
pertemuan ranfodt dan panglima , pasti akan membawa pertikaian bagi kedua belah pihak ,
saat ini mereka sedang bersiteru ,
Danu dan reinki menduga kalau sebentar lagi mereka bertiga akan diserang oleh ranfodt ,
" jien ma ,, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengukur kemampuan ,, atau kau tetap seperti dulu tidak berani bertarung dengan ku " ranfodt berkata besar kepada jien ma yang tak lain adalah panglima kerajaan petir ,
" aku tidak ada waktu untuk melayanimu saat ini , sebab aku ada tugas penting yang harus aku kerjakan , lain waktu jika memiliki kesempatan yang baik saja " jien ma berkata datar seperti tidak ingin melayani sikap ranfodt kepadanya ,
" ohh ,,, begitu ,,,, yang artinya kamu akan kabur lagi , dengan alasan bahwa kamu ada masalah ,,, " ranfodt berkata seolah meremehkan jien ma ,
" tentu tidak ,,, kamu tidak akan mengerti , walau aku jelaskan sekalipun kamu tidak akan tahu " kata jien ma ,
" haaa ,,, itu cuma alasanmu saja , baiklah aku sendiri juga ada urusan ,, jadi lain waktu kita akan bertemu lagi " setelah berkata begitu ranfodt dan kawan-kawan nya mengeluarkan gingkang nya dan langsung pergi meninggalkan tempat jien ma dan kedua muridnya Danu juga reinki , mereka akhirnya dapat bernafas lega , mereka pikir akan ada pertarungan ternyata hanya kata sindiran saja , akhirnya mereka bertiga meninggalkan tempat itu ,
saat ini tujuan mereka adalah lokasi menara dewa , setelah jauh keluar dari desa yang mereka singgahi , akhirnya mereka melihat sesuatu yang menculang tinggi keatas , sudah ditafsirkan bahwa itu adalah menara dewa , reinki dan jien ma sangat senang sekali ,
mereka terus berjalan melalui hutan kecil , hutan itu seperti hutan biasa pada umumnya , tidak ada binatang yang berbahaya , didalam hutan terdapat anak sungai ,
" wah airnya sangat jernih sekali " Danu seketika mendekati air sungai yang mengalir jernih ,
" Danu gimana kalau kita akan mandi terlebih dahulu " reinki mencoba mengejar Danu ,
" ayo ,,, jangan bermain , kita tidak ada waktu ,, jika pintu menara sudah di buka , kalian tidak akan mendapatkan kesempatan lagi " suara panglima meneriaki mereka berdua ,
" ah ,,, ayolah kak rein , sebaiknya jangan membantah perintah guru , kita segera berangkat kesana " setelah berkata demikian Danu berjalan meninggalkan anak sungai yang berair jernih itu ,
mereka bertiga terus berjalan , melewati hutan kecil dan tiba di desa berikut , desa panen , disini tanahnya sangat subur penuh dengan tanaman dan tumbuhan , dibagian perkotaan terdapat sebuah pasar yang menjual berbagai macam bahan pokok , hanya segelintir orang yang menjual barang senjata atau pun obat-obatan , desa yang subur dan pasar yang ramai , penduduk disini cukup makmur dengan segala macam bahan pangan ,
__ADS_1
saat ini Danu , reinki dan guru jien ma sedang berada di pasar desa panen , menara yang Terlihat semakin menculang tinggi ,
mereka pun mampir lagi di sebuah warung makan , setelah memesan makanan mereka duduk di sebuah bangku kursi , sang pelayan datang dengan pesanan yang mereka inginkan ,
" sebentar ,,, bisakah saya bertanya ?... " guru jien ma ingin bertanya kepada pelayan yang sedang menghidangkan masakan ,
" tentu bisa ,,, apa yang anda ingin tanyakan ?..." sang pelayan bertanya balik kepada guru jien ma ,
" apa anda tahu letak pasti menara dewa " guru jien ma bertanya kepada pelayan tersebut ,
" tentu ,,, letak menara dewa berada di dekat tebing , didalam jurang yang terjal , hanya orang yang memiliki tingkatan jalan ilahi yang dapat kesana " pelayanan itu menjawab pertanyaan dari guru jien ma ,
" baiklah terimakasih ,, anda sudah memberitahukan kepada kami " kata guru jien ma , pelayan itu akhirnya meninggal tempat guru jien ma , reinki dan Danu ,
mereka bertiga segera menyantap hidangan yang sudah tersaji ,
" kita beristirahat dulu , setelah mengisi daya cukup baru kita akan mengeluarkan segala energi yang berada di dalam tubuh kita " panglima berkata sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat ranjang tidurnya , reinki dan Danu pun mengikuti anjuran dari guru mereka ,
⏭️🔀
tak terasa malam pun telah tiba ,, Danu dan yang lainnya beristirahat di dalam ruang kamar tidur , sedangkan bintang dan bulan sudah bersinar semakin terangnya ,
,,,
waktu yang ditunggu pun telah tiba , mereka saat ini akan memasuki hutan yang akan membawa mereka menuju menara dewa ,
ketiganya sudah sampai di tepian hutan , suasana hutan riuh dengan suara binatang hutan yang sedang bernyanyi ,
" guru suasana hutan ini sangat nyaman yah " Danu membuka percakapan ,
__ADS_1
" Iyah suasana sungguh sejuk " reinki menimpali perkataan Danu ,
panglima hanya terdiam ia memfokuskan akan energi yang tercipta di dalam hutan , ia merasakan sesuatu yang berbeda , Danu yang tadi senang sekali dengan suasana sekitar , tiba-tiba terdiam dan tidak berkata apapun juga ,
" ada apa Danu , kenapa kamu terdiam " reinki heran dengan perubahan sikap Danu yang tiba-tiba terdiam , reinki mencoba menganalisis namun ia tidak dapat merasakan hal apapun juga ,
" kak ada sumber kekuatan yang cukup besar menyelingkupi area hutan " Danu menjelaskan kepada reinki ,
" sumber energi besar ,,, energi apa itu Danu " reinki bertanya sambil berbisik di telinga Danu ,
" entahlah ,,, namun energi ini tidak pada luar area , seperti disebuah tempat " Danu menjelaskan kepada reinki ,
" apakah itu sumber dari energi yang berada di dalam menara dewa " reinki mencoba untuk menebaknya , dan ternyata tebakannya benar ,
" Iyah itu sumber energi yang berasal dari menara dewa " Danu memastikan ,
" ayoh kita kerahkan gingkang kita , secepatnya kita harus berada di tempat itu " kata guru jien ma ,
" oh baiklah ,, ayo kita menggunakan gingkang berlari kita " reinki segera memusatkan energi pada kaki dan tangannya , setelah terkumpul maka energi itu segera ia aktif , secepat kilat reinki melesat jauh kedalam hutan , begitu juga panglima kerajaan petir jien ma , iapun melesat menyusul reinki , tersisah Danu , ia memanggil Siemens untuk keluar dari dalam tubuhnya , sebab Danu Belum mempelajari ilmu gingkang , mungkin jika sampai di dalam menara dewa Danu akan sedikit mempelajarinya , suara raungan Siemens terdengar membahana , suara riuh bintang hutan sejenak terhenti , disebabkan oleh raungan keras suara Siemens , namun sedetik kemudian reinki dan guru jien ma berdiri tepat di depan Siemens ,
" Danu apa yang sudah kamu lakukan " kata reinki ,
" berlari menyusul kalian " danu menjawabnya singkat ,
" itu akan membahayakan semua orang ,,, kamu harus menyembunyikan Siemens " kali ini panglima negara petir yang berkata ,
" Danu Belum mengerti energi gingkang " dengan polos Danu mengatakannya ,
" haaaaaa,,, jadi kamu belum paham , energi murni yang kamu salurkan kedalam kedua telapak tangan dan kakimu pusatkan energi itu didalamnya maka kamu akan memiliki kecepatan berlari dan terbang " guru jien ma menjelaskan kepada Danu , reinki hanya mengangguk kepalanya , membenarkan perkataan dari guru jien ma ,
__ADS_1