
She Hou pun dapat masuk kedalam rumah ,
" ternyata dugaanku benar , dirumah tidak ada orang " kata She Hou yang kembali menutup pintu Rumah ,
She Hou segera menuju Banker bawah tanah ,
Sesampainya She Hou di dalam ruangan tersebut ,
She Hou dapat melihat semua bahan dan barang sudah tersusun rapi , dan beberapa bahan yang sudah tercampur ,
" ternyata Shanghu sudah kembali yah sudah aku akan segera beristirahat saja " kata She Hou yang langsung keluar dari Bankers bawah tanah ,
Akhirnya She Hou masuk kedalam ruang kamar tidurnya ,
Setelah ia membersihkan diri , segera She Hou menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur ,
🔹
Shanghu yang baru keluar dari warung makan tersebut , ia kembali menuju arah rumahnya ,
Sesampainya ia didepan pintu masuk , Shanghu segera membuka pintu Rumah dan langsung masuk ,
Shanghu yang merasa ada yang janggal ia segera memeriksakan seluruh ruangan dan Banker , semua barang masih tersusun rapi dan tidak ada satu barangpun berpindah tempat ,
Shanghu yang masih ragu kembali ia mencari sesuatu yang mencurigakan ,
Akhirnya Shanghu menuju Ruangan She Hou ,
Shanghu yang saat ini berada di depan pintu masuk ruangan segera membuka pintu tersebut ,
Akhirnya Shanghu dapat merasa lega bahwa She Hou telah kembali pulang , pada saat ini Shanghu melihat She Hou yang berbaring di atas tempat ranjang tidur ,
" She Hou ternyata kamu sudah kembali pulang " Kata Shanghu yang kembali menutup daun pintu Ruang kamar tidur She Hou ,
Akhirnya Shanghu memutus kembali kedalam ruang kamar tidurnya sendiri ,
Shanghu yang sudah berbaring , ia mencoba memejamkan matanya ,
⏩⏭️
Pada saat ini Santos dan yang lainnya tiba di dermaga negeri angin ,
ketiga orang tersebut segera menuju ruang petugas keamanan Kerajaan negeri angin ,
Setelah ketiganya mendapatkan tempel plat Kerajaan negeri angin , seterusnya mereka melanjutkan perjalanannya ,
" ayo Ranghao kita lanjutkan perjalanannya" Kata Panglima Jien ma ,
Ranghao yang mendapatkan perintah dari Panglima Jien ma segera merubah dirinya menjadi bentuk makhluk mirip Siemens ,
Ranghao segera terbang keatas langit ,
__ADS_1
kedua orang yang sedang menaiki tubuh Ranghao mencoba mencari wilayah yang dimaksud oleh Pangeran ketiga Chu Kheyang ,
" Ranghao , jangan terlalu laju , aku ingin memastikan arah yang di tunjukkan oleh Pangeran " kata Panglima Jien ma kepada Ranghao ,
Ranghao pun menuruti perintah dari Panglima Jien ma ,
Dari atas Panglima mengamati semua desa dan wilayah tertentu ,
Sebab saat ini Panglima dan Santos sedang mencari keberadaan tempat itu ,
sampai beberapa jam kemudian akhirnya Panglima dan Santos menemukan area tersebut , dan langsung memerintahkan Ranghao agar mendarat ,
Di sebuah tempat yang tertutup oleh dinding tebing tinggi , di dalam desa tersebut terdapat mata air dan sebuah Goa ,
Namun tempat tersebut dijaga oleh seorang tabib dan Alkemis ,
Kedua penjaga itu memiliki ilmu kultivasi sangat tinggi ,
Pada saat Ranghao yang sudah berubah menjadi seorang bocah tiba-tiba ...
" wauw ada tamu jauh rupanya , waahhh ..... bahkan makhluk sepirit ini sudah dapat merubah bentuknya menyerupai manusia " kata Seseorang yang saat ini berada tepat di belakang Ranghao ,
Dan dia juga telah menyaksikan Ranghao yang telah berubah menjadi bocah kecil ,
" oh ... maaf paman , salam hormat Ranghao untuk paman " kata Ranghao yang langsung memberikan salam hormat yang seperti diajarkan oleh Bibi Shue ,
" hemmm... kamu baik sekali , aku suka denganmu " kata orang itu lagi ,
Kembali ia meneruskan perjalanannya dan ia langsung menuju arah pondok rumahnya yang terletak di tengah-tengah genangan Mata air ,
ketiga orang itu segera mengikuti orang tersebut yang sudah masuk kedalam rumahnya sendiri ,
Santos dan Panglima Jien ma juga Ranghao mengikuti orang tersebut dari arah belakangnya ,
Setelah mereka bertiga tiba di depan rumah itu , Daun pintu Secara ajaib terbuka sendiri ,
Santos yang melihat pintu sudah terbuka ia pun segera melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah ,
Begitu juga dengan Panglima Jien ma dan Ranghao , mereka berdua juga masuk kedalam rumah ,
Ternyata didalam rumah terdapat bale-bale bambu dan sebuah meja ,
Kedua penjaga mata air tersebut duduk berhadapan satu sama lain sambil menikmati air teh dan beberapa makanan ringan ,
" silakan duduk , mari kita menikmati secangkir teh " kata salah satu penjaga tersebut yang seperti penampilannya adalah seorang tabib atau juru medis ,
" baik , terimakasih " jawab Santos yang langsung duduk mengitari meja tersebut ,
Sang penjaga langsung menuangkan teh kedalam Cawan dan segera di serahkan kepada ketiga tamunya ,
" ini .... silakan dinikmati " katanya yang sudah memberikan cangkir teh tersebut ,
__ADS_1
" terimakasih banyak , kami dapat di undang " kata Panglima Jien ma yang kali ini menjawab perkataan dari tabib tersebut ,
mereka semua akhirnya menikmati teh yang sudah tersaji ,
⏭️⏩
Pada saat ini Danu dan Reinki menyudahi meditasi ,
Ia kembali menormalkan keadaannya ,
" huhhh .... Huffff " suara dari Danu dan Reinki hampir bersamaan ,
" Danu kamu bagaimana saat ini " Reinki mencoba bertanya kepada Danu ,
" aku baik , dan sudah mulai menjadi sempurna " Jawab Danu menjelaskan ,
" iya aku juga , aku sudah mulai menghampiri kesempurnaan " kata Reinki yang akhirnya sudah berdiri dan menghampiri Guru Besar Akuma yang masih ditempat ranjang tidurnya ,
" Guru , maafkan aku tidak bisa membantumu pada saat itu " Kata Reinki pelan , namun masih dapat didengar oleh Danu yang pada saat ini berada di samping Reinki ,
" kak , kita berharap agar ayah dan guru jien ma berhasil mendapatkan batu kristal itu " kata Danu yang mengingatkan Reinki ,
" Iyah , mudah-mudahan Ayah dan Guru berhasil " kata Reinki seperti sedang menyemangati dirinya sendiri ,
Dari arah luar ruangan
sebuah teriakan yang sangat keras terdengar ,
" Danu , Reinki kalian sudah bersiap-siap belum , sebab sebentar lagi makan malam tiba " kata Bibi Shue yang langsung membuka Daun pintu ruang kamar tidur Guru Besar Akuma ,
" Bibi ... oh baiklah kami akan segera kesana " Danu yang menjawab perkataan dari Bibi Shue ,
Sang bibi teramat senang sekali , melihat Danu dan Reinki saat ini sudah selesai bermeditasi ,
" ayolah , jangan biarkan mereka semua menunggumu " kata Bibi Shue yang langsung menggandeng tangan kedua bocah itu ,
sampai pada akhirnya ketiganya sampai di meja makan ,
dan akhirnya semua menikmati hidangan yang sudah tersaji ,
Malam ini She Hou sedang tidur di atas tempat ranjang tidurnya , mungkin dikarenakan sangat lelah dan capek sekali ia langsung tertidur lelap ,
Berbeda dengan Shanghu yang saat sedang memejamkan matanya , namun ia tidak begitu tertidur lelap ,
Shanghu yang masih berusaha untuk tidur tubuhnya selalu berbolak - balik arah tidurnya ,
" aihss ... " desah Shanghu yang susah tidur ,
Sampai akhirnya pagipun telah datang ,
Shanghu dan She Hou segera bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju ruang banker , kedua orang tersebut akhirnya bertemu ,
__ADS_1
" Shanghu , kamu semalam kemana , aku mencarimu namun tidak terlihat sosokmu " kata She Hou yang saat ini sudah bertemu dengan Shanghu ,