
ketiga murid perguruan awan putih itu telah sampai di pintu gerbang desa biru ,,,
senior Sansan terus berjalan menyusuri jalanan desa ,,,
desa biru juga terlihat sangat ramai sekali walaupun hari sudah hampir malam ,,,
ketiga bocah itu terus berjalan sampai di ujung desa ,,,
sampai akhirnya Ketiga orang itu berhenti disebuah rumah megah yang memiliki asesoris dengan tekstur yang sudah lama namun terkesan sangat mewah ,,,
ketiga segera mengetok pintu masuk rumah ,,,
" tok ,,, tok,,tok ,, " Pintu dibuka dari dalam rumah ,,,
muncul wajah seorang wanita tua yang berpakaian bangsawan kuno ,,,
" aku datang ibu ,,, " senior Sansan menyapa wanita tua itu dengan panggilan ibu yang artinya bahwa dia adalah ibu dari senior Sansan ,,,
senior Sansan menarik tangan Danu dan reinki agar segera masuk kedalam rumah ,,,
Danu dan reinki segera mengikuti jejak senior Sansan ,,,
mereka berdua segera menuju ruangan tamu yang sudah disediakan oleh kedua orang tua senior Sansan ,,,
senior Sansan duduk di atas lantai bersama Danu dan reinki sedangkan kedua orang tua senior Sansan berhadapan dengan mereka berdua ,,,
" sansan ,,, ayo kita makan ,,, sudah lama kami menunggumu ,,, ini siapa ,,, itu kedua anak muda itu " kata ayah senior Sansan sambil menunjuk Danu dan reinki ,,,
" mereka berdua bernama Danu dan reinki ayah ,,, " jawab senior sansan singkat ,,, ibu senior Sansan mengambilkan makan untuk mereka bertiga termasuk ayah senior Sansan ,,,
⏩⏩
pada saat ini guru besar akuma dan Santos sedang menikmati hidangan makanan yang sudah dimasak oleh Santos sendiri ,,,
kedua pembesar itu sedang asik menikmati makanan yang sudah tersaji ,,,
" Santos Bagaimana kabar tentang kerajaan petir ,,, " guru besar akuma bertanya kepada Santos yang saat ini sedang mengambil satu potong ayam rebus ,,,
" Hem ,,, jien ma sudah mengalahkan siluman yang sangat berbahaya itu ,,, bahkan Siluman itu saat ini sudah berpihak pada kerajaan petir ,,, " kata Santos memberitahukan kepada guru besar akuma Tetang kejelasan yang sudah terjadi didalam kerajaan petir ,,,
" Hem ,,, dan bagaimana dengan monster tersebut " guru besar akuma semakin yakin jalan takdir yang akan terjadi ,,, namun ia hanya dapat menduga tanpa dapat mengetahui persis jalan takdir tersebut ,,,,,
__ADS_1
sedangkan Santos menceritakan semua kejadian yang terjadi didalam kerajaan petir ,,,
" jien ma berkata bahwa monster tersebut mirip sekali dengan Siemens tunggangan Danu dan kaisar terdahulu " kata Santos yang masih bercerita ,,,
" hemm ,,,, begitu ,,, lantas apa saja yang dihasilkan oleh alkemis itu " guru besar akuma masih mencoba meyakinkan dirinya bahwa garis takdir itu sudah terlihat jalannya ,,,
" Hem ,,, pang Sheng dan Ling shang membuat penemuan replika senjata kaisar ,,, dan membuat monster yang dulu katanya pernah menjadi panglima dari kaisar dan banyak berkali yang ia buat bahkan lebih " kata Santos lagi yang langsung menceritakan segalanya yang sudah ia ketahui dari panglima jien ma ,,,
" oh ,,, jadi begitu ,,, dan artinya memang peperangan tidak terelakkan ,,, akan ada peristiwa yang akan menjadi sejarah yang kedua dari dunia ini " kata guru besar akuma yang sudah berubah ekspresi wajahnya ,,,
" maksud guru ,,, " Santos terdiam ia mulai berpikir ,,,
dari pengetahuan tentang senjata kaisar ,,, panglima kaisar ,,, dan monster tunggangan sang kaisar bahkan sang kaisar sendiri ,,,
" tidak ,,, ini tidak mungkin guru besar ,,, jangan kamu katakan bahwa ini adalah jalan takdir yang akan terjadi " kata Santos yang menghentikan tangannya untuk menyendok nasi diatas piring ,,,
" mungkin mirip seperti bayanganmu tapi ,,, kamu bisa prediksikan nanti jika ini semua sudah terjadi " kata guru besar akuma yang sudah menyuap makanan kedalam mulutnya ,,,
mereka berdua terus berbincang-bincang dan menikmati hidangan diatas meja makan ,,,
⏩⏩
sang pangeran yang sedang menunggu kedatangan panglima jien ma ,,,
terlihat didepan pintu masuk gerbang menara alkemis ,,
dari kejauhan panglima semakin dekat dengan pintu tersebut ,,,
setelah berhenti tepat di depan Pangeran ketiga Chu kheyang,,, panglima jien ma segera menunduk dan memberi hormat kepada pangeran ketiga Chu kheyang ,,,
" salam hormat saya pangeran " kata panglima jien ma yang saat ini sedang berjongkok memberi hormat ,,
" bangunlah panglima jien ma ,, " kata Pangeran ketiga Chu kheyang yang langsung membawa jien ma menuju ruangan pang Sheng dan Ling shang ,,,
" ayo ikut aku kesana " kata Pangeran ketiga Chu kheyang ,,,
" baik ,,,, yang mulia" panglima pun mengikuti pangeran ketiga Chu kheyang yang berjalan menuju ruangan penelitian,,,,
disana alkemis pang Sheng dan Ling shang sedang memperbaiki kesalahan dalam membuat monster panglima dari kaisar terdahulu ,,,
kedua orang tua itu tengah sibuk dengan berbagai alat dan bahan ,,,
__ADS_1
pangeran dan panglima jien ma mendekati dua alkemis yang berkerja dalam naungan pangeran ketiga Chu kheyang dan pihak kerajaan ,,,
pada saat ini kedua pembesar itu sudah berada di depan kedua alkemis tersebut ,,
" bagaimana ,, pang sheng ,,, Ling shang " pangeran ketiga Chu kheyang bertanya kepada dua alkemis itu ,,,
sebab dalam masa pembuatan bentuk mahkluk itu biasa saja namun pada saat uji coba mereka menemukan kendala dan tidak berhasil merefek manusia buatan tersebut agar sekuat manusia buatan super kultivasi bahkan ingin lebih dari manusia buatan Tersebut ,,,
" saya akan berusaha memproses energi manusia ini panglima " kata pang Sheng yang menjawab pertanyaan pangeran ketiga Chu kheyang ,,,
" terus ,,, apakah masih membutuhkan batu unsur kristal " pangeran ketiga Chu kheyang yang melihat pang Sheng yang sedang sibuk dengan pekerjaannya ,,,
" sebenarnya lebih dari batu itu pangeran ,,, namun tidak tahu kenapa harus menjadi serumit ini " kata alkemis pang Sheng menjelaskan prihal penemuannya ,,
" Hem ,,, benda apa yang kau inginkan " pangeran segera bertanya kepada kedua alkemis tersebut ,,,
" batu itu terdapat didesa biru yaitu didalam wilayah negara awan putih ,,, " kata alkemis tersebut menjelaskan letak dari batu yang dapat mengaktifkan tubuh panglima dari kaisar terdahulu ,,,
" hanya itu saja yang ingin kau dapatkan " kembali Pangeran ketiga Chu kheyang bertanya kepada alkemis pang Sheng ,,,
" Iyah ,,, yang mulia ,,, batu itu sama seperti nyawa dari panglima ini " kata Alkemis pang sheng ,,,
" yah ,,, sudah aku akan memberitahukan kepada jien ma agar secepatnya mendapatkan batu tersebut " katanya ,,,
panglima jien ma yang saat ini sedang berada di sampingnya tentu ia dapat mendengar semua perkataan dari pangeran dan alkemis tersebut ,,,
" paman ,,, aku berharap kamu bersedia " kata Pangeran ketiga Chu kheyang yang langsung berhadapan dengan panglima jien ma yang saat ini sedang berada di sampingnya ,,,
" baiklah yang mulia saya akan segera berangkat sekarang " kata panglima jien ma ,,
pangeran menyerahkan batu kristal energi ,, dan beberapa obat penambah kultivasi ,,
setelah itu panglima jien ma segera berangkat kembali menuju negri awan putih ,,,
" ranghao ayo kita bertemu dengan temanmu itu ,, aku rasa ini jalan takdirmu untuk bertemu dengannya " kata panglima jien ma yang langsung menaiki punggung ranghao ,,,
setelah memberikan batu kristal dan pil penambahan energi kultivasi agar ranghao Semakin kuat dan besar ,,,
" baik panglima ,,, segera berangkat " kata ranghao yang langsung bergerak berjalan menuju negara awan putih ,,
mereka berdua segera meninggalkan menara alkemis dan pergi secepatnya ,,,
__ADS_1