
Danu yang melihat Ranghao yang begitu serius bermain catur ingin sekali ia mencari tahu , apakah Ranghao sangat handal dalam bermain catur dari pada dirinya ,
Ia pun menanyakan kepada Ranghao ,
" Ranghao , apakah kamu sedang berpikir " Danu yang sedari tadi memperhatikan Ranghao ia pun bertanya ,
" tentu ... aku sedang berpikir " katanya yang masih fokus akan meja caturnya ,
" Hem ... sebegitu seriusnya " Danu kembali bertanya kepada Ranghao ,
" i i i yah .. Iyah aku serius ini " katanya lagi ,
Akhirnya Danu tidak ingin mengganggu konsentrasi dari Ranghao yang begitu serius bermain catur ,
⏭️⏭️
Pada saat ini She Hou dan Shanghu sedang merubah penampilannya ,
keduanya saat ini mirip dengan prajurit kerajaan awan putih ,
Mereka akan menyusup ke dalam istana raja terdahulu ,
Sesampainya mereka di depan pintu gerbang , kebetulan sekali Bhi Cong dan Chin Hong berada di tempat tersebut ,
Mereka berdua menghampiri kedua prajurit kerajaan itu ,
" Maaf ada perlu apa ? ... " Chin Hong datang menghampiri kedua prajurit kerajaan itu ,
" kami Sedang bertugas , dan melihat ketiga orang asing datang tanpa izin dari pihak kerajaan " kata salah satu dari prajurit tersebut ,
Seketika Chin Hong menemui Hausan yang saat ini berada di dalam serambi belakang istana ,
Dari kejauhan terlihat punggung Hausan yang sedang berkemas dan melakukan pekerjaannya ,
" Hausan ada seorang prajurit kerajaan sedang berkunjung , saat ini mereka berada di depan pintu gerbang istana " Kata Bhi Cong yang sambil berlari menghampiri Hausan ,
" Prajurit kerajaan , " kata Hausan yang seketika itu menghentikan aktivitasnya ,
Hausan segera menuju ke arah gerbang istana , begitu juga dengan Bhi Cong yang mengikuti dari arah belakang ,
Sesampainya mereka berdua didepan pintu gerbang , Hausan segera menghampiri prajurit kerajaan itu ,
" Ada perlu apa anda kemari , tidak biasanya seorang prajurit kerajaan datang berkunjung ke istana raja terdahulu " Hausan yang penasaran tidak mengetahui maksud dari prajurit tersebut ,
" Kami melihat seorang wisatawan yang datang tanpa izin dari pihak kerajaan , seharusnya mereka memiliki stampel izin dari pihak Kerajaan " Kata prajurit itu menjelaskan maksud dari kedatangannya ,
" oh , itu ... mereka adalah anggota keluarga kami yang datang dari jauh " Hausan segera memberitahukan kepada sang prajurit tersebut ,
" Bisakah kami bertemu dengan dirinya " kata prajurit itu lagi ,
__ADS_1
" tentu bisa , silahkan anda masuk ke dalam " Kata Hausan yang mempersilahkan kedua prajurit tersebut untuk memasuki Istana Raja Terdahulu ,
Akhirnya kedua prajurit tersebut dapat masuk ke istana raja terdahulu ,
Hausan mengantarkan kedua prajurit tersebut bertemu dengan Kakek Danu dan Bibi Maiylang ,
🔹
Pada saat ini Kakek Sangmi , Kakek Sanghu dan yang lainnya sedang berada di dalam ruang keluarga ,
mereka semua pada saat ini sedang menikmati makanan , sambil bertukar cerita ,
Sesampainya Hausan dan kedua prajurit itu didepan ruang keluarga , segera Hausan mengetok pintu ruangan ,
" tok ... tok... " suara ketokkan pintu dari arah luar ruangan ,
" Siapa itu , masuk ... " seseorang dari dalam memerintah orang yang mengetok pintu ruangan tersebut untuk masuk kedalam ,
Ketiga orang itu segera masuk kedalam ruangan tersebut ,
Santos dan yang lainnya Melihat kearah pintu luar ruangan ,
ternyata orang yang baru memasuki ruang keluarga itu adalah Hausan dan dua orang prajurit kerajaan awan putih ,
" Ada apa Hausan , kenapa ada dua orang prajurit kerajaan awan putih " Santos yang penasaran segera menanyakan kedatangan prajurit tersebut ,
" oh , jadi begitu ... baiklah ... Maiylang , kakek sebaiknya kalian ikut dengan prajurit itu , agar kalian dapat hak izin tinggal " kata Santos yang akhirnya dapat mengerti maksud kedatangan dari kedua prajurit itu ,
Bibi Maiylang dan kedua Kakek Danu segera berdiri dari tempat duduknya dan mau ikut dengan kedua prajurit tersebut ,
Prajurit itu segera membawa kedua Kakek Danu dan Bibi Maiylang menuju gedung imigran ,
Disana mereka bertiga memproses izin tinggal di negeri awan putih ,
berbeda dengan Danu dan Reinki , yang belum mengetahui bahwa sebenarnya kedua prajurit tersebut adalah , kedua Alkemis yang sedang menyusun rencana ,
" Ayah , apa yang sudah terjadi , apakah Kakek akan baik-baik saja " Danu bertanya kepada Ayahnya ,
" Iyah , semua baik-baik saja " kata Santos menekan keyakinannya , sebab naluri terdalam mengatakan , semua itu tidak sebaik diluar saja , sepertinya akan ada hal yang sangat mengerikan ,
" Ayah , ada apa ..... " Danu yang merasa tidak ada hal yang baik segera menanyakan sesuatu kepada ayahnya ,
" menurutku seperti itu , namun hatiku sangat gelisah , sepertinya akan ada peristiwa yang besar terjadi ,
" Santos yang sudah ingin menyembunyikan perasaannya akhirnya ia pun mengungkapkan kepada Danu putranya ,
" apa itu ayah ... " Danu mencoba bertanya kembali kepada Ayahnya ,
" peristiwa yang ada kaitannya dengan kaisar terdahulu " kata Santos mengatakannya ,
__ADS_1
" tentang kaisar terdahulu , " Danu merasa seperti menebak sesuatu yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata ,
" Iyah , orang tadi ... " kata Santos mengulang ucapannya ,
" Ayah , ada benarnya semua yang kita rasakan itu adalah firasat atau kepekaan , namun aku berharap semua hanyalah sekedarnya saja " Kata Danu berharap agar semua baik-baik saja ,
" mudah-mudahan semua baik-baik saja " kata Santos yang mencoba menenangkan perasaannya ,
Dari arah ruang lainnya , Guru Besar Akuma baru saja keluar ,
" Ada apa Santos , " suara Guru Besar Akuma membuat Santos berpaling ke arahnya ,
" Guru Besar Akuma , " Santos menyebutkan nama Sang Guru yang baru keluar dari dalam ruangan ,
" Hem .. ada apa Santos " Guru Besar Akuma juga memiliki firasat yang tidak enak , sebab melihat raut wajah Santos yang begitu bimbing ,
Namun Hausan menyahuti perkataan dari Guru Besar Akuma ,
" Tadi ada seorang prajurit membawa kedua Kakek Danu dan Maiylang " kata Paman Hausan yang sudah berada di antara mereka ,
" jadi , kedua kakek tua itu datang kemari ?... " Guru Besar Balik bertanya ,
" Iyah , mereka dimintai keterangan oleh prajurit tersebut " katanya yang langsung berlalu dari hadapan mereka bertiga ,
" Bukan itu yang jadi pikiran ku " kata Santos yang saat ini memandang lekat Guru Besar Akuma ,
" aku tahu , dan sangat paham " katanya , ia segera menarik tangan Danu kesebuah tempat yaitu ruangannya ,
" Danu , firasat Ayahmu itu benar , aku juga dapat merasakan aura tersebut " kata Guru Besar Akuma kepada Danu ,
" jadi Guru , prajurit itu ... " Danu yang ingin menebak siapa mereka segera dipotong oleh Guru Besar Akuma ,
" Kemungkinan besar Iyah , tapi aku juga akan berkata ... bahwa Kakekmu itu dan Maiylang " kata Guru Besar Akuma yang mengatakan sepatah demi sepatah kata ,
" Baiklah Danu akan waspada " kata Danu lagi ,
" Bukan itu saja Danu , Gunakan pendeteksi aura energi jika kamu mendapatkan sesuatu yang sangat mencurigakan " kata Guru Besar Akuma menjelaskan kepada Danu ,
" Baiklah Guru , Danu akan mengingat pesanmu " kata Danu yang mengerti maksud dari Gurunya itu ,
Akhirnya Danu keluar dari dalam ruangan Guru Besar Akuma ,
Ia kembali ke tempat semula , ternyata disana sudah ada ayahnya dan Panglima Jien ma sedang bermain catur ,
" Ayah , Guru , dimana kak Reinki dan Ranghao berada ...... " Danu bertanya kepada Guru dan ayahnya ,
" Hem ... mereka baru saja diseret oleh shue kedapur , katanya shue mau bikin kue yang lezat " kata Santos kepada putranya Danu ,
Danu segera beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut , dan mencari keberadaan saudaranya itu .
__ADS_1