
Kedua alkemis pang Sheng dan Ling shang , sedang menyiapkan segala bahan yang akan di pergunakannya ,
Kedua Alkemis itu akan mengembalikan kekuatan dari sang Panglima yang disebabkan oleh ketidak selarasan ,
Tubuh Cloning dari Panglima itu tidak bereaksi akan kekuatan senjata yang dimiliki oleh Panglima ,
Jika hal itu masih juga belum mendapatkan hasil terpaksa Cloning Panglima akan mengunakan senjata yang akan digunakannya ,
Malam terus berjalan , sampai larutpun telah datang ,
⏭️⏩
Santos dan Panglima Jien ma terus mengendarai tubuh Ranghao ,
Kedua petinggi kerajaan itu masih fokus pada jalan yang saat ini mereka sedang lalui , sesekali Ranghao berkelit untuk menghindari kilat yang akan mengenai dirinya ,
" Ranghao apakah kamu lelah " Panglima mencoba bertanya kepada Ranghao yang masih fokus akan keadaan di sekitarnya ,
" tidak ... tapi sedikit " jawab Ranghao yang masih terus memandang kedepan jalan ,
" Baguslah , jika kamu lelah kita bisa beristirahat sejenak " Kali ini Santos yang mengatakannya ,
" em .. tidak , aku juga ingin cepat sampai " jawab Ranghao kembali ,
Panglima Jien ma akhirnya dapat mengerti , kembali suasana menjadi sunyi , hanya terdengar suara Guntur dan angin malam yang membelai tubuh mereka ,
⏩⏭️
Pagi ini Danu dan Reinki sangat mengantuk mereka berdua memutuskan untuk beristirahat ,
Lain halnya dengan sang Kaisar , ia Menuju sebuah ruangan Khusus hanya dia dan Guru Besar Akuma yang dapat memasuki ruangan tersebut ,
Kaisar terus berjalan menyusuri lorong Ruangan , dari arah luar Istana Chinhu dan yang lainnya bertemu dengannya , mereka semua segera memberi salam hormat kepada Kaisar ,
" salam hormat yang mulia Kaisar " semua kawan satu tim Chinhu yang baru usai berjaga memberi salam hormat kepada sang Kaisar yang ingin menuju ruangannya ,
" Salammu ku terima , bangkitlah " kata Kaisar yang sudah menghentikan langkahnya ,
" Iyah yang mulia Kaisar " mereka berempat segera berdiri kembali seperti posisi semula ,
" Yang Mulia ingin kemana " Kali ini Chin Hong bertanya kepada Kaisar ,
"Aku akan keruanganku " katanya yang sudah menjawab pertanyaan dari Chin Hong ,
" oh .. baiklah , silahkan yang mulia Kaisar " kata Chin Hong dan yang lainnya hampir bersamaan ,
Akhirnya Kaisar melanjutkan langkah kakinya menuju ruangannya ,
Sesampainya ia didepan pintu masuk , segera Kaisar membuka pintu tersebut dan langsung masuk ke dalam ruangan ,
🔹
__ADS_1
Danu dan Reinki yang lelah dikarenakan bermain catur dan berjaga di dalam ruangan Guru Besar Akuma , mereka berdua tergeletak tidur diatas lantai ,
Dari arah luar ruangan , Kakek Sangmi , Kakek Sanghu juga Bibi Maiylang ingin memasuki ruangan tersebut ,
Namun melihat kondisi Danu dan Reinki yang sedang tertidur pulas , mereka berdua memutuskan untuk kembali keluar dari dalam ruangan ,
Kedua Kakek dan Bibi Maiylang itu segera membantu aktivitas Paman Hausan , grei dan Bibi Shue ,
ketiga orang tersebut segera mengambil pekerjaan yang setiap hari harus dikerjakan ,
Sedangkan Chin Hong dan yang lainnya segera beristirahat ,
Sebab Paman Hausan dan yang lainnya telah menggantikan mereka untuk berjaga ,
🔹
Pada saat ini didalam Menara alkemis milik Pangeran Ketiga Chu Kheyang ,
Kedua Alkemis itu tengah sibuk dengan urusannya , yaitu kembali menguji coba tubuh Panglima dari Kaisar Terdahulu ,
Keduanya tengah sibuk membuat sebuah batu kristal buatan yang akan dijadikan sebuah pil kultivasi ,
Pil tersebut akan semakin kuat jika di dapat dari tubuh binatang spirit legenda ,
dengan berbagai campuran dan obat , Pil tersebut telah mereka buat ,
Dengan menggunakan tungku dewa , pembuatan obat tidak begitu rumit , hanya butuh tenaga untuk mengulang berkali-kali , agar Pil Tersebut dapat sempurna ,
Kedua Alkemis itu memerintahkan Sang Panglima segera menelan Pil Tersebut ,
Selanjutnya rencana yang kedua , mereka berdua memberi batu mutiara kayangan itu kepada Panglima ,
Telapak tangan sang Panglima menggenggam batu mutiara kayangan itu ,
Tiba-tiba tubuh sang Panglima berubah sangat mengerikan , seperti tubuh itu menolak menyerap energi batu mutiara kayangan ,
" ini tidak berhasil , " kata Ling shang ,
" tenang , kita beri waktu untuk Panglima menyesuaikan " kata pang Sheng ,
" Iyah sudah , kita beri dia waktu " kata Ling shang yang akhirnya mengawasi tubuh dari Panglima yang tidak selaras dengan batu mutiara kayangan itu ,
Kedua Alkemis itu masih memperhatikan Panglima yang masih berusaha agar ia berhasil dalam ujian ini ,
Ling shang tidak berkedip melihat tubuh panglima yang seperti ingin meledak , namun dengan sendirinya kembali seperti sediakala , begitu seterusnya , batu Mutiara kayangan itu belum juga mau menyatu dengan cloning tubuh Panglima ,
Sampai beberapa jam tubuh itu seperti itu , bahkan dari pori-pori tubuhnya mengeluarkan cairan kental mirip Darah dan kulit tubuhnya juga sudah berwarna biru keunguan ,
melihat penderita yang dirasakan oleh Panglima , Ling shang ingin menyelesaikan semuanya ,
Namun Pang Sheng mencegah perbuatannya agar Ling shang harus tetap bersabar ,
__ADS_1
Kembali Ling shang menuruti perintah Pang Sheng ,
Ia kembali mundur dan menjaga jarak dari tubuh Panglima ,
Dari luar ruangan , Pangeran Ketiga Chu Kheyang memasuki ruangan tersebut ,
Pangeran mengernyit keningnya , melihat kondisi tubuh Panglima yang tidak begitu baik ,
" apa yang sudah terjadi " Pangeran segera bertanya kepada kedua Alkemis kepercayaannya ,
" kami sudah memberikan Pil dan batu mutiara kayangan " lalu kedua Alkemis itu menjelaskan kepada Sang Pangeran tentang semua yang sudah terjadi ,
" Jadi tubuh Panglima juga menolak Batu dan Pil itu " kata Pangeran yang matanya terus memandang tubuh sang Panglima ,
" Iyah , yang mulia Pangeran " jawab Ling shang yang sudah menjelaskan kepada Pangeran Ketiga Chu Kheyang ,
Akhirnya ketiga orang tersebut memperhatikan kondisi Panglima itu ,
🔹
Kaisar yang saat ini sedang memasuki ruangan , segera mencari sebuah kitab yang ingin ia pelajari ,
Kaisar berharap agar kekuatannya segera kembali pulih ,
Dari berbagai Rak dan tempat , kaisar sudah acak-acak , namun kitab tersebut belum juga ia temukan ,
Dan akhirnya Kaisar terduduk di sebuah kursi meja yang dimiliki oleh seorang CEO ,
Ia terduduk , tubuhnya sangat lelah sekali , walaupun ia terus bersemangat , namun disebabkan bahwa sang Kaisar tidak memiliki energi kultivasi ia pun hanya terduduk lesu ,
Kembali Kaisar mengedarkan seluruh pandangannya kearah lainnya yang belum di periksanya ,
" Dimanakah Kitab itu , padahal menurutku , aku sudah menyimpannya ditempat itu , mengapa aku belum juga menemukannya " Katanya yang sambil melepaskan lelah yang mendera ,
Kembali Kaisar berdiri dan mencari keberadaan dari Kitab tersebut ,
" mudah-mudahan kitab itu di taruh di dalam sini " katanya yang langsung menuju sebuah brangkas penyimpanan barang berharga ,
Kaisar mencoba membuka brankas tersebut sampai akhirnya Kaisar menemukan Buku kitab itu ,
Kaisar kembali pada tempat duduknya semula ,
Kemudian Kaisar membuka buku Kitab itu , satu demi satu lembar buku kitab terbuka ,
Pada Awalnya Kaisar kurang mengerti dari tulisannya itu ,
Namun pada akhirnya ia begitu memahaminya sedikit ,
Kaisar kembali mempelajari isi dari Kitab tersebut ,
" akhirnya , aku dapat menemukan buku kitab ini , saatnya untuk mempelajari isi dari kitab " katanya yang sedang berbicara pada dirinya sendiri
__ADS_1