Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 145


__ADS_3

pada saat ini Danu dan Reinki sedang memasuki ruangan Guru Besar Akuma ,


Didalam ruangan tersebut , sang guru telah menunggu kedatangannya ,


" Guru , kami datang " Danu yang baru masuk segera mencari tempat duduk , begitu juga dengan Reinki ,


Ia sengaja mengambil tempat duduk disebelah Danu ,


" Danu , Reinki , ada hal yang ingin aku sampaikan " kata Guru Besar Akuma ,


⏭️⏭️


Pada saat ini She Hou dan Shanghu sedang berada disebuah tempat ,


Tempat itu adalah sebuah Gua ,


Gua tersebut penghubung antara Kota Raja negeri awan putih ,


Mereka akan mencoba penyamaran menggunakan gen mutasi yang terdapat pada tubuhnya ,


" She Hou , kamu sudah siap " Shanghu yang merasa ragu segera melakukan mutasi pada anggota tubuhnya ,


Kedua orang itu sudah berubah wajah dan tubuh mereka menjadi seseorang yang mereka inginkan ,


Setelah mereka berubah wajah dan tubuhnya , segera kedua Alkemis memasuki Gua tersebut ,


suasana Gua terasa gelap sekali , namun sedetik kemudian cahaya lampu obor menyinari jalanan yang akan mereka lalui ,


Kedua Alkemis itu terus berjalan maju kedepan ,


Sampai mereka pada ujung Gua , cahaya terang menyeruak masuk kedalam ruangan ,


" She Hou kita sudah sampai diluar Gua " kata Shanghu yang merasa sinar matahari yang masuk pada bibir Gua ,


" Iyah , aku tahu " jawab She Hou singkat , setelah itu She Hou mengubah wajah dan tubuhnya ,


Setelah perubahan selesai dilakukan , She Hou segera meninggalkan Gua tersebut ,


Begitu juga dengan Shanghu , yang sedari tadi merubah wajah dan bentuk tubuhnya ,


Ia juga terus berjalan mengikuti She Hou dari arah belakang ,


Sampai akhirnya mereka tiba di ibukota yang tidak jauh dari pasar negeri awan putih ,


Keduanya terus menyusuri jalan , dengan penampilan yang berbeda dari aslinya ,


dan Akhirnya mereka berdua berhenti di sebuah warung makan ,


She Hou tanpa bertanya lagi ia segera masuk kedalam warung tersebut ,


Dan mencari tempat duduk yang nyaman ,


Setelah memesan beberapa makanan , mereka terus mencoba membiasakan tubuh mereka dengan gen mutasi tersebut ,


namun Kedua tubuh Alkemis itu mengeluarkan asap tipis dan sedikit cahaya ,

__ADS_1


She Hou yang melihat kondisi tubuh mereka berdua berubah seketika mereka berdua mencari tempat aman agar Gen mutasi mereka dapat dikendalikan kembali ,


" Aku rasa tempat ini aman buat kita " kata She Hou kepada Shanghu ,


" Iyah , kamu benar " Shanghupun menyahuti perkataan She Hou ,


Akhirnya kedua Alkemis itu sudah berubah kembali dengan wujud yang mereka inginkan ,


Gen Mutasi She Hou dan Shanghu belum begitu sempurna , makanya tubuh mereka mengeluarkan cahaya dan asap tipis ,


Tidak beberapa lama kemudian mereka keluar dari tempat tersebut , dan kembali ke dalam ruang makan ,


Melihat hidangan sudah tersaji , kedua Alkemis tersebut segera menyantapnya ,


⏭️⏭️


Saat ini Danu dan Reinki telah berada di dalam ruangan Guru Besar Akuma ,


" Danu , Reinki , bersiap - siaplah , semua akan dimulai , jika hal ini mencapai kegagalan , maka Kita tetap harus berjuang dan mengantisipasi keadaan yang akan terjadi " kata Guru Besar Akuma yang saat ini sedang mengingat kedua bocah itu ,


" Apakah kedua Alkemis itu sudah mulai bergerak Guru " Danu bertanya kepada Guru Besar Akuma ,


" Iyah , mereka dalam tahap penyesuaian diri , namun masih agak lama , hanya saja mereka saat ini sudah berada di ibukota negari awan putih " kata Guru Besar Akuma yang langsung memberitahukan kepada kedua bocah tersebut ,


" Baiklah Guru , kami akan bersiap-siap dan terus waspada " kata Danu yang diangguki oleh Reinki saudaranya ,


" Yan sudah , kalian boleh beristirahat atau melakukan hal yang lainnya " kata Guru Besar Akuma yang sudah berdiri dari tempatnya menuju arah luar ruangan ,


Dari belakang Danu dan Reinki mengikutinya ,


Danu yang saat ini sedang ingin duduk bersila segera ia menuju ruang kamar tidurnya , Didalam ruangan tersebut ia sudah mulai duduk dalam mode bersila ,


Reinki yang melihat Danu masuk kedalam ruangan segera mengikutinya dan ternyata Danu sudah mulai duduk bersila dan mulai mengatur seluruh energi dari senjata tersebut ,


" Danu , ternyata kamu tengah berlatih " Reinki yang melihat Danu dalam posisi duduk bersila ,


Ia pun segera duduk bersila di samping Danu ,


Reinki sudah memulai menerapkan energi senjatanya ,


🔹


Pada saat ini Panglima Jien ma dan Santos sedang bermain catur ,


mereka berdua berdebat soal catur yang akan mereka gerakan untuk melangkah ,


" aku rasa , kalau ku buat seperti ini , pasti kamu tidak dapat melangkah lagi " kata Santos yang mencoba berpikir ,


Sedangkan Panglima Jien ma masih terdiam memperhatikan gerakan dari Santos ,


kedua pemain catur itu masih terus memasang strategi jitu dalam mengerakkan permainan caturnya ,


⏭️⏭️


Lain halnya dengan She Hou dan Shanghu yang saat ini sedang menikmati hidangan makanan ,

__ADS_1


Setelah keduanya membayar uang tagihan ,


keduanya akhirnya pergi meninggalkan warung nasi tersebut ,


Mereka masih belum ingin kembali , tujuan mereka adalah wilayah strategis yang menjual berbagai bahan ,


Kedua Alkemis itu seperti seorang pedagang keliling yang ingin membeli barang dan menjualnya ,


Sudah banyak sekali bahan - bahan yang ia beli ,


Entah Rencana apalagi yang akan mereka lakukan , yang jelas mereka berdua sangat senang sekali melihat semua barang yang mereka kumpulkan ,


Cukup lama juga keduanya didalam pasar negri awan ,


Dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk kembali kedalam Gua tempat sewaktu mereka datang ,


Kedua Alkemis itu telah sampai di bibir Gua , keduanya celingukan melihat kiri dan kanan ,


Setelah merasa cukup aman , keduanya segera memasuki Gua tersebut dan semakin kedalam Gua ,


merekapun telah tiba di bibir Gua berikutnya ,


" Akhirnya sampai juga di rumah " kata Shanghu yang sangat senang sekali , Keberadaan rumah mereka tak jauh dari bibir Gua ,


mereka pun masih melanjutkan perjalanan menuju rumah mereka ,


Setelah tiba di rumah ,


Kedua Alkemis itu meletakkan semua bahan yang mereka beli di pasar ,


She Hou yang sudah menyusun dan menggabungkan obat-obat tersebut segera mengolahnya ,


Sudah hampir 3 jam berlalu , obat-obatan itu sudah mulai berbentuk kristal pekat berwarna terang ,


" Aku berharap dengan obat yang terakhir ini kita dapat menyempurnakan gen Mutasi pada tubuh kita , setelah ini berhasil , maka kita akan menyelinap menuju Istana Raja Terdahulu " kata She Hou yang berharap agar rencananya berhasil ,


setelah itu She Hou menyimpan pil - pil tersebut kedalam sebuah guci obat ,


Kedua Alkemis itu segera pergi meninggalkan tempat penelitian mereka ,


" Ah , aku lelah sekali , pekerjaan ini walau terasa ringan , namun membutuhkan energi kultivasi yang cukup besar , sangat melelahkan " Kata She Hou yang langsung menuju ruang kamar tidurnya ,


" Iyah , kamu benar She Hou , aku juga merasa Lelah sekali " Shanghu juga segera pergi meninggalkan tempat penelitiannya dan menuju ruang kamar tidurnya ,


⏭️


" Hem , mereka telah berhasil sempurna , aku juga harus melakukan sesuatu " Kata Guru Besar Akuma yang langsung berdiri dari tempat duduknya ,


Ia menuju sebuah Ruang rahasia yang berada di dalam Istana Raja Terdahulu ,


sesaat ia terpaku melihat sebuah ukiran pintu tersebut ,


Kembali ia teringat sesuatu di zaman kaisar ,


Sang kaisar yang begitu disayang olehnya dan selalu menegakkan keadilan , namun kini jasadnya akan dibuat oleh manusia yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat kejahatan ,

__ADS_1


Hal itu yang membuat sang Guru merasa disayangkan ,


Ia masih memperhatikan ukiran pada pintu tersebut ,


__ADS_2