Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 154


__ADS_3

Danu yang saat ini sedang menuju Ruangan Guru Besar Akuma , segera bergegas masuk kedalam ruangan tersebut ,


Ranghao yang melihat Danu membawa papan catur segera merubah dirinya menjadi bocah kecil berumur 12 th ,


" wah Ranghao seperti kamu tidak sabar ingin bermain catur " Kata Danu sambil tertawa kecil ,


" he... he.... Iyah Danu , rasanya bosan sekali " Kata Ranghao polos ,


" Haaaa .... iya ayo kita bermain " kata Danu yang langsung membentangkan papan catur dan menyusun buah catur pada tempatnya ,


Begitu juga dengan Ranghao yang langsung mengikuti Danu yang sedang menyusun buah catur ,


⏩⏭️


Pagi ini She Hou telah sampai didalam Ibukota Kerajaan Gelap ,


Setelah mengucapkan kata terimakasih kepada pemilik Gerobak She Hou kembali meneruskan perjalanannya ,


" Terimakasih pak atas tumpangannya " kata She Hou kepada Bapak pemilik Gerobak ,


Sang Bapakpun menjawab perkataan dari She Hou ,


" iya , sama-sama nak ... Bapak juga mengucapkan terimakasih telah membantu menyelamatkan Gerobak Bapak " kata Sang Bapak yang menunduk kepalanya memberi hormat kepada She Hou ,


She Hou juga melakukan hal yang sama kepada Bapak Pemilik Gerobak ,


Setelah beberapa kata mereka ucapkan , kembali She Hou meneruskan perjalanannya menuju Istana Kerajaan Gelap ,


Ternyata tujuan She Hou kalo ini adalah Istana Kerajaan Gelap ,


Sebab di Istana tersebut , Ibu She Hou sedang menunggu kedatangannya ,


🔸


Lain halnya dengan Shanghu yang saat ini berada disebuah tempat ,


Tempat tersebut terdapat bahan yang disimpan oleh mereka sebelum berangkat ke negri awan putih ,


Tempat itu jauh dari pemukiman dan jauh dari hiruk pikuk semua aktivitas warga ,


Setelah Shanghu sampai ditempat tersebut , seketika Shanghu membuka segel yang menutup sebuah Gua yang tertutup Batu Besar ,


Shanghu segera membuka segel tersebut , dengan sendirinya Batu itu terbuka dan Shanghu memasuki Gua tersebut ,


Didalam Gua terdapat banyak sekali bahan dan barang yang dibutuhkan oleh mereka berdua ,


Bahkan barang dan bahan tersebut sangat berguna untuk mereka berdua ,


semua barang tersusun seperti sediakala , tidak ada satupun yang berpindah tempat ,


Berarti tempat itu tidak ada satupun orang yang mendatanginya ,


" Baguslah semua aman , " kata Shanghu yang langsung masuk semakin dalam keruangan tersebut ,

__ADS_1


Setelah itu Shanghu segera mengemasi semua barang-barang yang saat ini berada di dalam ruangan tersebut ,


⏭️⏩


Pagi ini Santos dan Panglima Jien ma akan melakukan perjalanan menuju sebuah tempat yang diberitahukan oleh Pangeran ketiga Chu Kheyang ,


" Danu , Reinki , Ayah akan berangkat , kalian harus jaga diri baik-baik yah , Ayah harap semua ini akan berjalan sesuai dengan rencana " Kata Santos yang saat ini sedang berpamitan kepada Putranya ,


" Iyah Ayah , Danu dan Kakak akan dapat menjaga diri dengan baik " Kata Danu yang diangguki oleh Reinki saudaranya ,


" Iyah .... Ayah baik-baik juga dijalan yah " Kata Reinki yang berpesan kepada Ayah angkatnya ,


" Iya Reinki , Ayah titip adikmu , kamu juga jaga diri baik-baik yah ... " kata Santos kepada putra angkatnya ,


" Reinki , Danu aku pergi , kalian baik-baik yah " Kata Ranghao yang sudah berubah menjadi wujud seperti Siemens ,


Akhirnya setelah berpamitan kedua orang tersebut menaiki punggung Ranghao dan langsung melesat pergi meninggalkan Istana Raja Terdahulu ,


Danu dan yang lainnya Melihat Santos dan Panglima Jien ma sudah menghilang dari balik awan putih , segera pergi meninggalkan tempat itu dan kembali beraktivitas ,


" kak ayo kita kedalam ruangan Guru " kata Danu kepada saudaranya ,


" Iyah , ayok " katanya yang langsung pergi mengikuti Danu yang lebih dulu berjalan ,


Kedua bocah itu memasuki ruangan Guru Besar Akuma ,


sesampainya di dalam ruangan tersebut ,


Kedua bocah itu kembali meneruskan permainannya ,


🔹


Sedangkan saat ini Ranghao semakin jauh meninggalkan Negeri Awan putih ,


Pada saat ini mereka menuju sebuah negara angin ,


Sebab di Negara tersebut terdapat sebuah obat yang dapat menyembuhkan Guru Besar Akuma ,


Kemungkinan besar mereka akan melakukan perjalanan selama beberapa hari ,


Jarak tempuh yang sangat jauh membuat mereka akan sering berhenti disebuah desa ataupun negeri yang lainnya ,


" Santos , sebaiknya kita mencari penginapan , aku tidak ingin Ranghao terlalu capek , kita juga butuh istirahat " kata Panglima Jien ma yang menyarankan kepada Santos ,


" Iyah , baiklah ... terserah kamu saja " kata Santos yang melihat Ranghao seketika menukik turun ke bawah tanah ,


Tubuhnya yang besar itu seketika menjejakkan kaki di sebuah tempat yang agak jauh dari pemukiman ,


Dan kemudian Ranghao telah berubah menjadi seorang bocah ia pun berkata ,


" mungkin disini tempat yang aman untuk kita berhenti " kata Ranghao yang sudah berubah menjadi bocah kecil ,


" Iyah , itu sangat bagus .. " kata Panglima Jien ma kepada Ranghao yang sudah dianggapnya keluarga sendiri ,

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga meneruskan perjalanannya menuju penginapan yang terlihat oleh mereka pada saat diatas ketinggian ,


Setelah mereka berdua tiba , di rumah penginapan , ketiganya segera memesan dua kamar sekaligus ,


🔹


Malampun semakin larut , bintang juga sudah mulai terlihat sinarnya ,


Santos dan yang lainnya yang sudah mulai memejamkan mata , mereka telah memasuki Dunia alam mimpi ,


Ranghao yang awalnya Sulit tidur ia pun akhirnya berbaring di tepi Panglima Jien ma ,


Sang Panglima merasakan bahwa Ranghao yang berbaring di tempatnya segera memeluk tubuh Ranghao yang saat ini sudah menjadi bocah kecil ,


Suara serangga malam sudah mulai terdengar riuh bersautan , seolah-olah mereka sedang asik berdendang saling berlomba ,


Tak terasa pagipun sudah tiba Santos dan Panglima Jien ma sudah bersiap-siap akan pergi meninggalkan penginapan untuk melanjutkan perjalanannya ,


Ranghao seketika terbang ke atas langit ,


" apa kalian sudah bersiap-siap " kata Ranghao kepada kedua orang tersebut ,


" iya , ayo kita lanjutkan perjalanannya " mereka berdua yang saat ini sudah berada di atas punggung Ranghao segera melesat pergi meninggalkan penginapan ,


⏩⏭️


Shanghu yang sudah memasukkan semua bahan yang tersimpan di Gua tersebut segera meninggalkan tempat itu ,


Pada saat ini Shanghu sudah berada di sebuah tempat ,


Ia ingin segera sampai di desa tempat mereka tinggal untuk saat ini ,


" Akhirnya aku tiba di gapura desa " kata Shanghu yang berkata kepada dirinya sendiri ,


Sambil terus berjalan ia menenteng sebuah buntelan kain yang ia taruh diatas bahunya ,


Seseorang yang sedang berpapasan dengan dirinya melihat ke arahnya ,


Dengan jarak tertentu , orang yang melihat Shanghu seketika melemparkan senyum kepada dirinya ,


Shanghu melihat orang tersebut tersenyum kearahnya , ia juga membalas dengan senyuman ,


Shanghu terus saja berlalu meninggalkan tempat tersebut menuju arah rumahnya ,


" Akhirnya aku sampai di Rumah " Shanghu segera masuk ke dalam rumah tersebut dan langsung menuju banker bawah tanah miliknya dan She Hou ,


Shanghu kembali berkemas menyusun kembali barang-barang yang ia dapatkan di dalam Gua tersebut ,


Lain halnya dengan She Hou yang pada saat ini sedang ingin menemui Ibunya , sebab Ibu She Hou tinggal bersama panglima pertama Kerajaan Gelap ,


" seperti aku harus menyelinap ke Istana , agar mereka tidak mengetahui keberadaanku , akan aku gunakan Gen Mutasi " kata She Hou yang langsung mengunakan energi Gen Mutasi ,


Setelah tubuh She Hou berubah menjadi salah satu prajurit Kerajaan Gelap , segera She Hou masuk kedalam Istana Kerajaan Gelap ,

__ADS_1


__ADS_2