Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 13


__ADS_3

berhari-hari kapal terus berlayar ,,, diatas lautan yang biru ,,, sebiru langit yang sangat cerah , Danu terduduk melihat pulau terpampang di depannya , sebuah dermaga yang sudah menantinya didepan ,


akhirnya kapal pun merapat di depan dermaga kerajaan petir ,,, setelah kapal sudah di ikat dan di pasangkan besi jangkar , maka seluruh penumpang sudah bisa melalui jembatan dermaga , Danu dan anggota keluarganya sudah menuruni kapal , mereka semua harus menuju pusat pemerintahan kota petir untuk melapor ,,, mereka akan menjadi warga negara kerajaan petir , jadi harus memiliki izin sebagai penduduk negara asli ,, kakek membawa gerobaknya , menuju kota pusat ,,, perjalanan tidak memakan waktu lama , Danu dan keluarganya telah sampai di depan gerbang pemerintah negara petir ,


seluruh anggota keluarga Danu sudah berada didalam ruangan sang pemilik gedung , setelah mendaftar dan membayar uang pajak negara , mereka sudah bisa menjadi warga negara petir ,, setelah mendapatkan sertifikat dan surat pengesahan maka mereka pun langsung melanjutkan perjalanannya ,,, tujuan kakek sudah di instruksi oleh kakek sanghu ,,, ia akan tinggal sementara di kediaman Adik iparnya . kereta keluar dari ibu kota negara petir ,,, tujuan mereka adalah desa air jernih ,,, disana penduduknya banyak sekali yang bercocok tanam dan membuat olahan kue kering juga kue basah ,,, setiap tahunnya desa itu selalu merayakan keberhasilan dalam pertanian ,,, sehingga didalam acara tersebut pasti akan ada hidangan istimewa yang setiap tahunnya di sediakan , gerobak yang membawa keluarga Danu akan memasuki gerbang desa air jernih , didepan pintu gerbang sudah ada petugas penjaga keamanan desa ,,, kakek yang sudah menghampiri sang petugas segera menyerahkan surat yang sudah diberikan oleh pihak pemerintah kerajaan petir , setelah melihat isi surat dan data mereka semua , gerobak pun melanjutkan perjalanannya .


sesampainya di sebuah rumah yang cukup besar ,,, rumah itu adalah rumah pendidikan bagi anak-anak desa air jernih , di dalam halaman tengah terdapat sebuah sanggar , untuk murid-murid yang ingin berlatih seni bela diri , seni pedang , dan seni memanah , ternyata adik ipar kakek sanghu memiliki sebuah tempat pelatihan khusus bagi murid yang ingin belajar , pelajaran terdiri dari belajar menulis huruf kanji , belajar ilmu bela diri , dan belajar menerapkan elemen petir , yang sudah menjadi tradisi dari kerajaan petir ,


keseluruhan anak-anak , akan belajar di perguruan air jernih , nama yang sama yang diambil dari nama desa tempat tinggal penduduk desa air jernih ,


kakek sangmi memarkir gerobaknya dekat gudang penyimpanan ternak tunggangan , setelah melepaskan kudanya , kakek sangmi mengikuti Danu dan yang lainnya , saat ini Danu sedang menggendong ayahnya ,


" Danu kamu bisa berlatih diatas puncak bukit bambu , disana banyak bahan yang dapat dijadikan tempat latihan ,, kamu bisa mengembangkan kekuatan sang kaisar , dan ada satu hal lagi , kitab yang hampir sama dengan kekuatan sang kaisar terdahulu " Kakek sanghu bercerita sambil berjalan menuju rumah induk milik adiknya ,

__ADS_1


" sinna ,,, jienva ,,, Abang ingin berkunjung kerumah mu " suara kakek sanghu yang cukup keras didengar oleh adiknya sinna ,


sinna adalah gadis desa air jernih yang sangat cantik ,,, sampai jienva jatuh cinta kepadanya , kebanyakan orang dari berbagai daerah ingin melamarnya , namun ia hanya suka kepada jienva , dan menikah dengannya , sinna Langsung keluar menyambut kakak kandungnya itu , sedangkan jienva , hanya berdiri melihat saudara laki-lakinya yang berkunjung ke rumah nya , setelah tuan rumah mempersilahkan masuk dan memberikan hidangan ala kadarnya , semua nya duduk di dalam ruangan penjamuan khusus bagi tamu rumah , setelah lama bertukar cerita , serta keluh kesah , akhirnya jienva memberikan pekerjaan kepada bibi dan kakek , sedangkan Danu , ia akan terus fokus dengan pelatihan nya ,


tak terasa waktu sudah sangat malam sekali , semua orang yang berada di dalam rumah jienva telah tidur termasuk Danu dan ayahnya ,,


Malam ini petugas keamanan seliweran di jalanan rumah-rumah penduduk desa , sampai di depan rumahnya jienva , salah satu penduduk yang bertugas bertemu dengan kakek sangmi , pada saat itu kakek sangmi sedang duduk santai di luar ruangan dan bertemu dengan salah satu petugas penjaga keamanan ,


" cari angin ,, panas didalam " jawab kakek sangmi , kepada petugas keamanan yang berjaga , petugas itu langsung melenggang pergi meninggalkan kakek yang sedang duduk santai di depan teras rumah jienva ,


🔀⏩⏭️


pagi pun telah datang ,,, Danu terbangun sangat pagi , danu melihat kakek sangmi ketiduran di teras depan , tidur kakek sangat nyenyak sekali , Danu yang tidak ingin mengganggu kakek , ia segera berberes , Danu tipe pemuda yang sangat rajin sekali , setelah membereskan tempat dan membersihkan seluruh ruangan sanggar dan area sekitarnya , Danu segera mandi ,,, ternyata didapur sudah ada bibi sinna yang sedang menyiapkan sarapan pagi , setelah selesai meletakkan handuk mandi nya , Danu segera membantu bibi sinna menyiapkan sarapan pagi ,,, setelah hidangan tersedia mereka pun langsung menyantapnya ,, dari arah luar pintu gerbang , semua murid telah datang memasuki sanggar kelas dan sanggar latihan seni bela diri , kakek dan yang lainnya segera berdiri dan langsung menuju ruangan sanggar , kedua kakek dan bibi ditugaskan menjadi guru latihan seni bela diri , dari mulai tahap awal , kedua dan ketiga ,, sedangkan bibi sebagai wakil penerjemah dan menerangkan segala yang bersangkutan dengan seni bela diri ,, terkadang ia juga mengajarkan tulisan kanji , sedangkan paman jienva ia cenderung mengajar tentang daun-daun dan ramuan obat , pagi ini keempat orang tua itu telah resmi menjadi guru bagi murid -murid yang ingin belajar ilmu bela diri , sedangkan Danu setelah selesai membereskan semua dan membaringkan tubuh ayahnya segera ingin melatih kekuatan yang dimiliki nya , sebelum Danu beranjak pergi , bibi sinna memanggil Danu ,

__ADS_1


" Danu ,,, ada hal yang ingin bibi katakan " kata bibi yang mencegah Danu untuk pergi meninggalkan rumah bibi sinna ,


" Iyah bi ,,, ada apa ?.." Danu berbalik menghadap bibi sinna ,


" Danu ,,, kamu buka pintu yang di sebelah sana " telunjuk bibi mengarah kepada gudang penyimpanan barang bekas , Danu yang tidak mau membantah perintah dari bibi sinna , segera mendekati pintu gudang itu , dan membukanya ,


"di bagian sebelah kiri ada kursi roda milik ayahku dulu , kamu bisa ambil untuk ayah mu " kata bibi sinna , Danu segera menghampiri kursi roda milik ayahnya bibi sinna , ia segera mengambil nya , bibi tersenyum manis sekali , Danu yang melihat kursi roda itu sangat senang sekali , ia pun langsung berhambur memeluk bibi sinna , bibi sinna pun memeluk Danu , Danu langsung menagis di dalam pelukan bibi sinna ,


" Danu ,,, jangan menagis Yah ,, bibi senang memberikan kursi roda itu untuk ayah Danu " kata bibi sinna penuh kelembutan ,,, seperti cinta kasih seorang ibu yang Danu harapkan sepanjang hidupnya ,


" terimakasih bibi ,,, terimakasih kursi roda nya " Danu segera melepaskan pelukannya dan berlari menghampirinya ayahnya , setelah itu Danu menggendong sang ayah dan mendudukkan tubuhnya diatas kursi roda yang diberikan oleh bibi sinna , Danu sangat senang sekali , berkali-kali Danu memeluknya , dan bibi segera menyarankan Danu membawa ayahnya , agar ikut serta keatas bukit bambu , untuk berlatih pengembangan ilmu bela diri nya , Danu segera mendorong kursi roda milik ayahnya sekarang , ia terus berlari mendorong kursi roda ,,, sampai dia berada diatas sebuah bukit yang di bagian Utara terdapat hutan bambu yang cukup luas ,, di balik ada lahan berlatih memanah , dan dibagian Timur tempat itu akan di jadikan sebagai latihan ilmu bela diri , bermacam-macam pelatihan yang ada , Danu mencari lokasi yang cukup luas untuk berlatih , sambil mencari tempat yang rindang agar ayahnya tidak terkena paparan sinar matahari ,


mulailah Danu berlatih ,

__ADS_1


__ADS_2