Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 150


__ADS_3

Danu segera beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut , dan ia akan mencari keberadaan saudaranya itu .


⏭️⏩


Saat ini kedua prajurit itu membawa ke dua Kakek Danu dan Bibi Maiylang pergi kesebuah tempat ,


tempat tersebut adalah wilayah kerajaan awan putih ,


Di sana mereka akan di interogasin , juga di berikan sebuah plat pengenal ,


Setelah kelima orang tersebut memasuki ruangan tersebut ,


salah satu prajurit yang berjaga di tempat tersebut , segera mencatat namanya ,


Dan setelah membayar sejumlah uang , kedua Kakek Danu dan Bibi Maiylang segera meninggalkan tempat tersebut ,


Tanpa disadari oleh ketiga orang tersebut ,


kedua prajurit yang menyamar itu telah bertukar wajah seperti mereka ,


Ketiga keluarga Danu segera menuju Istana Raja Terdahulu ,


Danu yang sudah mendapati ketiga Keluarganya itu baik-baik saja , ia sangat gembira sekali ,


🔸Beberapa jam yang lalu setelah Danu keluar dari ruangan Guru Besar Akuma ,


Danu bertemu dengan saudaranya Reinki , ia segera menarik tangan Reinki ,


" kak , Guru besar berpesan bahwa kita sudah harus waspada , sebab kedua prajurit yang membawa Kakek dan Bibi , bisa jadi dia adalah seorang penyusup , " kata Danu menjelaskan kepada saudaranya Reinki ,


" Hem ... jadi begitu , lantas kita harus bagaimana " Reinki bertanya kepada Adiknya itu apa yang akan di Rencanakannya ,


" Guru juga berpesan agar kita menggunakan energi pendeteksi kekuatan " Danu akhirnya menjelaskan semua yang di perintahkan oleh Guru mereka berdua ,


" oh ... begitu , baiklah " Reinki menjawabnya singkat ,


Kedua bocah itu segera membantu Ranghao yang sudah membantu Bibi Shue membuat kue ,


Dari arah luar ruangan , Kakek sangmi menghampiri Danu dan yang lainnya ,


" Danu ... " suara Kakek Sangmi memanggil nama Danu ,


" Kakek , semua baik-baik saja " Danu langsung bertanya kepada Kakek yang sudah membesarkannya ,


" iya , kakek baik-baik saja cucuku " Kakek Sangmi segera menghampiri cucunya itu dan memeluknya ,


Kedua keluarga yang sudah lama tidak bertemu itu kembali meluapkan rasa yang membendung dihatinya ,


" Kek , sebaiknya kakek istirahat dulu " kata Danu menyarankan kepada kakek Sangmi dan kedua Keluarganya itu ,


" yah sudah , ayahmu menyarankan begitu juga " kata Kakek Sangmi yang diangguki oleh yang lainnya ,


Akhirnya ketiga orang tersebut segera menuju ruang kamar yang sudah di sediakan oleh Hausan ,

__ADS_1


tertinggal Danu dan yang lainnya masih membuat kue , setelah kue selesai dibuat , keempat orang itu menaruhnya di samping meja Santos dan Panglima Jien ma ,


Dan kemudian , Bibi Shue menggandeng tangan Ranghao keruang kamar tidurnya , sebab sejak Ranghao menjadi murid dan putra angkatnya ,


Ranghao sering tidur didalam ruangan Shue ,


lain halnya dengan Danu dan Reinki yang ingin tidur bersama-sama kayak saudara kandung ,


Setelah berpamitan kepada Ayah dan Panglima Jien ma Gurunya , kedua bocah itu juga mengikuti Ranghao dan Bibi Shue yang sudah berada di dalam ruang kamar tidurnya ,


Didalam ruangan tersebut , Danu yang masih teringat pesan Guru Besar Akuma , masih tidak dapat memejamkan mata ,


Pada akhirnya Danu duduk bersila dan mulai menetralisir energi dari senjata , juga mulai membiasakan diri mengunakan pendeteksi energi seseorang ,


" ah , susah sekali untuk tidur , sebaiknya aku akan melatih energi senjata dan energi pendeteksian kekuatan seseorang " kata Danu yang langsung duduk bersila ,


Setelah lama Danu fokus pada penetralisir kekuatannya ,


Reinki yang juga tidak dapat tidur melihat kearah Danu ,


Tubuh Danu mengeluarkan energi yang sangat kuat ,


membuat Reinki segera bangun dari tempat tidurnya , Dan melakukan hal yang sama seperti Danu ,


tubuh Reinki mengeluarkan energi hitam pekat ,


" Danu aku juga akan melakukan hal yang sama sepertimu " kata Reinki yang sudah mulai fokus pada energi yang dimilikinya ,


Bayangkan tersebut masuk kedalam Istana Raja Terdahulu ,


Kedua bayangan tersebut mengendap-endap masuk kedalam Istana tersebut ,


setelah kedua bayangan itu berada di dalam ruangan ,


mereka hanya mendengar suara batu catur yang dimainkan oleh seseorang ,


Keduanya terus masuk kedalam ruangan ,


Sampai akhirnya mereka berdua berada di hadapan Santos dan Panglima Jien ma ,


" Apa yang kamu lakukan Sangmi , sanghu kenapa kalian belum juga tidur " kata Santos kepada kedua orang yang saat ini berada di hadapannya ,


Kedua orang itu mengendalikan rasa gugupnya ,


" kami sedang mencari ruang kamar mandi " katanya seadanya ,


" oh , begitu ... disana , kesana sedikit " kata Santos memberitahukan kepada salah satu orang yang menurutnya adalah kedua kakek temannya itu ,


" yah sudah , kami akan kesana " kata salah satu orang tersebut dan segera meninggalkan tempat Santos bermain catur ,


beberapa jam kemudian , kedua orang itu kembali berjalan kearah Santos dan Panglima Jien ma ,


Namun tanpa disadari oleh kedua orang tersebut , sesuatu telah menerpa wajah keduanya ,

__ADS_1


Setelah kedua kakek itu pergi tidak lama kemudian , tubuh Santos dan Panglima Jien ma tergeletak di atas kursi tempat mereka bermain catur ,


Kedua orang tersebut segera kembali lagi kearah Santos yang tergeletak di atas kursi meja ,


Kedua orang tersebut segera memasuki ruangan yang sudah berhari-hari dijaga oleh keduanya tanpa ada rasa curiga sama sekali ,


" She Hou .... " Shanghu memanggil nama She Hou ,


Namun yang dipanggil masih Fokus pada sesuatu yang saat ini sedang dikerjakannya ,


Tanpa menyahuti panggilan Shanghu , She Hou terus mengerjakan tugasnya , Sejenak shanghu terdiam ,


Sedangkan She Hou hampir berhasil dengan pekerjaannya ,


melalui Sempel dan berbagai macam benda dan ramuan , Akhirnya She Hou dapat membuka segel tersebut ,


keduanya Akhirnya dapat masuki ruangan itu , dan membuka peti Dimana ada jasad kaisar terdahulu ,


Kedua orang itu segera mengambil jasad tersebut dan menyembunyikannya disebuah cincin ruang dimensi yang mereka dapatkan di Desa Bambu ,


Setelah jasad Kaisar mereka dapatkan , segera mereka berdua keluar dari dalam ruangan tersebut ,


Namun dari arah lainnya ,


Gurunya Besar Akuma berjalan menghampiri kursi meja Santos dan Panglima Jien ma yang saat ini tergeletak di atas meja caturnya ,


sesaat kedua orang tersebut bersembunyi di dalam ruangan yang lainnya ,


Sedang Guru Besar Akuma segera membantu Santos dari uap racun yang mematikan ,


Pada saat ini tubuh Santos dan Panglima Jien ma sudah berwarna kebiruan ,


Guru Besar Akuma sudah merasakan sesuatu yang tidak beres dengan aura yang ia rasakan dari energi yang dimilikinya ,


" Santos , Jien ma .. aku berharap kalian baik-baik saja " Kata Guru Besar Akuma ,


Guru Besar Akuma yang masih Fokus pada pengobatannya untuk menolong Santos dan Panglima Jien ma , tanpa disadari olehnya , dari arah belakangnya , sebuah Benda yang mirip sekali seperti kristal emas telah melesat menghantam tubuh Guru Besar Akuma ,


Guru Besar Akuma seketika tergeletak di atas lantai istana raja terdahulu ,


Kesempatan itulah yang dimanfaatkan oleh Kedua pencuri itu kabur ,


pencuri yang tak lain adalah She Hou dan Shanghu ,


Kedua orang tersebut segera berlari menjauh dan pergi meninggalkan negeri awan putih ,


▫️▫️▫️


Padi harinya ,


suasana menjadi heboh setelah melihat tubuh Santos dan Panglima Jien serta Guru Besar Akuma tergeletak di tempat masing-masing ,


Salah satu yang melihat ketiga orang tersebut adalah Hausan dan Grei

__ADS_1


__ADS_2