Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 149


__ADS_3

Danu yang melihat Ranghao yang begitu serius bermain catur ingin sekali ia mencari tahu , apakah Ranghao sangat handal dalam bermain catur dari pada dirinya ,


Ia pun menanyakan kepada Ranghao ,


" Ranghao , apakah kamu sedang berpikir " Danu yang sedari tadi memperhatikan Ranghao ia pun bertanya ,


" tentu ... aku sedang berpikir " katanya yang masih fokus akan meja caturnya ,


" Hem ... sebegitu seriusnya " Danu kembali bertanya kepada Ranghao ,


" i i i yah .. Iyah aku serius ini " katanya lagi ,


Akhirnya Danu tidak ingin mengganggu konsentrasi dari Ranghao yang begitu serius bermain catur ,


⏭️⏭️


Pada saat ini She Hou dan Shanghu sedang merubah penampilannya ,


keduanya saat ini mirip dengan prajurit kerajaan awan putih ,


Mereka akan menyusup ke dalam istana raja terdahulu ,


Sesampainya mereka di depan pintu gerbang , kebetulan sekali Bhi Cong dan Chin Hong berada di tempat tersebut ,


Mereka berdua menghampiri kedua prajurit kerajaan itu ,


" Maaf ada perlu apa ? ... " Chin Hong datang menghampiri kedua prajurit kerajaan itu ,


" kami Sedang bertugas , dan melihat ketiga orang asing datang tanpa izin dari pihak kerajaan " kata salah satu dari prajurit tersebut ,


Seketika Chin Hong menemui Hausan yang saat ini berada di dalam serambi belakang istana ,


Dari kejauhan terlihat punggung Hausan yang sedang berkemas dan melakukan pekerjaannya ,


" Hausan ada seorang prajurit kerajaan sedang berkunjung , saat ini mereka berada di depan pintu gerbang istana " Kata Bhi Cong yang sambil berlari menghampiri Hausan ,


" Prajurit kerajaan , " kata Hausan yang seketika itu menghentikan aktivitasnya ,


Hausan segera menuju ke arah gerbang istana , begitu juga dengan Bhi Cong yang mengikuti dari arah belakang ,


Sesampainya mereka berdua didepan pintu gerbang , Hausan segera menghampiri prajurit kerajaan itu ,


" Ada perlu apa anda kemari , tidak biasanya seorang prajurit kerajaan datang berkunjung ke istana raja terdahulu " Hausan yang penasaran tidak mengetahui maksud dari prajurit tersebut ,


" Kami melihat seorang wisatawan yang datang tanpa izin dari pihak kerajaan , seharusnya mereka memiliki stampel izin dari pihak Kerajaan " Kata prajurit itu menjelaskan maksud dari kedatangannya ,


" oh , itu ... mereka adalah anggota keluarga kami yang datang dari jauh " Hausan segera memberitahukan kepada sang prajurit tersebut ,


" Bisakah kami bertemu dengan dirinya " kata prajurit itu lagi ,

__ADS_1


" tentu bisa , silahkan anda masuk ke dalam " Kata Hausan yang mempersilahkan kedua prajurit tersebut untuk memasuki Istana Raja Terdahulu ,


Akhirnya kedua prajurit tersebut dapat masuk ke istana raja terdahulu ,


Hausan mengantarkan kedua prajurit tersebut bertemu dengan Kakek Danu dan Bibi Maiylang ,


🔹


Pada saat ini Kakek Sangmi , Kakek Sanghu dan yang lainnya sedang berada di dalam ruang keluarga ,


mereka semua pada saat ini sedang menikmati makanan , sambil bertukar cerita ,


Sesampainya Hausan dan kedua prajurit itu didepan ruang keluarga , segera Hausan mengetok pintu ruangan ,


" tok ... tok... " suara ketokkan pintu dari arah luar ruangan ,


" Siapa itu , masuk ... " seseorang dari dalam memerintah orang yang mengetok pintu ruangan tersebut untuk masuk kedalam ,


Ketiga orang itu segera masuk kedalam ruangan tersebut ,


Santos dan yang lainnya Melihat kearah pintu luar ruangan ,


ternyata orang yang baru memasuki ruang keluarga itu adalah Hausan dan dua orang prajurit kerajaan awan putih ,


" Ada apa Hausan , kenapa ada dua orang prajurit kerajaan awan putih " Santos yang penasaran segera menanyakan kedatangan prajurit tersebut ,


" oh , jadi begitu ... baiklah ... Maiylang , kakek sebaiknya kalian ikut dengan prajurit itu , agar kalian dapat hak izin tinggal " kata Santos yang akhirnya dapat mengerti maksud kedatangan dari kedua prajurit itu ,


Bibi Maiylang dan kedua Kakek Danu segera berdiri dari tempat duduknya dan mau ikut dengan kedua prajurit tersebut ,


Prajurit itu segera membawa kedua Kakek Danu dan Bibi Maiylang menuju gedung imigran ,


Disana mereka bertiga memproses izin tinggal di negeri awan putih ,


berbeda dengan Danu dan Reinki , yang belum mengetahui bahwa sebenarnya kedua prajurit tersebut adalah , kedua Alkemis yang sedang menyusun rencana ,


" Ayah , apa yang sudah terjadi , apakah Kakek akan baik-baik saja " Danu bertanya kepada Ayahnya ,


" Iyah , semua baik-baik saja " kata Santos menekan keyakinannya , sebab naluri terdalam mengatakan , semua itu tidak sebaik diluar saja , sepertinya akan ada hal yang sangat mengerikan ,


" Ayah , ada apa ..... " Danu yang merasa tidak ada hal yang baik segera menanyakan sesuatu kepada ayahnya ,


" menurutku seperti itu , namun hatiku sangat gelisah , sepertinya akan ada peristiwa yang besar terjadi ,


" Santos yang sudah ingin menyembunyikan perasaannya akhirnya ia pun mengungkapkan kepada Danu putranya ,


" apa itu ayah ... " Danu mencoba bertanya kembali kepada Ayahnya ,


" peristiwa yang ada kaitannya dengan kaisar terdahulu " kata Santos mengatakannya ,

__ADS_1


" tentang kaisar terdahulu , " Danu merasa seperti menebak sesuatu yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata ,


" Iyah , orang tadi ... " kata Santos mengulang ucapannya ,


" Ayah , ada benarnya semua yang kita rasakan itu adalah firasat atau kepekaan , namun aku berharap semua hanyalah sekedarnya saja " Kata Danu berharap agar semua baik-baik saja ,


" mudah-mudahan semua baik-baik saja " kata Santos yang mencoba menenangkan perasaannya ,


Dari arah ruang lainnya , Guru Besar Akuma baru saja keluar ,


" Ada apa Santos , " suara Guru Besar Akuma membuat Santos berpaling ke arahnya ,


" Guru Besar Akuma , " Santos menyebutkan nama Sang Guru yang baru keluar dari dalam ruangan ,


" Hem .. ada apa Santos " Guru Besar Akuma juga memiliki firasat yang tidak enak , sebab melihat raut wajah Santos yang begitu bimbing ,


Namun Hausan menyahuti perkataan dari Guru Besar Akuma ,


" Tadi ada seorang prajurit membawa kedua Kakek Danu dan Maiylang " kata Paman Hausan yang sudah berada di antara mereka ,


" jadi , kedua kakek tua itu datang kemari ?... " Guru Besar Balik bertanya ,


" Iyah , mereka dimintai keterangan oleh prajurit tersebut " katanya yang langsung berlalu dari hadapan mereka bertiga ,


" Bukan itu yang jadi pikiran ku " kata Santos yang saat ini memandang lekat Guru Besar Akuma ,


" aku tahu , dan sangat paham " katanya , ia segera menarik tangan Danu kesebuah tempat yaitu ruangannya ,


" Danu , firasat Ayahmu itu benar , aku juga dapat merasakan aura tersebut " kata Guru Besar Akuma kepada Danu ,


" jadi Guru , prajurit itu ... " Danu yang ingin menebak siapa mereka segera dipotong oleh Guru Besar Akuma ,


" Kemungkinan besar Iyah , tapi aku juga akan berkata ... bahwa Kakekmu itu dan Maiylang " kata Guru Besar Akuma yang mengatakan sepatah demi sepatah kata ,


" Baiklah Danu akan waspada " kata Danu lagi ,


" Bukan itu saja Danu , Gunakan pendeteksi aura energi jika kamu mendapatkan sesuatu yang sangat mencurigakan " kata Guru Besar Akuma menjelaskan kepada Danu ,


" Baiklah Guru , Danu akan mengingat pesanmu " kata Danu yang mengerti maksud dari Gurunya itu ,


Akhirnya Danu keluar dari dalam ruangan Guru Besar Akuma ,


Ia kembali ke tempat semula , ternyata disana sudah ada ayahnya dan Panglima Jien ma sedang bermain catur ,


" Ayah , Guru , dimana kak Reinki dan Ranghao berada ...... " Danu bertanya kepada Guru dan ayahnya ,


" Hem ... mereka baru saja diseret oleh shue kedapur , katanya shue mau bikin kue yang lezat " kata Santos kepada putranya Danu ,


Danu segera beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut , dan mencari keberadaan saudaranya itu .

__ADS_1


__ADS_2