Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 158


__ADS_3

Shanghu dan She Hou segera bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju ruang banker , kedua orang tersebut akhirnya bertemu ,


" Shanghu , kamu semalam kemana , aku mencarimu namun tidak terlihat sosokmu " kata She Hou yang saat ini sudah bertemu dengan Shanghu ,


" Iyah aku sedang mencari warung makan " kata Shanghu yang sebenarnya sudah mengetahui kedatangan dari She Hou ,


" ayolah , kita mulai " kata She Hou lagi ,


" Iyah " jawab Shanghu singkat ,


kedua Alkemis itu sudah memulai dengan penelitiannya kembali ,


Sebab rencana mereka akan menghidupkan tubuh kaisar terdahulu ,


⏩⏭️


Pada saat ini Santos langsung berbicara kepada kedua penjaga itu ,


" maaf sebelumnya tuan , kami mendapatkan informasi dari yang mulia bahwa tempat ini memiliki kristal hitam " Santos langsung bertanya kepada kedua penjaga itu ,


" Iyah ... ada , " jawabannya singkat ,


Kedua penjaga itu masih memegang cangkir teh ,


" yang mulia berpesan kepada kami agar menyerahkan ini " kata Panglima Jien ma langsung memberikan satu peti kecil barang kepada kedua penjaga itu ,


Sang penjaga menerima barang tersebut ,


Dan sejurus kemudian ia memberikan sebuah barang yang mirip telur angsa putih ,


" ini ambilah dan segera gunakan , " kata penjaga itu ,


" terimakasih tuan , atas kesediaan tuan memberikan " kata Panglima Jien ma kepada penjaga tersebut ,


" Iyah , sebaiknya kalian segera lanjutkan perjalanan , sebab telur itu tidak boleh terlalu lama disimpan " katanya yang langsung menyeruput tehnya lagi ,


" baik , saya ucapkan terimakasih " kata Panglima Jien ma yang mewakili Santos dan Ranghao , ketiganya langsung berdiri dan berjalan keluar dari pondok sang penjaga ,


" ayo Ranghao kita harus segera sampai di negri awan putih " kata Panglima Jien ma memerintahkan kepada Ranghao ,


" Iyah , baiklah " kata Ranghao yang sudah berubah bentuk mirip Siemens ,


kedua orang yang menaiki punggung Ranghao itu terbang ke atas langit ,


mereka bertiga melanjutkan perjalanannya kembali menuju Negeri Awan putih ,


⏭️⏩


Pada saat ini Danu dan Reinki kembali kedalam ruang kamar tidur Guru Besar Akuma ,


" kak , lihatlah ... kita memiliki kekuatan besar , namun tidak bisa membuat Guru Besar Akuma terbangun dari tidurnya " kata Danu yang masih lekat memandang tubuh dan wajah Guru Besar Akuma ,


Reinki mendekati tubuh adiknya itu , kemudian dia menepuk bahunya dan berdiri di sampingnya ,

__ADS_1


" Danu , aku masih memiliki harapan besar pada ayah dan Guru Jien ma " kata Reinki yang menjawab perkataan Danu ,


" Iyah kak , semoga saja " kata Danu yang langsung mendesah panjang ,


🔹


Shanghu yang She Hou sudah memulai penelitiannya ,


Pada saat ini mereka hanya butuh bahan tambahan ,


Dan beberapa pencampuran pada bahan ,


Mereka semua sibuk Dengan aktivitas mereka berdua ,


dibagian meja terpisah , tersisi beberapa botol obat yang lainnya ,


" hufff .... aku capek dan lapar , sebaiknya kita istirahat dan membuat masakan " kata She Hou yang langsung keluar dari dalam ruangan ,


Sebab saat ini mereka berdua tidak dapat membawa orang ikut serta dalam Rencana mereka berdua ,


yang mereka lakukan adalah ingin membangkitkan Kaisar Terdahulu ,


Hal itu tidak ingin diketahui oleh banyak orang ,


Akhirnya She Hou keluar ruangan dan langsung menuju Dapur ,


Sedangkan Shanghu masih melanjutkan pekerjaannya ,


Tidak berapa lama kemudian ,


ia meletakkan semua bahan yang saat ini sedang berada di atas meja penelitiannya ,


Shanghu berjalan keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke arah She Hou yang telah menyiapkan hidangan makanan ,


🔹


Pada saat ini Panglima pertama Kerajaan Gelap sedang berbincang-bincang dengan kedua adiknya ,


" adik kedua , She Hou telah kembali " kata panglima pertama ,


" oh , itu sangat bagus sekali " kata panglima ketiga ,


" Iyah " jawab panglima kedua yang juga senang mendengar keponakannya itu telah kembali , pasti mereka pada saat ini sedang menyusun rencana selanjutnya ,


" Lantas , apa yang harus kita lakukan kak " kata panglima kedua ,


" Kita akan menunggu , kabar dari Rencana yang kedua " kata Panglima pertama ,


mereka bertiga membahas rencana yang akan dilakukan oleh She Hou dan Shanghu ,


Dan ketiga panglima itu sangat senang , sampai mereka bertiga Tertawa terbahak-bahak ,


🔹

__ADS_1


Pada saat ini Pangeran ketiga Chu kheyang sedang menghampiri panglima yang sudah mulai sempurna berlatih , seluruh kekuatannya juga sudah dapat digunakan ,


" Tidak ku sangka semua kekuatan sudah mulai tahap sempurna " kata Pangeran yang saat ini sedang melihat Panglima itu sedang berlatih ,


Panglima yang melihat kehadiran Pangeran ketiga Chu Kheyang seketika menghentikan pelatihannya dan melihat ke arah sang Pangeran ,


" salam yang mulia pangeran " kata Panglima yang sudah menghadap kearah sang Pangeran ,


" Iyah ... panglima , aku terima salammu " kata Pangeran yang sudah menghentikan langkahnya ,


" Bagaimana kemajuan pelatihanmu Panglima " Pangeran kembali berkata dan menanyakan seberapa besar kekuatan energi yang dikumpulkan oleh Panglima ,


" sudah hampir mencapai 85% yang mulia pangeran " jawab panglima yang masih berdiri dihadapannya itu ,


" bagus sekali , Panglima ada hal yang ingin aku sampaikan , prihal peperangan yang sebentar lagi terjadi " kata Pangeran ketiga Chu Kheyang ,


" tentang peperangan " kata Panglima mengulang ucapan dari Pangeran Ketiga Chu Kheyang ,


" Iyah , Peperangan akan segera dimulai , hanya menunggu kedatangan dari kaisar terdahulu yang akan menyerang kita semua " kata Pangeran Ketiga Chu Kheyang yang akhirnya menceritakan kejadian yang sudah terjadi di negri awan putih ,


" wooh .. sungguh Rencana yang sangat jenius , mereka bukan manusia biasa seperti pada penampilannya , pasti mereka juga memiliki jalan takdir yang sudah di tentukan " kata Panglima yang takjub akan rencana yang dibuat oleh Shanghu dan She Hou ,


" hal itulah yang membuat aku selalu merasa tidak tenang , namun aku yakin Danu dan Reinki dapat mengatasi pertarungan ini nantinya " kata Pangeran yang sedang menyemangati dirinya sendiri ,


" haaaaa , Pangeran jangan kawatir , semua akan berjalan sesuai jalan takdir " kata Panglima yang saat ini melihat raut wajah Pangeran yang merasa gelisah ,


" tidak Panglima , aku hanya yakin bahwa Danu dan Reinki akan memenangkan pertarungan ini " katanya yang sudah kembali seperti sediakala ,


" iya Pangeran , anda harus yakin " kata Panglima yang juga mulai tersenyum kearah Pangeran ketiga Chu Kheyang ,


Mereka berdua akhirnya melanjutkan perbincangannya dan langsung menuju kearah menara alkemis ,


🔹


Pada saat ini Santos dan Panglima Jien ma sedang berhenti disebuah Desa , mereka akan beristirahat , sebab hari sudah mulai malam ,


Panglima Jien ma pada saat ini sedang membawa batu kristal hitam itu , ia mengeluarkannya dari balik cincin ruang waktu ,


Setelah mengamatinya sejenak , Panglima kembali memasukkan Batu Kristal Hitam tersebut kembali ke dalam cincin ruang ,


" Sebentar lagi , sebentar lagi semua akan seperti sediakala " kata panglima yang sudah menyimpan Batu Kristal Hitam tersebut ,


Panglima mencoba membaringkan tubuhnya di samping Ranghao yang saat ini sudah tertidur ,


Dari sejak mereka tadi sedang makan dan sampai saat ini Ranghao sepertinya sedang membuat tubuhnya jauh lebih nyaman ,


Ranghao mungkin juga sangat kelelahan akibat perjalanannya yang memakan waktu berjam-jam lamanya ,


" Sebaiknya aku juga harus segera beristirahat , sebab besok akan melanjutkan perjalanan " kata panglima Jien ma yang sudah mulai menutup kedua matanya ,


Akhirnya malam sudah datang dan terlihat Bulan dan bintang mulai menerangi area sekitarnya ,


Begitu juga dengan Santos yang sudah tertidur ,

__ADS_1


dari sejak mereka memasuki ruang penginapan , Santos sudah menghempaskan tubuhnya diatas kasur empuk penginapan


__ADS_2