Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 9


__ADS_3

Danu yang kurang memahami kekuatan unsur-unsur dasar untuk mengeluarkan pedang yang berada di dalam tubuhnya , merasa sedikit kesulitan , penyebabnya itulah , membuat Danu memutuskan untuk beristirahat dari latihan nya ,


Danu membantu kakek berkemas ,,, ia mengangkat barang-barang yang akan dibawanya pulang kerumah ,


" Danu besok subuh kita akan berangkat ,,, jadi bersiap-siaplah ,,, para prajurit kerajaan telah mencari keberadaan pedang naga emas " kata kakek sangmi menjelaskan kepada Danu ,


" baik kek Danu akan mengatakan nya kepada ayah " Danu yang sudah siap membantu kakek nya mengurus barang bawaannya , segera menuju ruang kamar tidur ayah nya , ia segera menggendong tubuh sang ayah ,,, meletakkan nya di atas kursi bambu Milik kakek sanghu ,


" ayah duduklah sejenak ,,, aku akan mempersiapkan makanan kita " suara Danu hilang di balik belokan rumah yang menuju dapur ,, tak berapa lama kemudian ia membawa satu piring nasi dan lauk pauknya , Danu dengan telaten menyuapi sang ayah,,, sampai nasi tidak tersisah di piring , setelah ia kembali ke dalam dapur ,,, giliran Danu dan kedua kakek nya menyantap makanan siangnya ,,,


tak terasa waktu sudah menjadi malam , Danu dan kakek juga ayah nya sudah terlelap dalam tidurnya ,,,


tiba-tiba ada suara prajurit yang datang menggedor pintu rumah kakek sanghu ,


" brak,,,brak,,, " bunyi suara gedoran yang sangat kuat ,,, membuat seisi rumah terbangun ,, kakek yang sudah tertidur pulas akhirnya terbangun oleh gedoran pintu dari arah luar rumah , kakek sanghu keluar rumah dan membuka pintu ruangan ,,

__ADS_1


" siapa ,,, malam-malam begini mengedor pintu rumah ku " kata kakek sanghu dengan wajah khas orang baru bangun tidur ,,


" kami sedang dalam penyelidikan ,,, dan kami ingin memeriksa rumah mu " kata prajurit itu dengan suara yang keras dan tegas ,,


" malam-malan begini ?..."


" Iyah ,,, " sautan singkat dari prajurit gelap ,, prajurit itu tidak membuang waktu , ia segera menerobos kedalam ,, namun didalam rumah nya tidak ada apapun ,,, bahkan suara dari kakek sangmi dan Danu juga ayahnya tak terdengar , mereka tidak menemukan apapun , setelah prajurit itu memeriksa ke segala penjuru ruangan dan tidak melihat apapun , mereka pun akhirnya pergi meninggalkan rumah kakek sanghu , kakek segera masuk kedalam rumah dan memeriksa rumah nya sendiri , ternyata Danu dan kedua orang tuanya telah pergi meninggalkan rumah nya ,,,


" sangmi ,,, jaga Danu dengan baik ,,, suatu hari nanti dia akan menjadi pendekar pilih tanding dan menjadi raja dari kerajaan gelap " monolog kakek sanghu yang terharu akan pengorbanan ayah Danu dan keluarga nya ,,, mereka telah mendapatkan fitnah yang sangat kejam yang berakibat dirinya kehilangan istri dan menjadi cacat ,,


" khiaaaattttt ,,, khiattt " suara kakek memerintahkan agar kudanya semakin laju berlari ,,, sesampai di tengah hutan ,,, kakek memperlahan laju kudanya pasalnya banyak monster milik penyihir gelap yang sedang berkeliaran di tengah hutan ,,, namun tiba-tiba cahaya terang dari tubuh Danu terpancar , sampai berbentuk bola cahaya ,,, dan bola cahaya itu melesat cepat ,,, bola itu segera menghantam tubuh monster tersebut ,,, dan tubuh sang monster seketika tidak berbentuk Lagi , seolah-olah ia menghilang dan terhisap oleh sinar yang melesat dari tubuh Danu , tidak hanya satu saja seluruh monster itu mengalami hal yang sama seperti kawannya ,, dengan hitungan detik seluruh Monster telah hilang entah kemana ,,, kakek yang menyadarinya , segera melajukan kekang kudanya pergi meninggalkan tempat itu , sejauh-jauhnya ,,, cahaya tadi mengikuti gerobak kakek sangmi dan melesat masuk kedalam gerobak , yang terdapat Danu dan ayahnya ,,, cahaya itu seketika berhenti di depan Danu ,,,


" akhhh. ,, " suara Sendawa dari cahaya terang tadi ,,, ternyata monster-monster itu sudah menjadi santapan lezat untuk nya , pantas saja ia mengeluarkan sendawa ,,,


" ah ,,, ke,,, kenapa terdengar suara Sendawa ,,, apakah itu kamu long tien hung " Danu bertanya kepada cahaya yang duduk di atas pangkuan Danu ,,,

__ADS_1


" oh ,,, yang mulia kaisar ,, aku kekenyangan " suaranya terdengar sangat lucu dan imut sekali ,,,


" a,,,haaaaaa ,, kamu sangat lucu sekali raja naga " kata ayah Danu ,,


" hooh ,,, kamu siapa ?,, " naga long tien hung bertanya kepada ayah Danu ,


" aku adalah ayah Danu ,,, putraku Danu Rei ,,, dan namaku Santos " ayah Danu memperkenalkan diri kepada naga emas Long tien hung ,


" oh jadi kamu adalah orang tua Danu , renkarnasi dari sang kaisar " suara itu masih terdengar imut dan lucu ,, Danu tertawa kecil setiap mendengar suara dari long tien hung ,


" Iyah ,,, kaisar naga emas " Suara berat ayah Danu terpancar dari auranya yang menanggung beban berat yang tersimpan selama ini ,


" Santos ,,,, didalam apakah baik-baik saja " suara kakek sangmi yang berteriak menghawatirkan Danu dan ayahnya ,


" semua baik saja sangmi ,,, itu tadi adalah ulah raja naga emas " suara Santos yang berteriak terdengar oleh kakek sangmi ,, kakek terus mengebrak laju gerobak kudanya , sampai mereka sudah berada di perbatasan antara kota raja dan pedesaan ,,, gerobak terus bergerak Melalui desa tersebut ,,, terasa sangat sunyi dan sepi sekali , padahal subuh sudah mulai datang ,,, kakek terus menyusuri pedesaan ,, sampai di perbatasan desa dan terus masuk kedalam hutan kecil , melalui anak sungai yang biasa untuk mengaliri sawah dan ladang para penduduk ,,, setelah menemukan pondok yang jauh dari pedesaan dan berada di bawah lembah ,,, kakek segera mendekatkan gerobak kuda itu sampai di depan rumah nya ,, setelah gerobak berhenti ,, kakek segera turun dari atas gerobak ,,, begitu juga Danu segera menggendong ayah nya memasuki rumah ,, ia pun terus berjalan menuju ruang kamar tidur yang biasa ia tempati ,

__ADS_1


setelah merebahkan ayah nya , danu segera keluar dari ruangannya , ia segera membantu kakek berkemas dan menurunkan semua barang yang sudah dibelinya di kota ,


__ADS_2