
Saat ini Santos dan yang lainnya sudah menaiki kapal awan tersebut ,,,
didalam kapal hanya difasilitasi tempat tidur saja ,,
bahkan kalau ingin makan mereka harus membelinya dengan harga yang agak mahal ,,,
setiap penumpang yang tidak membawa perbekalan mereka akan terpaksa untuk membeli makanan tersebut ,,
" ayah ,,, apakah nanti kita akan membeli makanan ,, " Danu bertanya kepada ayahnya ,,
" Iyah ,,, nanti kita akan membeli makanan " baru saja Santos berkata begitu , dari arah luar ruangan seseorang membawah makanan yang sangat lezat ,,
ternyata orang tersebut adalah orang suruhan dari pangeran ketiga Chu kheyang ,,
orang suruhan dari pangeran ketiga Chu kheyang itu meletakkan makanan tersebut diatas lantai dek kapal ,,,
makanan yang sudah tersedia diatas lantai ia tinggalkan agar dapat dinikmati oleh Santos dan yang lainnya ,
tanpa membuang waktu lagi keempat orang itu sudah menikmati makanan yang sudah tersedia diatas lantai dek ,,
sedangkan pada saat ini orang suruhan dari pangeran ketiga Chu kheyang segera pergi meninggalkan tempat tersebut ,,,
perjalanan terus berjalan ,,,
sampai akhirnya malam sudah tiba ,,,
Danu dan reinki yang saat ini sedang menikmati keindahan langit melihat indahnya alam yang membentang ,,,
pada saat ini mereka berada di atas dek kapal layar awan ,,
dari ketinggian terdampar awan putih yang membentang seperti hamparan air laut ,,,
" kak indah sekali warna awan tersebut ,,,, mereka menyerupai gambar atau lukisan ,,, " kata Danu yang menunjuk ke sebuah awan putih yang seperti gambar burung atau pun yang lainnya ,,,
" Iyah ,,, lihat yang itu seperti manusia " kata reinki sambil menunjuk kearah awan yang berbentuk manusia ,,,
sampai menjelang malam awan yang berwarna putih tersebut berganti berwarna hitam pekat ,,, dari arah lain bermunculan bintang yang berkelap-kelip begitu indahnya ,,,
mereka berdua masih asyik melihat keindahan alam ,,,
dari arah samping ,,,
tanpa mereka berdua sadari Santos dan guru besar akuma sedang berada di samping mereka berdua ,,
Malam yang sangat gelap pun semakin pekatnya ,,,
Danu dan reinki memutuskan untuk kembali beristirahat didalam ruangan dek kapal ,,,
mereka berdua baru menyadari bahwa ayah dan gurunya juga berada di atas dek kapal ,,,
" ayah ,,, guru ,,, kalian juga menikmati keindahan malam " Danu bertanya kepada mereka berdua ,,,
" Iyah ,,, kalian juga sangat menikmati ,,,, " kata guru besar akuma ,,,
" hehehe ,,, " kedua tersenyum malu ,,,
" yah sudah ,,, hari sudah malam kita beristirahat terlebih dahulu " kata Santos memerintahkan kepada mereka berdua ,,,
mereka berduapun Menuruti perintah sang ayah ,,,
mereka berdua masuk ke dalam ruang kamar tidurnya ,,,
__ADS_1
⏩⏩
esok harinya dari atas Terdengar suara sangat bising sekali ,,,
akuma yang penasaran dengan keributan itu segera keluar dari ruangan ,,,
setelah guru besar akuma sampai di atas dek kapal ,,,ia melihat sekawan orang sedang marah-marah ,,,
ternyata ia seorang penumpang yang sedang bersih tegang dengan penumpang lainnya ,,
" kamu kalau berani lawan aku " kata penumpang yang satunya ,,,
sedangkan yang lainnya merasa tidak senang ditantang oleh orang tersebut iapun menjawab ,,,,
" ayo ,,, siapa takut " kata orang itu yang tidak Senang dengan penumpang tersebut ,,,
akhirnya mereka berkelahi ,,,
namun perkelahian mereka mengunakan papan seluncur diatas awan keduanya menjauh dari kapal tersebut ,,,
semakin jauh ,,,,
dari kejauhan terdengar suara ledakan yang sangat kuat ,,,
ternyata mereka bertarung menggunakan pukulan pamungkas ,,,
bunyi pukulan tersebut seperti suara petasan yang sangat keras ,,,
guru besar akuma memperhatikan pertarungan mereka dari atas dek kapal ,,,
pada saat ini Santos menghampiri guru besar akuma ,,,
dari arah belakang muncul Danu dan reinki yang baru bangun dari tidurnya ,,,
" siapa yang bertarung guru besar " Santos bertanya kepada guru besar akuma yang masih terus memandang lekat kearah orang yang sedang bertarung ,,,
" aku tidak tahu ,,, namun cara mereka bertarung hanya mengunakan sebuah papan seluncur yang dapat terbang diatas awan " kata guru besar akuma menjelaskan kepada Santos yang didengar oleh Danu dan reinki dari arah belakang ,,,
" ada yang sedang bertarung ya guru ,,, ayah " Danu bertanya kepada mereka berdua ,,,
sedangkan reinki sudah sangat asik melihat pertarungan mereka berdua ,,,
reinki sangat tertarik dengan pertarungan mereka berdua ,,
" seru Danu ,,, lihatlah mereka bertarung di atas awan putih " kata reinki yang masih memperhatikan pertarungan mereka berdua ,,,
" hemm,,, oh ,,, itu ternyata ,, wah mereka bisa terbang ,,, hebat sekali " kata Danu yang langsung terkejut melihat cara mereka bertarung ,,
" Iyah ,,, mereka bertarung menggunakan sebuah papan seluncur yang dialirkan energi " kata guru besar akuma menerangkan kepada Danu dan reinki ,,,
" apakah seperti gingkang kecepatan tinggi " reinki mencoba menembaknya ,,
" yah hampir ,,, tapi bukan ,,, sebab energi itu dimasukkan kedalam papan seluncur ,, yang membuat tubuh mereka seperti terbang ke atas langit ,,, " guru besar akuma masih menjelaskan kepada Danu dan reinki yang belum faham ,,,
setelah guru besar akuma menjelaskan energi yang digunakan untuk membuat papan seluncur itu dapat terbang ,,, akhir mereka masih fokus melihat jalannya pertarung ,,,
sampai dari arah samping terdengar suara berteriak yang cukup keras terdengar suara tersebut melerai pertikaian mereka berdua ,,
ternyata mereka adalah petugas keamanan dari kerajaan negeri awan yang sudah mendengar ,,, pertarungan mereka berdua dari kejauhan ,,,
" berhenti ,,, apakah kalian tidak tahu apa yang sudah kalian lakukan haks " kata petugas tersebut ,,,
__ADS_1
sedangkan kedua orang itu sudah menghentikan aksinya ,,,
mereka berdua sudah tidak bertarung ,,,
melihat lambang negara yang ada pada sebuah kapal tersebut,,,
keduanya terdiam ,,,
mereka tidak mengucapkan satu patah katapun ,,,
sejenak suasana terasa hening sekali ,,,
" kenapa kalian terdiam ,,, jawab pertanyaanku " kata petugas itu lagi ,,
" maafkan kami petugas ,,, kami tidak ingin membuat keributan lagi " kata orang tersebut yang diangguki oleh temannya ,,,
" bagus kalau begitu ,, kalian berdua harus saling memaafkan yah " kata petugas itu lagi ,,,
mereka berdua menjawabnya dengan anggukan kepala saja ,,
setelah itu petugas tersebut pergi meninggalkan tempat kedua orang yang sudah berkelahi itu ,,,
,,,
⏩⏩
Santos dan yang lainnya memutuskan untuk masuk ke kembali ke dalam ruang kamarnya ,,,
sedangkan orang yang berkelahi itu kembali pada tempatnya masing-masing ,,,
pada saat ini Danu dan reinki sedang beristirahat setelah mereka selesai membersihkan diri,,,
⏩⏩
pada saat ini jienva sedang mengejar dan mencari keberadaan makhluk yang sudah meresahkan seluruh masyarakat desa ,,,
bahkan sang pangeran telah memberikan perintah agar menangkap makhluk tersebut ,,,
ia dibantu beberapa orang kepada pangeran ketiga Chu kheyang segera mengejar makhluk yang hampir memangsa seluruh korban yang sedang melakukan perjalanan menuju istana kota raja ,,,
beruntung salah satu dari orang tersebut telah melaporkan pada pihak kerajaan prihal mahluk yang sudah membunuh anggota keluarganya ,,,
pada saat ini paman jienva dan bibi maiylang sedang mengejar makhluk tersebut ,,,
sedangkan kedua kakek Danu berjaga-jaga didalam perguruan ,,,
paman jienva dan bibi maiylang sedang mengejar makhluk tersebut dengan bantuan 20 orang pilihan dari kota raja ,,,
mereka semua terus mencari keberadaan makhluk tersebut ,,, tidak perduli Malam atau siang mereka terus bergerak sambil mencari jejak makhluk tersebut ,,,
didalam hutan yang lebat ,, sebenarnya mereka sedang diawasi oleh sesosok makhluk yang tidak dikenal ,,,
makhluk itulah yang saat ini sedang dicari oleh paman jienva dan yang lainnya ,,,
namun mereka tidak dapat merasa keberadaan makhluk tersebut ,,,
semakin jauh mereka berdua berjalan ,, semakin dalam memasuki hutan belantara ,,,
bibi maiylang yang merasa ada yang tidak beres ,,,
dengan diam-diam ia mulai melakukan pelacakan ,,
__ADS_1
dam firasat bibi maiylang ternyata benar ,,,
mereka semua sedang diawasi oleh makhluk yang tidak dikenal,,,