
" kak , ... " kata Danu sambil menggelengkan kepalanya agar Reinki jangan berdebat lagi dengan Lieng Huang ,
Lieng Huang yang melihat itu kembali tertawa keras ,
" haaaa .... bodoh ... sangat bodoh sekali , apa yang kamu serap dari belajar dengan Gurumu itu haks.... " Lieng Huang semakin keji mengeluarkan kata-kata yang sangat pedas ,
Hampir saja Reinki terpancing oleh kata-katanya ,
Kedua bocah itu tegak menatap lurus ke depan ,
sedangkan Lieng Huang memegang senjatanya ,
Senjata tersebut mengeluarkan energi yang sangat besar , terlihat pada cahaya yang berkobar di antara kedua sisi pedang ,
begitu juga dengan senjata Danu dan Reinki ,
Kedua senjata itu tidak seperti senjata buatan manusia , sebab senjata tersebut berasal dari tempat yang berbeda , bentuk senjata itu juga lain ,
" Hiaattt.... ciaaaat " teriakan suara Danu dan Reinki yang saat ini menerjang ke arah Lieng Huang ,
sudah beberapa waktu mereka lalui , bahkan Danu dan Reinki telah beberapa kali bangkit dari kematian ,
Namun keduanya masih belum menemukan celah yang Danu lihat ,
untuk menyentuh saja ia tidak bisa ,
Lieng Huang yang merasa kesal ingin sekali membuat Danu dan Reinki tidak dapat bangun dari kematian ,
Namun Lieng Huang kembali sadar bahwa ia tidak boleh bertindak ceroboh ,
Dengan hati-hati dan teliti , Lieng Huang mengubah taktik serangan dan mengubah pukulannya ,
Pada saat ini Danu dan Reinki baru saja dibantu oleh Guru Besar Akuma untuk bangkit ,
kekuatan mereka berdua baru pulih , Namun Lieng Huang secepat kilat ingin menyerang Danu dan Reinki ,
Guru Besar Akuma yang menyadari perbuatan Lieng Huang secepat kilat menghadang kekuatan yang dilancarkan oleh Lieng Huang ,
Sedangkan beberapa detik Danu dan Reinki kembali seperti sediakala ,
Mereka berdua akhirnya bertarung kembali melawan Lieng Huang ,
Mereka berdua harus tetap mengalahkan Lieng Huang ,
Sedangkan Lieng Huang sendiri ia juga tidak ingin tinggal diam , dengan kecepatan tinggi dan kekuatan super besar ia maju melawan Danu dan Reinki ,
Lagi-lagi kekuatan besar saling beradu ,
"Ciunggg , jleeegarrr , bammmm , " suara tersebut menggetarkan bumi yang saat ini mereka pijak ,
__ADS_1
" Danu , awas .... " Reinki seketika berteriak sangat keras sekali ,
Danu yang diperingatkan oleh Reinki segera menggunakan gingkang tingkat tingginya , tubuhnya bagai bayangan melesat menjauhi pukulan dan serangan yang mereka lancarkan ,
Akhirnya disaat Danu menghindari pukulan tersebut , ia dapat melihat sebuah titik yang pernah ia ketahui ,
Titik tersebut begitu jelas sekali , sehingga Danu berbalik kearah Lieng Huang dengan kecepatan tinggi , Seketika Danu melancarkan serangan ke arah Lieng Huang ,
" cessss , braakkk ... bammm " tubuh Lieng Huang terkena serangan telak mengenai titik kelemahannya ,
Seketika tubuh Lieng Huang terhuyung menahan rasa sakit akibat serangan Danu yang mematikan itu ,
" hukk...ahkk... " Darah segar mengalir dari bibir Lieng Huang ,
Namun hal itu tidak membuat Lieng Huang ketakutan , justru dia malah tertawa keras sekali ,
" Bagus ... bagus Danu , aku senang dengan keberhasilan itu , aku tidak akan meremehkanmu lagi " kata Lieng Huang yang seketika mengubah senjatanya menjadi sebuah energi yang sangat besar didalam tubuhnya ,
Tanpa disadari oleh Danu dan Reinki , tubuh Lieng Huang berganti menjadi senjata berhulu naga emas , senjata tersebut seketika melesat ke arah Danu dan Reinki ,
Danu dan Reinki akhirnya bertarung melawan tubuh Lieng Huang yang sudah menjadi senjata tersebut ,
Danu dan Reinki sangat kuwalahan menghadapi serangan Lieng Huang ,
Namun kedua bocah tersebut terus bertahan sambil menangkis dan kembali menyerang tubuh Lieng Huang ,
Guru Besar Akuma tetap tenang ditempatnya , ia merasa ada hal yang aneh pada senjata milik Lieng Huang itu ,
Guru Besar Akuma sudah tidak memperhatikan para Dewa dan Dewi yang masih terperangkap , yang saat ini ia lihat adalah senjata yang terbuat dari tubuh Lieng Huang sendiri ,
" itu seperti corak yang membuat kerusakan pada pedang , tapi ... apa penyebabnya " Guru Besar Akuma yang saat ini sedang berbicara pada dirinya sendiri ,
Namun fokusnya tetap pada pertarungan antara Danu dan Reinki ,
Lieng Huang yang bergerak seperti angin itu , terus gencar menyerang Danu dan Reinki ,
🔹🔹🔹
Dilain pihak , para Dewa dan Dewi yang terjebak oleh kekuatan segel itu , hanya dapat menarik nafas dalam-dalam ,
" kenapa segel ini berada di tempat ini " salah satu dari Dewa tersebut berujar ,
Namun ucapannya hanya di jawabnya dengan satu lirikan mata yang sangat tajam ,
Namun Dewa tersebut hanya dapat cengengesan , sebab dialah yang memerintah jebakan tersebut dibuatnya untuk menangkap kejahatan yang tidak dapat diatasi oleh Para Dewa tersebut ,
Kembali para Dewa dan Dewi menyaksikan jalannya pertarung ,
Sebab saat ini yang sedang bertarung hanya tersisa tiga orang saja ,
__ADS_1
Keseluruhan pasukan dan para panglima sudah banyak yang tewas dan sebagian mendapatkan perawatan ,
Danu dan Reinki masih terus menghindari serangan dari Lieng Huang ,
terkadang mereka juga menghadang dan menyerang balik kearah senjata Lieng Huang ,
Bunyi dari suara pedang yang beradu itu mengeluarkan percikkan cahaya ,
Suara tawa Lieng Huang terdengar sangat keras sekali , semakin kerasnya suara tersebut seperti ingin mengacaukan konsentrasi Danu dan Reinki ,
Sebab suara tawa tersebut mengandung energi ,
Namun Danu dan Reinki terus bertarung melawan Lieng Huang ,
Kali ini Lieng Huang tidak sedang bermain-main dengan Kedua bocah tersebut ,
" Danu , ayo kita keluarkan semua senjata yang kita miliki " kata Reinki yang langsung mengeluarkan senjata tersebut ,
sejurus kemudian Reinki memadukan senjata tersebut agar menjadi berkali-kali lipat kekuatannya ,
Danu pun Melakukan hal yang sama , ia juga sudah memadukan seluruh benda dan senjata yang ia miliki ,
Kembali kedua tubuh bocah itu mengeluarkan energi yang semakin pekat dan kuat ,
setelah menyempurnakan kekuatan itu , kedua bocah tersebut menyerang langsung ke arah Lieng Huang ,
Danu dan Reinki terus menyerang , ia tidak ingin kalah dari Lieng Huang ,
semakin lama tubuh mereka tak terlihat oleh mata , sebab energi yang dikeluarkan oleh mereka semakin besar ,
Pangeran Ketiga Chu Kheyang dan para Alkemis kepercayaannya itu masih terus menyaksikan pertarungan antara Danu dan Reinki ,
Sampai pada akhirnya Suara dentuman yang sangat keras terdengar oleh semua orang yang sedang menyaksikan jalannya pertarung ,
Asap dan debu berterbangan , dari kejauhan terdapat tubuh Danu dan Reinki serta Lieng Huang tergeletak di atas tanah ,
sepertinya Lieng Huang tidak dapat bergerak lagi akibat dari Serangan beruntung yang dilancarkan oleh Danu dan Reinki , serangan perpaduan itu dapat mengalahkan Lieng Huang ,
Suara dentuman yang sangat keras itu adalah beradunya kedua pukulan ,
Danu yang dijuluki pemilik Pukulan Raja Iblis itu telah membuat tubuh Lieng Huang tidak bergerak ,
Sedangkan Danu dan Reinki terluka parah sampai mereka berdua sulit untuk bergerak ,
Banyaknya darah yang keluar dari mulut keduanya ,
sedangkan Tubuh Lieng Huang penuh dengan luka dalam yang berwarna kebiruan , warna tersebut terkuak dibalik cela sobekan pada bajunya ,
🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
Akan kah Lieng Huang dapat hidup kembali
🔹🔹🔹🔹🔹