Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 184


__ADS_3

" kak , ... " kata Danu sambil menggelengkan kepalanya agar Reinki jangan berdebat lagi dengan Lieng Huang ,


Lieng Huang yang melihat itu kembali tertawa keras ,


" haaaa .... bodoh ... sangat bodoh sekali , apa yang kamu serap dari belajar dengan Gurumu itu haks.... " Lieng Huang semakin keji mengeluarkan kata-kata yang sangat pedas ,


Hampir saja Reinki terpancing oleh kata-katanya ,


Kedua bocah itu tegak menatap lurus ke depan ,


sedangkan Lieng Huang memegang senjatanya ,


Senjata tersebut mengeluarkan energi yang sangat besar , terlihat pada cahaya yang berkobar di antara kedua sisi pedang ,


begitu juga dengan senjata Danu dan Reinki ,


Kedua senjata itu tidak seperti senjata buatan manusia , sebab senjata tersebut berasal dari tempat yang berbeda , bentuk senjata itu juga lain ,


" Hiaattt.... ciaaaat " teriakan suara Danu dan Reinki yang saat ini menerjang ke arah Lieng Huang ,


sudah beberapa waktu mereka lalui , bahkan Danu dan Reinki telah beberapa kali bangkit dari kematian ,


Namun keduanya masih belum menemukan celah yang Danu lihat ,


untuk menyentuh saja ia tidak bisa ,


Lieng Huang yang merasa kesal ingin sekali membuat Danu dan Reinki tidak dapat bangun dari kematian ,


Namun Lieng Huang kembali sadar bahwa ia tidak boleh bertindak ceroboh ,


Dengan hati-hati dan teliti , Lieng Huang mengubah taktik serangan dan mengubah pukulannya ,


Pada saat ini Danu dan Reinki baru saja dibantu oleh Guru Besar Akuma untuk bangkit ,


kekuatan mereka berdua baru pulih , Namun Lieng Huang secepat kilat ingin menyerang Danu dan Reinki ,


Guru Besar Akuma yang menyadari perbuatan Lieng Huang secepat kilat menghadang kekuatan yang dilancarkan oleh Lieng Huang ,


Sedangkan beberapa detik Danu dan Reinki kembali seperti sediakala ,


Mereka berdua akhirnya bertarung kembali melawan Lieng Huang ,


Mereka berdua harus tetap mengalahkan Lieng Huang ,


Sedangkan Lieng Huang sendiri ia juga tidak ingin tinggal diam , dengan kecepatan tinggi dan kekuatan super besar ia maju melawan Danu dan Reinki ,


Lagi-lagi kekuatan besar saling beradu ,


"Ciunggg , jleeegarrr , bammmm , " suara tersebut menggetarkan bumi yang saat ini mereka pijak ,

__ADS_1


" Danu , awas .... " Reinki seketika berteriak sangat keras sekali ,


Danu yang diperingatkan oleh Reinki segera menggunakan gingkang tingkat tingginya , tubuhnya bagai bayangan melesat menjauhi pukulan dan serangan yang mereka lancarkan ,


Akhirnya disaat Danu menghindari pukulan tersebut , ia dapat melihat sebuah titik yang pernah ia ketahui ,


Titik tersebut begitu jelas sekali , sehingga Danu berbalik kearah Lieng Huang dengan kecepatan tinggi , Seketika Danu melancarkan serangan ke arah Lieng Huang ,


" cessss , braakkk ... bammm " tubuh Lieng Huang terkena serangan telak mengenai titik kelemahannya ,


Seketika tubuh Lieng Huang terhuyung menahan rasa sakit akibat serangan Danu yang mematikan itu ,


" hukk...ahkk... " Darah segar mengalir dari bibir Lieng Huang ,


Namun hal itu tidak membuat Lieng Huang ketakutan , justru dia malah tertawa keras sekali ,


" Bagus ... bagus Danu , aku senang dengan keberhasilan itu , aku tidak akan meremehkanmu lagi " kata Lieng Huang yang seketika mengubah senjatanya menjadi sebuah energi yang sangat besar didalam tubuhnya ,


Tanpa disadari oleh Danu dan Reinki , tubuh Lieng Huang berganti menjadi senjata berhulu naga emas , senjata tersebut seketika melesat ke arah Danu dan Reinki ,


Danu dan Reinki akhirnya bertarung melawan tubuh Lieng Huang yang sudah menjadi senjata tersebut ,


Danu dan Reinki sangat kuwalahan menghadapi serangan Lieng Huang ,


Namun kedua bocah tersebut terus bertahan sambil menangkis dan kembali menyerang tubuh Lieng Huang ,


Guru Besar Akuma tetap tenang ditempatnya , ia merasa ada hal yang aneh pada senjata milik Lieng Huang itu ,


Guru Besar Akuma sudah tidak memperhatikan para Dewa dan Dewi yang masih terperangkap , yang saat ini ia lihat adalah senjata yang terbuat dari tubuh Lieng Huang sendiri ,


" itu seperti corak yang membuat kerusakan pada pedang , tapi ... apa penyebabnya " Guru Besar Akuma yang saat ini sedang berbicara pada dirinya sendiri ,


Namun fokusnya tetap pada pertarungan antara Danu dan Reinki ,


Lieng Huang yang bergerak seperti angin itu , terus gencar menyerang Danu dan Reinki ,


🔹🔹🔹


Dilain pihak , para Dewa dan Dewi yang terjebak oleh kekuatan segel itu , hanya dapat menarik nafas dalam-dalam ,


" kenapa segel ini berada di tempat ini " salah satu dari Dewa tersebut berujar ,


Namun ucapannya hanya di jawabnya dengan satu lirikan mata yang sangat tajam ,


Namun Dewa tersebut hanya dapat cengengesan , sebab dialah yang memerintah jebakan tersebut dibuatnya untuk menangkap kejahatan yang tidak dapat diatasi oleh Para Dewa tersebut ,


Kembali para Dewa dan Dewi menyaksikan jalannya pertarung ,


Sebab saat ini yang sedang bertarung hanya tersisa tiga orang saja ,

__ADS_1


Keseluruhan pasukan dan para panglima sudah banyak yang tewas dan sebagian mendapatkan perawatan ,


Danu dan Reinki masih terus menghindari serangan dari Lieng Huang ,


terkadang mereka juga menghadang dan menyerang balik kearah senjata Lieng Huang ,


Bunyi dari suara pedang yang beradu itu mengeluarkan percikkan cahaya ,


Suara tawa Lieng Huang terdengar sangat keras sekali , semakin kerasnya suara tersebut seperti ingin mengacaukan konsentrasi Danu dan Reinki ,


Sebab suara tawa tersebut mengandung energi ,


Namun Danu dan Reinki terus bertarung melawan Lieng Huang ,


Kali ini Lieng Huang tidak sedang bermain-main dengan Kedua bocah tersebut ,


" Danu , ayo kita keluarkan semua senjata yang kita miliki " kata Reinki yang langsung mengeluarkan senjata tersebut ,


sejurus kemudian Reinki memadukan senjata tersebut agar menjadi berkali-kali lipat kekuatannya ,


Danu pun Melakukan hal yang sama , ia juga sudah memadukan seluruh benda dan senjata yang ia miliki ,


Kembali kedua tubuh bocah itu mengeluarkan energi yang semakin pekat dan kuat ,


setelah menyempurnakan kekuatan itu , kedua bocah tersebut menyerang langsung ke arah Lieng Huang ,


Danu dan Reinki terus menyerang , ia tidak ingin kalah dari Lieng Huang ,


semakin lama tubuh mereka tak terlihat oleh mata , sebab energi yang dikeluarkan oleh mereka semakin besar ,


Pangeran Ketiga Chu Kheyang dan para Alkemis kepercayaannya itu masih terus menyaksikan pertarungan antara Danu dan Reinki ,


Sampai pada akhirnya Suara dentuman yang sangat keras terdengar oleh semua orang yang sedang menyaksikan jalannya pertarung ,


Asap dan debu berterbangan , dari kejauhan terdapat tubuh Danu dan Reinki serta Lieng Huang tergeletak di atas tanah ,


sepertinya Lieng Huang tidak dapat bergerak lagi akibat dari Serangan beruntung yang dilancarkan oleh Danu dan Reinki , serangan perpaduan itu dapat mengalahkan Lieng Huang ,


Suara dentuman yang sangat keras itu adalah beradunya kedua pukulan ,


Danu yang dijuluki pemilik Pukulan Raja Iblis itu telah membuat tubuh Lieng Huang tidak bergerak ,


Sedangkan Danu dan Reinki terluka parah sampai mereka berdua sulit untuk bergerak ,


Banyaknya darah yang keluar dari mulut keduanya ,


sedangkan Tubuh Lieng Huang penuh dengan luka dalam yang berwarna kebiruan , warna tersebut terkuak dibalik cela sobekan pada bajunya ,


🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


Akan kah Lieng Huang dapat hidup kembali


🔹🔹🔹🔹🔹


__ADS_2