
Danu segera beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut , dan ia akan mencari keberadaan saudaranya itu .
⏭️⏩
Saat ini kedua prajurit itu membawa ke dua Kakek Danu dan Bibi Maiylang pergi kesebuah tempat ,
tempat tersebut adalah wilayah kerajaan awan putih ,
Di sana mereka akan di interogasin , juga di berikan sebuah plat pengenal ,
Setelah kelima orang tersebut memasuki ruangan tersebut ,
salah satu prajurit yang berjaga di tempat tersebut , segera mencatat namanya ,
Dan setelah membayar sejumlah uang , kedua Kakek Danu dan Bibi Maiylang segera meninggalkan tempat tersebut ,
Tanpa disadari oleh ketiga orang tersebut ,
kedua prajurit yang menyamar itu telah bertukar wajah seperti mereka ,
Ketiga keluarga Danu segera menuju Istana Raja Terdahulu ,
Danu yang sudah mendapati ketiga Keluarganya itu baik-baik saja , ia sangat gembira sekali ,
🔸Beberapa jam yang lalu setelah Danu keluar dari ruangan Guru Besar Akuma ,
Danu bertemu dengan saudaranya Reinki , ia segera menarik tangan Reinki ,
" kak , Guru besar berpesan bahwa kita sudah harus waspada , sebab kedua prajurit yang membawa Kakek dan Bibi , bisa jadi dia adalah seorang penyusup , " kata Danu menjelaskan kepada saudaranya Reinki ,
" Hem ... jadi begitu , lantas kita harus bagaimana " Reinki bertanya kepada Adiknya itu apa yang akan di Rencanakannya ,
" Guru juga berpesan agar kita menggunakan energi pendeteksi kekuatan " Danu akhirnya menjelaskan semua yang di perintahkan oleh Guru mereka berdua ,
" oh ... begitu , baiklah " Reinki menjawabnya singkat ,
Kedua bocah itu segera membantu Ranghao yang sudah membantu Bibi Shue membuat kue ,
Dari arah luar ruangan , Kakek sangmi menghampiri Danu dan yang lainnya ,
" Danu ... " suara Kakek Sangmi memanggil nama Danu ,
" Kakek , semua baik-baik saja " Danu langsung bertanya kepada Kakek yang sudah membesarkannya ,
" iya , kakek baik-baik saja cucuku " Kakek Sangmi segera menghampiri cucunya itu dan memeluknya ,
Kedua keluarga yang sudah lama tidak bertemu itu kembali meluapkan rasa yang membendung dihatinya ,
" Kek , sebaiknya kakek istirahat dulu " kata Danu menyarankan kepada kakek Sangmi dan kedua Keluarganya itu ,
" yah sudah , ayahmu menyarankan begitu juga " kata Kakek Sangmi yang diangguki oleh yang lainnya ,
Akhirnya ketiga orang tersebut segera menuju ruang kamar yang sudah di sediakan oleh Hausan ,
__ADS_1
tertinggal Danu dan yang lainnya masih membuat kue , setelah kue selesai dibuat , keempat orang itu menaruhnya di samping meja Santos dan Panglima Jien ma ,
Dan kemudian , Bibi Shue menggandeng tangan Ranghao keruang kamar tidurnya , sebab sejak Ranghao menjadi murid dan putra angkatnya ,
Ranghao sering tidur didalam ruangan Shue ,
lain halnya dengan Danu dan Reinki yang ingin tidur bersama-sama kayak saudara kandung ,
Setelah berpamitan kepada Ayah dan Panglima Jien ma Gurunya , kedua bocah itu juga mengikuti Ranghao dan Bibi Shue yang sudah berada di dalam ruang kamar tidurnya ,
Didalam ruangan tersebut , Danu yang masih teringat pesan Guru Besar Akuma , masih tidak dapat memejamkan mata ,
Pada akhirnya Danu duduk bersila dan mulai menetralisir energi dari senjata , juga mulai membiasakan diri mengunakan pendeteksi energi seseorang ,
" ah , susah sekali untuk tidur , sebaiknya aku akan melatih energi senjata dan energi pendeteksian kekuatan seseorang " kata Danu yang langsung duduk bersila ,
Setelah lama Danu fokus pada penetralisir kekuatannya ,
Reinki yang juga tidak dapat tidur melihat kearah Danu ,
Tubuh Danu mengeluarkan energi yang sangat kuat ,
membuat Reinki segera bangun dari tempat tidurnya , Dan melakukan hal yang sama seperti Danu ,
tubuh Reinki mengeluarkan energi hitam pekat ,
" Danu aku juga akan melakukan hal yang sama sepertimu " kata Reinki yang sudah mulai fokus pada energi yang dimilikinya ,
Bayangkan tersebut masuk kedalam Istana Raja Terdahulu ,
Kedua bayangan tersebut mengendap-endap masuk kedalam Istana tersebut ,
setelah kedua bayangan itu berada di dalam ruangan ,
mereka hanya mendengar suara batu catur yang dimainkan oleh seseorang ,
Keduanya terus masuk kedalam ruangan ,
Sampai akhirnya mereka berdua berada di hadapan Santos dan Panglima Jien ma ,
" Apa yang kamu lakukan Sangmi , sanghu kenapa kalian belum juga tidur " kata Santos kepada kedua orang yang saat ini berada di hadapannya ,
Kedua orang itu mengendalikan rasa gugupnya ,
" kami sedang mencari ruang kamar mandi " katanya seadanya ,
" oh , begitu ... disana , kesana sedikit " kata Santos memberitahukan kepada salah satu orang yang menurutnya adalah kedua kakek temannya itu ,
" yah sudah , kami akan kesana " kata salah satu orang tersebut dan segera meninggalkan tempat Santos bermain catur ,
beberapa jam kemudian , kedua orang itu kembali berjalan kearah Santos dan Panglima Jien ma ,
Namun tanpa disadari oleh kedua orang tersebut , sesuatu telah menerpa wajah keduanya ,
__ADS_1
Setelah kedua kakek itu pergi tidak lama kemudian , tubuh Santos dan Panglima Jien ma tergeletak di atas kursi tempat mereka bermain catur ,
Kedua orang tersebut segera kembali lagi kearah Santos yang tergeletak di atas kursi meja ,
Kedua orang tersebut segera memasuki ruangan yang sudah berhari-hari dijaga oleh keduanya tanpa ada rasa curiga sama sekali ,
" She Hou .... " Shanghu memanggil nama She Hou ,
Namun yang dipanggil masih Fokus pada sesuatu yang saat ini sedang dikerjakannya ,
Tanpa menyahuti panggilan Shanghu , She Hou terus mengerjakan tugasnya , Sejenak shanghu terdiam ,
Sedangkan She Hou hampir berhasil dengan pekerjaannya ,
melalui Sempel dan berbagai macam benda dan ramuan , Akhirnya She Hou dapat membuka segel tersebut ,
keduanya Akhirnya dapat masuki ruangan itu , dan membuka peti Dimana ada jasad kaisar terdahulu ,
Kedua orang itu segera mengambil jasad tersebut dan menyembunyikannya disebuah cincin ruang dimensi yang mereka dapatkan di Desa Bambu ,
Setelah jasad Kaisar mereka dapatkan , segera mereka berdua keluar dari dalam ruangan tersebut ,
Namun dari arah lainnya ,
Gurunya Besar Akuma berjalan menghampiri kursi meja Santos dan Panglima Jien ma yang saat ini tergeletak di atas meja caturnya ,
sesaat kedua orang tersebut bersembunyi di dalam ruangan yang lainnya ,
Sedang Guru Besar Akuma segera membantu Santos dari uap racun yang mematikan ,
Pada saat ini tubuh Santos dan Panglima Jien ma sudah berwarna kebiruan ,
Guru Besar Akuma sudah merasakan sesuatu yang tidak beres dengan aura yang ia rasakan dari energi yang dimilikinya ,
" Santos , Jien ma .. aku berharap kalian baik-baik saja " Kata Guru Besar Akuma ,
Guru Besar Akuma yang masih Fokus pada pengobatannya untuk menolong Santos dan Panglima Jien ma , tanpa disadari olehnya , dari arah belakangnya , sebuah Benda yang mirip sekali seperti kristal emas telah melesat menghantam tubuh Guru Besar Akuma ,
Guru Besar Akuma seketika tergeletak di atas lantai istana raja terdahulu ,
Kesempatan itulah yang dimanfaatkan oleh Kedua pencuri itu kabur ,
pencuri yang tak lain adalah She Hou dan Shanghu ,
Kedua orang tersebut segera berlari menjauh dan pergi meninggalkan negeri awan putih ,
▫️▫️▫️
Padi harinya ,
suasana menjadi heboh setelah melihat tubuh Santos dan Panglima Jien serta Guru Besar Akuma tergeletak di tempat masing-masing ,
Salah satu yang melihat ketiga orang tersebut adalah Hausan dan Grei
__ADS_1