
Shanghu dan She Hou segera bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju ruang banker , kedua orang tersebut akhirnya bertemu ,
" Shanghu , kamu semalam kemana , aku mencarimu namun tidak terlihat sosokmu " kata She Hou yang saat ini sudah bertemu dengan Shanghu ,
" Iyah aku sedang mencari warung makan " kata Shanghu yang sebenarnya sudah mengetahui kedatangan dari She Hou ,
" ayolah , kita mulai " kata She Hou lagi ,
" Iyah " jawab Shanghu singkat ,
kedua Alkemis itu sudah memulai dengan penelitiannya kembali ,
Sebab rencana mereka akan menghidupkan tubuh kaisar terdahulu ,
⏩⏭️
Pada saat ini Santos langsung berbicara kepada kedua penjaga itu ,
" maaf sebelumnya tuan , kami mendapatkan informasi dari yang mulia bahwa tempat ini memiliki kristal hitam " Santos langsung bertanya kepada kedua penjaga itu ,
" Iyah ... ada , " jawabannya singkat ,
Kedua penjaga itu masih memegang cangkir teh ,
" yang mulia berpesan kepada kami agar menyerahkan ini " kata Panglima Jien ma langsung memberikan satu peti kecil barang kepada kedua penjaga itu ,
Sang penjaga menerima barang tersebut ,
Dan sejurus kemudian ia memberikan sebuah barang yang mirip telur angsa putih ,
" ini ambilah dan segera gunakan , " kata penjaga itu ,
" terimakasih tuan , atas kesediaan tuan memberikan " kata Panglima Jien ma kepada penjaga tersebut ,
" Iyah , sebaiknya kalian segera lanjutkan perjalanan , sebab telur itu tidak boleh terlalu lama disimpan " katanya yang langsung menyeruput tehnya lagi ,
" baik , saya ucapkan terimakasih " kata Panglima Jien ma yang mewakili Santos dan Ranghao , ketiganya langsung berdiri dan berjalan keluar dari pondok sang penjaga ,
" ayo Ranghao kita harus segera sampai di negri awan putih " kata Panglima Jien ma memerintahkan kepada Ranghao ,
" Iyah , baiklah " kata Ranghao yang sudah berubah bentuk mirip Siemens ,
kedua orang yang menaiki punggung Ranghao itu terbang ke atas langit ,
mereka bertiga melanjutkan perjalanannya kembali menuju Negeri Awan putih ,
⏭️⏩
Pada saat ini Danu dan Reinki kembali kedalam ruang kamar tidur Guru Besar Akuma ,
" kak , lihatlah ... kita memiliki kekuatan besar , namun tidak bisa membuat Guru Besar Akuma terbangun dari tidurnya " kata Danu yang masih lekat memandang tubuh dan wajah Guru Besar Akuma ,
Reinki mendekati tubuh adiknya itu , kemudian dia menepuk bahunya dan berdiri di sampingnya ,
__ADS_1
" Danu , aku masih memiliki harapan besar pada ayah dan Guru Jien ma " kata Reinki yang menjawab perkataan Danu ,
" Iyah kak , semoga saja " kata Danu yang langsung mendesah panjang ,
🔹
Shanghu yang She Hou sudah memulai penelitiannya ,
Pada saat ini mereka hanya butuh bahan tambahan ,
Dan beberapa pencampuran pada bahan ,
Mereka semua sibuk Dengan aktivitas mereka berdua ,
dibagian meja terpisah , tersisi beberapa botol obat yang lainnya ,
" hufff .... aku capek dan lapar , sebaiknya kita istirahat dan membuat masakan " kata She Hou yang langsung keluar dari dalam ruangan ,
Sebab saat ini mereka berdua tidak dapat membawa orang ikut serta dalam Rencana mereka berdua ,
yang mereka lakukan adalah ingin membangkitkan Kaisar Terdahulu ,
Hal itu tidak ingin diketahui oleh banyak orang ,
Akhirnya She Hou keluar ruangan dan langsung menuju Dapur ,
Sedangkan Shanghu masih melanjutkan pekerjaannya ,
Tidak berapa lama kemudian ,
ia meletakkan semua bahan yang saat ini sedang berada di atas meja penelitiannya ,
Shanghu berjalan keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke arah She Hou yang telah menyiapkan hidangan makanan ,
🔹
Pada saat ini Panglima pertama Kerajaan Gelap sedang berbincang-bincang dengan kedua adiknya ,
" adik kedua , She Hou telah kembali " kata panglima pertama ,
" oh , itu sangat bagus sekali " kata panglima ketiga ,
" Iyah " jawab panglima kedua yang juga senang mendengar keponakannya itu telah kembali , pasti mereka pada saat ini sedang menyusun rencana selanjutnya ,
" Lantas , apa yang harus kita lakukan kak " kata panglima kedua ,
" Kita akan menunggu , kabar dari Rencana yang kedua " kata Panglima pertama ,
mereka bertiga membahas rencana yang akan dilakukan oleh She Hou dan Shanghu ,
Dan ketiga panglima itu sangat senang , sampai mereka bertiga Tertawa terbahak-bahak ,
🔹
__ADS_1
Pada saat ini Pangeran ketiga Chu kheyang sedang menghampiri panglima yang sudah mulai sempurna berlatih , seluruh kekuatannya juga sudah dapat digunakan ,
" Tidak ku sangka semua kekuatan sudah mulai tahap sempurna " kata Pangeran yang saat ini sedang melihat Panglima itu sedang berlatih ,
Panglima yang melihat kehadiran Pangeran ketiga Chu Kheyang seketika menghentikan pelatihannya dan melihat ke arah sang Pangeran ,
" salam yang mulia pangeran " kata Panglima yang sudah menghadap kearah sang Pangeran ,
" Iyah ... panglima , aku terima salammu " kata Pangeran yang sudah menghentikan langkahnya ,
" Bagaimana kemajuan pelatihanmu Panglima " Pangeran kembali berkata dan menanyakan seberapa besar kekuatan energi yang dikumpulkan oleh Panglima ,
" sudah hampir mencapai 85% yang mulia pangeran " jawab panglima yang masih berdiri dihadapannya itu ,
" bagus sekali , Panglima ada hal yang ingin aku sampaikan , prihal peperangan yang sebentar lagi terjadi " kata Pangeran ketiga Chu Kheyang ,
" tentang peperangan " kata Panglima mengulang ucapan dari Pangeran Ketiga Chu Kheyang ,
" Iyah , Peperangan akan segera dimulai , hanya menunggu kedatangan dari kaisar terdahulu yang akan menyerang kita semua " kata Pangeran Ketiga Chu Kheyang yang akhirnya menceritakan kejadian yang sudah terjadi di negri awan putih ,
" wooh .. sungguh Rencana yang sangat jenius , mereka bukan manusia biasa seperti pada penampilannya , pasti mereka juga memiliki jalan takdir yang sudah di tentukan " kata Panglima yang takjub akan rencana yang dibuat oleh Shanghu dan She Hou ,
" hal itulah yang membuat aku selalu merasa tidak tenang , namun aku yakin Danu dan Reinki dapat mengatasi pertarungan ini nantinya " kata Pangeran yang sedang menyemangati dirinya sendiri ,
" haaaaa , Pangeran jangan kawatir , semua akan berjalan sesuai jalan takdir " kata Panglima yang saat ini melihat raut wajah Pangeran yang merasa gelisah ,
" tidak Panglima , aku hanya yakin bahwa Danu dan Reinki akan memenangkan pertarungan ini " katanya yang sudah kembali seperti sediakala ,
" iya Pangeran , anda harus yakin " kata Panglima yang juga mulai tersenyum kearah Pangeran ketiga Chu Kheyang ,
Mereka berdua akhirnya melanjutkan perbincangannya dan langsung menuju kearah menara alkemis ,
🔹
Pada saat ini Santos dan Panglima Jien ma sedang berhenti disebuah Desa , mereka akan beristirahat , sebab hari sudah mulai malam ,
Panglima Jien ma pada saat ini sedang membawa batu kristal hitam itu , ia mengeluarkannya dari balik cincin ruang waktu ,
Setelah mengamatinya sejenak , Panglima kembali memasukkan Batu Kristal Hitam tersebut kembali ke dalam cincin ruang ,
" Sebentar lagi , sebentar lagi semua akan seperti sediakala " kata panglima yang sudah menyimpan Batu Kristal Hitam tersebut ,
Panglima mencoba membaringkan tubuhnya di samping Ranghao yang saat ini sudah tertidur ,
Dari sejak mereka tadi sedang makan dan sampai saat ini Ranghao sepertinya sedang membuat tubuhnya jauh lebih nyaman ,
Ranghao mungkin juga sangat kelelahan akibat perjalanannya yang memakan waktu berjam-jam lamanya ,
" Sebaiknya aku juga harus segera beristirahat , sebab besok akan melanjutkan perjalanan " kata panglima Jien ma yang sudah mulai menutup kedua matanya ,
Akhirnya malam sudah datang dan terlihat Bulan dan bintang mulai menerangi area sekitarnya ,
Begitu juga dengan Santos yang sudah tertidur ,
__ADS_1
dari sejak mereka memasuki ruang penginapan , Santos sudah menghempaskan tubuhnya diatas kasur empuk penginapan