Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 157


__ADS_3

She Hou pun dapat masuk kedalam rumah ,


" ternyata dugaanku benar , dirumah tidak ada orang " kata She Hou yang kembali menutup pintu Rumah ,


She Hou segera menuju Banker bawah tanah ,


Sesampainya She Hou di dalam ruangan tersebut ,


She Hou dapat melihat semua bahan dan barang sudah tersusun rapi , dan beberapa bahan yang sudah tercampur ,


" ternyata Shanghu sudah kembali yah sudah aku akan segera beristirahat saja " kata She Hou yang langsung keluar dari Bankers bawah tanah ,


Akhirnya She Hou masuk kedalam ruang kamar tidurnya ,


Setelah ia membersihkan diri , segera She Hou menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur ,


🔹


Shanghu yang baru keluar dari warung makan tersebut , ia kembali menuju arah rumahnya ,


Sesampainya ia didepan pintu masuk , Shanghu segera membuka pintu Rumah dan langsung masuk ,


Shanghu yang merasa ada yang janggal ia segera memeriksakan seluruh ruangan dan Banker , semua barang masih tersusun rapi dan tidak ada satu barangpun berpindah tempat ,


Shanghu yang masih ragu kembali ia mencari sesuatu yang mencurigakan ,


Akhirnya Shanghu menuju Ruangan She Hou ,


Shanghu yang saat ini berada di depan pintu masuk ruangan segera membuka pintu tersebut ,


Akhirnya Shanghu dapat merasa lega bahwa She Hou telah kembali pulang , pada saat ini Shanghu melihat She Hou yang berbaring di atas tempat ranjang tidur ,


" She Hou ternyata kamu sudah kembali pulang " Kata Shanghu yang kembali menutup daun pintu Ruang kamar tidur She Hou ,


Akhirnya Shanghu memutus kembali kedalam ruang kamar tidurnya sendiri ,


Shanghu yang sudah berbaring , ia mencoba memejamkan matanya ,


⏩⏭️


Pada saat ini Santos dan yang lainnya tiba di dermaga negeri angin ,


ketiga orang tersebut segera menuju ruang petugas keamanan Kerajaan negeri angin ,


Setelah ketiganya mendapatkan tempel plat Kerajaan negeri angin , seterusnya mereka melanjutkan perjalanannya ,


" ayo Ranghao kita lanjutkan perjalanannya" Kata Panglima Jien ma ,


Ranghao yang mendapatkan perintah dari Panglima Jien ma segera merubah dirinya menjadi bentuk makhluk mirip Siemens ,


Ranghao segera terbang keatas langit ,

__ADS_1


kedua orang yang sedang menaiki tubuh Ranghao mencoba mencari wilayah yang dimaksud oleh Pangeran ketiga Chu Kheyang ,


" Ranghao , jangan terlalu laju , aku ingin memastikan arah yang di tunjukkan oleh Pangeran " kata Panglima Jien ma kepada Ranghao ,


Ranghao pun menuruti perintah dari Panglima Jien ma ,


Dari atas Panglima mengamati semua desa dan wilayah tertentu ,


Sebab saat ini Panglima dan Santos sedang mencari keberadaan tempat itu ,


sampai beberapa jam kemudian akhirnya Panglima dan Santos menemukan area tersebut , dan langsung memerintahkan Ranghao agar mendarat ,


Di sebuah tempat yang tertutup oleh dinding tebing tinggi , di dalam desa tersebut terdapat mata air dan sebuah Goa ,


Namun tempat tersebut dijaga oleh seorang tabib dan Alkemis ,


Kedua penjaga itu memiliki ilmu kultivasi sangat tinggi ,


Pada saat Ranghao yang sudah berubah menjadi seorang bocah tiba-tiba ...


" wauw ada tamu jauh rupanya , waahhh ..... bahkan makhluk sepirit ini sudah dapat merubah bentuknya menyerupai manusia " kata Seseorang yang saat ini berada tepat di belakang Ranghao ,


Dan dia juga telah menyaksikan Ranghao yang telah berubah menjadi bocah kecil ,


" oh ... maaf paman , salam hormat Ranghao untuk paman " kata Ranghao yang langsung memberikan salam hormat yang seperti diajarkan oleh Bibi Shue ,


" hemmm... kamu baik sekali , aku suka denganmu " kata orang itu lagi ,


Kembali ia meneruskan perjalanannya dan ia langsung menuju arah pondok rumahnya yang terletak di tengah-tengah genangan Mata air ,


ketiga orang itu segera mengikuti orang tersebut yang sudah masuk kedalam rumahnya sendiri ,


Santos dan Panglima Jien ma juga Ranghao mengikuti orang tersebut dari arah belakangnya ,


Setelah mereka bertiga tiba di depan rumah itu , Daun pintu Secara ajaib terbuka sendiri ,


Santos yang melihat pintu sudah terbuka ia pun segera melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah ,


Begitu juga dengan Panglima Jien ma dan Ranghao , mereka berdua juga masuk kedalam rumah ,


Ternyata didalam rumah terdapat bale-bale bambu dan sebuah meja ,


Kedua penjaga mata air tersebut duduk berhadapan satu sama lain sambil menikmati air teh dan beberapa makanan ringan ,


" silakan duduk , mari kita menikmati secangkir teh " kata salah satu penjaga tersebut yang seperti penampilannya adalah seorang tabib atau juru medis ,


" baik , terimakasih " jawab Santos yang langsung duduk mengitari meja tersebut ,


Sang penjaga langsung menuangkan teh kedalam Cawan dan segera di serahkan kepada ketiga tamunya ,


" ini .... silakan dinikmati " katanya yang sudah memberikan cangkir teh tersebut ,

__ADS_1


" terimakasih banyak , kami dapat di undang " kata Panglima Jien ma yang kali ini menjawab perkataan dari tabib tersebut ,


mereka semua akhirnya menikmati teh yang sudah tersaji ,


⏭️⏩


Pada saat ini Danu dan Reinki menyudahi meditasi ,


Ia kembali menormalkan keadaannya ,


" huhhh .... Huffff " suara dari Danu dan Reinki hampir bersamaan ,


" Danu kamu bagaimana saat ini " Reinki mencoba bertanya kepada Danu ,


" aku baik , dan sudah mulai menjadi sempurna " Jawab Danu menjelaskan ,


" iya aku juga , aku sudah mulai menghampiri kesempurnaan " kata Reinki yang akhirnya sudah berdiri dan menghampiri Guru Besar Akuma yang masih ditempat ranjang tidurnya ,


" Guru , maafkan aku tidak bisa membantumu pada saat itu " Kata Reinki pelan , namun masih dapat didengar oleh Danu yang pada saat ini berada di samping Reinki ,


" kak , kita berharap agar ayah dan guru jien ma berhasil mendapatkan batu kristal itu " kata Danu yang mengingatkan Reinki ,


" Iyah , mudah-mudahan Ayah dan Guru berhasil " kata Reinki seperti sedang menyemangati dirinya sendiri ,


Dari arah luar ruangan


sebuah teriakan yang sangat keras terdengar ,


" Danu , Reinki kalian sudah bersiap-siap belum , sebab sebentar lagi makan malam tiba " kata Bibi Shue yang langsung membuka Daun pintu ruang kamar tidur Guru Besar Akuma ,


" Bibi ... oh baiklah kami akan segera kesana " Danu yang menjawab perkataan dari Bibi Shue ,


Sang bibi teramat senang sekali , melihat Danu dan Reinki saat ini sudah selesai bermeditasi ,


" ayolah , jangan biarkan mereka semua menunggumu " kata Bibi Shue yang langsung menggandeng tangan kedua bocah itu ,


sampai pada akhirnya ketiganya sampai di meja makan ,


dan akhirnya semua menikmati hidangan yang sudah tersaji ,


Malam ini She Hou sedang tidur di atas tempat ranjang tidurnya , mungkin dikarenakan sangat lelah dan capek sekali ia langsung tertidur lelap ,


Berbeda dengan Shanghu yang saat sedang memejamkan matanya , namun ia tidak begitu tertidur lelap ,


Shanghu yang masih berusaha untuk tidur tubuhnya selalu berbolak - balik arah tidurnya ,


" aihss ... " desah Shanghu yang susah tidur ,


Sampai akhirnya pagipun telah datang ,


Shanghu dan She Hou segera bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju ruang banker , kedua orang tersebut akhirnya bertemu ,

__ADS_1


" Shanghu , kamu semalam kemana , aku mencarimu namun tidak terlihat sosokmu " kata She Hou yang saat ini sudah bertemu dengan Shanghu ,


__ADS_2