Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 185


__ADS_3

Asap itu telah menampakkan tubuh Danu , Reinki dan Lieng Huang ,


kedua tubuh itu tergeletak di atas tanah dalam kondisi yang sangat parah , darah mengalir dari mulut Danu dan Reinki , sedangkan Lieng Huang tidak dapat bergerak lagi ,


Pertarungan sejenak terhenti , ketiga orang yang sedang bertarung itu saat ini kondisi sangat mengenaskan ,


Tubuh Lieng Huang yang tidak bergerak lagi itu sepertinya sedang merenggang nyawa , Lain halnya dengan Danu dan Reinki yang masih memiliki kesadaran ,


Walaupun keduanya terluka cukup parah namun dengan kekuatan dan energi pemulihan keduanya bangkit berdiri tegak ,


Namun dari kejauhan selarik cahaya menuju tubuh Lieng Huang , cahaya tersebut langsung masuk kedalam tubuhnya ,


Sedetik kemudian tubuh Lieng Huang bergetar hebat ,


bahkan tubuh tersebut kembali seperti sediakala ,


Luka dalam dan luka lebam kembali membaik dan seperti semula ,


setelah tubuh Lieng Huang mengeluarkan cahaya terang keemasan , akhirnya ia bangkit dari kematiannya ,


Lieng Huang dapat hidup kembali , ia masih memiliki satu Batu kristal kehidupan untuk ia pakai ,


Saat ini Lieng Huang sudah seperti sediakala , tubuhnya utuh tanpa ada satupun yang kurang , bahkan kekuatan serta energinya menjadi berkali-kali lipat ,


Tubuh Lieng Huang yang sudah sempurna itu ternyata memang sudah mendapatkan tempaan dan kajian yang sangat sempurna ,


Danu dan Reinki serta yang lainnya pada saat ini dapat merasakan kekuatan dari Lieng Huang ,


Kemungkinan besar Danu dan Reinki akan mengalami hal yang sama lagi ,


Namun semangat kedua bocah tersebut tidak pudar sedikitpun ,


keduanya sudah bersiap-siap untuk melawan Lieng Huang yang sudah mulai sempurna itu ,


Bocah itu masih menunggu Lieng Huang yang saat ini menatap tajam kearah Danu dan Reinki ,


Seketika tawa Lieng Huang yang sangat keras itu membuat Danu dan Reinki semakin waspada ,


" Haaaaaa.... , bagus kalian dapat mengalahkan aku , tapi ternyata aku memiliki Batu mutiara kehidupan , Dan batu itu telah menghidupkan aku kembali " kata Lieng Huang ,


Danu dan Reinki yang mendengar perkataan Lieng Huang terdiam , mereka tidak ingin mengendurkan kewaspadaannya , sebab mereka berdua menyadarinya , dari tawa Lieng Huang saja keduanya dapat merasakan energi tersebut ,


Danu dan Reinki yang tertegun itu tanpa mereka sadari , Lieng Huang sudah berada tepat di depan keduanya ,


Danu dan Reinki sempat terkejut dengan kehadiran Lieng Huang yang secara tiba-tiba itu ,


Namun keduanya terlambat untuk menyadarinya , pada akhirnya Danu dan Reinki terkena pukulan tersebut ,


Kedua bocah itu terpental sangat jauh sekali , diakibatkan oleh pukulan yang dilancarkan oleh Lieng Huang ,


Kembali Danu dan Reinki mengeluarkan Darah segar dari mulutnya ,

__ADS_1


" akh.. hukk ... " kedua bocah itu mengeluarkan darah segar dari mulutnya ,


Keduanya Seketika mengeluarkan energi pemulihan dan kekuatan penuh untuk kembali membalas serangan dari Lieng Huang ,


Pertarungan itu kembali terjadi , tubuh keduanya seperti bayangan kilat yang saling menyerang ,


Guru Besar Akuma tetap terdiam berdiri tegak ,


Saat ini ia sedang melihat kondisi Danu dan Reinki yang bertahan dari serangan dari Lieng Huang ,


Serangan tersebut tidak seperti semula ,


Serangan ini menggunakan kekuatan yang cukup besar sekali , kedua bocah itu sampai tidak dapat mengelak dari serangan yang dilakukan oleh Lieng Huang ,


Danu dan Reinki akhirnya mundur menjauhi tubuh Lieng Huang ,


Lieng Huang yang melihat reaksi Danu dan Reinki tertawa sangat keras sekali , sampai-sampai tanah bergetar hebat oleh Suara tawa Lieng Huang yang mengandung energi Kultivator itu ,


Danu dan Reinki saling berhadapan ,


" Kak , kita harus melakukannya strategi itu lagi " kata Danu kepada Reinki ,


" Iyah , ayo kita lakukan " katanya yang langsung mengubah strategi penyerangan ,


Kedua bocah itu kembali mengumpul senjata mereka , dan memadukannya kembali , setelah kekuatan itu terkumpul Danu dan Reinki segera berlari ke arah depan menyongsong pukulan yang akan dilancarkan oleh Lieng Huang ,


Kembali kedua kekuatan yang sangat besar itu beradu ,


Tubuh Danu dan Reinki bergetar menahan serangan yang sudah mereka berdua lancarkan ,


Nafas keduanya tersengal-sengal menahan energi yang sudah mereka keluarkan itu ,


keringat sudah membanjiri sekujur tubuhnya ,


" kak , bagaimana apakah masih ingin menggunakan strategi selanjutnya " kata Danu yang bertanya kepada Reinki ,


" Iyah... kita harus melakukannya " jawab Reinki yang matanya tajam mengarah ke wajah Lieng Huang dengan tatapan yang sama seperti sediakala , tatapan yang mengejek dan menghina mereka berdua ,


beberapa detik kemudian , Lieng Huang maju kearah Danu dan Reinki , keduanya kembali bertarung , Danu dan Reinki masih menggunakan strategi selanjutnya ,


Ketiga tubuhnya mereka seperti angin yang berterbangan , yang terkadang terdengar Dentuman dan suara percikan pada pedang yang sedang beradu ,


" baaaammmm , cringg " suara itu terdengar ,


Danu dan Reinki saat ini mundur beberapa langkah dari Lieng Huang yang baru ,


Kedua bocah itu sangat bersemangat sekali ingin mengalahkan Lieng Huang ,


sedangkan Lieng Huang sendiri seperti tidak memiliki rasa takut terhadapnya , justru dia malah menyerigai ,


Kini Lieng Huang menyerang Danu dan Reinki , kedua bocah itu menyongsong serangan dari Lieng Huang ,

__ADS_1


detik-detik menegangkan terjadi , tubuh Danu dan Reinki kembali terkena pukulan dari Lieng Huang seketika Danu dan Reinki memuntahkan cairan kental dari mulutnya ,


Dan lubang besar menguak lebar diarea dimana Danu dan Reinki berdiri ,


Sedangkan Lieng Huang sendiri hanya tertawa keras sambil mengejek kedua bocah itu ,


Danu berlutut di atas tanah , begitu juga dengan Reinki ia menopang satu kakinya agar tubuhnya tidak terjatuh sejajar dengan tanah ,


Namun tanpa ampun Lieng Huang segera menyerang kedua bocah tersebut , dan akhirnya Danu dan Reinki kembali tewas ditangan Lieng Huang ,


Guru Besar Akuma segera membuat tirai penghalang agar tubuh Danu dan Reinki hidup kembali seperti sediakala ,


Lieng Huang yang merasa tidak senang dengan perbuatan dari Guru Besar Akuma segera menyerang kearah Guru Besar Akuma , pertarungan itu sangat seimbang , sebab Guru Besar Akuma yang telah mengajari Sang Kaisar menempa ilmunya ,


Hal itu dapat menguntungkan Guru Besar Akuma , sebab bertahun-tahun lamanya ia menjadi Gurunya , bahkan mengetahui kelemahan dari Kaisar Terdahulu ,


Lieng Huang yang tidak mengetahui bahwa dihadapannya itu adalah Gurunya dari sang Kaisar dengan santainya ia terus menyerang Sang Guru tersebut ,


Setiap kali Lieng Huang menyerang , serangan tersebut dapat mudah diketahui oleh Guru Besar Akuma ,


Lieng jadi tidak senang , semakin bringas saja serangan yang dilancarkan oleh Lieng Huang kepada Guru Besar Akuma ,


Sampai hampir setengah jam , tubuh Danu dan Reinki kembali hidup , kali ini tubuhnya memiliki energi yang berkali-kali lipat besarnya ,


Danu dan Reinki yang sudah seperti sediakala itu , melihat kearah Gurunya yang bertarung melawan Lieng Huang ,


Tanpa membuang waktu lagi Danu melompat ke arah Guru Besar Akuma ,


Dan mereka berdiri sejajar dengan Gurunya ,


Pada akhirnya mereka bertiga menyerang Lieng Huang sendiri ,


Ketiga orang itu terus bertarung melawan Lieng Huang yang saat ini kuwalah menahan serangan mereka bertiga ,


hal itu membuat Guru Besar Akuma yakin , bahwa Danu hanya mengincar kelemahan dari Lieng Huang , tapi tidak mengetahui setiap serangan yang terus menerus dilancarkan oleh Lieng Huang ,


Makanya Danu dan Reinki kalah dari Lieng Huang ,


Pada akhirnya Ketiganya telah menyudutkan Lieng Huang dalam pertarungan ,


Dan kembali Lieng Huang kalah dan merenggang nyawa , pada saat ia akan dibangkitkan , Guru Besar Akuma segera mencabut mutiara Kristal Kehidupan milik Lieng Huang ,


seketika Lieng Huang tidak dapat hidup kembali ia tewas dalam keadaan mengenaskan ,


Dan pertarungan ini sudah dapat dimenangkan oleh Danu dan Reinki ,


Tunggu episode kelanjutannya sebab masih ada lanjutannya ,


Dan tentunya episode itu akan semakin menegangkan ,


Selesai

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2