
Pada saat ini Danu dan Reinki melihat tubuh Ayah dan Gurunya ,
Dari arah belakang tubuh Santos dan Panglima muncul sebuah pintu dimensi , kedua tubuh itu ditarik masuk ke dalam ruang portal tersebut ,
Danu dan Reinki seketika berteriak kembali dan ingin mengejar seseorang yang telah mengambil tubuh Santos dan Panglima Jien ma ,
" Ayah .... " keduanya kembali berteriak dan ingin mengejar portal tersebut yang seketika menutup kembali ,
Namun belum sempat aksi ia lakukan Lieng Huang sudah bersiap dengan senjatanya yang penuh energi yang mematikan itu ,
Lagi-lagi Danu dan Reinki melayani Lieng Huang yang saat ini sedang menyerangnya ,
Kedua bocah itu akhirnya bertarung kembali melawan Lieng Huang ,
Danu yang merasa risau itu tiba-tiba mendengar suara dari Guru Besar Akuma ,
" Danu jangan kawatir , sepertinya itu portal di buatan oleh yang mulia Pangeran Ketiga Chu Kheyang " kata suara yang dikirim oleh Guru Besar Akuma ,
Danu yang mendengar pesan suara tersebut , akhirnya dapat bersemangat kembali ,
Sebab ia tahu itu adalah suara dari Gurunya yaitu Akuma ,
" Danu , ..... " Reinki melihat kearah Danu , terlihat raut wajah Danu yang saat ini sudah kembali seperti sediakala ,
" kak , Guru bilang Ayah dan Guru Jien ma sedang berada di tempat Pangeran Ketiga Chu Kheyang " kata Danu melalui pesan suara yang hanya Reinki saja yang dapat mendengarkannya ,
" Benarkah , bagus ayo kita serang lagi " kata Reinki yang langsung maju terlebih dahulu ,
Kedua bocah itu akhirnya bersemangat kembali , keduanya tidak akan memberi jeda lawannya untuk kembali menyerang mereka ,
Satu benturan keras terdengar ,
suara pukulan yang beradu itu seketika menguakkan lubang di atas tanah ,
" Baaaammmmm "
Terlihat tubuh Danu dan Reinki mundur cukup jauh dari Tubuh Lieng Huang ,
Begitu juga dengan Lieng Huang yang memiliki serigai yang mengerikan ,
Wajah tampan itu terlihat sangat menakutkan ,
" hhhh... haaaaaa.... " tawa Lieng Huang seakan-akan merasa senang melihat lawannya yang begitu sepadan dengan Kultivator yang di milikinya ,
" kak .... " Danu memanggil Reinki , namun Reinki menjawabnya ,
" tenang Danu , kita sudah banyak mengalami pertarungan , kamu jangan kawatir " kata Reinki yang memberi semangat kepada Danu ,
__ADS_1
" Iyah , pasti " Danu menjawabnya singkat , Reinki yang mendengarkannya faham maksud dari Adiknya itu ,
Terlihat dalam pikirannya , sewaktu peperangan ini belum terjadi , ia teringat perkataan sang Ayah ,
" Danu , Reinki jika kamu tidak berhasil mengalahkannya , maka larilah ... suatu hari nanti kamu dapat menghancurkan mereka dengan kekuatanmu yang semakin bertambah kuat itu " kata-kata sang Ayah terngiang-ngiang di telinganya , hal itu mustahil dilakukan oleh kedua bocah tersebut , namun jika ingin mencapai kemenangan maka kita butuh strategi dan kekuatan , dengan cara menghimpun kekuatan baru atau menempa diri kita menjadi lebih kuat maka kita dapat mengalahkan lawan kita , semua dapat terbalaskan jika kita masih memiliki nyawa dibadan ,
Hal itulah yang saat ini dipikirkan oleh Reinki ,
Berbeda dengan Danu yang masih fokus pada titik lemah musuhnya yang tanpa ada cela sama sekali ,
Namun tiba-tiba saja satu dentuman yang sangat keras terdengar kembali ,
Pada saat ini tubuh Paman Grei dan Bibi Shue yang terpental jauh , begitu juga beberapa Prajurit Super Kultivasi itu , mereka semua tidak bergerak lagi ,
Sedangkan tubuh Grei dan Shue terluka cukup parah senjata ditangannya juga telah hancur ,
Kedua makhluk dari Neraka itu sulit untuk bangun kembali ,
Dari arah belakang mereka , gerbang portal Dimensi lain terbuka , kedua makhluk itu ditarik oleh sebuah kekuatan ,
Keduanya pun memasuki gerbang tersebut , sedangkan Guru Besar Akuma yang mengetahui dan merasakan energi dari Pangeran Ketiga Chu Kheyang itu dapat bernafas lega ,
Ternyata mereka juga telah diselamatkan oleh sang Pangeran ,
Lain halnya dengan Hausan yang hampir panik kehilangan sahabatnya itu , namun lagi-lagi Guru Besar Akuma memperingatkan Hausan agar jangan menghawatirkan dirinya ,
" Hausan teruskan saja , jangan menghawatirkan kedua orang itu , mereka masih selamat , saat ini mereka berada ditangan sang Pangeran " kata Guru Besar Akuma dengan jelas sekali ,
Kedua belah Pasukan yang saling bermusuhan itu kembali bertempur , sampai diantaranya dapat dikalahkan ,
" Ayo Sin Huang dan Prajurit , walau Panglima dan Santos telah kalah kita harus terus menyerang mereka , kalahkan mereka semua .... " kata Hausan yang saat ini sudah mengambil ahli kepemimpinan ,
" hooohhhhhh " suara teriakan dari seluruh pasukan Sin Huang dan Prajurit Buatan ,
Saat ini hanya tersisa Danu , Reinki , Hausan dan Guru Besar Akuma beserta para pasukan Sin Huang juga Prajurit Buatan ,
Kelima orang tersebut sedang melawan 300 orang Prajurit Super Kultivasi dan Manusia Buatan Super Kultivasi ,
Berserta pimpinan mereka yang bernama Lieng Huang ,
" Jumlah kita Kalah jauh " kata Ranghao ,
Ternyata masih ada Ranghao dan Siemens yang masih memiliki tubuh berwujud manusia ,
Terkadang mereka juga mengubah tubuhnya seperti makhluk monster penjaga pintu gerbang Neraka ,
" walaupun kita kalah jumlah , yang terpenting dari melawan sebuah kekuatan itu adalah strategi dan kemampuan mencari celah dari kekurangan lawan " kata Siemens yang seperti tanpa disadari telah memperingatkan Ranghao , agar Ranghao tidak terjebak oleh keraguannya lagi ,
__ADS_1
" Kamu benar , master " kata Ranghao yang seperti mendapatkan sebuah cahaya penerangan ,
Keduanya tidak membuang waktu lagi untuk menyerang lawan , terlebih lagi Ranghao yang melihat sendiri bahwa Panglima dan Santos serta Bibi Shue telah dikalahkan oleh para prajurit tersebut ,
Ranghao yang saat ini tidak mau menahan diri segera mengamuk kembali di Medan perang,
Begitu juga Siemens yang melihat aksi Ranghao seperti ingin melampiaskan kemarahannya ,
" Ranghao , waspada .. .. " Kata Siemens yang akhirnya memperingatkan Ranghao agar jangan gegabah atau ceroboh , sebab hal itu memicu kelemahan kita terlihat oleh lawan ,
" Iya master .. " kata Ranghao yang sambil menyerang kearah lawannya ,
" hiaattttt , ciiiaaat " Siemens kembali memberikan pukulan , dan dengan demikian Prajurit itu terjengkang ke belakang sampai berpuluh-puluh meter jauhnya ,
" Master , kamu sungguh hebat sekali " kata Ranghao yang memuji Siemens ,
" hekmm " jawab Siemens singkat ,
Kembali keduanya bertarung melawan Prajurit Super Kultivasi ,
⏭️⏩
Guru Besar Akuma yang saat ini sedang melawan Prajurit musuh masih terus gencar melakukan serangan ,
Beberapa dari Prajurit itu dapat di buat tewas dan terluka parah , sebab Guru Besar Akuma mengetahui letak kelemahan dari Prajurit tersebut ,
Sedangkan pasukan Sin Huang juga bertarung melawan mereka ,
Namun disebabkan pasukan itu kalah jumlah dan kekuatan ,
Sin Huang dan Prajurit Buatan itu sedikit kuwalahan ,
Hausan dapat menyadari bahwa kedua pasukan itu tidak seimbang ,
Namun Hausan sekuat tenaga dapat menutupi kekurangan dari pasukan yang saat ini di pimpinannya ,
Hausan selalu berteriak memberi komando pada Pasukan Sin Huang , begitu juga dengan Prajurit Buatan itu ,
dengan demikian , mereka dapat mengatur jarak pertempuran dan strategi penyerangan , hal itulah membuat Pasukan Sin Huang dan Prajurit Buatan itu terlihat sama ,
mereka dapat mengimbangi kekuatan dari Prajurit Super Kultivasi ,
" Sin Huang , sekarang " teriakan dari Hausan ,
sedangkan Prajurit Buatan tersebut masih dalam formasi sama ,
Namun Hausan memberi tanda agar mengubah formasi tersebut ,
__ADS_1
" Prajurit , bentuk farmasi unggulan , aba-aba tiga serang ..... " Kembali Hausan berteriak keras ,
Pertempuran terus berlangsung sengit ,