Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 64


__ADS_3

saat ini danu sudah berkemas dan bersiap-siap untuk berangkat melanjutkan perjalanannya ,


" guru ,,, apakah kita akan menempuh perjalanan yang jauh lagi " Danu yang saat ini berada di samping guru jien ma bertanya kepada akuma prihal perjalanan yang mereka tempuh untuk selanjutnya ,,


" sebentar lagi aku akan membuka gerbang kedua ,, namun kita berjalan sedikit lagi " kata akuma yang masih berada di belakang mereka semua ,,


Belum lagi jauh kaki mereka melangkah ,,, seekor ular besar yang hampir menjadi naga ,, bergerak cepat kearah mereka berdua ,,


" suiiittttt,, seeeeetttttt " suara langkah ular dan desisannya ,


" guru itu seperti ular piton raksasa " kata Danu yang memang tidak pernah melihat ular yang sangat sebesar ,,


sebab Danu hanyalah anak yang terlahir di kaki lembah yang jarang di ketahui oleh semua orang ,,


" Hem bersiaplah untuk melawannya " kata guru akuma ,,,


" baiklah guru " kata Danu yang menjawab perintah dari akuma ,,


begitu juga dengan reinki ,,


" baik guru ,,hiattt " seketika reinki mengeluarkan energi api hitam yang tidak dapat dipadamkan oleh apapun kecuali sang raja iblis yang dapat memadamkannya ,


" Danu segeralah jangan buang waktu lagi " kata guru jien ma yang melihat jelas kepala yang begitu besar sekali datang menghampiri mereka semua ,,


seketika Danu mengeluarkan pukulan raja iblis level 6 ,,


satu kali sentak Danu menerjang ke arah depan ,, reinki yang bersiaga di belakangnya hanya memperhatikan gerakan Danu laksana bola matahari menghantam bumi yang akan hancur berkeping-keping ,,


dalam Hitungan detik pukulan Danu hampir mengenai makhluk tersebut , namun ular tersebut bukanlah makhluk bodoh yang akan menyongsong pukulan Danu , malah sebaliknya ekornya yang sangat panjang menghempas tubuh keempat orang itu tanpa mereka duga sama sekali ,, Danu yang terkena sambetan ekor hanya dapat menghindari sedikit saja seperti sehelai benang yang berlalu , dengan sigap Danu berputar arah dan mulai melancarkan pukulan raja iblisnya kembali ,, reinki seketika bangun dan ingin marah pada makhluk besar tersebut , dengan sigap ia melempar pukulan api hitam secara beruntung kearah ular tersebut tanpa Jedah ,

__ADS_1


tubuh ular sudah dipenuhi oleh api hitam yang siap untuk membakar semua anggota tubuhnya ,, sedangkan Danu dengan kecepatan tinggi segera melayangkan pukulan raja iblis level 6 ,,


naas bagi ular tersebut tubuhnya menjadi daging cincang dan beraroma harum bekas terbakar oleh api hitam milik reinki ,,


" ah ,,, selesai sudah pekerjaan hari ini " kata Danu yang tubuhnya penuh dengan darah yang memuncrat kemana-mana ,


" ayolah kita cari air untuk membersihkan diri " kata akuma yang tubuhnya juga penuh dengan darah ular raksasa tersebut ,,


mereka pun akhirnya sampai di sebuah sungai yang memiliki air yang sangat jernih sekali ,,


tidak membuang waktu lagi mereka segera membersihkan diri dari darah yang lengket ditubuh mereka ,


setelah beberapa menit Kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan ,,


akuma mencoba mengalirkan energi pendeteksi arah gerbang kedua ,,


sampai akhirnya mereka berhenti di sebuah perbukitan yang penuh dengan pohon-pohon yang mirip seperti bonsai atau sengaja di buat menjadi pohon desain yang indah , padahal pohon tersebut asli berbentuk demikian ,,,


" sebentar ,,, kalian mundur dua langkah ,,, ada sesuatu yang tidak beres dengan pintu gerbang tersebut " kata akuma yang memerintah mereka agar sedikit menjauh darinya ,,,


sejenak akuma memperhatikan letak pohon berlekuk Indah tersebut ,, seperti ada perbedaan pada tatanan dan letaknya ,,


akuma yang merasa ada yang berbeda seketika ia merapalkan mantra dan memusatkan tangan kedepannya , seolah-olah didepan ada dinding tak kasat mata ,,


cahaya terang memenuhi tangan akuma ,, selanjutnya cahaya terang tersebut semakin bertambah terang dan melebar ,, sampai akhirnya sesosok manusia yang memiliki telinga seperti kelinci keluar dari gerbang tersebut,,,


" manchu ,, apa yang kamu lakukan ditempat ini ,,, jika saudaraku tahu , ia akan menghukummu " kata akuma yang sangat terkejut dengan kehadiran seorang gadis dengan telinga kelinci itu ,,


" yang mulia ,,, yang mulia manchu tidak bermaksud meninggalkan tanggung jawab manchu ,,, tapi air kolam telah meluap penuh ,, semua penduduk sangat ketakutan jadi mereka bersembunyi di dalam dimensi gerbang pintu kedua " kata manchu yang menjelaskan kepada akuma yang hampir marah kepadanya ,,

__ADS_1


" apa ,,, bukankah prediksinya belum saat ini " tanya Akuma kepada manchu ,


" ramalan dan perhitungan mengatakan demikian ,, namun sebagian api kolam tersebut sudah hampir memuntahkan isinya " kata manchu mau menjelaskan kepada akuma ,,


akuma akhirnya dapat memahami kondisi manchu , segeralah mereka berempat meninggalkan keberadaan manchu yang masih ingin melindungi seluruh anggota keluarga dan rakyatnya ,,,


akuma berjalan terburu-buru ,, bahkan gingkang tingkat tingginya sudah ia kerahkan ,, dengan gerakan seperti bayangan ia pun berlari sangat kencang , disusul oleh Danu , reinki dan guru jien ma ,, mereka bertiga mengimbangi gerakan akuma yang seperti angin ,,,


mereka terus berlari dan terus berlari dengan sangat kencang , sampai akhirnya mereka tiba disebuah tanah perdikan yang penuh dengan puing dan bebatuan yang tak berbentuk lagi ,, seperti tempat itu pernah mengalami kehancuran,,,


akuma segera mengeluarkan energinya dan mulai membuat batu-batu yang berserakan tersebut tersusun rapi dan mulai membentuk arca ataupun candi kecil ,,,


dengan energinya akuma kembali membaca Matra pembuka gerbang ketiga ,,,


cahaya terang mulai terpancar pada telapak tangan akuma , selanjutnya cahaya tersebut memantulkan pada arca dan candi kecil yang sudah tersusun rapi ,, di tengah -tengah susunan arca dan candi tersebut terbuka sebuah gerbang pintu ketiga ,,,


tidak membuang waktu lagi akuma segera melesat ke depan menerobos cahaya pintu gerbang ,,,


begitu juga reinki ,Danu dan guru jien ma , mereka segera memasuki pintu gerbang ketiga ,,


setelah memasuki tempat itu ,, Danu dan yang lainnya melihat seluruh area sekitar penuh dengan batu -batuan yang memancarkan warna merah yang sangat panas sekali ,,,


" jien ma ,,, kamu berjaga di pintu masuk gerbang saja ,,, tunggu kami akan kembali ,,," kata akuma yang berteriak keras kearah guru jien ma , jien ma yang paham maksud akuma segera kembali ke luar dari area kolam api tersebut ,, iapun mencari tempat yang aman dan tidak berbahaya untuk dirinya ,


sedangkan Danu , reinki Dan akuma melanjutkan perjalanannya kembali sampai di dasar kolam ,, perjalanan menuju tempat itu akan memakan waktu satu jam lebih ,,,


semakin dekat Mereka dengan keberadaan kolam semakin panas hawa yang terpancar oleh kolam tersebut ,,, bunyi air yang mendidih mulai terdengar sangat jelas sekali , suara Tersebut menandakan bahwa itu bukan kolam seperti yang dalam pemikiran manusia ,,, itu adalah kolam api neraka yang siap melebur tubuh manusia jika mereka tidak memiliki kekuatan atau kultivasi tingkat dewa alam baka ,,


" apakah masih jauh guru " kata Danu yang saat ini penuh dengan air keringat yang membanjiri ,, begitu juga reinki , namun kedua orang itu tidak merasakan sedikitpun hawa panas yang terpancar dari api peleburan tersebut ,,,

__ADS_1


sampai akhirnya mereka berdua tiba di depan bibir kolam api neraka ,,,


__ADS_2