Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 153


__ADS_3

Pagi ini She Hou telah sampai di desa ,


mereka berdua segera berkemas dan membersihkan rumah yang sudah lama mereka tinggalkan ,


" setelah ini aku ingin menemui ibuku " Kata She Hou , Shanghu yang mendengar ucapan She Hou tersebut hanya diam saja ,


Ia masih melakukan pekerjaannya ,


Begitu juga dengan She Hou yang sudah merapikan beberapa ruangan ,


Termasuk ruang bawah yang dijadikan tempat untuk meneliti segala macam penelitian ,


" She Hou kapan kamu akan berangkat " Shanghu bertanya kepada She Hou ,


" kemungkinan besok aku akan berangkat ke istana kerajaan Gelap " kata She Hou yang menjawab pertanyaan dari Shanghu ,


setelah keduanya berkemas dan membersihkan semua ruangan , She Hou segera memasak hidangan makan malam ,


⏭️⏩


Pada saat ini Hausan dan yang lainnya sedang berada di dalam ruang keluarga mereka semua membahas tentang rencana yang akan mereka lakukan setelah Jasad Kaisar Terdahulu telah Hilang ,


" Hausan bagaimana dengan laporanmu kepada sang Kaisar Negri Awan putih " Santos bertanya kepada Hausan yang didengar oleh semua orang yang berada di tempat itu ,


" Sang Kaisar sudah mengetahui semua prihal yang terjadi , ia juga akan mengirimkan bantuan jika bencana itu akan datang " kata Hausan ,


" Hem... aku juga sudah memberitahukan kepada pangeran dan Kaisar kerajaan Gelap " Kata Santos ,


" lantas bagaimana reaksi mereka " kali ini Panglima Jien ma yang bertanya kepada Santos ,


" Pangeran berkata saat ini mereka akan bersiap-siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi " kata Santos lagi ,


" Bagaimana dengan Kaisar Kerajaan Gelap " Chin Hong kali ini bertanya kepada Santos ,


" Yang mulia Kaisar juga sangat terkejut dan menyesali hal ini terjadi , dia juga akan menyiapkan pasukan dan Makhluk ciptaannya " kata Santos menjelaskan kepada mereka semua yang saat ini berada di dalam ruangan tersebut ,


" Iyah kita juga harus bersiap-siap dengan segala kemungkinan , dan juga mengatur rencana " kata Grei yang begitu antusias sekali ,


Akhirnya setelah lama mereka membahas dan bertukar pendapat , mereka semua kembali pada pekerjaan mereka masing-masing ,


Pada saat ini Danu masih menemani Ranghao menjaga Guru Besar Akuma ,


" Ranghao , sebentar lagi akan ada peperangan , apa yang ingin kamu lakukan " Danu memberikan pertanyaan kepada Ranghao ,


" tentu aku ingin bertempur dengan Panglima dan kalian " kata Ranghao polos ,

__ADS_1


" Ranghao , kami senang bertemu dan berkawan denganmu " Danu mengomentari Ranghao yang saat ini masih berubah Wujudnya seperti Siemens ,


" aku juga Danu , setelah keluargaku semua dibunuh oleh manusia jahat , aku sangat benci akan dunia ini , sampai akhirnya Panglima mau menjadi saudara sekaligus keluargaku " kata Ranghao menjelaskan semua perasaannya ,


" Baiklah , bagaimana kalau saat ini kita menjadi keluarga Ranghao " kali ini Reinki yang memberikan usul kepada Ranghao dan Danu ,


" Aku setuju ... " Danu langsung menjawabnya ,


" Baiklah , aku juga setuju " kali ini Ranghao yang berkata kepada kedua orang yang sudah seperti Keluarganya itu ,


" yah , sudah ayo kita berjanji setia " kali ini Reinki yang akan memimpin sumpah mereka menjadi keluarga ,


Sampai akhir kata mereka tertawa bersama-sama ,


⏩⏭️


Pagi ini She Hou akan berangkat meninggalkan desanya ,


Sedangkan Shanghu akan mencari bahan-Bahan yang kurang mereka Dapatkan ,


" Shanghu , aku berangkat " kata She Hou yang langsung berjalan keluar meninggalkan rumahnya ,


Begitu juga dengan Shanghu yang sudah menutup pintu Rumah tersebut , ia juga berjalan meninggalkan rumah tersebut ,


She Hou menumpangi sebuah gerobak para pedagang yang ingin kembali ke Desanya ,


Padahal awalnya perampok tersebut sudah hampir dimusnahkan oleh pihak kerajaan , namun kelalaian dari pihak kerajaan membuat para perampok itu semakin merajalela ,


Pada saat ini sang perampok memerintahkan mereka semua untuk turun dari gerobak ,


Pada saat ini she Hou yang merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti itu , ia segera mengambil tindakan , dengan mengunakan gen mutasi yang tanpa dikenali oleh seseorang , She Hou membuat serangan telak kepada semua kawanan perampok ,


" hiaaat ... ciat ... " seketika She Hou membuat serangan untuk menaklukkan para kawanan perampok ,


" Tuan awas dibelakangmu ..." kata salah satu penumpang yang berada di tempat itu ,


She Hou yang dapat peringatan dari orang tersebut segera menghindari Serangan dari salah satu perampok ,


" aku harus secepatnya membereskan semua perampok ini " Kata She Hou yang langsung mengebrak dengan satu serangan saja ,


Terlihat semua kawan perampok itu tergeletak di atas tanah ,


Kawanan perampok yang melihat teman-temannya sebagian tergeletak , segera mengambil langkah seribu meninggalkan tempat itu ,


" hahs ... syukurlah mereka semua telah kabur " kata She Hou , pemilik Gerobak tersebut segera menghampiri She Hou ,

__ADS_1


" Tuan , terimakasih telah menyelamatkan kami " kata sang Pemilik Gerobak ,


" Iyah , ..... " jawab She Hou singkat , ia pun segera masuk kedalam Gerobak itu lagi , dari arah belakang semua orang yang ikut pun kembali menaiki Gerobak tersebut ,


Gerobakpun kembali meneruskan perjalanannya ,


Tak terasa hari sudah pagi , She Hou yang ketiduran di atas Gerobak tersadar oleh sinar matahari yang menyeruak masuk kedalam cela-cela lubang pada Gerobak ,


" huamm ... sudah pagi rupanya " kata She Hou yang memperhatikan sekitarnya ,


" Tuan , anda sudah bangun " kata salah satu orang dalam Gerobak tersebut , dan orang itu yang telah memperingatkan kepada She Hou agar menghindari serangan dari salah satu perompak ,


" Hem ... Iyah " jawab She Hou singkat ,


Gerobak tersebut kembali melanjutkan perjalanannya ,


⏭️⏩


Danu dan kedua saudara angkatnya itu telah menjadi keluarga , ketiga bocah tersebut sudah mengucapkan janji ikrar alias sumpah kepada langit dan bumi bahwa mereka telah menjadi saudara ,


" Danu , apakah sebaiknya kita bermain catur didalam ruangan ini " Ranghao yang baru saja bangun dari tidurnya memberikan pendapat kepada Danu dan Reinki ,


" menurutku itu ide baik , tapi apakah Paman Hausan mengizinkan " Reinki yang setuju dengan pendapat Ranghao seketika bertanya kembali ,


" Hem , aku akan coba bertanya kepadanya " kata Danu yang langsung bangkit dari tempatnya pergi menuju arah luar ruangan tersebut ,


" Danu , kamu mau kemana " Ranghao bertanya kepada Danu yang saat ini menuju luar ruangan ,


" Aku mau melihat keadaan Ayah , sekaligus meminta izin sama Paman Hausan " Kata Danu yang langsung keluar dari ruangan ,


Sedangkan Reinki kembali meneruskan tidurnya diatas tubuh Ranghao ,


Danu langsung menuju ruang Ayahnya berada , ternyata disana sudah banyak teman dan semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut ,


" Danu , ada apa " Santos bertanya kepada Danu putranya ,


" Tidak Ayah , aku hanya ingin melihat keadaanmu " Danu menjawab pertanyaan dari Ayahnya ,


" aku baik-baik saja Danu , kamu jangan kawatir tentang Ayahmu ini " kata Santos kepada putranya ,


" Syukurlah , oh ... iya paman Hausan bisakah aku bermain catur dengan Ranghou di dalam ruangan Guru " Danu langsung bertanya kepada Hausan yang saat ini berada di dalam ruangan ,


" boleh , tapi jangan sampai membuat keributan " Kata Hausan yang sudah mengizinkan Danu dan yang lainnya bermain catur ,


Akhirnya Danu keluar dari ruangan tersebut setelah berpamitan kepada semua orang yang berada di tempat itu ,

__ADS_1


Danu segera menuju ruangan Guru Besar Akuma , dan membawa catur kedalam ruangan tersebut


__ADS_2