
Pada saat ini Danu dan Reinki juga Guru Besar Akuma sedang melanjutkan perjalanannya ,
Namun secara tiba-tiba mereka terperosok disebuah lubang , didalam lubang tersebut ada enam macam benda yang merupakan senjata kelas dewa ,
Benda tersebut terdiri dari tali , guci , pil , gelang , baju dan cincin
masing-masing benda itu berada disebuah tempat yang berbeda - beda ,
Guru Besar Akuma yang melihat benda-benda itu segera memerintahkan Danu untuk mengambil benda tersebut ,
Selanjutnya Guru Besar Akuma mencoba mengeluarkan sebuah benda yang termasuk senjata pembuka gerbang Dimensi berbeda ,
Segera Guru Besar Akuma membaca sebuah mantra pembuka pintu Gerbang ,
Pintupun akhirnya terbuka , ketiga orang tersebut segera masuk kedalam ruang pintu ,
Setelah mereka bertiga berada di dalam ruang yang berbeda , ketiga orang tersebut langsung disambut oleh seorang yang berpakaian nyentrik dengan kalung yang penuh dengan kepala tengkorak serta permata ,
" Salam Pangeran Keduabelas , " kata orang yang berpakaian nyentrik tersebut ,
" Iyah ,, Rongshe " Guru Besar Akuma menjawab salam yang diberikan oleh orang yang berpakaian nyentrik itu ,
" silakan pangeran , kehadiran pangeran telah ditunggu yang mulia " kata orang tersebut yang ternyata bernama Rongshe ,
" Baiklah " ketiga orang tersebut langsung mengikuti Rongshe sampai didepan singgasana kerajaan putra iblis ,
" salam , kanda " Guru Besar Akuma memberi salam hormat kepada saudaranya ,
begitu juga dengan Danu dan Reinki mereka berdua mengikuti apa yang dilakukan oleh Guru Besar Akuma ,
" Aku sudah tahu " katanya yang langsung berbicara pada pokok pembahasan ,
Ia pun segera melakukan perubahan terhadap Danu dan Reinki ,
kedua bocah itu tidak mengetahui apa yang sudah di lakukan oleh putra mahkota kerajaan iblis itu ,
Setelah Sang Pangeran selsai dengan tugas yang ia lakukan , segera ketiga orang tersebut dihantar kembali kedunia manusia ,
sesampainya mereka di dunia manusia , ternyata ketiga orang tersebut sampai didepan pintu gerbang istana raja terdahulu ,
" Chin Hong , Bhicong ,,,,, " Guru Besar Akuma mencoba memanggil nama kedua orang yang saat ini berada di halaman istana raja terdahulu ,
" Guru Besar Akuma ,,,,, " kedua orang itu yang tak lain adalah Chin Hong dan Bhicong bersama menyebut nama orang yang sudah memanggilnya ,
keduanya menghampiri pagar depan rumah ,
setelah itu membukanya ,
" Ada kabar apa yang sudah terjadi " Guru Besar Akuma segera masuk kedalam istana kerajaan , begitu juga dengan Danu dan Reinki ,
__ADS_1
mereka mengikuti langkah Guru Besar Akuma ,
" Kabar gawat , semua kristal telah hilang , dan tidak ada satupun yang dapat di cegah " Chin Hong akhirnya menjelaskan kepada Guru Besar Akuma apa yang sudah terjadi selama dia tidak berada di dunia Manusia ,
" yah sudah , itu adalah takdir yang sudah terencana oleh yang maha berkehendak kita ikuti jalan takdir itu " Kata Guru Besar Akuma kepada semua yang berada di tempat itu ,
mereka akhirnya masuk kedalam Istana Raja Terdahulu ,
setelah mengumpulkan semua anggota ,
Guru Besar Akuma segera mengintruksikan kepada mereka , Rencana yang akan mereka gunakan ,
" jadi semua kristal telah hilang dari desa " Guru Besar Akuma memulai perbincangan ,
" Iyah , tidak ada satupun yang dapat kita selamat , sebab mereka berdua terlalu licin " Kata Hausan yang juga memberitahukan kepada Guru Besar Akuma ,
Dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk memasang strategi , walau Guru Besar Akuma sendiri tidak yakin bahwa rencana itu akan berhasil , setidaknya ia dapat berusaha
setelah mereka membagi tugas dan kelompok semua yang saat ini berada di istana raja terdahulu segera bersiap - siap , bisa jadi kedua Alkemis itu sudah menyusun Rencana agar dapat memasuki Istana Raja Terdahulu ,
⏭️⏩
Pada saat ini Shanghu dan She Hou sedang membuat penemuan baru , mereka akan melakukan mutasi pada wajah dan tubuh mereka ,
Sebab saat ini mereka sedang membuat Ramuan yang dapat mengubah wajah mereka menyerupai seseorang yang diinginkannya ,
Pada hari ini mereka sudah membuat satu pil ramuan , tersisa dua pil lagi ,
Padahal dengan cara menyamarkan saja itu sudah lebih dari cukup ,
Tapi mereka lebih memilih untuk melakukan mutasi pada wajah dan anggota tubuhnya ,
" Shanghu , ayo kita pergi ke desa ,,,, " kata She Hou yang langsung keluar dari dalam pondoknya ,
Mereka akan melintasi portal penghubung desa dan negri awan putih ,
Sebab mereka masih akan mencari bahan yang lainnya ,
Setelah berjalan sampai didepan pintu portal ,
Segera kedua membuka pintu tersebut dan keluar dari negri awan putih ,
Mereka berdua tidak ingin membuang waktu lagi segera mengunakan gingkang tingkat tinggi milik mereka ,
Sesampainya mereka di desa yang dimaksud Segeralah mereka menuju hutan tertutup ,
Disana mereka sudah mendapat berbagai macam bahan yang mereka inginkan ,
" She Hou , aku rasa ini sudah cukup " Shanghu yang sudah memasukkan semua bahan , segera mendekati She Hou yang saat ini sedang memilah sesuatu ,
__ADS_1
setelah itu tanpa ragu She Hou mengambil bahan tersebut ,
" Yah sudah , ayo kita kembali " Jawab She Hou yang mengetahui bahwa Shanghu sudah berhasil mengumpulkan semua bahan ,
Setelah mereka selesai memanen tanaman serta bahan yang lainnya ,
Segera mereka kembali kedalam pondok penelitian ,
Disana mereka sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya ,
" She Hou , besok kita lanjutkan , aku sudah sangat letih " kata Shanghu yang langsung keluar dari ruangan tersebut ,
She Hou yang melihat hanya terdiam , ia sadar bahwa mereka berdua sudah sangat bekerja keras untuk mencapai suatu yang menjadi tujuannya ,
Segera She Hou menyusul Shanghu yang sudah beristirahat terlebih dahulu ,
⏩⏭️
Pagi pun telah datang ,
Pada saat ini Ranghao yang bersama dengan shue sedang duduk di halaman belakang istana ,
Shue sedang menjelaskan semua unsur-unsur yang terkandung pada energi dan sumber kekuatan ,
Bahkan Shue begitu telaten menjawab pertanyaan dari Ranghao yang belum faham dari unsur tersebut ,
" Apakah kedua energi yang tergabung itu dapat maksimal jika kita pecahkan " Ranghao yang belum faham menanyakan kepada Shue ,
Shue yang faham bahwa Ranghao belum memahami maksud dari ucapannya segera menjelaskan ,
bertepatan dengan itu , Danu dan Reinki melihat Ranghao yang mirip sekali dengan Siemens ,
" Danu , lihat itu " Reinki yang sempat terkejut segera menunjuk Ranghao yang sangat mirip dengan Siemens ,
" haaa ,,, mirip sekali " Danu dan Reinki segera mendekati Shue yang begitu telaten mengajari Ranghao ,
" ayo kita kesana " kata Reinki yang melihat Danu sudah melangkah lebih dulu darinya ,
Sesampainya mereka berdua didepan Shue ,
" Danu , Reinki , kalian sudah kembali " kata Shue yang begitu senang melihat kehadiran kedua bocah tersebut ,
" Benar Bibi , kami baru kembali " Danu segera menghampiri Shue ,
" Bibi siapakah dia " Reinki bertanya kepada Shue yang saat ini bersama dengan Ranghou ,
" oh ... dia Ranghao , teman Panglima Jien ma " Akhirnya Shue bercerita kepada Danu dan Reinki prihal Ranghao tunggangan dari Panglima Jien ma ,
" oh ,,, jadi dia bernama Ranghao " Reinki menimpali penjelasan dari Bibi Shue
__ADS_1
" Ranghao , salam kenal , ini aku Reinki dan ini adikku Danu , " kata Reinki yang sudah memperkenalkan dirinya dan adiknya ,
" salam kenal , Reinki , Danu " kata Ranghao yang ingin mengakrabkan dirinya dengan kedua bocah itu ,