedangkan pukulan pamungkas Reinki adalah elemen api hitam milik anak Raja iblis ,


kedua bocah itu sudah mulai bersiap-siap untuk melepaskan kekuatan tersebut ,,,


tubuh Danu sudah penuh dengan cahaya keemasan sedangkan tubuh Reinki mengeluarkan aura gelap pekat .


akhirnya kekuatan itu terlepas dari kedua tangan bocah tersebut ,,,


energi yang begitu besar dan kuat itu menghantam tepat pada lubang gayser yang hampir mengeluarkan api lagi ,


namun api tersebut tertutup oleh pukulan kedua bocah tersebut ,,


" cliuuinggg jleeegarrr bammmm " suara dentuman yang sangat keras terdengar membahana ,


terdengar suara raungan yang sangat keras ,


" graunggggkk greerrrrr grauookhhggg " suara raungan yang terdapat didalam tanah ,


" Guru seperti ada suara raungan dari dalam tanah " Danu dan Reinki yang sempat mendengar suara Raungan itu berbaur dengan suara ledakan yang kedua bocah itu ciptakan ,,


" iya ,,, lakukan sekali lagi " perintah dari Guru Besar Akuma kepada kedua muridnya ,,


" Baiklah Guru ,,, " kedua bocah itu menyahuti secara bersamaan ,,,


sejurus kemudian mereka kembali mengeluarkan pukulan andalan mereka ,


terdengar kembali suara dentuman yang sangat keras dan kuat sekali ,


" cliuuinggg jleeegarrr bammmm " suara yang lebih keras mereka dengar ,,


Dan Suara Raungan tersebut semakin keras terdengar ,


" graunggggkk ,,,, greerrrrr ,,, grauookhhggg " suara Raungan yang berasal dari dalam tanah Terdengar oleh ketiga orang tersebut ,,


" guru apakah makhluk itu sudah mati " Danu bertanya kepada Guru Besar Akuma ,


" Iyah ,,, lihat disana ada sebuah lubang besar ,, mungkin itu pintu gerbang kelima " kata Guru Besar Akuma yang langsung berjalan menuju kearah lubang tersebut yang diikuti oleh kedua muridnya ,


sesampainya mereka di depan lubang tersebut , memang ternyata lubang itu adalah pintu gerbang kelima yang sudah terbuka ,


segera ketiga orang tersebut masuk kedalam lubang tersebut ,,

__ADS_1


" Danu ,,, Reinki ,, ayo cepat kita masuk sebelum pintu ini tertutup dan monster tersebut terbangun dari kematiannya " kata Guru Besar Akuma yang langsung masuk kedalam lubang tersebut ,


" baik Guru " kedua bocah itu langsung memasuki lubang tersebut yang ternyata adalah pintu gerbang kelima ,


__ADS_2