
Shanghu yang masih melakukan pekerjaannya ia juga menunggu kedatangan dari She Hou ,
She Hou yang dalam perjalanan menuju ke arah desanya dengan kecepatan tinggi ia berkelebat seperti sebuah bayangan ,
" mudah-mudahan aku tepat waktu , walaupun aku tidak ingin terburu-buru , tetap saja aku harus memastikan bahwa percobaan ini akan berhasil " kata She Hou yang terus berlari cepat ,
⏭️⏩
Pada saat ini Santos dan Panglima Jien ma juga Ranghao sedang menikmati hidangan makanan ,
ketiga orang tersebut ingin segera sampai di negri angin ,
" Ranghao , kamu tunggu disini saja bersama Paman Santos , aku akan melunasi tagihan dulu " Kata Panglima Jien ma yang berpesan kepada Ranghao ,
" Baik .. " Jawab Ranghao singkat , sebab ia sendiri tidak tahu harus memanggil Panglima Jien ma dengan sebutan apa ,
Panglima Jien ma berdiri dari tempat duduknya , ia sendiri berjalan kearah meja kasir ,
Setelah mengeluarkan sejumlah uang , Panglima segera kembali ke tempat duduknya ,
Santos yang baru selesai makan , ia segera membersihkan bekas makannya ,
Tidak membuang waktu lama ke-tiga orang tersebut meninggal tempat makan ,
Kembali ketiganya menerus perjalanannya ,
" Ranghao , segera naik lebih tinggi lagi " kata Panglima Jien ma memerintahkan Ranghao agar lebih tinggi lagi terbangnya ,
sebab di ketinggian itu dapat mempercepat perjalanannya ,
Sudah beberapa desa terlewati , sampai akhirnya mereka tiba di sebuah dermaga lautan ,
Seketika Ranghao menurunkan ketinggiannya ,
Dan mulai menjejakkan kakinya di atas Tanah ,
" Jien ma , kenapa kita harus melakukannya perjalanan dengan mengendarai kapal , akan jauh lebih baik jika kita mengendarai Ranghao " Santos yang memang tidak mengerti jalan pikiran Panglima Jien ma ia pun bertanya ,
" Sebab , di dalam negeri angin .... setiap orang yang berkunjung harus memiliki tempel plat kerajaan , sedangkan untuk mendapatkan tempel itu hanya bisa dilakukan di pelabuhan bukan udara , mereka akan melempar kita kembali dengan kejauhan yang tidak dapat kita bayangkan , disana ada penghalang angin yang menjadi dinding " Akhirnya Panglima Jien ma menjelaskan semua sebab mengapa mereka harus menaiki kapal , dan kewajiban memiliki tempel plat kerajaan ,
" oh begitu , ya sudahlah " Jawab Santos yang akhirnya faham maksud dari perjalanan ini ,
ketiga orang tersebut segera memesan tiket ,
Setelah tiket di pesan mereka segera masuk kedalam kapal tersebut ,
Santos dan yang lainnya segera mencari ruang kamar mereka ,
Setelah mereka mendapatkan informasi dari salah satu ABK kapal , Santos dan yang lainnya langsung menuju ruangan tersebut ,
__ADS_1
" wah ... Ruangan ini sangat nyaman sekali , seperti ruang kamar penginapan " kata Ranghao yang sudah lebih dulu masuk kedalam ruangan ,
" Ranghao , sebaiknya kita cepat beristirahat , sebab setelah ini masih ada penjelajahan yang lainnya " kata Panglima Jien ma kepada Ranghao ,
Ranghao yang mendengar hanya menganggukkan kepalanya saja ,
⏩⏭️
Sudah hampir dua hari Danu dan Reinki dalam posisi duduk bersila ,
mereka berdua masih menyalurkan energi mereka pada titik temu ,
Aura dari energi tersebut keluar menyeruak dari tubuh mereka ,
Cahaya kuning keemasan dan hitam pekat silih berganti , memenuhi sekujur tubuhnya ,
Lain halnya dengan grei yang tidak ingin mengganggu keduanya yang saat ini masih fokus dengan meditasinya ,
" Danu , Reinki aku berharap kalian jangan berlebihan " kata Grei yang sudah menutup daun pintu Ruangan tersebut ,
Ternyata Grei selalu mengintip aktivitas kedua bocah itu ,
Setelah Grei sampai didepan Shue yang masih membersihkan ruang dapur bersama Hausan ,
" Ada apa Grei , apakah kamu menghawatirkan Danu dan Reinki " Hausan langsung bertanya kepada Grei yang saat ini sedang memegang salah satu alat dapur ,
" Hem ... sedikit " kata Grei singkat ,
" tidak , bukan begitu maksudku ... hanya saja aku sedikit kawatir kepada mereka berdua , hanya ingin tahu apa yang dirasa oleh mereka berdua , itu saja " Kata Grei yang ingin menjelaskan maksud dari suasana hatinya saat ini ,
" haaaaa.... oh ternyata ada orang yang terkena jangkit Virus rupanya " Kata Shue yang mengejek sikap Grei ,
Grei yang di sindir ia pun membalas ucapan Shue ,
" apa maksudmu ... " kata Grei yang tidak senang ,
" oh ... marah rupanya , Hem... biar ku jelaskan , aku begitu ingin melihat Ranghao sebab aku menghawatirkan dirinya yang jauh , sedangkan kamu .... Danu dan Reinki masih berada di dalam ruangan Guru Akuma " kata Shue yang tak kalah sengit menjelaskan sikapnya ,
Grei yang dikatai oleh Shue , merasa tidak senang ia ingin membalas ucapan Shue ,
Namun Hausan menengahi ,
" Sudah , disaat ini jangan bertikai , harusnya kalian fokus pada rencana semula " kata Hausan yang terus berlalu meninggalkan tempat itu ,
Grei yang ingin melontarkan kata-kata sampai harus ia urungkan ,
" hah .... baiklah aku akan membersihkan ruangan yang lainnya " kata Grei yang ingin keluar dari ruangan , namun Shue sudah memperingatkannya ,
" Grei ... sebentar lagi waktu makan tiba , kamu bantu aku yah " Kata Shue yang masih memegang peralatan ,
__ADS_1
" Iyah , nanti aku akan datang lagi jika pekerjaanku itu selsai " kata Grei yang langsung keluar dari ruangan ,
Sesaat suasana menjadi sunyi , setelah Grei dan Hausan keluar dari dalam ruangan ,
" Grei ... maafkan aku yang tidak bisa memahami perasaanmu " kata Shue yang melihat punggung Grei yang semakin jauh dari ruangan ,
⏭️⏩
Saat ini She Hou sedang dalam perjalanan menuju Desanya ,
Didalam perjalanannya , She Hou masih teringat akan perkelahiannya dengan kawanan perampok ,
She Hou yang masih berlari terus melaju ke arah depan ,
" sebaiknya aku harus lebih cepat lagi " kata She Hou yang semakin mempercepat laju larinya ,
Sedangkan Shanghu yang saat ini sedang menyusun Ramuan yang berada di atas meja penelitiannya , ia masih terus membuat Ramuan-ramuan itu menjadi bahan dasar ,
Setelah merapikan , Shanghu keluar dari dalam ruangan tersebut , Saat ini perut Shanghu sangat lapar sekali , sebab dia belum mengisi perut dengan makanan ,
Yang harus Shanghu lakukan untuk saat ini adalah membersihkan diri , setelah itu mencari tempat warung makan ,
Shanghu paling jarang memasak hidangan , setiap harinya hanya She Hou yang selalu menyiapkan hidangan makanan kalaupun tidak mereka akan membeli di warung makan ,
" ah ... sudah selesai , saatnya mencari makanan " kata Shanghu yang langsung keluar dari Rumahnya ,
Shanghu terus berjalan keluar menjauh dari Rumahnya ,
Sesampainya di sebuah tempat , Shanghu berhenti , dari arah dia berdiri ada sebuah warung makan ,
Segera Shanghu memasuki ruang makan tersebut ,
⏩⏭️
She Hou yang masih berlari , akhirnya sampai di depan pintu masuk rumahnya ,
She Hou yang merasa bahwa Rumahnya itu sepi , sejenak ia berpikir , apakah Shanghu telah kembali ataukah pergi entah kemana ,
" Hem .. lampu rumah menyala , tapi keadaan Rumah sunyi sepi " Kata She Hou yang merasakan bahwa Rumahnya itu tidak ada satu orangpun ,
Akhirnya She Hou menyeruak masuk kedalam rumahnya itu dengan cara melompati Pagar rumah dan terus menuju halaman belakang rumahnya ,
Sesampainya She Hou di depan pintu halaman belakang rumahnya , segera She Hou membuka pintu rumah itu ,
Pintu akhirnya terbuka dan She Hou pun dapat masuk kedalam rumah ,
" ternyata dugaanku benar , dirumah tidak ada orang " kata She Hou yang kembali menutup pintu Rumah ,
She Hou segera menuju Banker bawah tanah ,
__ADS_1
Sesampainya She Hou di dalam ruangan tersebut ,
She Hou dapat melihat semua bahan dan barang sudah tersusun rapi , dan beberapa bahan yang sudah tercampur ,