Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 164


__ADS_3

Kedua alkemis pang Sheng dan Ling shang , sedang menyiapkan segala bahan yang akan di pergunakannya ,


Kedua Alkemis itu akan mengembalikan kekuatan dari sang Panglima yang disebabkan oleh ketidak selarasan ,


Tubuh Cloning dari Panglima itu tidak bereaksi akan kekuatan senjata yang dimiliki oleh Panglima ,


Jika hal itu masih juga belum mendapatkan hasil terpaksa Cloning Panglima akan mengunakan senjata yang akan digunakannya ,


Malam terus berjalan , sampai larutpun telah datang ,


⏭️⏩


Santos dan Panglima Jien ma terus mengendarai tubuh Ranghao ,


Kedua petinggi kerajaan itu masih fokus pada jalan yang saat ini mereka sedang lalui , sesekali Ranghao berkelit untuk menghindari kilat yang akan mengenai dirinya ,


" Ranghao apakah kamu lelah " Panglima mencoba bertanya kepada Ranghao yang masih fokus akan keadaan di sekitarnya ,


" tidak ... tapi sedikit " jawab Ranghao yang masih terus memandang kedepan jalan ,


" Baguslah , jika kamu lelah kita bisa beristirahat sejenak " Kali ini Santos yang mengatakannya ,


" em .. tidak , aku juga ingin cepat sampai " jawab Ranghao kembali ,


Panglima Jien ma akhirnya dapat mengerti , kembali suasana menjadi sunyi , hanya terdengar suara Guntur dan angin malam yang membelai tubuh mereka ,


⏩⏭️


Pagi ini Danu dan Reinki sangat mengantuk mereka berdua memutuskan untuk beristirahat ,


Lain halnya dengan sang Kaisar , ia Menuju sebuah ruangan Khusus hanya dia dan Guru Besar Akuma yang dapat memasuki ruangan tersebut ,


Kaisar terus berjalan menyusuri lorong Ruangan , dari arah luar Istana Chinhu dan yang lainnya bertemu dengannya , mereka semua segera memberi salam hormat kepada Kaisar ,


" salam hormat yang mulia Kaisar " semua kawan satu tim Chinhu yang baru usai berjaga memberi salam hormat kepada sang Kaisar yang ingin menuju ruangannya ,


" Salammu ku terima , bangkitlah " kata Kaisar yang sudah menghentikan langkahnya ,


" Iyah yang mulia Kaisar " mereka berempat segera berdiri kembali seperti posisi semula ,


" Yang Mulia ingin kemana " Kali ini Chin Hong bertanya kepada Kaisar ,


"Aku akan keruanganku " katanya yang sudah menjawab pertanyaan dari Chin Hong ,


" oh .. baiklah , silahkan yang mulia Kaisar " kata Chin Hong dan yang lainnya hampir bersamaan ,


Akhirnya Kaisar melanjutkan langkah kakinya menuju ruangannya ,


Sesampainya ia didepan pintu masuk , segera Kaisar membuka pintu tersebut dan langsung masuk ke dalam ruangan ,


🔹

__ADS_1


Danu dan Reinki yang lelah dikarenakan bermain catur dan berjaga di dalam ruangan Guru Besar Akuma , mereka berdua tergeletak tidur diatas lantai ,


Dari arah luar ruangan , Kakek Sangmi , Kakek Sanghu juga Bibi Maiylang ingin memasuki ruangan tersebut ,


Namun melihat kondisi Danu dan Reinki yang sedang tertidur pulas , mereka berdua memutuskan untuk kembali keluar dari dalam ruangan ,


Kedua Kakek dan Bibi Maiylang itu segera membantu aktivitas Paman Hausan , grei dan Bibi Shue ,


ketiga orang tersebut segera mengambil pekerjaan yang setiap hari harus dikerjakan ,


Sedangkan Chin Hong dan yang lainnya segera beristirahat ,


Sebab Paman Hausan dan yang lainnya telah menggantikan mereka untuk berjaga ,


🔹


Pada saat ini didalam Menara alkemis milik Pangeran Ketiga Chu Kheyang ,


Kedua Alkemis itu tengah sibuk dengan urusannya , yaitu kembali menguji coba tubuh Panglima dari Kaisar Terdahulu ,


Keduanya tengah sibuk membuat sebuah batu kristal buatan yang akan dijadikan sebuah pil kultivasi ,


Pil tersebut akan semakin kuat jika di dapat dari tubuh binatang spirit legenda ,


dengan berbagai campuran dan obat , Pil tersebut telah mereka buat ,


Dengan menggunakan tungku dewa , pembuatan obat tidak begitu rumit , hanya butuh tenaga untuk mengulang berkali-kali , agar Pil Tersebut dapat sempurna ,


Kedua Alkemis itu memerintahkan Sang Panglima segera menelan Pil Tersebut ,


Selanjutnya rencana yang kedua , mereka berdua memberi batu mutiara kayangan itu kepada Panglima ,


Telapak tangan sang Panglima menggenggam batu mutiara kayangan itu ,


Tiba-tiba tubuh sang Panglima berubah sangat mengerikan , seperti tubuh itu menolak menyerap energi batu mutiara kayangan ,


" ini tidak berhasil , " kata Ling shang ,


" tenang , kita beri waktu untuk Panglima menyesuaikan " kata pang Sheng ,


" Iyah sudah , kita beri dia waktu " kata Ling shang yang akhirnya mengawasi tubuh dari Panglima yang tidak selaras dengan batu mutiara kayangan itu ,


Kedua Alkemis itu masih memperhatikan Panglima yang masih berusaha agar ia berhasil dalam ujian ini ,


Ling shang tidak berkedip melihat tubuh panglima yang seperti ingin meledak , namun dengan sendirinya kembali seperti sediakala , begitu seterusnya , batu Mutiara kayangan itu belum juga mau menyatu dengan cloning tubuh Panglima ,


Sampai beberapa jam tubuh itu seperti itu , bahkan dari pori-pori tubuhnya mengeluarkan cairan kental mirip Darah dan kulit tubuhnya juga sudah berwarna biru keunguan ,


melihat penderita yang dirasakan oleh Panglima , Ling shang ingin menyelesaikan semuanya ,


Namun Pang Sheng mencegah perbuatannya agar Ling shang harus tetap bersabar ,

__ADS_1


Kembali Ling shang menuruti perintah Pang Sheng ,


Ia kembali mundur dan menjaga jarak dari tubuh Panglima ,


Dari luar ruangan , Pangeran Ketiga Chu Kheyang memasuki ruangan tersebut ,


Pangeran mengernyit keningnya , melihat kondisi tubuh Panglima yang tidak begitu baik ,


" apa yang sudah terjadi " Pangeran segera bertanya kepada kedua Alkemis kepercayaannya ,


" kami sudah memberikan Pil dan batu mutiara kayangan " lalu kedua Alkemis itu menjelaskan kepada Sang Pangeran tentang semua yang sudah terjadi ,


" Jadi tubuh Panglima juga menolak Batu dan Pil itu " kata Pangeran yang matanya terus memandang tubuh sang Panglima ,


" Iyah , yang mulia Pangeran " jawab Ling shang yang sudah menjelaskan kepada Pangeran Ketiga Chu Kheyang ,


Akhirnya ketiga orang tersebut memperhatikan kondisi Panglima itu ,


🔹


Kaisar yang saat ini sedang memasuki ruangan , segera mencari sebuah kitab yang ingin ia pelajari ,


Kaisar berharap agar kekuatannya segera kembali pulih ,


Dari berbagai Rak dan tempat , kaisar sudah acak-acak , namun kitab tersebut belum juga ia temukan ,


Dan akhirnya Kaisar terduduk di sebuah kursi meja yang dimiliki oleh seorang CEO ,


Ia terduduk , tubuhnya sangat lelah sekali , walaupun ia terus bersemangat , namun disebabkan bahwa sang Kaisar tidak memiliki energi kultivasi ia pun hanya terduduk lesu ,


Kembali Kaisar mengedarkan seluruh pandangannya kearah lainnya yang belum di periksanya ,


" Dimanakah Kitab itu , padahal menurutku , aku sudah menyimpannya ditempat itu , mengapa aku belum juga menemukannya " Katanya yang sambil melepaskan lelah yang mendera ,


Kembali Kaisar berdiri dan mencari keberadaan dari Kitab tersebut ,


" mudah-mudahan kitab itu di taruh di dalam sini " katanya yang langsung menuju sebuah brangkas penyimpanan barang berharga ,


Kaisar mencoba membuka brankas tersebut sampai akhirnya Kaisar menemukan Buku kitab itu ,


Kaisar kembali pada tempat duduknya semula ,


Kemudian Kaisar membuka buku Kitab itu , satu demi satu lembar buku kitab terbuka ,


Pada Awalnya Kaisar kurang mengerti dari tulisannya itu ,


Namun pada akhirnya ia begitu memahaminya sedikit ,


Kaisar kembali mempelajari isi dari Kitab tersebut ,


" akhirnya , aku dapat menemukan buku kitab ini , saatnya untuk mempelajari isi dari kitab " katanya yang sedang berbicara pada dirinya sendiri

__ADS_1


__ADS_2