
Danu dan Reinki telah memasuki ruang Guru Besar Akuma berada ,
" Salam Guru , kami datang " kata keduanya hampir bersamaan ,
" Danu , Reinki , kalian telah datang , kemarilah .. " Guru Besar Akuma memerintahkan kedua untuk mendekat ,
" Baik , Guru " keduanya berjalan menghampiri Guru Besar Akuma ,
" Lihat ini , ini adalah kitab yang ditulis oleh seorang Alkemis kerajaan , coba kamu baca dan pelajari , aku berharap itu akan membuatmu lebih matang lagi dalam pelatihanmu " kata Guru Besar Akuma yang menunjukkan sebuah Kitab Kaisar Terdahulu kepada kedua bocah itu ,
Danu dan Reinki menerima Kitab tersebut dan mulai membukanya ,
Kata pembuka dari kitab tersebut terdapat lambang Siemens dan naga emas miliknya , simbol dari kebenaran dan keadilan yang tulis dalam bentuk diagram ,
" Guru bisakah kami membawa Kitab ini " Danu bertanya kepada Guru agar mereka diijinkan untuk membawa Kitab tersebut ,
" Baiklah , tapi setelah itu kembali pada laci disana " kata Guru Besar Akuma yang menunjuk sebuah laci berukir , setelah itu ia kembali duduk di atas meja kursi yang berada di dalam ruangan tersebut ,
Sedangkan Danu dan Reinki segera keluar dari dalam ruangan , mereka menuju ruang kamar tidurnya ,
Kembali Danu dan Reinki membuka Kitab tersebut dari halaman - kehalaman selanjutnya ,
" kak , ukiran yang terdapat diatas kitab ini sangat indah sekali , Alkemis itu sangat berbakat sekali mengukirnya " kata Danu yang berpendapat dengan tulisan yang tertera di atas Buku kitab tersebut ,
" Iya , sangat indah dan cantik sekali , " katanya yang langsung meraba tulisan yang terdapat pada Buku Kitab tersebut ,
mereka berdua terus membaca dan mengamati tulisan yang tertera pada kitab , terkadang mereka saling bertukar pendapat ,
⏭️⏭️
She Hou yang saat ini baru keluar dari dalam ruang kamar tidur , ia segera menuju ruang penelitiannya ,
Disana ia melihat beberapa botol pil ,
Ia mencoba memeriksa botol tersebut ,
Setelah memastikan bahwa pil tersebut adalah pil pemulihan dan pil penambah energi , segera ia letakkan kembali pil tersebut ke tempat asalnya ,
Ia kembali membawa sebuah botol unik , Didalam botol tersebut terdapat ramuan gen mutasi pada tubuh ,
Segera ia meletakkan pil tersebut diatas meja penelitiannya ,
Dari arah berlawanan muncul Shanghu yang membawa beberapa bahan lagi ,
__ADS_1
" Ada apa She Hou ... " Shanghu bertanya kepada She Hou ,
" Tidak , kita harus meminum pil yang ketiga " kata She Hou yang langsung mengambil pil tersebut pada botol spesial itu ,
Begitu juga dengan Shanghu yang mengambil pil tersebut ,
Kedua Alkemis itu segera meminum pil ciptaanya , setelah pil tersebut mereka telan ,
Seperti pada pil yang lainnya , tubuh mereka berdua seketika tergeletak di atas lantai ruang penelitian ,
Melihat kondisi dari sang alkemis , tubuh mereka sudah mulai ternampakkan perubahannya ,
Tubuh kedua Alkemis itu berubah dan berwarna terang , seperti ada sebuah kekuatan yang masuk kedalamnya ,
Dari perubahan tubuh itu terlihat jelas , tubuh mereka akan selalu berubah sesuai dengan kehendak serta pikiran mereka ,
dari yang terlihat saat ini walaupun tidak begitu sempurna tubuh mereka berubah menjadi seseorang yang mereka pikirkan ,
Gen dikedua Alkemis itu sudah mulai berbaur ,
Tubuh mereka akan berubah menjadi bentuk dan wajah orang lain ,
Tiga jam sudah berlalu ,
Sampai pada akhirnya waktu sudah hampir sore keduanya mulai terlihat dari wujud fisiknya ,
" akhs ... ahh .. " She Hou yang baru mulai sadar ia mengerang , namun setelah melihat tangannya yang masih terlihat cahaya , seketika She Hou duduk bersila dan memulai menetralisir kekuatannya ,
Berbeda dengan Shanghu yang belum terlihat akan tanda-tanda bahwa ia akan sadar ,
sampai dua jam kemudian She Hou telah selesai dengan penyempurnaan dari kekuatan energi miliknya ,
She Hou akhirnya melihat kearah Shanghu yang belum nampak tanda-tanda bahwa ia akan sadar ,
" Shanghu , apa yang sudah terjadi , kenapa kamu belum juga bangun , apakah kamu baik-baik saja " kata She Hou yang berbicara pada dirinya sendiri , sebab tidak ada siapapun kecuali dirinya saat ini ,
Namun baru saja She Hou berbicara demikian , Shanghu terbangun dari sadarnya ,
" She..she Hou ... aksss ..ah .. sakit " mendadak Shanghu mengerang sakit , diapun memegangi kepala dan perutnya ,
" Shanghu .. kamu kenapa , sebaiknya netralisir saja energimu itu , mungkin gen mu menolak keberadaannya " kata She Hou yang mulai panik melihat kondisi Shanghu ,
Shanghu yang masih Sadar mendengar ucapan She Hou segera mengikuti anjurannya ,
__ADS_1
Ia pun duduk bersila , sambil menetralisir seluruh energi dan kekuatannya ,
Kali ini Shanghu akan sangat lama , sebab gen mutasi pada tubuh Shanghu butuh penyesuaian ,
Sampai pada akhirnya , tubuh Shanghu dapat beradaptasi dengan gen mutasi , dan ia pun kembali lagi pada kumpulan energinya , dari hembusan nafasnya , Shanghu telah berhasil menetralisir seluruh kekuatan dari gen mutasi ,
" Syukurlah , kamu telah berhasil " kata She Hou yang sudah bernafas lega ,
" Maaf , aku membuatmu kawatir " kata Shanghu yang sudah pada posisinya ,
" yah sudah , tinggal kita latihan saja , aku ingin penyamaran kita itu berhasil dengan sempurna tanpa ada kegagalan " kata She Hou yang langsung menuju arah dapur dan memasak hidangan makanan ,
Hampir satu jam lebih makanan itu telah siap ,
She Hou yang belum melihat keberadaan Shanghu segera berteriak pelan ,
" Shanghu , cepetan sini , aku sudah memasak hidangan kesukaanmu " kata She Hou yang baru saja menyiapkan hidangan makanan ,
" iya sebentar " Shanghu berteriak keras sekali ,
" hais .. dasar Shanghu " kata She Hou yang langsung berjalan masuk ke dalam ruangan terlebih dahulu , setelah ia keluar dengan mengenakan pakaian yang baru , rupanya She Hou sudah selesai mandi dan berganti pakaian ,
Pada saat She Hou baru keluar dari dalam ruangan , Shanghu masuk kedalam ruang makan , akhirnya kedua Alkemis itu menyantap hidangan makanan yang sudah tersaji ,
🔹⏭️
Kembali pada Danu dan Reinki yang saat ini sedang berlatih mengunakan sebagian dari isi Kitab Kaisar Terdahulu ,
keduanya sudah melakukan gerakan yang berbeda dan energi yang berbeda ,
Kedua bocah itu akhirnya di bawah masuk oleh Shue kedalam ruang Dimensi ,
Didalam Ruang Dimensi itu terdengar keras sekali pukulan dari kedua bocah tersebut , sampai ruang Dimensi itu bergetar dari dalam ataupun luar ,
Semua orang yang berada di dalam Wilayah sekitar istana dapat mendengar suara pukulan dan getaran akibat dari Pukulan Danu dan Reinki ,
" ciungggg ... jlegaaaarrrr .... baaaammmm " suara itu terdengar silih berganti seperti ingin merobohkan ruang Dimensi ciptaan dari Bibi Shue ,
" haaaaa ... kedua bocah itu akan menghancurkan ruang Dimensi buatan shue " kata Hausan yang merasakan getaran dan pukulan yang dilayangkan oleh kedua bocah tersebut ,
Sedangkan Guru Besar Akuma hanya terdiam merasakan getaran yang di peroleh dari Pukulan tersebut ,
Namun bukan itu saja yang ia ketahui , ada hal lain yang membuat dirinya mengerutkan keningnya ,
__ADS_1
" Hem .... ternyata mereka berdua telah berhasil , aku tidak tahu apakah rencana saat ini akan berhasil , jika hal ini menemui kegagalan maka yang harus aku lakukan adalah membuat Danu dan Reinki menelan pil keabadian yang sudah lama aku simpan , sebab dari sejarah terdahulu tidak pernah ada lawan yang seberat ini " kata Guru Besar Akuma yang akhirnya menghela nafas panjang , membuang segala risau yang begitu menekan hatinya ,
Guru Besar Akuma telah menyadari bahwa Kedua Alkemis itu telah berhasil menelan pil gen mutasi yang akan membuat mereka melakukan penyamaran yang begitu sempurna tanpa ada yang dapat mengetahui siapa Diantara orang-orang yang berada di istana ini dapat mengenali dirinya ,