
pasukan yang diciptakan kerajaan Gelap itu terbuat dari genetik Manusia buatan super kultivasi ,
Pasukan itu juga dinamakan Sin Huang oleh sang Kaisar ,
kekuatan yang dimiliki pasukan yang di namakan Sin Huang memiliki kecerdasan dalam belajar dan memahami strategi penyerangan , selain itu mereka tipe penyerap energi ,
Hal itulah yang membuat Sin Huang cepat sekali belajar menyerap pengetahuan yang diajarkan oleh Santos ,
⏭️⏩
Hari demi hari terus bergulir , pasukan yang dalam bimbingan Santos semakin bertambah kuat , bahkan mereka juga dapat menyusun strategi penyerangan secara bersamaan ,
Begitu juga dengan She Hou ,
Pasukan yang di bimbing olehnya juga mengalami kemajuan yang sangat cepat ,
She Hou dan Shanghu tersenyum puas ,
mereka berdua dapat bernafas lega ,
terlebih lagi Pasukan dari kerajaan air telah dimusnahkan oleh pasukan She Hou dengan sekali kebasan tangan ,
Pasukan yang ditugaskan diluar ibu kota itu dengan mudah dihabisi ,
Sampai tawa She Hou membahana keseluruh ruangan penelitian ,
" Haaaaa..... " tawa keras She Hou ,
" yang mulia , hanya itu yang dapat saya sampaikan , kami telah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya " kata Lieng Huang yang memimpin penyerangan tersebut ,
" Bagus , itu yang aku inginkan " kata She Hou dengan senyum puasnya ,
Lain halnya dengan kerajaan Gelap yang kelabakan mendengar berita bahwa pasukan kerajaan air telah dimusnahkan dalam satu malam saja ,
Bahkan mereka tidak merasakan adanya tanda-tanda bahwa mereka akan diserang ,
Pada saat ini Kaisar Bhu Thiong Hao yang menjadi pimpinan Aliansi menjadi panik ,
Ia segera mengumpulkan semua panglima dan para petinggi kerajaan ,
Tidak berapa lama kemudian , seluruh petinggi penting itu telah berkumpul di dalam aula Istana Kerajaan ,
" maaf semua , ada hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua " kata Kaisar Bhu Thiong Hao kepada semua yang telah hadir di dalam ruangan tersebut ,
" kita telah diserang secara tiba-tiba , Aliansi dari Kerajaan Air telah dimusnahkan oleh pasukan musuh " kembali Kaisar mengutarakan semua yang ingin disampaikan kepada semuanya ,
" Lantas , apa yang mesti kita lakukan " kata salah satu pimpinan dari kerajaan Angin ,
" kita akan memulai penyerangan , namun kita juga membahas strategi yang akan kita buat " kata Santos Kepada semua anggota ,
__ADS_1
Akhirnya Santos dan Guru Besar Akuma juga Kaisar Terdahulu memberikan arahan dan intruksi kepada semua anggota ,
" jadi kita akan membagi kelompok " kata pimpinan dari negri angin ,
" iya , sebentar lagi pasukan buatan dari kerajaan petir akan datang , ia akan dipimpin oleh panglima " kata Panglima Jien ma yang dimaksud adalah Panglima yang diciptakan oleh Pangeran ketiga Chu kheyang ,
" sedangkan panglima kerajaan Awan Putih dan beberapa tim Hausan akan menunggu dibagian Utara " kali ini Guru Besar Akuma yang menerangkan sekaligus memberikan perintah ,
" Sedangkan pasukan Santos berserta pasukan Negri angin menanti tepat di depan pintu gerbang masuk Ibu kota " akhirnya pembagian wilayah perang akan di bahas ,
mereka telah menyusun rencana dengan sedemikian rupa ,
Keseluruhan rencana itu akan digunakan esok hari ,
Setelah pembahasan cukup matang akhirnya pertemuan telah berakhir , dan mereka kembali pada tempatnya masing-masing ,
Santos yang saat ini sedang tidak baik-baik saja mencoba mengatasi dengan perasaan yang tenang ,
Ia segera menuju ruangan putranya , yaitu Danu dan Reinki ,
Pada saat ini Santos telah sampai didepan pintu masuk pondok miliknya ,
" Danu , Reinki , ini Ayah bisakah masuk kedalam " kata Santos yang sudah mengetuk pintu ruangan yang mirip pondok tersebut ,
" Iyah Ayah , masuk saja " kata Danu yang menyahuti panggilan dari Ayahnya Santos ,
Seketika Santos masuk kedalam ruangan ,
" baiklah Ayah , silahkan saja " katanya yang langsung duduk di atas kursi meja ,
Ketiga ayah dan anak itu duduk saling berhadapan ,
" Danu , Reinki , peperangan esok akan terjadi , bahkan musuh dengan mudahnya memusnahkan seluruh pasukan negri air , tanpa tersisa sama sekali " kata Santos menjedah ucapannya ,
sejenak mereka bertiga terdiam , kemudian Santos melanjutkan ucapannya ,
" yang Ayah ingin sampaikan adalah , kamu harus tetap hidup , walaupun Dunia ini hancur jadi debu " kata Santos lagi sambil menghapus jejak keringat yang keluar dari dahinya ,
Sesuatu beban terasa berat menahan dadanya ,
Sungguh pun Danu tidak dalam bimbingannya namun ia begitu menyayangi Danu putra semata wayangnya , terlebih lagi Reinki yang saat ini sudah menjadi putra angkatnya ,
" Ayah , kami akan baik-baik saja , Ayah jangan kawatir " kata Danu kepada Ayahnya ,
sedangkan Reinki berkata ,
" Ayah , jangan berpikir yang tidak-tidak , kita berdua pasti selamat " Jawab Reinki yang langsung menyunggingkan senyumnya ,
Santos yang melihat kedua putranya secara bergantian itu dapat bernafas lega ,
__ADS_1
" Syukurlah , ayah harap begitu , sebab dengan adanya kalian masih hidup , maka masih akan ada perjalanan baru yang akan menanti , Ayah harap kalian faham , jika tidak bisa pergi saja , buat rencana yang matang " kata Santos yang langsung menjelaskan kepada kedua putranya maksud dari perkataannya ,
" tidak Ayah , kami tetap akan melawan dan mengalahkan musuh kami " kata Danu lagi , Reinki juga setuju dengan ucapan dari adik kesayangannya itu ,
" Iyah , nak ... ayah percaya kepada kalian berdua " kata Santos yang akhirnya tersenyum dan berdiri dari tempatnya duduk , ia segera menuju arah luar ruangan ,
Setelah menutup daun pintu Bayangan Santos hilang ditelan larutnya malam ,
Danu dan Reinki bernafas dalam-dalam , sebab entah mengapa mereka berdua begitu tegang sekali ,
" kak , bagaimana dengan ucapan Ayah dan pesannya " Danu ingin mendengar pendapat Reinki ,
" itu tidak buruk , jika kita masih hidup akan masih ada harapan untuk membalas semua perbuatannya " kata Reinki yang sedikit setuju dengan pendapat Ayah angkatnya itu ,
" Iyah , baiklah yang terpenting kerjasama kita " kata Danu yang langsung melihat lurus ke arah depannya ,
" Iyah , adik itu pasti " kata Reinki , yang langsung berdiri Menuju tempat Ranjang tidurnya ,
Danu menyusul sang kakak dan tidur di sebelahnya ,
Malam pun semakin larut , Danu dan Reinki sudah terbuai di alam mimpi ,
▫️▫️
She Hou dan Shanghu yang merasa lelah mereka juga telah masuk kedalam ruangan tempat tidur masing-masing ,
sedangkan seluruh pasukannya menyebar dan berjaga-jaga di luar dan didalam ruangan ,
Sebab semua kegiatannya Sudan selesai keseluruhannya ,
Bahkan persiapan peperangan sudah di rencanakan sedemikian rupa ,
Hanya Santos yang saat ini berada di dalam ruang biliknya ,
Ia bersama dengan para tim , panglima jien ma , Guru Besar Akuma , juga yang lainnya ,
Tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mereka , seluruhnya hanya terdiam ,
" sebaiknya kita beristirahat , esok pagi energi kita sudah terisi , dan pada waktu penyerangan kita memiliki energi yang cukup " kata Guru Besar Akuma yang langsung keluar dari dalam ruangan tersebut ,
disusul oleh yang lainnya ,
mereka semua kembali kedalam ruangan masing-masing ,
Tersisa Santos dan Panglima Jien ma yang masih duduk di kursi mejanya ,
Kedua pembesar itu juga masih berdiam diri dengan pikiran masing-masing ,
" Santos , aku berharap pasukan dari Pangeran Ketiga Chu Kheyang tiba pada waktunya " kata Panglima Jien ma yang langsung terdiam lagi ,
__ADS_1
" Iyah , kali ini peperangan sungguh menegangkan " kata Santos menjawab perkataan Panglima Jien ma ,