Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 141


__ADS_3

" Di Dunia ini selalu ada antagonis dan protagonis , pada saat ini protagonis berusaha untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas Dunia , namun sang Antagonis telah membuat tindakan untuk menghancurkan Dunia , bahkan kaisar terdahulu akan dibangkitkan untuk melawan sang Protagonis " Pangeran Ketiga Chu Kheyang menutup kisah cerita yang ia ungkapkan kepada Panglima ,


Pada saat ini Panglima dapat memahami sedikit masalah yang sudah terjadi ,


Dia sendiri dapat mengingat semua kejadian di masa Kaisar ,


Banyak sekali simbol ular yang di terapkan pada pemerintahan , disebabkan banyaknya manusia hanya takut akan kekuatan sang kaisar tapi tidak takut akan perbuatannya terbongkar oleh pihak kerajaan ,


Para penghianat merajai di seluruh wilayah dan negara ,


Nama Kaisar hanya simbol dari kebiadaban yang mereka lakukan ,


" Pangeran , mungkin sejarah akan berulang lagi , yang harus kita lakukan adalah bersiap - siap agar bencana yang akan terjadi bisa kita atasi dengan segera " Kata Panglima yang sudah menasehati Pangeran Ketiga Chu Kheyang ,


" Yang aku ingin lakukan adalah hal itu , namun ... ternyata semua tidak berjalan seperti yang aku prediksikan " Kata Pangeran menatap lurus ke depan berharap agar masa depan selalu berpihak kepadanya ,


" Jika memang takdirnya sudah seperti itu , kita jangan mau mengalah akan jalannya , tapi ... kita harus terus berbegerak maju " Kata Panglima yang membuat Pangeran memiliki sebuah harapan bahwa mereka akan berhasil dari ujian yang diberikan oleh sang penentu jalan takdir ,


" Iyah ... saya faham Panglima , terimakasih atas nasehat yang anda berikan " Pangeran seketika tersenyum kepada Panglima , sedangkan panglima hanya menganggukkan kepalanya saja ,


Setelah perbincangan antara kedua pembesar itu ,


Kini mereka telah kembali ke dalam menara Alkemis ,


⏭️⏭️


Saat ini Danu dan Reinki kembali berlatih ,


Sedangkan she Hou dan Shanghu sudah menyelesaikan tugasnya ,


ketiga pil itu sudah di ekstrak oleh mereka sampai berkali-kali ,


Bentuk pil tersebut telah berubah warna dan wujudnya ,


Kesempurnaan pil tersebut dapat efektif jika melalui pengestrakan ,


Setelah hasil akhir selesai , kedua Alkemis itu mengambil Batu Kehidupan yang sudah di gabungkan menjadi satu ,


Warna dari batu tersebut 3 pancaran saja ,


Batu tersebut hanya berfungsi untuk tiga kali pengaktifan ,


Setelah she Hou mengamati Batu tersebut , kembali she Hou memasukkan batu kehidupan itu disebuah guci yang terbuat khusus ,


" Bagaimana menurutmu Shanghu " She Hou yang baru memasukkan Batu Kehidupan itu Melayangkan pertanyaan kepada Shanghu ,


" Haaaa , kamu pasti akan terkesan dengan keunggulan dari Batu kehidupan itu jika dapat digabungkan " Shanghu memberikan pendapatnya kepada she Hou ,


" Hal itulah yang aku inginkan , berjalan efektif dan Sempurna " Katanya yang langsung menyunggingkan senyum liciknya ,

__ADS_1


" Haaaaa " Kedua Alkemis itu tertawa bersamaan ,


sampai akhirnya mereka menelan satu butir pil gen mutasi ,


Kedua Alkemis itu sudah mulai merasakan perubahan energi pada pil yang mereka minum ,


Semakin lama semakin bertambah pekat kekuatan tersebut ,


Pada akhirnya kedua orang itu tidak sadarkan diri disebabkan pengaruh dari pil tersebut ,


Waktu terus bergulir dan semakin malam , kedua Alkemis itu terbangun dari pingsannya ,


" akhss .. ah .. dimana ini ... " suara she Hou yang baru terbangun dari tidurnya ,


Begitu juga Shanghu yang juga baru sadar ,


" She Hou .. kita dimana ... " Shanghu yang baru sadar ia bertanya kepada She Hou ,


" Entahlah , setahu aku kita telah meminum satu biji pil , setelah itu aku tak tahu lagi ... " kata She Hou sambil memijit kepalanya ,


" apakah .. pengaruh dari pil tersebut , membuat kita tidak sadarkan diri " Shanghu juga masih merasa heran dengan kondisinya pada saat ini ,


Kedua Alkemis itu segera berdiri dari atas lantai , keduanya segera menuju ruang tengah ,


tidak merasa hal yang aneh terhadap dirinya ,


Pada saat ini She Hou dan Shanghu melihat kearah tangan dan sekujur tubuhnya ,


Tubuh mereka dapat merasakan hawa murni yang berbeda ,


Pada akhirnya mereka berdua mencoba untuk duduk bersila ,


Keduanya akan melakukan penetralisir pada seluruh anggota tubuh dan energinya ,


Tidak membutuhkan waktu lama kedua Alkemis itu sudah selesai menetralisir kekuatan dari pil tersebut ,


" hufff ... selsai , aku akan mandi , setelah itu akan berganti pakaian " kata She Hou yang sudah lebih dulu selesai dari meditasinya ,


Ia segera beranjak meninggalkan tempatnya , sedangkan Shanghu ia masih fokus pada aliran yang berbeda pada tubuhnya itu ,


⏭️⏭️


Hari ini Danu dan reinki sudah menggabungkan keseluruhan energi ,


setelah energi itu sudah stabil dan menyatu didalam tubuhnya ,


Kedua bocah itu segera menghentikan aktivitasnya ,


Mereka berdua segera duduk bersila dan mulai berkonsentrasi pada titik temu akupuntur ,

__ADS_1


Disetiap titik temu dialiri energi kekuatan senjata tersebut ,


" Danu , Reinki sudah selesai , ayo kita kembali " Kata Guru Besar Akuma kepada kedua muridnya ,


Akhirnya Guru Besar Akuma membuka pintu portal Dimensi agar mereka dapat keluar dari ruangan tersebut ,


" kak , ayo kita bermain dengan Ranghou " Danu yang saat ini baru keluar dari dimensi lain itu langsung menuju halaman belakang istana ,


" yah ... baiklah ayo kita kesana " kata Reinki yang mendahului langkah Danu ,


Kedua bocah itu juga masih sempat bercanda dan bergurau ,


Sampai akhirnya mereka berdua tiba dihalaman belakang istana ,


Danu dan Reinki melihat Ranghao sedang membantu Shue sedang membersihkan halaman tersebut ,


" Ranghao , kamu berhasil " Danu bertanya kepada Ranghao tentang pelatihanya , sebab kedua bocah itu sudah beberapa hari tidak menjumpai Ranghao , keduanya juga sibuk dengan pelatihanya ,


" Danu , Reinki , tentu .... aku sudah merubah wujudku , apakah kamu tidak melihatnya " Kata Ranghao yang berbalik melihat kedatangan Danu dan Reinki ,


Ranghao yang kebetulan ingin berubah menjadi anak kecil itu dilihat oleh Danu dan Reinki ,


" haaa , Ranghao ini beneran kamu " Reinki seketika memeluk Ranghao yang sudah menjadi bocah kecil berumur 12 th ,


" Ranghao , kamu tampan sekali " Kata Danu yang memuji raut wajah Ranghao yang sangat tampan ,


" heeee .... " Ranghao tertawa kecil mendengar pujian dari Danu ,


" Biar kami membantumu melakukan pekerjaan ini " Kata Reinki yang sibuk membantu Ranghao membersihkan dan memotong Rumput dihalaman ,


" wah .. seperti kalian berdua sudah berhasil , jika hari itu sampai kita akan berjuang bersama-sama yah " Kata Bibi Shue dari arah samping , tak jauh dari keberadaan Ranghao ,


" Bibi apakah kamu ingin berjalan-jalan " Danu bertanya kepada Bibi Shue ,


" Hem .. kemana Danu " Bibi Shue balik bertanya kepada Danu ,


" Bagaimana kalau kita kepasar " Danu menyarankan agar mereka pergi kepasar ,


" untuk apa kita kepasar " Bibi Shue yang saat ini masih memotong rumput ia kembali menanyakan kenapa Danu mengapa ingin pergi ke pasar ,


" Aku cuma ingin melihat keadaan pasar , sudah lama sekali tidak pergi ke sana " kata Danu yang mengutarakan maksudnya ,


" oh .. kamu ingin bersenang-senang " kembali Bibi Shue bertanya kepada Danu ,


" Iyah Bi , Danu ingin sekali melihat-lihat suasana pasar " Kata Danu lagi ,


" Danu , kamu udah besar Bukan anak-anak lagi " kali ini Reinki menyahuti perkataan Danu ,


" Aku hanya Rindu dengan kakek sangmi yang selalu mengajakku pergi berniaga " kata Danu lagi ,

__ADS_1


" yah sudah besok kita akan pergi ke pasar , tapi kita harus meminta izin pada Hausan dan Santos ayahmu " Kata Bibi Shue yang akhirnya setuju dengan ajakan Danu pergi kepada bersama dengan yang lainnya ,


Danupun merasa senang sekali ,


__ADS_2