Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 147


__ADS_3

Pada pagi ini She Hou dan Shanghu sudah dapat menyempurnakan gen Mutasi pada tubuhnya , Bahkan energi dari gen Mutasi itu jauh lebih baik dari sebelumnya ,


kedua Alkemis itu akan segera menyempurnakan energi dari gen mutasi ,


⏭️⏩


Pada saat Pangeran ketiga Chu kheyang sedang dalam perjalanan menuju istana kerajaan petir ,


Namun ditengah perjalanan , sang Pangeran dihentikan oleh seseorang ,


mereka adalah , kakek sangmi , kakek sanghu dan Bibi maiylang ,


Kereta kuda berhenti secara tiba-tiba ,


" Riiieeekkkkk .... rerrrrr " suara Ringkik kuda yang tiba-tiba berhenti ,


dari dalam kereta kuda , Pangeran bertanya kepada sang kusir ,


" Ada apa ... " pangeran bertanya kepada sang kusir ,


" Ampun yang mulia Pangeran , ada tiga orang yang sedang menghadang perjalanan " kata sang kusir menjawab pertanyaan dari Pangeran ketiga Chu Kheyang ,


" Siapa mereka ... " Pangeran bertanya kembali kepada kursinya ,


" Sepertinya dia adalah wanita dari kerajaan gelap yang telah menangkap Monster yang saat ini jadi tunggangan Panglima Jien ma " kata sang kusir yang menerangkan ciri orang tersebut ,


" Hem , itu pasti maiylang , baiklah aku akan turun " kata sang Pangeran ketiga Chu Kheyang yang langsung turun dari kereta kudanya ,


Setelah ia keluar dari dalam kereta kuda , ternyata memang benar mereka adalah Bibi maiylang dan kedua kakek Danu ,


" Maiylang , ada keperluan apa kamu menghentikanku " Pangeran langsung bertanya kepada Bibi Maiylang ,


" Maaf yang mulia Pangeran , hamba hanya ingin menanyakan kabar dari Danu dan Santos ... " Bibi Langsung saja bertanya kepada sang Pangeran ,


Sebab Bibi dan kakek Danu itu telah menerima kabar dari seseorang bahwa Danu akan mendapatkan musuh yang terkuat di Dunia ini ,


" semua baik " kata Pangeran ketiga Chu Kheyang singkat ,


" Maaf yang mulia , hamba mendengar dari kabar angin , bahwa ... Danu dan Reinki mendapatkan musuh yang paling terkuat di dunia ini " kali ini kakek sangmi yang langsung bertanya kepada Pangeran Ketiga Chu Kheyang ,


" Hem , hal itu ... yah itu benar sekali " Kata Pangeran ketiga Chu Kheyang ,


" Yang mulia kami ingin menemani Danu berjuang demi Dunia ini , " Kakek sangmi langsung saja mengutarakan maksud dari keinginannya ,


" Hem , terserah kamu saja " kata Pangeran ketiga Chu Kheyang , sebab ia juga tidak mungkin menghalangi niat dari kakek Danu itu ,


Selanjutnya sang Pangeran kembali masuk kedalam kereta kudanya ,

__ADS_1


Kereta kuda berjalan menyusuri jalanan yang penuh debu dan kerikil ,


Terkadang kereta itu tersentak oleh sesuatu yang sedang menghadang laju jalannya , sehingga kereta terlonjak jika melalui batu dan kerikil ,


Sedangkan Kakek sangmi , Kakek sanghu dan Bibi Maiylang melanjutkan perjalanannya menuju negri awan putih ,


Kemungkinan mereka akan melakukan perjalanan beberapa hari lagi , baru mereka akan sampai di negri tersebut ,


Kedua Kakek dan Bibi Danu itu terus berlari menggunakan gingkang tingkat tingginya ,


Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah Dermaga , Di depan mereka sudah ada sebuah kapal layar yang dapat terbang ke atas langit ,


Kapal tersebut yang akan mengantarkan mereka ke sebuah tempat yaitu negeri awan putih ,


Kedua Kakek Danu dan Bibi Maiylang segera mencari tiket agar mereka dapat memasuki kapal tersebut ,


Setelah mereka membeli tiket , maka mereka bertiga segera memasuki badan kapal ,


" wah , aku tidak pernah berlayar mengunakan kapal udara " Kakek sangmi sangat senang sekali , kalau dirinya dapat menaiki kapal yang dapat terbang ke udara ,


⏩⏭️


Hari ini She Hou dan Shanghu telah menyempurnakan gen Mutasi pada tubuhnya , mereka berdua segera mengemas seluruh peralatan yang mereka bawa , setelah itu mereka pergi meninggalkan tempat tersebut ,


Tujuan kedua Alkemis itu adalah istana raja terdahulu ,


Kedua orang tersebut terus berjalan menyusuri jalanan yang penuh dengan semak belukar ,


Pada saat ini mereka tidak melewati Gua yang dapat tembus ke arah pasar Negeri Awan putih ,


Kedua Alkemis itu akhirnya tiba disebuah gapura penghubung Desa ,


mereka terus memasuki gerbang tersebut dan terus berjalan menuju kearah pasar yang terdekat dengan istana Raja Terdahulu ,


sesampainya mereka di tengah pasar , keduanya mencari tempat penginapan yang strategis ,


Tempat tersebut dapat memantau keadaan istana Raja Terdahulu ,


setelah mendapatkan penginapan yang diinginkannya ,


" She Hou , sebaiknya kita beristirahat dulu , semua kita atur secara rapi , jangan ada kegagalan , sebab ini bukan hanya sekedar rencana , tapi hidup kita yang akan menjadi taruhannya " Kata Shanghu yang mengingatkan kepada She Hou ,


" Iyah , aku paham ... kamu jangan kawatir " kata She Hou yang sudah meyakinkan kepada Shanghu ,


Shanghu yang memang ingin beristirahat segera menghempaskan tubuhnya ke atas tempat ranjang tidurnya ,


tidak membutuhkan waktu lama ia pun segera terlelap tidur ,

__ADS_1


" hais , Shanghu ... cepat sekali kamu tidur " kata She Hou yang akhirnya juga merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya ,


⏭️⏩


Lain halnya dengan Danu yang saat ini sedang asik menggantikan ayahnya bermain catur dengan Ranghou dan Reinki saudaranya ,


ketiga orang tersebut sedang asik bermain catur ,


" Hem , kenapa kita bermain sangat cepat sekali , bahkan kita sudah beberapa kali mengatur papan catur mulai dari awal permainan " kata Reinki yang hanya tahu bagaimana ia dapat menenangkan permainan tanpa harus banyak berpikir seperti ayahnya Santos dan Panglima Jien ma ,


" mungkin orang dewasa seperti mereka itu terlalu banyak berpikir " kali ini Ranghao menjawab perkataan dari Reinki yang ingin melangkahkan caturnya ke langkah yang menurutnya itu benar ,


" Hem , apakah semua orang tua itu sudah banyak berpikir " Danu Melayangkan pertanyaan begitu saja ,


" Mereka lebih suka menyusun strategi , agar lawan dapat kalah dan tidak melakukan pergerakan apapun lagi " Ranghao kembali menjelaskan kepada kedua bocah itu ,


" Hem , begitu .. mereka beranggapan bahwa catur itu adalah strategi untuk melawan musuh di dunia pertempuran " Danu mencoba bertanya kepada Ranghao yang sedari tadi menjelaskan kepadanya dan Reinki ,


" yaaah , kemungkinan besar seperti itu , menurutku seperti itu .... " jawab Ranghao penuh keyakinan ,


" Tapi kenapa kami bermain tidak seperti mereka yang terlalu banyak berpikir , " kali ini Reinki bertanya sebab dia sendiri tidak habis mengerti ,


" Iyah , sebab jika mereka ingin melangkahkan catur tersebut membutuhkan kematangan dalam rencananya " kata Ranghao kembali ,


" Bagaimana dengan permainan kita berdua " Danu juga menanyakan kembali prihal permainan mereka berdua ,


" menurutku , permainan caturmu dengan Reinki tidak seperti Santos dan Panglima Jien ma " kata Ranghao jujur mengungkapkan pendapatnya ,


" haa... ha.... jadi kita bermain tidak memiliki strategi " Danu jadi memahaminya sedikit pendapat dari Ranghao ,


" yah , sepertinya begitu " Ranghao menjawab perkataan Danu ,


Kedua bocah itu terus bermain sampai beberapa kali mereka melakukan pengulangan kembali ,


Sebab permainan telah berakhir dengan mendapatkan hasil dari salah satu dari mereka yang mendapatkan kemenangan ,


Hausan yang sedari tadi berada tak jauh dari kedua bocah itu hanya tersenyum saja ,


Sedangkan Chin Hong dan Bhicong bersama yang lainnya segera menuju ruang kamar tidurnya ,


mereka berempat Berpapasan dengan Danu dan Reinki juga Ranghao yang sedang bermain catur ,


" wah , apakah kalian pandai menyusun strategi permainan " kata Bhicong yang saat ini sedang menghampiri ketiga bocah tersebut ,


" kami hanya bermain , menurut kami bisa mengalahkan lawan itu adalah hal itu sudah cukup bagi kami , Heee .... " jawab Danu yang sudah melangkah satu jalur dari arahnya ,


Reinki yang kelihatan serius itu sebenarnya sama seperti Danu yang asal bermain dan terpenting dapat menenangkan permainan catur .

__ADS_1


__ADS_2