Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 15


__ADS_3

Danu yang sudah mulai duduk dan menetralisir kekuatannya pun terdiam ,,, semua mata melihat kearahnya , Danu yang sudah selesai dengan pengaturan perendiannya , termangu melihat seluruh anggota keluarga melihat kearahnya ,


" apakah ada yang aneh ?...., adakah sesuatu hal yang sudah terjadi ?... " Danu bingung memperhatikan semua orang yang berada di tempat itu yang masih lekat memandanginya ,


" Danu ,,, lain kali kalau berlatih , perhatian aliran dentian yang tersegel ,, jangan gunakan hawa hitam pekat yang tertutup segel naga " ayah Danu membuka pembicaraan di depan semua orang ,


" apa yang sudah terjadi ayah " kata Danu penasaran ingin bertanya ,


" Danu kamu tidak tahu ,,, hampir saja kekuatan raja iblis akan menguasai tubuh mu " kata kakek sangmi yang kali ini berbicara ,


" bukan kah kekuatan ini memang milik sang raja iblis " Danu bertanya kepada semua orang yang berada di tempat itu , namun semua orang hanya terdiam ,


" Iyah ,, tapi segel naga itu menutup akses jalur kultivasi raja iblis pemusnah , agar ia tidak menjadi sebuah kekuatan penghancur dunia , karena kekuatan itu belum waktunya untuk digunakan Danu " kata ayah Danu menjelaskan kepada Danu , semua orang akhirnya bercerita kepada Danu prihal kekuatan sang raja iblis pemusnah , sampai akhirnya cerita di tutup , semua orang yang berada di tempat itu serentak menghela nafas panjang ,,,


" hass,,, huffff "


Danu terdiam ,,, mendengar semua bercerita tentang keganasan dari sang raja iblis pemusnah , yang dapat membersihkan semua kekotoran yang manusia lakukan ,

__ADS_1


" Danu ,,, beristirahat lah dulu ,,, ajak long tien hung berkomunikasi terlebih dahulu , setelah nya kalian saling berbagi pengetahuan ilmu milik sang kaisar Padang naga emas , karena kekuatan sang iblis belum dapat sepenuhnya kamu kuasai , jadi lebih banyak lah belajar dan bertanya kepada long tien hung " saran dari ayah Danu ,,,


" baik ayah " jawab Danu singkat sambil menganggukkan kepalanya ,,,,


dari arah belakang dapur bibi sinna membawa berbagai masakan yang sudah di susunnya di dalam talam ( sejenis tempat lebar untuk mengangkut makanan )


semua orang yang berada di tempat itu langsung menyambut talam yang sudah di pegang oleh bibi sinna , Danu yang ingin berdiri di cegah oleh kakek sangmi , ia sendiri berdiri menghampiri bibi sinna , dan menaruh semua masakan didepan mereka semua , bibi maiylang langsung ke dapur dan membantu bibi sinna menyiapkan keperluan untuk makan yang lainnya , setelah semua perlengkapan sudah di siapkan , maka acara makan bersama keluarga sudah dapat di nikmati , terkecuali Danu ia mengambil piring beserta lauknya , setelah nya ia akan menyuapi sang ayah ,, dengan telaten , Danu menyendokan nasi , sesuap demi sesuap , sampai nasi habis tak tersisa ,, Danu adalah anak yang baik dan selalu menyayangi seluruh anggota keluarga nya , termasuk kakek sangmi yang selalu menjaganya dari bayi sampai sebesar ini ,


akhirnya Danu menyendok makanan untuk dia makan sendiri ,, Danu pun anak yang tidak terlalu berlebih-lebihan dalam memakan- makanan , ia selalu memakan sesuatu secukupnya , sampai semua peralatan yang harus di bersihkan , Danu pun tak pernah membiarkan seseorang bekerja sendirian , pasti ia akan membantu sampai selesai ,


" Danu serap semua cahaya keemasan yang keluar dari dalam tubuh mu , jangan sampai keluar dari dalam tubuh mu , setelah itu rasakan hawa yang sudah kamu serap itu ,, sampai kamu benar-benar faham akan kekuatan long tien hung " kata ayah Danu mengajarkan kekuatan yang terdahulu ia pelajari , namun perbedaan kekuatan itu terdapat dari besar kekuatan yang keluar dari energi tersebut , contoh nya milik Danu dan milik ayahnya Danu , yang pastinya kekuatan milik Danu yang lebih besar kekuatannya , hanya saja kekuatan itu belum sepenuhnya sempurna , danu masih dalam keadaan duduk bersila , ia tetap ingin mengendalikan kekuatan murni yang saat sedang ia arah diantara titik temu akupuntur dan titik temu aliran dentian di setiap sudut , hampir satu jam lebih , tubuh Danu mengeluarkan asap berwarna kuning keemasan , asap itu terus menggumpal ,,, dan asap itu berwujud mahkluk yang sangat lucu sekali , ayah Danu yang melihat hanya terdiam memperhatikan gerakan dari asap yang sudah berwujud sosok mahluk yang ia tidak ia mengerti , sekilas seperti kucing yang bertanduk rusa , warnanya juga sama seperti warna asap yang keluar ,


" Danu ,, coba kamu tanya kenapa naga long tien hung makhluk apa yang baru keluar dari tubuh mu itu " samar-samar Danu dapat mendengar suara sang ayah , ia pun langsung memanggil sang raja naga emas Long tien hung ,


" paman long ,,, dimana kamu " suara Danu memanggil raja naga emas long tien hung ,


" hemm ,,, huaaakkhh ,,, ada apa yang mulia " suara long tien hung yang masih seperti suara anak kecil ,

__ADS_1


" paman long mahkluk apa yang sudah keluar dari tubuh ku " Danu bertanya kepada long tien hung ,


" oh,,,, itu shimen ,, harimau tanduk emas yang mulia ,, dia adalah tunggangan mu yang hidup abadi " kata naga long tien hung yang menjelaskan tentang shimen harimau bertanduk dan berbulu emas tersebut ,


setelah itu Danu menetralisir seluruh kekuatan yang ia buat tadi sampai pada akhirnya ia sudah menutup semua aliran , hanya hawa murni saja yang ia biarkan bersemayam di sela-sela titik akupuntur Danu , agar memperlancar peredaran darah dan dentian nya ,


setelah Danu membuka mata shimen sudah mulai duduk diatas pangkuannya , sambil mengelus-eluskan badannya di kaki Danu , Danu merasa geli merasakan bulu yang menyentuh kakinya ,


" shimen ,,, shimen ,,, sudah geli ,,, jangan begitu " tangan Danu menyentuh bulu-bulu shimen yang lembut dan halus itu ,


shimen yang manja tak perduli Danu yang menahan geli akibat ulahnya ,


" jadi ini adalah binatang spirit ,,, tunggangan sang kaisar " kata ayah Danu ,, shimen masih tak perduli dengan apapun , yang ingin ia rasakan adalah tuannya dapat memanjakan dirinya , Danu sendiri hanya tertawa-tawa kecil melihat shimen yang ingin mengajaknya bermain , namun Danu saat ini hanya ingin meraba dan mengelus bulu halus milik shimen ,


" Danu sudah larut malam , sebaiknya cepat tidur " ayah Danu memerintahkan Danu agar segera tidur , hari sudah sangat larut sekali ,


akhirnya Danu mengajak shimen untuk beristirahat di sampingnya , Danu yang begitu menyukai shimen , memeluk tubuh shimen sambil memejamkan kedua matanya , ia pun larut dalam buai mimpi yang indah ,, begitu juga ayah Danu sudah Bermimpi bertemu sang istri yang ia cintai , bercerita banyak tentang Danu Rei putranya , sambil sesekali-kali tawa canda di sematkan , sedang Danu bermimpi bersama Shimen yang sudah menjadi besar dan ia menunggangi tubuh shimen yang besar dan perkasa ,,, suara aungannya saja dapat menggetarkan seantero jagad , seperti sebuah terompet maut yang akan memusnahkan seluruh dunia ,

__ADS_1


__ADS_2