Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 66


__ADS_3

pertemuan Danu dengan kakek sanghu ,,,


Danu sangat senang sekali bisa bertemu dengan orang tua yang telah membesarkannya ,,


kakek sanghu adalah kakek tua yang selalu mendukung Danu dalam setiap hal ,,,


mengajarkan sesuatu yang Danu tidak pernah paham maksudnya ,,, dengan telaten dan penuh kasih sayang ia selalu mendukung bahkan mendidiknya menjadi anak yang sangat berbudi pekerti luhur ,,,


" kakek ,,, Danu rindu kakek " kata Danu yang saat ini berada dalam pelukan Kakeknya ,,,


kakek sanghu pun menitihkan air mata ,, ia sangat terharu bahwa saat ini dia dapat bertemu dengan Danu ,,,


" Danu ,,, kamu sudah besar sekarang ,,, kakek sangat senang sekali melihatmu sudah sebesar ini " kata kakek sanghu yang tangan sudah membelai pucuk kepala Danu ,,, Danu dengan senangnya masih memeluk kakeknya ,,,


" ayohlah ,,, yang mulia pangeran sedang menunggu kita " kata akuma yang saat ini dalam wujud anak muda ,,


" baik guru " kata Danu yang langsung melepaskan pelukannya ,,


mereka berdua langsung menuju ruangan dimana pangeran ketiga Chu kheyang telah duduk diatas kursi kebesarannya ,,,


" salam yang mulia panglima ketiga Chu kheyang " semua orang yang berada di tempat itu seketika memberi hormat kepada pangeran ketiga ,,,


dengan satu lambaian tangan mereka semua kembali kepada tempatnya semula ,


tak berapa lama kemudian segerombolan orang telah datang ,, mereka berjumlah sekitar 10 orang ,,, dan orang tersebut ternyata adalah kaisar bhu Thiong Hao yang datang dari kerajaan gelap ,


" salam pangeran " kata kaisar bhu Thiong Hao kali ini yang sengaja keluar dari istana secara diam-diam ,


ia mendapatkan intruksi dari bhicong ,,, makanya saat ini ia dikawal oleh tim Santos ,,,


entah apa penyebabnya sang kaisar begitu percaya kepada bhicong , ,,


mungkin di karenakan kematian ketiga saudaranya itu membuat sang kaisar mau mendengarkan suara dari bhicong ,,,


setelah rombongan dan keluarganya duduk diatas kursi ,,, tim Santos telah datang bersama kaisar kerajaan gelap ,


sang pangeran telah mempersilahkan masuk dan duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh pihak kerajaan petir ,,,

__ADS_1


" kunjungan diplomatik ,,, ada gerangan apa yang mulia kaisar kerajaan gelap Sudi datang ke tempat kami ini " pangeran ketiga Chu kheyang berpura-pura tidak mengetahui maksud kedatangan dari kaisar bhu Thiong Hao ,


" jika sekiranya anda dapat menjalin kerjasama dengan kerajaan kami ,,, maka dengan senang hati kami akan bersedia menjadi partner bisnis anda pangeran ketiga '' kata kaisar bhu Thiong Hao ,,


merekapun akhirnya memulai berbincang-bincang ,,, kedua petinggi kerajaan tersebut banyak sekali bertukar pemahaman , dan ternyata setelah sang kaisar membeber rahasia kerajaan ,, pangeran ketiga akhirnya setuju Dengan kerjasama yang akan di sepakati ,,


" baiklah ,,, kami akan membantumu yang mulia kaisar ,,, aku diutus ayahanda untuk menagani keadaan yang terjadi di sekitar kerajaan gelap ,, sebab mata-mataku banyak tersebar hampir keseluruh pelosok negeri " kata pangeran ketiga Chu kheyang yang telah menjelaskan bahwa kelima anak buahnya diutus untuk menyelidiki masalah didalam kerajaan gelap ,,


ternyata mereka terlambat untuk menolong sang putra mahkota ,, dan juga kedua adiknya , pangeran kedua dan ketiga ,


setelah kedua kerajaan itu mencapai kesepakatan ,,


semua yang berada di dalam ruangan telah meninggalkan ruangan tersebut ,,,


pada saat ini Danu melihat sang ayah Santos berdiri tegak dihadapannya ,,


Danu seketika mematung memandang wajah ayahnya yang begitu perkasa ,,


" ayah ,,, " seketika Danu berhambur memeluk sang ayah ,,, ia pun menangis dalam pelukannya ,,, Santos tidak mengira akan secepat ini bertemu dengan putra semata wayangnya ,,


" Danu ,,, kamu sudah besar nak ,,, lihatlah temanmu ,, dia sangat baik dan dapat menjagamu bukan " kata ayah Danu lirih sambil tangannya mulai memeluk putranya yang menagis di badannya ,,


" Danu ,,, hapus air matamu ,,, laki-laki dilarang untuk menangis " kata Santos ,,, Danu yang mendengar perintah dari sang ayah segera menghapus jejak air matanya ,,,


" putraku ,,, saat ini kamu memiliki Tanggung jawab yang cukup besar ,, embanlah amanah sebagai seorang pemimpin dunia ,, ayah ingin melihat keberhasilanmu di esok hari " kata -kata bijak dari ayahnya Santos di dengar oleh Danu dengan seksama ,


ia akan mengingat semua nasehat dari ayahnya ,,


" baik ayah ,,, Danu berjanji akan menjadi orang baik dan bijaksana " kata Danu mantap dan bersemangat sekali ,,


" bagus putraku ,, ayah saat ini sudah menjadi bawahan pangeran ketiga Chu kheyang , ayah harap kamu terus berkembang dan maju " kata Santos yang saat ini tangannya berada diatas pucuk kepala putranya Danu,,,


" apakah panglima jien ma adalah guru yang baik untuk mu ?...." Santos bertanya kepada putranya , Danu hanya mengangguk kepalanya dan menjelaskan bahwa gurunya saat ini bukan hanya panglima jien ma saja ,,


" Iyah ,,, ayah dia sangat baik ,, dan guruku bukan hanya panglima jien ma saja Ayah , tapi guru akuma yang dijuluki si tua gila guru dari sang kaisar " kata Danu ,,, Santos seketika terkejut ,,


ia sangat kaget dengan keberadaan guru anak iblis itu ,,,

__ADS_1


" kamu serius Danu ,, dimana dia saat ini " kata Santos yang tidak menyadari keberadaan akuma ,,


sebab semua orang yang berada di tempat itu , sedang menyaksikan momen mengharukan , pertemuan Santos dan putranya Danu ,,, hampir semua ikut larut dalam kesedihan ,, beruntung sekali pada saat ini pangeran ketiga dan sang kaisar kerajaan gelap sedang berada di belakang rumah persinggahan pangeran ,, dibagian belakang rumah persinggahan ada sebuah taman yang indah ,,


dan diantaranya ada gazebo , saat ini mereka sedang berada di dalam gazebo sambil menikmati hidangan dan minuman teh herbal yang khusus dibuat oleh negara petir ,,


Mereka berdua berbincang-bincang sambil menikmati hidangan yang sangat lezat sekali ,,


sedangkan Santos masih berada di dalam area ruangan,, ,


momen tersebut banyak dilihat oleh orang termasuk jien ma , akuma dan yang lainnya ,,,


ada sebagian orang ikut terharu dan hampir menangis , termasuk kakek sanghu yang ikutan Menangis menyaksikan Danu begitu bahagia bertemu dengan satu-satunya orang tua yang dimilikinya,,,, ayah Santos ,,,,


" Danu sebaiknya kita menuju ruang makan disana kita akan bertukar informasi dan bercerita " kata guru jien ma alias panglima jien ma ,,


Danu dan Santos mengangguk kepalanya saja dan mulai mengikuti arahan dari guru jien ma ,,, mereka semua segera menuju ruang yang teruntuk bagi para prajurit kerajaan atau atasan ,,,


disana sudah banyak sekali hidangan yang tersusun memanjang ,, semua orang sudah mengisi bangku kursi ,,,


" Danu dimana guru akuma itu " Santos sangat penasaran sekali dengan keberadaan akuma yang saat ini duduk tepat didepan Danu dan reinki ,,


" didepan ku itu adalah guru akuma ,, ayah " kata Danu yang langsung menunjukkan arah depannya ,,,


sejenak Santos terdiam , entah apa yang di pikirannya ,, namun dia sadar orang yang didepan itu bukan orang biasa seperti penampilannya ,, dari aura bahkan hawa energi yang dimilikinya tidak dapat terdeteksi olehnya ,


" salam hormat leluhur " kata Santos yang langsung memberi hormat kepada akuma yang saat ini baru menggigit daging ayam yang sangat harum sekali aromanya ,,


akuma yang melihat Santos yang menghormat kepadanya ia hanya mengangguk kepalanya saja ,,,


" hohh,,,hokk,,, sudah makan saja jangan segan padaku " kata Akuma yang sudah dapat mengigit daging tersebut sambil mengunyahnya ,


Santos pun mendengar perintah dari akuma segera menyendokan nasi diatas piring untuk putranya , lalu mengisi piringnya sendiri ,,,


mereka pun akhirnya sudah asik menyantap makanan yang tersedia di atas meja ,,


sambil bercerita dan memberikan semangat kepada orang yang sudah mau berjuang demi kerajaan ,,

__ADS_1


terkadang mereka tertawa bersama , terkadang merasa sedih dan terharu , semua tak luput dari kisah dan pengalaman hidup yang mereka jalani ,,


__ADS_2